NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Siapa Pemilik Kalung Sebenarnya?

Angin sore berhembus pelan menyapu halaman rumah megah Keluarga Hutapea yang berdiri kokoh di atas bukit permai. Pagar besi tinggi berukir emas tampak berkilau terkena pantulan sinar matahari yang mulai turun, seakan tak akan pernah terbuka bagi siapa pun yang bukan berasal dari darah mereka. Cynthia berdiri terpaku di depan gerbang itu, jantungnya berpacu kencang seakan hendak melompat keluar dari rongga dadanya. Di tangannya, foto bayi yang sudah menguning dan buku harian bersampul kulit itu digenggam erat hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya ditarik dalam-dalam, lalu dibuang perlahan untuk menenangkan kegelisahan yang menggelora di dada. Ia harus berani. Demi jati dirinya, demi masa depannya yang selama ini tertutup kabut tebal.

Namun saat Cynthia baru saja melangkah melewati gerbang yang terbuka itu... matanya membelalak tak percaya. Kakinya seketika terasa berat seakan tertanam di tanah yang keras.

Di teras rumah yang luas dan indah itu, sudah berdiri Ibu kandung Karen dan Karen. Keduanya tiba lebih dulu. Dan yang membuat darah Cynthia tertahan di sekujur tubuh — di leher Karen, melingkar indah sebuah kalung berhias berlian berbentuk separuh hati. Cahayanya memantul terang berkilauan, seakan menyindir keberadaan Cynthia yang berdiri kaku di sana dengan pakaian sederhana dan wajah yang masih basah oleh keringat perjalanan.

Ibu kandung Karen menyadari kedatangan Cynthia dari kejauhan. Wanita itu tersenyum tipis namun dingin, matanya menyiratkan peringatan tajam yang tak boleh dibantah. Ia segera menggandeng tangan putrinya, lalu berjalan mendekati sepasang suami istri yang baru saja keluar dari pintu utama rumah itu — Tuan dan Nyonya Hutapea, orang tua kandung Cynthia yang selama belasan tahun tak pernah berhenti mencari keberadaan putri tunggal mereka yang hilang.

"Inilah dia, Tuan, Nyonya..." suara Ibu kandung Karen terdengar lembut dan penuh kepalsuan, seakan ia adalah wanita paling tulus di dunia. "Inilah putri yang selama ini kalian cari tanpa kenal lelah. Namanya Karen. Kalung penanda yang kalian tinggalkan di ruang inkubator rumah sakit belasan tahun lalu... ada padanya utuh tanpa kurang satu pun."

Karen menundukkan kepala pura-pura menahan tangis yang tak sungguh-sungguh keluar. Dengan jari gemetar namun penuh kesengajaan, ia menyentuh kalung berlian yang melingkar di lehernya, lalu menatap Tuan dan Nyonya Hutapea dengan mata berkaca-kaca yang dibuat-buat.

"Ibu... Ayah..." suaranya bergetar halus. "Karen rindu sekali. Rindu sejak kecil tak pernah hilang walau sehari pun. Karen selalu bermimpi bisa berdiri di hadapan Ayah dan Ibu seperti saat ini..."

Nyonya Hutapea seketika tak mampu lagi menahan air matanya. Wanita itu melangkah cepat dengan tangan gemetar, lalu merengkuh Karen dalam pelukan yang begitu erat dan penuh rindu. Tubuhnya terguncang menahan isak tangis bahagia.

"Anakku... akhirnya kau kembali ke pelukan Ibu. Ibu mencarimu setiap hari, setiap malam, tak pernah berhenti berdoa semoga kau selamat dan tumbuh sehat..."

Tuan Hutapea pun tampak berkaca-kaca, menatap Karen dengan pandangan takjub dan bahagia yang mendalam. Segala kebahagiaan, pelukan hangat, air mata rindu, dan senyum yang tak pernah pudar — semuanya tertuju sepenuhnya pada Karen seakan-akan dialah putri yang hilang itu.

Sementara itu, Cynthia berdiri terpaku di belakang dengan napas tertahan. Matanya memandang tak percaya ke arah kalung berlian di leher Karen. Itu... itu kalung penanda yang seharusnya miliknya. Yang seharusnya melingkar di lehernya sejak lahir. Yang seharusnya menjadi bukti keberadaannya. Mengapa kini ada di leher Karen? Mengapa wanita yang selama ini ia anggap keluarga sendiri melakukan hal keji sekeji ini padanya?

Dengan sisa keberanian yang nyaris habis tertelan rasa sakit, Cynthia melangkah maju perlahan. Suaranya bergetar hebat namun berusaha terdengar tegas.

"Itu... itu kalungku. Bukan milik Karen."

Seketika suasana di teras yang luas itu menjadi hening seketika. Semua mata beralih menatap Cynthia dengan pandangan yang berbeda-beda. Wajah Ibu kandung Karen seketika berubah dingin dan tajam. Karen menatap Cynthia sejenak, lalu dengan cepat menunduk dan menangis tersedu-sedu seakan merasa sangat terluka.

Nyonya Hutapea melepaskan pelukannya pada Karen, lalu menatap Cynthia dengan dahi berkerut bingung. "Siapa kau, Nona? Dan apa maksud ucapanmu yang begitu berani?"

"Saya..." Cynthia menelan ludah yang terasa pahit, berusaha menata napas yang tersengal. "Saya yang sebenarnya putri kalian. Kalung itu... diambil dari saya secara diam-diam dan dipakaikan ke Karen agar saya tak dipercaya. Foto bayi ini... buku harian ini... semuanya membuktikan bahwa saya..."

Belum sempat Cynthia menyelesaikan ucapannya, Ibu kandung Karen sudah maju selangkah lebih dulu berdiri di hadapan Tuan dan Nyonya Hutapea. Wanita itu menatap Cynthia dengan pandangan tak percaya yang bercampur rasa kecewa seakan terluka sekali.

"Cynthia... apa yang kau katakan ini sungguh-sungguh keterlaluan. Bagaimana bisa kau mengaku-ngaku seperti itu di tempat yang seharusnya menjadi tempat bahagia bagi Karen? Padahal kalung penanda itu sudah ada di leher Karen sejak kami menemukannya bertahun-tahun lalu. Kalung penanda adalah benda sakral yang tak mungkin tertukar begitu saja. Kau... kau iri melihat kebahagiaan Karen, bukan? Itu sebabnya kau datang ke sini berusaha merebut tempatnya?"

"Saya tidak iri!" Cynthia membela diri dengan air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya. "Saya tidak pernah iri pada Karen! Kalung itu milik saya! Buku harian dan foto bayi ini adalah bukti..."

Namun bukti yang Cynthia genggam di tangannya terlihat begitu sederhana dan rapuh dibandingkan kalung berlian yang berkilau memukau di leher Karen — benda yang sudah langsung diakui oleh Tuan dan Nyonya Hutapea sebagai penanda sejati putri mereka. Karen kembali bersandar lemah di bahu Nyonya Hutapea sambil menangis tertahan, seakan tak kuasa menahan rasa sakit hatinya.

"Ibu... maafkan Karen... sepertinya Cynthia tak ikhlas melihat Karen akhirnya menemukan orang tua kandungnya..."

Mendengar itu, Nyonya Hutapea menatap Cynthia dengan pandangan yang telah berubah sepenuhnya. Tak ada lagi rasa penasaran, melainkan rasa kecewa dan ketidaksukaan yang mulai tumbuh.

"Cukup. Kalung penanda adalah bukti yang tak terbantahkan oleh apa pun. Karen-lah putri kami yang sesungguhnya. Tolong tinggalkan tempat ini dan jangan mengganggu kebahagiaan kami hari ini."

Hati Cynthia terasa diremas hingga hancur berkeping-keping. Bukti fisiknya telah dirampas dan dipakai oleh orang lain. Kebenaran yang ia bawa tak dipercaya sama sekali. Di hadapan orang tua kandungnya sendiri... ia dianggap pengganggu, pembohong, wanita yang iri hati.

Cynthia mundur perlahan dengan langkah yang terasa begitu berat. Air matanya jatuh tanpa suara membasahi pipi yang dingin. Ia tak bisa berbuat apa-apa saat ini. Semua seakan membelanya Karen. Dengan hati yang remuk redam, Cynthia berbalik perlahan dan pergi meninggalkan rumah megah itu. Di belakangnya, suara tawa bahagia yang tak seharusnya menjadi milik Karen... terdengar sayup-sayup menusuk hingga ke tulang sumsum.

Dan di kejauhan, di balik rimbunnya pepohonan, sepasang mata memantau peristiwa itu dengan kepalan tangan yang erat. Pria itu belum pergi. Ia menunggu. Dan hatinya bergetar hebat menahan amarah melihat air mata wanita yang dicintainya jatuh karena tipu daya yang begitu keji.

1
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!