NovelToon NovelToon
Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Gadis Imut Itu Milik Tuan Reyhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fuji Lisa

Jessica yang masih umurnya 21 tahun terpaksa menikah karena sebuah perjodohan dengan seorang CEO tampan kaya raya, laki-laki itu bernama Reyhan Dhalvin Wijaya.
Bagaimana jadinya jika di umur 21 tahun Jessica sudah menjadi seorang istri. mampukah ia melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya? Dan rahasia apakah yang Jessica sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fuji Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegilaan Reyhan

Reyhan mendorong troli belanja yang di dalamnya berisi Jessica. Entah mengapa dirinya merasa bahagia melihat Jessica kesal karena ulahnya. "Kalo kamu nggak mau naik ke sini, itu sama aja kamu nggak nurutin perintah suami. Dosa, sayang. Jaminannya neraka loh."

Istri kecilnya lucu sekali. Pipi gembul yang memerah dan bibir yang manyun membuat Reyhan ingin mengantongi Jessica.

"Jangan lucu-lucu dong, sayang."

"Nanti aku masukin kurung kamu dikamar."

"Oh, apa Mas mau aku Masukin Mas Rey ke mesin cuci? Iya, Mas?"

Jessica yang sudah sangat kesal, hanya melirik sebal ke arah Reyhan.

"Adiknya lucu banget, Mas," ujar seorang ibu yang berada di belakang mereka.

Lihat kan? Karena ulah jahil suaminya. Sudah kelima kalinya Jessica disebut sebagai 'adik Reyhan'.

"Iya, Bu, makasi. Adik saya lagi ngambek karena nggak dibeliin Yupi," beo Reyhan melirik ke arah istrinya yang semakin cemberut.

"Iya, kah?" Ibu tersebut mendekat ke arah troli mereka, "adik cantik jangan ngambek dong sama mas ganteng, kasian tuh mas gantengnya."

Jessica tidak buta, ibu sosialita di hadapannya ini menyukai Reyhan. Melihat tatapan matanya saja, terlihat sekali bahwa ibu ini berusaha untuk mengambil hati Jessica.

Memang, sejak memasuki supermarket ini. Tatapan memuja langsung terarah pada suaminya. Tak heran jika sedari tadi banyak sekali orang yang curi-curi pandang ke arah Reyhan. Menyebalkan.

"Bu, permisi, ya." Jessica menarik tangan Reyhan untuk kembali mendorong trolinya menjauh dari hadapan ibu tersebut.

"Ututututu, adiknya ciapa ini? lutu aned sih."

Reyhan memainkan wajah Jessica. Mulai dari mencubit pipinya yang chubby, menarik hidung, lalu menekan pipi Jessica hingga bibirnya ikutan maju.

"Mas Rey! Diem, ya. Aku lagi bete sama Mas."

"Turunin aku sekarang!"

"Cepet!"

Reyhan tergelak, "dih, turun aja sendiri. Manja banget, sih."

Bagaimana Jessica akan turun? Jika di pangkuannya banyak sekali makanan milik Jessica.

Jessica melihat pelayan pria yang sedang menata makanan di raknya. Reyhan pikir hanya dirinya yang bisa jahil? Jessica juga bisa.

"Mas Mas!" Panggil Jessica.

"Saya, Mbak?"

"Iya, Mas, sini deh."

Reyhan tau istrinya ini pasti akan balas dendam. Jessica memang gadis nakal. Membuat Reyhan kewalahan karena ulahnya.

Reyhan masih fokus memperhatikan, ingin tau sampai mana kemampuan istrinya dalam balas dendam.

Pelayan tersebut menghampiri mereka,"ada yang bisa saya bantu, Mbak?"

"Tolong turunin saya dari troli ini dong Mas."

Reyhan membulatkan matanya, sedetik kemudian ia mengatur ekspresinya agar tetap datar. Tak akan ia biarkan Jessica menang.

"Hah?" Mas itu bingung dengan ucapan Jessica.

"Tolong turunin saya dari troli ini, dong Mas."

Pelayan tersebut melirik ke arah Reyhan. Wajah datar, tetapi tatapan yang tajam membuat siapa pun ingin kabur dari tempat ini sekarang juga.

"Tu-tuan Reyhan, aduh gua takut banget sama tatapannya. Gadis ini apa adiknya atau siapanya tuan Reyhan ya." Batik Mas tersebut gugup.

"Gimana caranya, Mbak?"

Kenapa Reyhan diam saja? Apa dirinya tidak cemburu? Oh baiklah.

"Gendong." Ucap Jessica santai.

"Hah?"

Reyhan masih diam saja. Membuat Jessica kesal setengah mati.

Jessica membuka lebar tangannya, menyuruh sang pelayan agar semakin mendekat.

"Gendong, Mas-AAAAAA."

Reyhan mendorong troli Jessica dengan kencang, mengelilingi supermarket yang mendapat tatapan geli dari pengunjung yang lain.

Jessica bukannya takut atau kaget, gadis itu malah kegirangan, meminta Reyhan untuk mempercepat lajunya. "Ayok buruan, Mas. Kurang cepet nih. Ayok. Hahaha yeee seru!" Teriaknya bahagia.

Niat hati ingin membuat Jessica kapok karena berhasil membuatnya cemburu, malah respon positif yang ia dapatkan. Istrinya memang sangat unik, membuat Reyhan geleng-geleng kepala.

Mereka sudah selesai belanja. Reyhan melupakan sesuatu, ia mendorong troli yang masih ada Jessica ke arah kotak rokok.

"Eh, mau kemana lagi, Mas?"

"Kan, belanjanya udah selesai."

"Mau beli sesuatu, kelupaan sayang." Jawab Reyhan.

Jessica terkejut bukan main, di hadapannya banyak sekali rokok dengan beraneka merk. Pasti suaminya akan membeli rokok. Tak akan Jessica biarkan.

"Eh, mau ngapain kamu?"

"Beli susu."

Jessica memukul tangan Reyhan yang hendak mengambil rokok. "Aduh, kenapa sih, sayang?"

"Nggak boleh!"

"Emang kenapa?"

"Aku nggak suka bau asap."

Reyhan mencibir, "dih yang mau ngerokok depan kamu siapa? aku mah kalo ngerokok biasanya diluar rumah. Nanti kamu terpukau kalo ngeliat aku ngepulin asap. Bisa meninggoy di tempat kamu."

"Nggak boleh, Mas. Mau kamu ngerokok di toilet sekali pun, aku tetap nggak akan ngizinin Mas beli rokok."

Jessica mendengus kesal, "mending kamu beli permen deh. Jadi kalo lagi pengen ngerokok, kamu bisa ganti pakai permen atau nggak yupi."

Reyhan menaikkan satu alisnya, "permen, Yupi mana bisa ngeluarin asap."

"Bakar mansion aja sekalian kalo pengen berasap, Mas!" ucap Jessica kesal.

"Kalo emang kamu sayang sama aku, pasti kamu nurutin apa yang aku mau. Aku minta Mas Rey untuk berhenti ngerokok, bisa?"

Cowok itu mengetuk-ngetukkan telunjuknya pada dagu, seperti sedang memikirkan sesuatu. Reyhan tak bisa hidup tanpa rokok, Reyhan juga tak bisa hidup tanpa Jessica. Oke masuk akal, Reyhan tak akan mendapat kerugian dari ide gilanya ini.

"Iya deh, aku nggak jadi beli rokok."

"Tapi ganti pakai susu, ya."

"Oke, itu mah gampang aku bisa buatin susu buat kamu." Jawab Jessica cepat.

"Tapi susu langsung dari tempatnya kaya semalam." Lanjut Reyhan tersenyum.

"Kalo aku lagi pengen ngerokok, kamu harus bolehin aku nyusu. Sebagai pengingat diri, sayang."

Mendengar itu Jessica tentu saja terkejut, tapi di lain sisi ia tidak mau suaminya merokok karna ia nggak suka asap rokok. Jessica menimbang-nimbang, tak ada salahnya juga. Lagian hanya sebuah menyusu? Pahala baginya jika menyenangkan hati suami.

Jessica mengangguk, membuat mata Reyhan berbinar.

"Tapi kamu nggak boleh ngerokok selamanya."

"Oke bakal aku turutin asalkan setiap aku mau nenen harus kamu turutin, gimana?" Tawar Reyhan tersenyum menaiki turunkan alisnya.

"Mampus."

***

Hari ini Jessica tidak masuk kuliah, tadi digrup WhatsApp ada pengumuman hari ini libur karna para dosen sedang rapat.

Hari ini Jessica diajak suaminya ikut ke kantor, Jessica pun menurut saja.

Saat masuk ke kantor Reyhan langsung mengumumkan pernikahannya kepada semua karyawannya. Mendengar itu semua karyawan sangat kaget dengan pakta tersebut ada yang bahagia akhirnya bos mereka menikah ada juga yang galau, sedih karna bos mereka yang sangat tampan dan kaya raya itu sudah menikah.

Semua karyawan pun tak lupa mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.

Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, saatnya makan siang bagi seluruh karyawan Reyhan.

Jessica yang sedari pagi terus berada di ruangan Reyhan pun berdiri. Merapikan cardigannya.

"Mas, kamu nggak mau makan siang apa?" Tanya Jessica. Dia berdiri bersebrangan dengan meja kerja Reyhan.

Reyhan yang masih sibuk mengetik hanya diam. Ia tak sadar kalau istrinya bertanya.

Jessica yang kesal karna dicuekin pun menghela nafas.

"Aku keluar dulu ya Mas." Izinnya kemudian berjalan menuju pintu.

Reyhan masih fokus, dia tidak sadar dengan pertanyaan Jessica. Sampai Jessica keluar pun dia masih tidak sadar.

Jessica berjalan dengan tenang di koridor, di 50 sangat sepi , dia turun ke lantai 1 guna memesan makanan di Cafe. Bukannya ada OB? Iya, tapi Jessica tak suka memakai OB.

Dia lebih senang membeli makanannya sendiri, kemanan dan kehigenisannya terjaga.

Jessica mengambil ponsel dari saku cardigannya, berselancar sebentar di Instagaram miliknya.

Hanya menscroll tanpa ada minat sedikitpun.

"Membosankan." Gumamnya, kemudian menyimpan kembali ponselnya.

Begitu Lift terbuka, Jessica langsung masuk dan menekan tombol 1. Dia menaili lift pribadi milik Reyhan, Jessica sedang tidak mood untuk naik Lift karyawan.

Lift turun dengan cepat, Jessica bersandar di dinding kaca lift. Memandangi pantulan dirinya yang terlihat elok.

"Aku harus cepat.." Gumam

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!