NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 014: Peringatan Tegas dan Kasih yang Berbeda

Keesokan harinya, Aldara melangkahkan kaki menuju tempat biasa Mondol berkumpul bersama teman-temannya. Ia datang sendirian dengan sikap tenang namun tegas, tanpa rasa takut sedikit pun. Begitu sampai di sudut warung yang agak sepi itu, ia langsung duduk tepat di hadapan Mondol yang sedang bersandar malas. Bau alkohol yang menyengat segera tercium jelas dari sekitar pria itu, menandakan ia baru saja meminum minuman keras.

“Wah, Nona Aldara! Ada apa gerangan sampai berkenan datang ke tempatku yang sederhana ini?” tanya Mondol dengan nada sinis dan pandangan meremehkan. “Atau jangan-jangan kamu sudah bosan membela Sheina dan ingin berpihak padaku?”

Belum sempat ia melanjutkan kata-katanya, Aldara sudah memotong dengan nada tajam dan tegas. “Diam! Dengarkan aku baik-baik. Hentikan kelakuan konyolmu yang hanya akan merugikan dirimu sendiri dan menyakiti orang lain. Apakah dengan memaki, mengancam, dan mengamuk seenaknya itu membuatmu merasa hebat? Jawabannya tidak. Yang ada kamu hanya akan ditertawakan orang di belakangmu dan dijauhi semua orang.”

Wajah Mondol berubah marah mendengarnya. “Itu bukan urusanmu! Pergi saja dan jangan pernah mencampuri hidupku!” usirnya dengan suara keras.

Aldara hanya tertawa sinis, lalu berdiri bersiap pergi. “Aku akan pergi sekarang, tapi ingat satu hal, Mondol. Jika kamu berani mengganggu atau menyakiti siapa pun dari sahabatku, aku tidak akan segan-segan melaporkan semua perbuatanmu ke pihak berwajib dan membuatmu mendekam di penjara. Pikirkan baik-baik,” ucapnya mantap tanpa ragu, lalu melangkah pergi tanpa menunggu jawaban apa pun. Dalam hatinya, ia masih berharap ada sisa kesadaran di dalam diri Mondol agar ia bisa berubah kembali seperti dulu.

Sementara itu, hubungan Siska dan Randy perlahan mulai membaik kembali. Setelah berbicara panjang lebar dan mendengar penjelasan yang terasa meyakinkan, Siska akhirnya memutuskan untuk memberikan satu kesempatan terakhir.

“Baiklah, untuk kali ini aku percaya padamu,” ucap Siska sambil menatap mata Randy dalam-dalam. “Tapi ingat, jika nanti aku tahu kamu kembali menyembunyikan sesuatu atau berselingkuh, aku tidak akan pernah memaafkan dan tidak akan pernah kembali lagi padamu.”

Randy segera menggenggam kedua tangan Siska dengan rasa lega. “Terima kasih, Sayang. Aku berjanji sungguh-sungguh tidak akan membuatmu kecewa lagi. Kamu satu-satunya wanita yang aku inginkan sekarang,” jawabnya lembut.

“Aku hanya berharap kamu benar-benar menepati janji kali ini,” balas Siska perlahan.

Mereka pun kembali menikmati kebersamaan dengan suasana yang terasa lebih tenang, meski di hati Siska masih tersisa sedikit rasa was-was.

Berbeda lagi dengan suasana yang terlihat sangat manis dan damai di taman kota. Di bawah rindangnya pohon trembesi, Dede Ara dan Hiken duduk berdampingan, seolah dunia ini hanya milik mereka berdua. Dede Ara yang biasanya cerewet dan banyak bicara kali ini terlihat sangat tenang, kepalanya bersandar lembut di bahu Hiken.

Hiken membelai lembut rambut kekasihnya, matanya memandang wajah Dede Ara dengan penuh kasih sayang. “Kamu tahu, rasanya tidak pernah bosan menatapmu seperti ini. Setiap hari bersamamu terasa lebih indah dari hari sebelumnya,” bisiknya pelan.

Dede Ara mendongak, tersenyum malu sambil memegang lengan Hiken erat-erat. “Aku juga merasa begitu. Bersamamu, semua masalah terasa ringan dan dunia terasa lebih cerah. Semoga kita bisa terus seperti ini, tidak ada yang memisahkan kita selamanya,” jawabnya dengan suara lembut yang jarang didengarnya.

Hiken lalu mencium kening Dede Ara dengan lembut. “Aku janji akan menjagamu selamanya. Tidak akan ada rahasia, tidak akan ada kebohongan, dan tidak akan ada rasa sakit yang aku biarkan menyentuh hatimu,” ucapnya tegas namun penuh kelembutan.

Di tempat itu, cinta mereka terlihat tulus, seakan-akan tidak ada kekuatan apa pun yang sanggup memisahkan ikatan yang telah terjalin di antara mereka berdua.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!