NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Suasana di dalam Ruang Baca Istana Barat terasa hening dan pekat. Bau tinta memenuhi udara. Di meja yang dipenuhi peta wilayah perbatasan dan gulungan surat rahasia, Pangeran Zhang Li berdiri mematung. Ia menatap lurus ke arah jendela yang membingkai taman bambu di luar.

Feng Chuan berdiri beberapa langkah di belakangnya, memegang serpihan kain hitam beraroma Minyak Akar dan minyak mawar yang sama seperti yang tertinggal dari bentrokan semalam.

"Yang Mulia," bisik Feng Chuan, memecah keheningan. "Para pengawal patroli sudah memperketat area luar. Haruskah hamba mengerahkan pasukan untuk menggeledah seluruh Paviliun Selir sekarang juga? Jika kita bertindak cepat, kita bisa memotong jalur pelariannya."

Zhang Li tidak langsung menjawab. Ia berbalik perlahan, melangkah menuju mejanya seraya memutar-mutar cincin batu giok di ibu jarinya

"Penggeledahan terbuka adalah keputusan paling amatir, Feng Chuan," ucap Zhang Li dengan suara rendah dan bernada dingin. "Jika kau menebar jala secara terang-terangan di kolam keruh, ikan yang bersembunyi akan makin rapat membenamkan diri di dasar lumpur. Kita tidak akan mendapat apa-apa selain kehebohan."

Feng Chuan menunduk. "Lalu apa perintah Yang Mulia?"

Zhang Li menuangkan teh dingin ke cangkirnya, matanya menyipit penuh kalkulasi.

"Prajurit yang bertarung denganku semalam bukan sembarang pembunuh gelap. Refleksnya terlatih, posturnya tegap, dan dia menguasai teknik perbatasan. Keberadaan aroma minyak mawar istana pada pakaiannya membuktikan satu hal. Dia memiliki kontak rahasia atau tempat persembunyian di dalam Kediaman Selir."

Zhang Li meletakkan cangkirnya dengan denting halus yang tegas.

"Kita akan melakukan sidak terselubung pagi ini," lanjut Zhang Li. "Aku sendiri yang akan mendatangi setiap paviliun selir satu per satu."

Feng Chuan terperanjat. "Yang Mulia sendiri yang turun? Bukankah itu akan membuat para selir dan faksi keluarga mereka bertanya-tanya? Selama ini Yang Mulia tidak pernah mengunjungi kediaman mereka secara pribadi."

"Justru karena itulah rencanaku akan berhasil," senyum tipis yang membahayakan terukir di bibir Zhang Li. "Kunjungan tidak resmi atas inisiatif ku ini akan membuat mereka mengira aku sedang mencari perhatian atau kehangatan seorang wanita. Kebahagiaan dan kejutan mendadak itu akan meruntuhkan kewaspadaan mereka."

Zhang Li melangkah mendekati Feng Chuan, menatap kain hitam di tangan pengawalnya itu.

"Saat mereka sibuk berdandan dan menyambut ku, perhatikan baik-baik," perintah Zhang Li tegas. "Aku akan mengendus aroma di tiap ruangan untuk mencari sisa ramuan herbal perbatasan ini. Dan kau... amati raut wajah mereka. Cari selir yang menunjukkan gerak ketakutan, cemas. Juga gestur menutupi sesuatu. Orang yang menyembunyikan prajurit rahasia pasti akan menembus batas ketenangannya saat aku berdiri di kamarnya."

Feng Chuan mengepalkan tangan, membungkuk dalam penuh kekaguman atas taktik tuannya. "Rencana yang sangat tajam, Yang Mulia! Hamba siap mendampingi."

"Bagus," Zhang Li merapikan lengan jubah mewahnya seraya melangkah menuju pintu Rumah Baca. "Mari kita lihat, faksi mana yang berani menyelipkan 'pria rahasia' ke dalam Istana Baratku."

*

*

*

Pintu utama Paviliun Merak terdorong terbuka. Zhang Li melangkah masuk dengan gestur tegap dan wibawa yang dingin. Feng Chuan menyusul tepat di belakangnya, lalu mengambil posisi berdiri bersedekap di dekat pintu-menunduk penuh hormat sebagaimana layaknya pengawal resmi.

Di belakang Huo Yan, dua pelayan pribadinya yang sedang memegang baki minyak wewangian langsung berlutut cepat, menempelkan dahi ke lantai demi menjaga citra sempurna majikan mereka.

"Yang Mulia..." Huo Yan yang tengah merapikan gaun di depan cermin tersentak. Kipas cendana di tangannya teremas kuat. Jantungnya berdebar kencang. Gengsinya membumbung tinggi karena didatangi pertama kali. Terlihat rasa percaya diri yang unggul.

Huo Yan buru-buru menghampiri dan membungkuk seanggun mungkin. "Hamba menyambut kedatangan Yang Mulia di Paviliun Merak. Maafkan jika penyambutan hamba terkesan tergesa-gesa."

"Berdirilah, Selir Huo," ujar Zhang Li datar, bahkan tanpa memandang wajahnya secara langsung. Langkah kakinya menyusuri area ruang tamu paviliun dengan tempo terukur. "Aku hanya memastikan pengelolaan Istana Barat berjalan sesuai aturan. Apakah ada kendala pada alokasi kebutuhan harian di paviliun ini?"

Pertanyaan yang sangat formal dan berjarak, persis seorang penguasa yang sedang mengecek laporan.

"Sama sekali tidak ada, Yang Mulia," sahut Huo Yan cepat. Senyum anggun ia paksakan tetap mengembang, meski ada rasa canggung yang tebal karena sikap dingin sang Pangeran. "Semua alokasi dari istana sangat mencukupi."

Selagi Huo Yan sibuk menjaga sikap tubuhnya agar tetap terlihat berkelas di depan pria yang jarang menyentuhnya ini, mata tajam Zhang Li bekerja cepat secara halus.

Ia menyapu sekilas area meja rias. Ada tumpukan kain sutra, serta mengendus udara sekitar. Tidak ada aroma minyak perbatasan, tidak ada bekas obat luka, hanya wewangian kayu cendana mahal yang tebal.

Di dekat pintu, Feng Chuan tetap mematung. Kontak mata singkat terjadi antara sang Pangeran dan pengawalnya. Feng Chuan memberikan gelengan kepala yang nyaris tak terlihat dari posisinya. Ruangan ini bersih.

"Bagus jika tidak ada masalah," potong Zhang Li singkat, langsung membalikkan badan tanpa berminat memperpanjang percakapan. "Jaga ketertiban di sini."

"Baik, Yang Mulia. Terima kasih atas perhatian Yang Mulia," balas Huo Yan seraya membungkuk dalam.

Meski interaksi itu sangat dingin dan singkat, Huo Yan tetap mengibaskan kipasnya dengan dada bertumpuk rasa bangga. Baginya, kenyataan bahwa Zhang Li melangkah ke tempatnya terlebih dahulu sudah cukup untuk memuaskan gengsinya di hadapan selir-selir yang lain. Dia pantas berbangga hati.

*

*

*

Kunjungan formalitas itu berlanjut menuju Paviliun Melati.

Pintu terdorong terbuka. Zhang Li melangkah masuk dengan raut wajah dingin tanpa ekspresi, disusul Feng Chuan yang mengambil posisi berdiri tegak di samping pintu.

Di sudut ruangan, seorang pelayan muda menunduk hormat dengan sikap tubuh patuh dan tenang.

Di dekat meja kayu, Selir Lan yang tengah merapikan kelopak bunga melati kering mendadak mematung. Begitu sepasang matanya menangkap sosok Zhang Li, ia menunduk hormat.

Ada rasa cemas yang amat dalam matanya. Sebuah sikap defensif dari seseorang yang menyimpan rahasia pribadi yang sangat berisiko, seolah takut tatapan tajam Zhang Li sanggup menguliti isi pikirannya.

Dia menyembunyikan sesuatu, batin Zhang Li.

"Y-Yang Mulia..." bisik Selir Lan seraya membungkuk memberi hormat. Suaranya bergetar pelan. Ia menundukkan kepala sangat dalam, sama sekali tidak berani menyangga pandangan sang Pangeran.

Zhang Li menghentikan langkah dua meter di hadapannya. Mata elangnya mengamati jemari Selir Lan yang saling meremas ketat dan napasnya yang tertahan sejenak.

"Berdirilah, Selir Lan," ujar Zhang Li datar. "Aku hanya memastikan keadaan di paviliun ini. Apakah ada kendala pada kebutuhan harian mu?"

1
Nia mie
menurut saya karya ini luar biasa. . .dengan alur cerita yang runtut dan tidak bertele tele. ceritanya menarik. pemilihan kata dalam kalimatnya jelas dan tepat sasaran.
Pa Muhsid
selir lan kekasih tabib mo mungkin
Nia mie
up 🙏💪
Fauziah Rahma
ini lebih bahaya, diam nusuk dari belakang
Inah Ilham
tak kirain Pangeran milih Xiao Yu karena sudah tau rahasianya eh ternyata gegara dia gadis bodoh🤣🤣🤣🤣
paijo londo: 🤦🤦q juga jadi ikutan salfok dgn pilihan pangeran yg keliru🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!