NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Terjebak.

Jiwa Yang Terjebak.

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalani kehidupan yang cukup sulit akibat terlilit hutang-hutang ayahnya membuat Diva terkadang ingin merasakan bagaimana enaknya menjadi orang kaya. Namun siapa sangka, suatu kejadian yang menimpanya membuat jiwa Diva terjebak dalam raga orang lain, sehingga gadis itu menyadari bahwa tidak semua orang yang terlahir kaya bisa menikmati hidupnya. Semua manusia pasti tercipta dengan sifat dan ujian yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

Keesokan harinya di kantor, Erin mengantarkan sebuah berkas ke ruangan pimpinan.

"Ini laporan untuk project di pulau S, tuan." Erin menyodorkan berkas ditangannya dan Elio langsung memeriksanya.

"Lain kali jangan lancang!." Tegur Elio masih dengan posisi menatap berkas dihadapannya.

"Apa maksud anda, tuan?." Erin belum sepenuhnya paham dengan maksud ucapan Elio.

Elio mendongak, menatap Erin yang juga tengah menatapnya.

"Apa maksudmu dengan menyampaikan hal-hal buruk pada putraku?." Tubuh Erin membeku seketika mendengar itu.

"Kita memang berteman sejak dulu, tapi bukan berarti sebagai teman kamu berhak memfitnah aku dihadapan putraku sendiri, terlebih dengan mengatakan bahwa aku tidak mencintai mommy-nya." Elio merasa itu merupakan fitnah terbesar bagi dirinya.

"Bukan begitu maksudku, Elio. Aku hanya ingin Elhan setidaknya menyiapkan diri untuk sebuah kemungkinan yang bisa saja terjadi pada hubunganmu dan Calista. Lagipula, bukankah kamu sendiri yang mengaku jengah dengan sikap istrimu." Erin tak lagi menggunakan bahasa formal, mengingat pembahasan mereka mengarah ke urusan pribadi Elio.

"Jengah bukan berarti aku tidak lagi mencintai istriku, Erin. Satu lagi yang perlu kau tahu, aku tidak pernah berpikir untuk berpisah dengan istriku, jadi sebaiknya jangan terlalu ikut campur dalam urusan rumah tanggaku, terutama menghasut putraku dengan kebohongan!."

Erin geram dengan kata-kata Elio.

"Sebenarnya apa kelebihan Calista, Elio? Mengapa kamu tetap ingin mempertahankan rumah tangga bersamanya, sementara kenyataannya dia sudah banyak mengatur hidupmu, bahkan merenggut kebebasanmu dalam bersosialisasi dengan orang-orang disekitarmu?." Kalimat serta mimik wajah Erin seolah menyadarkan Elio akan sesuatu, yakni ucapan Calista tempo hari sebelum wanita itu melakukan tindakan konyol dengan menenggak racun.

"Jangan bilang kamu memiliki perasaan terhadapku, Erin?."

Wajah Erin langsung berubah pias mendengar pertanyaan Elio.

"Aku berharap itu hanya dugaan Calista saja, Erin. Karena, bila sampai terbukti kamu menyimpan perasaan lebih terhadapku, selain sebagai seorang teman, maka akan lebih baik kamu resign dari perusahaan ini!." Tegas Elio. "Aku tidak ingin ada skandal di tengah profesionalitas kerja kita, Erin. Selama ini aku menghargai pertemanan kita sehingga selalu berpihak padamu setiap kali istriku berpikiran buruk tentang dirimu. Tetapi, jangan kau pikir aku berpihak kepadamu karena aku bersedia menjalin hubungan lebih dari sekedar berteman denganmu." Perkataan Elhan kemarin mampu membuka mata Elio dalam melihat sisi baik dan buruknya seorang Erin.

"Kamu tega berpikiran buruk seperti itu padaku hanya karena sebuah kesalahpahaman kecil, Elio..." Seperti sebelum-sebelumnya, Erin menggunakan air mata buayanya untuk meraih empati Elio.

Elio menarik sudut bibirnya ke samping hingga menciptakan senyum seringai di sana.

"Sengaja mengatakan kata-kata yang tidak sepantasnya di sampaikan kepada seorang anak kecil, dan kau anggap itu hanya sebuah kesalahpahaman."

"Elio...." Air mata Erin semakin laju membasahi pipi.

"Cukup, Erin! Sekarang kembalilah ke meja kerjamu!."

Dengan perasaan geram tertahan, Erin meninggalkan ruangan Elio dan kembali ke meja kerjanya. Sikap Elio terhadapnya barusan semakin menambah kebencian Erin kepada Calista.

"Semua ini tidak bisa dibiarkan! Setelah sekian lama aku berusaha menyingkirkan Calista dari kehidupan Elio, sekarang Elio malah memihak pada wanita itu." Batin Erin.

Di saat Erin sedang kesal bercampur geram, di waktu yang sama Diva justru baru saja tiba di butik. Butik yang dibangun Calista dengan sepenuh hati tersebut sudah setahun hanya di urus oleh pegawainya. Calista terlalu sibuk dengan urusan tentang suaminya dan Erin sehingga mengabaikan butik yang dulu begitu diimpikan nya.

Diva menatap bangunan berlantai dua tersebut dengan takjub. Dulu, ia hanya bisa mengkhayal bisa memiliki butik sendiri, tapi berkat jiwanya terjebak di raga Calista, kini ia bisa merasakan hal yang dulunya hanya menjadi mimpi baginya.

"Selamat datang kembali di butik, nyonya." Sapaan dari pegawai kepercayaan Calista sekaligus menyadarkan Diva dari lamunannya.

"Terima kasih." Diva lantas melanjutkan langkah, memasuki pintu utama butik. Satu kesamaan antara Calista dan Diva, keduanya sama-sama memiliki kemampuan dalam membuat design, baik pakaian pria dan juga wanita.

Pegawai yang cantik dengan hijabnya tersebut mengantarkan Diva ke ruang kerja Calista, yang tentunya mulai hari ini akan menjadi ruang kerja bagi Diva.

"Setelah sekian lama akhirnya anda kembali nyonya. Kami semua sangat merindukan anda, nyonya Calista." Kebaikan Calista mampu membuat sosoknya dirindukan oleh para pegawainya. "Ohiya nyonya Calista, ini pembukuan selama setahun terakhir. Semua pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan lengkap di dalam sini." Wanita berjilbab yang akrab di sapa Ara tersebut menyerahkan berkas ditangannya kepada Diva.

"Terima kasih." Diva menerimanya dan mulai memeriksanya.

"Siapa indah? Mengapa di sini tercatat ada banyak pengeluaran untuknya." Batin Diva.

"Seperti pesan anda sebelumnya nyonya, kami selalu memberikan uang yang diminta oleh sahabat anda, nona Indah." Ara sedikit menjelaskan, meskipun sebelumnya Calista sudah berpesan untuk memberikan uang yang diminta oleh indah.

Setelah menghitung keseluruhannya, ada lima ratus juta rupiah yang telah dikeluarkan untuk indah selama setahun terakhir.

"Sedekat apa sebenarnya persahabatan antara Calista dan wanita bernama indah ini sampai-sampai Calista merelakan uang sebanyak ini untuk wanita itu?." Diva masih bertanya-tanya dalam hati. Menurut Diva, sekalipun menjalin persahabatan bukan berarti Indah bisa bertindak sesuka hatinya, terlebih itu bukanlah uang hasil dari usaha bersama melainkan usaha pribadi Calista. Ia dan Rika pun menjalin persahabatan yang terbilang sangat akrab, namun mereka sama-sama tahu diri dan tidak ingin menjadi beban antara satu sama lain.

Ditengah kebingungan Diva, tiba-tiba pintu ruangan diketuk dari arah luar. "Tok...tok...tok..."

Diva menatap Ara untuk sejenak.

"Sepertinya itu nona indah, nyonya, karena kemarin beliau datang lagi ke sini untuk meminta uang sejumlah seratus juta, namun saya belum memberikannya karena kesibukan saya dalam melayani customer." Ara menundukkan kepalanya, khawatir bosnya itu akan marah karena ia tidak langsung memberi uang pada saat indah datang meminta.

"Masuk!."

Mendengar seruan dari dalam, seseorang yang kini berada dibalik pintu lantas memutar kenop pintu.

"Calista....."

Wanita itu sedikit terkejut dengan keberadaan istri Elio tersebut di butik, mengingat sudah setahun terakhir Calista tak lagi berkunjung ke butik. Dengan santainya wanita itu melanjutkan langkah memasuki ruangan dan duduk di sofa.

Ara memilih pamit undur diri, kembali ke ruangannya.

"Aku butuh uang Calista, tolong transfer seratus juta ke rekeningku!." Pinta wanita itu tanpa beban, seolah yang dimintanya hanya sekantong kacang rebus.

Diva menegakan posisi duduknya dan menatap lekat wajah wanita tak tahu malu itu.

"Maaf, aku tidak bisa."

"Apa maksudmu, Calista?." Indah bingung. Ini kali pertama Calista menolak untuk memberinya uang.

"Seperti yang aku katakan barusan, aku tidak bisa memberikannya." Nadanya masih pelan namun terkesan tegas.

"Tidak bisa begitu Calista....Selama ini aku sudah banyak membantumu dalam mencari tahu tentang hubungan tuan Elio dan Erin, masa' uang sebesar seratus juta saja kamu tidak bisa memberikannya padaku." Indah tak terima Calista menolak memberikannya uang. "Atau jangan-jangan, kamu sudah tidak butuh bantuanku lagi, dan ingin membiarkan Erin merebut suamimu dengan mudahnya." kalimat berbau ancaman sengaja dilontarkan Indah untuk meluluhkan Calista.

"Anggap saja begitu! Sekarang aku tidak peduli lagi mas Elio dekat dengan wanita manapun, termasuk Erin. Sebaiknya kamu tidak perlu repot-repot lagi, karena aku juga tidak membutuhkan informasi apapun lagi sekarang." Tegas Diva.

Indah meninggalkan ruangan Diva dengan perasaan kesal karena tidak berhasil mendapatkan sejumlah uang yang diinginkannya.

1
Yallend Mungil
sdh ngk up lg yah thor
Felycia Fernandez
dasar pelakor jalang...
Real ya pelakor banyak gak sadar diri dan gak tau posisi...🤣🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Erin musuh dalam selimut,awas kau Erin sebentar lagi kejahatan mu ke Calista terbongkar, tunggulah hukuman berat menantimu
Yallend Mungil
tdk bs di triple bab kah thor... masa 2 or 3 hari up 1 bab saja🤦
Selvia: diusahakan ya syng, soalnya lagi kurang sehat Kemarin makanya nggak update 🙏🙏
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Elio...... perjuanganmu untuk menaklukkan kembali hatinya Calista, akan lebih berat lagi
Uba Muhammad Al-varo
bagus Diva tunjukkan kepada yang lain, Calista sekarang wanita yang kuat, tangguh, mandiri dan nggak gampang ditindas 💪💪💪
Yallend Mungil
up lg thor
Felycia Fernandez
Saling cinta tapi si suami dan istri tidak pernah deep talk.akhirnya banyak kesalahpahaman.apalagi sikap Elio yang selalu membenarkan Erin,secara tidak langsung sudah membuka celahnya pelakor.dia lupa seburuk apapun seorang istri,tidak harus di ceritakan pada perempuan lain.balik kan ke diri kita sendiri.gimana rasanya istrimu didekati laki laki lain
olip lip
lnjut
Uba Muhammad Al-varo
mulai deh terbongkar satu persatu kelicikannya Erin terhadap Calista yang membuat Calista posesif ke Elio 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya nggak berbelit2 👍👍👌
Felycia Fernandez
makanya kamu jadi suami lebih peka dengan istri bukan dengan perempuan lain,yang sepantasnya disebut jalang.mana ada sahabat perempuan sok dekat gtu dengan sahabat laki laki yang sudah punya istri.
DIFAN2: Halo kak, telah hadir novel "SULUNG" dengan alur cerita yang seru dan emosional, yuk kak mampir.
total 1 replies
Yallend Mungil
up lg thor
Yallend Mungil
ini jalan tuhan kali yah spy diva juga bs merasakan kebahagiaan mendapat perlakuan baik dr org sekitar tdk seperti saat dia masih dlm raga nya
Felycia Fernandez
ya bole la,kan raga nya tetap raga Calista istrinya Elio.
Yallend Mungil
keren ceritanya, apakah nnti diva benar2 mrncintai suaminya calista dan apakah diva bisa ttp sayang dan bertemu dgn ibu kandung nya walau raganya milik calista
Felycia Fernandez
seperti nya begitu🤔
Felycia Fernandez
mewek aku ih 😭😭😭😭
Felycia Fernandez
sukurin,dirundung rasa bersalah kan ma istri sendiri...🤣🤣🤣🤣
Tutik Karlos
lanjut kakk....dag Dig dug ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!