NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Tiga hari setelah upacara pengembalian nama, Yuxin berbaring menatap langit-langit kamar yang sama persis seperti yang dia ingat, ukiran burung phoenix keemasan, tirai sutra biru muda, meja rias di sudut ruangan. Semuanya familiar, seakan dia tidak pernah pergi. Tapi setiap kali dia menutup mata, bayangan panggung eksekusi kembali muncul, membuatnya terjaga di tengah malam dengan napas tersengal.

Dia memaksakan diri bangun lebih awal dari biasanya. Ada hal yang harus dia amati sebelum semuanya terlambat.

Dia menemukan Xiao Yan sudah sibuk melipat kain di ruang jahit, wajahnya serius berkonsentrasi.

"Nona! Anda sudah bangun? Saya baru akan membangunkan Anda."

"Aku tidak bisa tidur lagi," jawab Yuxin, lalu duduk di bangku kecil dekat jendela. "Xiao Yan, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu, Nona."

"Bagaimana kehidupan Nona Ruoxi selama ini? Sebagai putri keluarga Lin?"

Xiao Yan berhenti melipat kain, matanya melirik ke arah pintu sebelum menjawab pelan, "Nona Ruoxi sangat disayang semua orang. Tuan besar dan Nyonya besar selalu memenuhi apa yang dia minta. Para pelayan juga segan padanya." Dia ragu sejenak. "Tapi, ada beberapa yang bilang, di belakang Nyonya besar, Nona Ruoxi bisa sangat berbeda sikapnya pada pelayan yang tidak dia sukai."

Yuxin menyimpan informasi itu baik-baik.

"Ada satu lagi, Nona," tambah Xiao Yan, suaranya semakin pelan. "Nona Ruoxi punya tunangan. Tuan Muda Shen Yifan. Pertunangan itu sebenarnya untuk putri sulung keluarga Lin tapi karena Nona Ruoxi yang selama ini memegang posisi itu, jadi dialah yang bertunangan dengannya."

Yuxin menatap Xiao Yan tenang. "Aku mengerti," jawabnya singkat.

"Apakah Nona keberatan?" tanya Xiao Yan hati-hati.

"Aku bahkan tidak mengenalnya," jawab Yuxin. "Yang aku pedulikan bukan posisi tunangan itu sendiri, Xiao Yan. Tapi bagaimana segala sesuatu yang seharusnya menjadi milikku, selalu jatuh ke tangan orang lain tanpa aku pernah diberi pilihan."

Siang harinya, Yuxin diundang ke taman belakang oleh Nyonya Su untuk minum teh bersama. Di sana, Chen Ruoxi sudah duduk lebih dulu, gaun sutra birunya berkibar lembut mengikuti angin musim semi.

"Yuxin, kemarilah," sapa Nyonya Su, tersenyum hangat. "Ibu ingin kalian berdua semakin akrab."

Yuxin duduk dengan sopan, memperhatikan setiap gerakan Chen Ruoxi tanpa terlihat mencolok. Chen Ruoxi menuangkan teh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, kebiasaan kecil yang menunjukkan siapa yang selama ini terbiasa didahulukan di rumah ini.

"Yuxin," Chen Ruoxi membuka percakapan, suaranya manis seperti biasa, "aku dengar kau kesulitan tidur beberapa malam ini. Apakah kamarmu kurang nyaman? Aku bisa minta Ibu menukarnya dengan kamar yang lebih baik untukmu."

Tawaran yang terdengar baik hati tapi Yuxin menangkap sesuatu yang lain di baliknya. Sebuah perinagtan di dalam kalimat itu bahwa. aku yang mengatur segalanya di sini, bukan kau.

"Terima kasih, Kak Ruoxi," jawab Yuxin, sengaja memakai sapaan yang sama diucapkan Chen Ruoxi sendiri saat upacara. "Tapi kamarku sudah cukup nyaman. Aku hanya belum terbiasa dengan mimpi buruk akhir-akhir ini."

Nyonya Su menatapnya khawatir. "Mimpi buruk? Tentang apa, Yuxin?"

Yuxin tersenyum tipis, memilih kata-kata dengan hati-hati. "Entahlah, Ibu. Mungkin hanya bayang-bayang masa lalu yang belum sepenuhnya hilang."

Chen Ruoxi menatapnya sekilas seperti menilai, sebelum kembali cerah seketika saat Nyonya Su menoleh ke arahnya.

"Yuxin pasti masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri, Ibu."

Ketika teh sudah hampir habis, seorang pelayan datang tergesa membawa kabar. "Nyonya besar, Tuan Muda Shen sudah tiba untuk menjemput Nona Ruoxi."

Chen Ruoxi langsung berdiri, wajahnya bersinar antusias. "Ah, Yifan sudah datang. Permisi, Ibu, Yuxin."

Yuxin menatap kepergiannya, dan di gerbang taman, sesosok pemuda berjubah biru muda menunggu, wajahnya tampan, sikapnya tenang berwibawa. Ini pertama kalinya dia melihat Shen Yifan secara langsung. Tidak ada kenangan, tidak ada perasaan familiar hanya rasa penasaran, seperti melihat sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya namun tak pernah sempat dia sentuh.

Di sampingnya, Nyonya Su menghela napas pelan. "Maafkan Ibu, Yuxin. Seharusnya posisi itu yang menjadi milikmu, pertunangan itu untuk putri keluarga Lin. Tapi selama ini, Ruoxi-lah yang memegangnya. Semua sudah terlanjur berjalan begini."

Yuxin tersenyum tipis, menyembunyikan gejolak di dadanya.

Seorang pria yang bahkan tidak dia kenal, telah menikmati posisi yang seharusnya menjadi haknya, sementara dia sendiri menghabiskan bertahun-tahun disiksa di rumah orang tua Ruoxi.

"Tidak apa-apa, Ibu," jawabnya tenang. "Aku bahkan tidak mengenalnya. Mungkin memang bukan takdirku untuk posisi itu."

"Kamu memang berbudi luhur, Yuxin," ujar Nyonya Su, menatapnya lekat. "Ibu tidak menyangka, sikapmu begitu tenang dan anggun, padahal kamu tumbuh di keluarga seorang pedagang rendahan."

"Mungkin darah lebih kental daripada air, Ibu," jawab Yuxin, suaranya lembut namun mantap. "Di mana pun aku tumbuh, tetap saja darah bangsawan yang mengalir di tubuhku."

Nyonya Su terdiam sejenak, matanya berbinar kagum. "Kamu benar, Yuxin. Kamu memang mewarisi darah keluarga Lin... semua terlihat dari caramu bersikap."

Yuxin tersenyum tipis, menundukkan kepala dengan hormat, menyembunyikan kepuasan yang mulai tumbuh di balik ketenangannya. Setiap kata yang dia ucapkan bukan kebetulan. Dia tahu persis apa yang ingin didengar ibunya, dan dia akan memastikan, perlahan namun pasti, bahwa Nyonya Su mulai melihat siapa putri sejatinya yang sesungguhnya.

Chen Ruoxi menghampiri mereka sambil menggandeng lengan Shen Yifan, senyumnya secerah matahari musim semi.

"Ibu, Yifan datang ingin memberi salam pada Ibu."

Yifan langsung menundukkan kepalanya memberi hormat pada Nyonya Su. "Apa kabar, Nyonya Su!" sapa nya.

"Baik, kabar ku baik, Yifan." sambut Nyonya Su.

Yifan mengangkat kepalanya, lalu sekilas melihat ke arah Yuzin.

"Yuxin, Kenalin ini Yifan... tunanganku." Ruoxi buru-buru menyela, tidak mau melihat Yifan berkontak mata dengan Yuzin.

"Senang berkenalan dengan Nona Lin Yuxin." Yifan berkata sopan.

Yuxin tersenyum ke arah Yifan. "Terima kasih, saya juga senang bisa berkenalan dengan Tuan Shen Yifan."

"Yifan," Chen Ruoxi kembali menyela, sambil berkata manja, sengaja mengeraskan suaranya, "kamu sudah dengar, kan? Yuxin adalah putri asli keluarga Lin. Tapi kamu tetap datang menjemputku, bukan dia."

Ada jeda yang canggung. Nyonya Su tersenyum kaku, jelas tidak nyaman dengan kalimat yang dilontarkan begitu terang-terangan di depan semua orang.

Shen Yifan berdeham pelan. "Ruoxi, jangan bicara seperti itu."

"Kenapa?" Chen Ruoxi tertawa kecil, matanya melirik Yuxin dengan kilat kemenangan yang tak berusaha disembunyikan sepenuhnya. "Ini kan fakta. Meski Yuxin sekarang dikenal sebagai putri sulung yang sesungguhnya, kau tetap memilihku, kan? Darah bangsawan atau bukan, hati tetap hati."

Yuxin menatap keduanya dengan wajah setenang air danau, meski di balik itu, dia memperhatikan setiap detail, cara Chen Ruoxi mempererat pegangannya di lengan Shen Yifan, cara matanya sesekali melirik ke arah Nyonya Su untuk memastikan reaksi yang dia inginkan tercapai.

"Ruoxi benar," Yuxin akhirnya bersuara, nadanya tenang tanpa secuil pun tergores. "Perasaan tidak bisa dipaksakan hanya karena garis darah. Aku turut senang, kalian berdua terlihat cocok satu sama lain."

Senyum Chen Ruoxi sedikit memudar, tidak menyangka Yuxin akan merespons setenang itu, bukan dengan kecemburuan yang dia harapkan.

"Yuxin benar," Nyonya Su buru-buru menengahi, jelas ingin mengalihkan suasana yang mulai tidak nyaman. "Sudahlah, Ruoxi, jangan buat Yuxin tidak nyaman dengan pembicaraan ini."

"Aku tidak bermaksud begitu, Ibu," Chen Ruoxi berkata cepat, kembali memasang wajah polosnya. "Aku hanya ingin Yuxin tahu, dia tidak perlu merasa aku merebut Yifan. Karena aku dan Yifan sudah saling kenal lebih dulu."

Yuxin tersenyum tipis, membungkuk sopan. "Aku menghargai kejujuranmu, Ruoxi."

Shen Yifan yang sejak tadi diam memperhatikan, tampak sedikit gelisah melihat ketenangan Yuxin yang tidak seperti yang dia bayangkan sebelum ini, bukan gadis yang patah hati atau cemburu, melainkan seseorang yang menatapnya seolah dia bukan siapa-siapa untuk diperjuangkan.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!