NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Pengorbanan di Makam Kuno

Seminggu yang lalu, Sekte Bintang Jatuh — Puncak Hantu Kesunyian

Angin dingin menyapu pelataran Puncak Hantu Kesunyian. Su Yuhan melangkah dengan wajah muram dan aura dingin yang membuat daun-daun kering di sekitarnya berputar.

Di belakangnya, Mu Qingxue mengikuti dengan langkah tergesa. Wajahnya yang biasanya sedingin es kini dipenuhi kecemasan.

Mereka baru saja meninggalkan Balai Tetua Utama setelah perdebatan sengit dengan faksi Jian Nantian berakhir tanpa hasil.

Su Yuhan gagal membatalkan pencabutan sumber daya Shen Luo. Ia segera mendatangi tempat pengasingannya.

Namun, begitu tiba di Gua Bintang, langkah Su Yuhan terhenti.

“Qi spiritualnya...”

Qingxue segera membuka pintu batu. Gua itu kosong. Susunan bintang yang seharusnya mengumpulkan energi spiritual telah terkuras habis, menyisakan debu kelabu di lantai. Shen Luo pun tak terlihat.

“Dia menghabiskan seluruh energi di sini dalam waktu kurang dari dua bulan?” Qingxue terkejut. “Bahkan kultivator Inti Emas membutuhkan waktu setengah tahun untuk menyerap sebanyak ini.”

“Bocah itu memang luar biasa. Namun, ke mana dia pergi?” Su Yuhan mengerutkan kening. “Dengan sumber dayanya yang diputus oleh faksi Jian Chen, dia tak punya banyak pilihan.”

Tiba-tiba, tatapannya menajam.

“Sepertinya.... Aula Misi! Jika ingin memperoleh Batu Spiritual, dia pasti mengambil misi, dan yang aku takutkan... misi berbahaya.”

Tanpa membuang waktu, keduanya melesat menuju Aula Misi di pelataran luar.

Puluhan murid tengah mengantre untuk menukar poin kontribusi ketika hawa dingin mendadak menyelimuti aula. Pintu utama hancur diterjang Niat Pedang. Para murid terhempas ke lantai dan gemetar di bawah tekanan seorang ahli setangah langkah Jiwa Baru Lahir.

Su Yuhan memasuki aula dengan langkah tegas. Setiap pijakannya meninggalkan lapisan es di lantai batu. Mu Qingxue mengikutinya dengan tangan menggenggam gagang pedang.

Diaken gemuk yang sedang menikmati teh spiritual langsung tersedak. Begitu mengenali sosok Tetua Pedang itu, wajahnya seketika pucat.

“T-Tetua Su! Apa yang membawa Anda ke tempat ini?”

“Bawa catatan misi kemari. Sekarang!”

Diaken itu buru-buru menyerahkan gulungan giok berisi catatan seluruh misi. Su Yuhan mengalirkan Qi ke dalamnya dan mencari nama Shen Luo.

Tak lama kemudian, matanya membelalak. Amarah dingin terpancar dari wajahnya.

“Misi Kematian Mutlak... Hutan Kabut Berdarah.”

Ia mengangkat kepala dan menatap tajam sang diaken.

“Kau membiarkan murid luar di tingkat keenam Pengumpulan Qi mengambil misi memburu Beruang Baja Inti Ganda di wilayah perbatasan aliran hitam?”

Diaken itu langsung berlutut. Keringat dingin membasahi dahinya.

“T-Tetua Su, ampunilah saya! Itu keinginan dia. Saya hanya menjalankan tugas!”

"Tidak mungkin, ini pasti ulah Jian Chen."

Amarah Su Yuhan meledak.

Su Yuhan akhirnya mengayunkan tangannya.

Plak!

Tamparan yang disertai Niat Pedang Es menghantam rahang diaken itu. Tulangnya retak dan tubuhnya terlempar hingga menghantam pilar batu. Darah menyembur dari mulutnya, sementara meridian di lehernya rusak parah.

“Jika Shen Luo sampai terluka, aku akan mencabut kepalamu!”

Niat Pedangnya menyapu seluruh aula. Para murid langsung bersujud, tak berani mengangkat kepala.

Su Yuhan berbalik kepada Qingxue.

“Kita berangkat ke Hutan Kabut Berdarah sekarang. Jika sesuatu terjadi padanya, aku akan datang meminta pertanggungjawaban ke faksi Jian Nantian!”

Qingxue mengangguk. Rasa bersalah memenuhi hatinya.

Keduanya segera memanggil pedang terbang dan melesat menuju wilayah perbatasan.

***

Kembali ke Reruntuhan Istana Darah Ilahi — Tempat Suci Inti

Booom!

Ledakan energi mengguncang aula emas. Shen Luo terlempar dan menghantam pilar hingga retak sebelum jatuh di atas tumpukan Batu Spiritual.

“Uhuk!”

Ia memuntahkan darah. Jubah abu-abunya telah terkoyak di berbagai tempat. Meski fisiknya kuat dan kultivasinya telah mencapai tingkat kedelapan Pengumpulan Qi, perbedaan kekuatan antara dirinya dan Penjaga Roh Kuno di Tahap Inti Emas terlalu besar untuk dijembatani.

Di tengah aula, roh berzirah emas itu melayang sambil menggenggam tombak raksasa. Api biru di matanya menyala penuh kesombongan.

“Semut dari aliran lurus! Akar spiritualmu memang istimewa, tetapi Hati Dao-mu terlalu lemah untuk menantang kekuatanku!”

Ia mengayunkan tombaknya. Pusaran energi maut menyapu aula dan menghancurkan ribuan Batu Spiritual menjadi debu.

Shen Luo menyeka darah di bibirnya. Mata emas dan merahnya menatap lawan dengan dingin. Ia telah mengerahkan Niat Pedang Bintang Jatuh dan Cakar Bayangan Darah secara bersamaan, tetapi setiap serangannya selalu dipantulkan oleh kekuatan Inti Emas yang melindungi roh tersebut.

Di sudut aula, Ji Ruyue menyaksikan pertarungan dengan tangan terkepal hingga kukunya menancap telapak tangan. Ia mencoba mengerahkan Qi Iblis, tetapi tubuhnya masih terlalu lemah setelah terkuras oleh racun dan pembukaan segel sebelumnya. Meski telah mencapai Pembentukan Fondasi, ia bahkan kesulitan menggunakan Qi iblis tingkat rendah.

“Mati kau!”

Penjaga Roh Kuno mengangkat tombaknya tinggi-tinggi. Energi di seluruh aula berkumpul pada ujung senjata itu hingga membentuk cahaya biru kehitaman yang mengerikan. Ruang di sekitarnya bergetar, seolah tak sanggup menahan kekuatan yang terkumpul.

Tombak Penghancur Jiwa!

Serangan itu mengincar lautan jiwa dan tak memberi kesempatan kepada sasaran untuk melarikan diri.

Tekanan Inti Emas mengekang tubuh Shen Luo. Ia tak mampu mengerahkan Langkah Hantu Darah, apalagi menghindar. Menghadapi kematian yang sudah di depan mata, ia memusatkan seluruh sisa Qi Suci dan Qi Iblis di dadanya untuk menahan serangan terakhir.

Tombak itu melesat secepat kilat dan mengarah tepat ke jantungnya.

Namun, sesaat sebelum tombak itu mengenainya, bayangan berjubah merah menerjang dari samping.

Wangi teratai darah memenuhi udara.

Jleb!

Tombak itu menembus punggung Ji Ruyue dan berhenti hanya sejengkal dari dada Shen Luo. Energi mautnya meledak di dalam tubuh sang gadis, membawa Kutukan Darah Kuno yang langsung menyebar ke jantung dan meridiannya.

Mata Shen Luo membelalak.

“Ruyue!”

Untuk pertama kalinya, ia memanggil nama gadis itu tanpa sedikit pun sikap acuh.

Tubuh Ji Ruyue kehilangan seluruh kekuatannya. Shen Luo segera menangkapnya sebelum keduanya jatuh berlutut di atas hamparan debu Batu Spiritual.

Darah kehitaman mengalir dari sudut bibir Ruyue dan membasahi jubah Shen Luo. Urat-urat biru gelap mulai menjalar di wajahnya yang pucat. Napasnya kian lemah, seolah hidupnya bisa berakhir kapan saja.

Meski begitu, Ruyue masih memaksakan senyum tipis. Tangannya yang gemetar terangkat untuk membelai rahang Shen Luo.

“Sudah kubilang...” bisiknya dengan suara serak. “Nyawamu dan rahasiamu adalah milikku. Tak ada seorang pun yang boleh mengambil selain Tuan Putri ini.”

Tangannya terkulai. Kelopak matanya perlahan tertutup, sementara denyut jantungnya melemah akibat Kutukan Darah Kuno yang terus menggerogoti esensi kehidupannya.

Pengorbanan itu bukan lahir dari belas kasihan. Ji Ruyue terlalu angkuh untuk mengakui perasaannya dengan cara biasa. Baginya, Shen Luo adalah satu-satunya sosok yang tak boleh direbut siapa pun, bahkan jika ia harus mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Shen Luo terdiam sambil menatap wajah gadis yang sekarat dalam pelukannya.

Seumur hidup, ia percaya bahwa dunia kultivasi hanya mengenal kekuatan, pengkhianatan, dan kepentingan. Namun, gadis dari aliran iblis yang seharusnya menjadi musuhnya itu justru rela menerima serangan maut demi menyelamatkannya.

Penjaga Roh Kuno menarik kembali tombaknya dan menatap mereka dengan sinis.

“Pengorbanan yang sia-sia! Gadis aliran iblis itu hanya menunda kematianmu sesaat, bocah!”

Shen Luo tak menjawab. Ia membaringkan Ruyue dengan hati-hati di atas lantai, lalu melepaskan jubah luarnya untuk menyelimuti tubuh gadis itu.

Setelah memastikan Ruyue terlindung, ia bangkit dan berbalik menghadapi sang penjaga.

Tak ada lagi cahaya emas atau merah di matanya. Tatapannya kini begitu gelap dan dingin, seolah seluruh amarahnya telah membeku menjadi jurang tanpa dasar.

“Kau telah menyentuh orang yang seharusnya tak kau sentuh.”

Suaranya tenang, tetapi membawa hawa dingin yang menggetarkan jiwa.

Shen Luo tidak mencabut pedang kayunya. Ia justru menggerakkan jarinya ke balik jubahnya. Cahaya putih berkilat, lalu sebuah gulungan bambu kuno muncul di tangannya. Segel pedang pada gulungan itu memancarkan aura yang begitu agung hingga seluruh aula seolah terdiam.

Itulah pusaka pelindung yang diberikan Sikong Jian. Gulungan itu hanya dapat digunakan sekali, tetapi kekuatan yang tersimpan di dalamnya cukup untuk membalikkan keadaan.

Shen Luo menatap Penjaga Roh Kuno tanpa berkedip.

“Mati.”

Begitu satu kata itu terucap, ia menghancurkan segel gulungan bambu tersebut. Cahaya perak menyembur keluar, membangkitkan kekuatan Sang Dewa Pedang yang ada di dalam pusaka itu.

1
kute
keren abis enak d bacanya
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
Neng Surya
jangan ada percintaan atau asmara thor... klo udah knl cinta ujungnya" ga fokus...kan MC nya jadi serba salah... oke thor jauhi yg namanya wanita ga seru jadinya klo sudah ada wadon😄😄😄😄
Neng Surya: ditunggu slalu cerita" nya
total 2 replies
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
harta rampasan kok tidak diambil Thor
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!