NovelToon NovelToon
SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

SELINGKUH DENGAN SUAMIKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MULAI MEMBONGKAR KEBOHONGAN

Sekitar jam 7 malam, Abraham dan Ben sudah sampai di terminal menunggu kedatangan bis Gina

Abraham tetap menatap laptopnya memantau pergerakan bis yang membawa istrinya.

2 jam kemudian, datanglah bis sesuai tanda pelacak internal di hp Gina.

Abraham tetap memantau dari dalam mobil.

Jantungnya berdebar saat melihat Gina turun dari bis sambil membawa 2 tas. 1 tas jinjing dan 1 tas ransel.

"Aku turun dulu ya, Ben" pamit Abraham.

"Semoga berhasil membujuk Nyonya, Bos" sahut Ben.

Abraham turun. Tidak lupa penampilannya sebagai Abraham miskin.

Tapi saat mendekati Gina, tiba tiba ada seorang wanita yang mendekati sang istri.

"GINA!!!" panggilnya dan yang dipanggil pun terlihat senang.

"JESICA" panggil Gina.

Kedua wanita itu berpelukan.

"Astaga, kamu terlihat sangat lelah" ujar Jesica.

"Hmm...ya begitulah..tubuhku sangat lelah" balas Gina jujur.

"Aku punya kejutan untukmu" ucap Jesica.

"Apa?" tanya Gina penasaran.

"Mantan SMP mu ada disini, dia ikut menjemputmu" jawab Jesica.

"Mantan SMP?" gumam Gina mengingat ingat.

Jesica melambaikan tangannya keatas untuk memberikan kode seseorang dibelakang Gina.

Gina pun menoleh.

Deg!

Cinta pertamanya datang kembali, cinta monyet tapi Gina dulu benar benar menyukai pria ini.

"Pedro" lirih Gina.

"Hai, Gina" sapa pria itu dengan senyuman lebar.

"Bagaimana kamu bisa ada disini?" tanya Gina.

"Pedro adalah manager club tempatku bekerja dan tadi saat aku izin pergi menjemputmu, dia ingin ikut" jawab Jesica.

"Ya, aku sangat senang kamu datang kesini, Gin" timpal Pedro.

Abraham yang melihat kedatangan seorang pria didepan sang istri, mulai kebakaran jenggot.

Apalagi melihat tatapan Pedro kepada Gina.

"Kurang ajar! Apa dia tidak tau jika wanita didepannya ini sudah menikah dan sedang hamil anak suaminya?" gumamnya.

"Bodo amat. Aku akan memperjuangan Gina sekarang juga sebelum terlambat" batinnya.

Abraham pun berlari menghampiri Gina.

Dan saat Gina akan pergi bersama Jesica dan Alba, tangannya dipegang oleh seseorang.

Mata Gina langsung melotot tak percaya dengan siapa yang ia lihat.

"Ab..Abraham..." panggilnya.

Jesica dan Pedro pun ikut menghentikan langkah kaki mereka lalu menengok kebelakang.

"Mau kemana sayang? Suamimu disini menjemputmu" ucap Abraham.

"Bagai..bagaimana bisa kamu disini?" tanya Gina tak percaya.

"Aku suamimu, ya pasti aku taulah dimana kamu" jawab Abraham.

Gina berusaha melepaskan cekalan sang suami tapi tidak bisa sampai Pedro mencoba menolong cinta masa smp nya itu.

"Lepaskan Gina" mintanya sambil menarik tangan Gina.

"Siapa kamu? Apa urusanmu? Gina istriku dan aku berhak memegangnya" ujar Abraham.

"Meskipun kamu suami Gina, tapi Gina terlihat tidak suka dengan perilakumu" sahut Pedro.

Gina merasa takut dengan Abraham yang seketika bisa muncul didepannya.

"Bagaimana Abraham bisa menemukanku? Apa yang dia lakukan disini?" batin wanita ini.

"Aku hanya melindungi istriku dari pria penggoda wanita sepertimu" balas Abraham.

"Ck..anda benar benar salah memilih musuh" ucap Pedro.

"Siapa yang memilih musuh? Aku hanya ingin istriku" sahut Abraham.

"Ayo Gina, ikut aku. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu dan meminta maaf" lanjutnya.

"Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi, Abraham. Aku sudah membuat surat cerai dan besok akan diurus pengacara. Lebih baik kamu kembali saja ke California" balas Gina.

"Please. Kasih aku kesempatan sekali lagi. Demi kita dan demi anak kita, sayang" bujuk Abraham.

"Aku sudah bilang jika ini hanya anakku dan bukan anakmu, Abraham. Tolong mengertilah, aku tidak berbohong sepertimu" balas Gina.

Abraham tidak bisa membela diri. Memang ia telah berbohong sejak awal kepada istrinya dan tiba tiba ada ketakutan jika ia jujur sekarang membuka penyamarannya sekarang.

"Maaf, Gina tidak ingin bersamamu lagi. Hormati keputusannya" ujar Jesica.

"Beri aku waktu 15 menit saja untuk menjelaskan semua ini. Tolong beri kesempatan padaku, Gina" mohon Abraham.

Gina yang sudah lelah, sudah tidak ada tenaga untuk berdebat memberikan kesempatan kepada suaminya. Tapi ia sudah bertekad akan mengakhiri hubungan pernikahan yang merusak jiwa serta mentalnya saat ini.

"Maaf Jes, maaf Pedro. Aku akan berbicara dengannya dulu. Bisa kah kalian menungguku?" tanya Gina.

"Baiklah, aku akan menunggumu. Jika suami mu bertindak semena mena, teriak saja" jawab Jesica.

Gina mengangguk.

"Biar, aku membawa tas mu" tawar Pedro.

"HEI! KAMU GAK PAHAM JIKA AKU SUAMINYA HAH?" seru Abraham tiba tiba sambil mendorong Pedro yang bersikap baik kepada istrinya.

"STOP, ABRAHAM!" teriak Gina.

"Kamu membela pria ini daripada suamimu?" tanya Abraham dengan suara bergetar.

"Kamu yang keterlaluan. Pakai dorong segala. Jangan pakai kekerasan" jawab Gina.

"Sudahlah, kalian keluar dulu saja, nanti aku menyusul" lanjutnya.

Pedro dan Jesica menatap marah kearah Abraham yang menatap mereka dengan tajam pula.

"Ikut aku" ajak Abraham yang berniat mengajak Gina ke mobil.

"Berbicara disini saja" minta Gina.

Abraham menghela nafas panjang. Ia harus berusaha lebih lembut untuk menaklukan istrinya kembali. Apalagi sebentar lagi ia akan membuka penyamarannya.

"Oke jika kamu ingin berbicara disini, tapi jangan salahkan aku jika kamu semakin kelelahan karena berdiri terus" ucap Abraham.

"Aku tidak selemah itu" balas Gina.

"Ya memang istriku tidak selemah ini" sahut Abraham.

"Aku minta maaf karena tidak bisa mendampingi mu kemarin saat ibu tiada. Maafkan aku sebagai suami yang tidak bisa membuatmu bahagia, Gina" lanjutnya.

"Jawab jujur. Kamu ke London beneran atau bohongan? Kemarin malam saat aku pulang dari rumah sakit, aku melihat Tuan Jackson dan Haile disana. Kamu berbohong kepadaku kan, Abraham?" serang Gina.

Abraham tidak bisa menyangkal.

"Ya, maafkan aku. Aku berbohong soal alasanku ke London tapi aku benar benar ke London" ujarnya.

"Untuk apa kamu ke London? Apakah uangmu terlalu banyak sampai bisa ke London semendadak itu?" tanya Gina.

"Untuk memberitau keluargaku bahwa aku sudah menikah" jawab Abraham mulai membuka satu per satu rahasianya.

"Keluargamu? Apa maksudmu? Keluargamu masih hidup?" tanya Gina dengan wajah tak percaya. Jika memang benar keluarga Abraham masih hidup, maka 2 tahun ini ia berada dalam kebohongan seorang pria yang menjadi suaminya.

Abraham mengangguk pelan.

"Aku akan mengaku kepadamu. Aku bukan pria miskin yang selama ini kamu kenal. Keluargaku masih hidup dan salah satu keluarga berada di London. Aku adalah.." belum juga Abraham selesai berbicara, tamparan keras mendarat di pipinya.

Plak!

"Maafkan a.." ucap Abraham lagi yang terhenti saat tamparan kembali ia terima.

Plak!

Namun Abraham tidak marah.

"BAJINGAN!!!" teriak Gina marah.

"KAMU MEMBOHONGIKU SELAMA 2 TAHUN ABRAHAM!!!" lanjutnya.

"Maafkan aku" hanya kalimat ini yang bisa Abraham katakan.

Air mata Gina sudah jatuh ke pipi.

"AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!" serunya sambil melotot tajam kearah suaminya.

"Kamu pasti memaafkanku, Gina" ujar Abraham percaya diri meskipun kedua sisi pipinya merasa terbakar akibat tamparan keras.

"JANGAN HARAP!" balas Gina penuh penekanan lalu hendak pergi.

Lagi lagi tangannya dicekal oleh sang suami.

"Apakah kamu mau mengatakan ketidakjujuranmu kepadamu sebulan lalu, Gina?" tanya Abraham tiba tiba.

Gina mengerutkan kening bingung dengan pertanyaan suaminya. Apakah Abraham tau apa yang terjadi padanya sebulan lalu?

"Apa maksudmu?" tanya Gina.

"Kamu juga tidak jujur kepadaku. Kamu menyembunyikan apa yang terjadi padamu sebulan lalu, bukan? Kamu terus terusan mengatakan jika anak yang kamu kandung bukan anakku? Jadi anaknya siapa?" tanya balik Abraham.

Deg!

Gina mulai merasa mual dengan pertanyaan Abraham yang menyebabkan ingatan kelam dijual ayahnya kembali muncul.

"Apa yang aku alami, tidak perlu kamu pikirkan. Kamu selalu saja membuatku merasa bersalah selama kita menikah. Aku menderita pun, kamu pasti tidak peduli" sahut Gina.

"Katakan saja jika bukan aku ayah dari bayi yang kau kandung? Jadi siapa? Katakan siapa dia?" tantang Abraham.

Gina terdiam dan perutnya mulai bergejolak. Sepertinya ia akan muntah didepan Abraham.

Jesica dan Pedro berjalan menjauh

1
Yesi Yesi
ah suka ma cerita nya♥️♥️
lanjut thor
SariRani: Terima kasih banyaaaaak mbak yesi 🥹 agak pesimis karena dikit banget yg suka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!