NovelToon NovelToon
Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bima selalu dianggap sebagai pemuda idiot desa yang hanya bisa tersenyum saat dihina dan dilempari batu oleh warga, padahal di balik kepolosannya ia adalah pewaris tunggal ilmu pengobatan tingkat dewa dari seorang pertapa sakti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Kegelapan menyelimuti seluruh sudut kamar tidur mewah tersebut.

​Hanya ada pantulan samar sinar rembulan malam yang menerobos dari celah gorden jendela kaca.

​Clara mencengkeram erat selimutnya di atas ranjang dengan tubuh yang merinding hebat menahan rasa takut.

​Nafasnya terdengar terengah-engah dan sangat pendek di dalam kegelapan yang membisu.

​Sret.

​Bima melangkah tanpa suara sedikit pun mendekati sisi ranjang tempat Clara berbaring.

​Dia menempelkan telunjuk tangan kanannya tepat di depan bibir untuk memberi isyarat agar gadis itu tetap diam.

​"Tetap di posisi ini dan jangan sekali-kali bergerak atau bersuara, Nona."

​Bima berbisik sangat pelan langsung di dekat telinga Clara hingga nafas hangatnya terasa menyentuh kulit.

​Clara mengangguk cepat walau jantungnya serasa ingin melompat keluar dari dadanya.

​Prang!

​Kaca jendela besar di sudut kamar mendadak hancur berkeping-keping digantikan suara letupan yang sangat nyaring.

​Sesosok pria berpakaian serba hitam dengan topeng penutup wajah melompat masuk ke dalam ruangan secara amat lincah.

​Di tangan kanannya tergenggam sebilah pisau komando yang dilapisi racun berwarna kehijauan.

​"Mati kau, anak kampung!"

​Pria bertopeng itu langsung meluncur cepat bagaikan kilat menuju ke arah Bima berdiri.

​Kecepatan geraknya membuktikan bahwa dia adalah pembunuh bayaran profesional tingkat tinggi yang sangat terlatih.

​Pisau beracun di tangannya diayunkan mendatar menyasar langsung ke leher Bima untuk menghabisi nyawanya dalam sekali tebas.

​Wush!

​Desiran angin tajam berhembus keras membelah kegelapan kamar.

​Namun Bima sama sekali tidak membuang waktu untuk merasa panik atau ragu.

​Dia memiringkan kepalanya sedikit ke belakang dengan kelenturan tubuh yang sangat luar biasa.

​Sreet!

​Ujung pisau beracun itu melewatinya hanya selisih beberapa milimeter dari dagu Bima.

​Tanpa menunggu lawan memperbaiki posisi pijakannya, Bima menggerakkan tangan kirinya secara refleks dari dalam saku.

​Sring.

​Tiga buah jarum perak meluncur deras membelah udara dingin dari balik jemari Bima.

​Jleb! Jleb! Jleb!

​Tiga jarum perak itu mendarat telak menancap di bahu, pergelangan tangan, dan paha kanan sang pembunuh bayaran.

​"Argh!"

​Pria bertopeng itu merintih kesakitan saat memegangi tangannya yang mendadak mati rasa dan kaku secara tiba-tiba.

​Pisau komando beracun yang dipegangnya terlepas dan jatuh menancap di atas karpet tebal.

​Tuk.

​"Ilmu jarum menotok jalan darah... siapa kau sebenarnya?!"

​Suara pembunuh itu terdengar sangat serak dan panik karena kehilangan seluruh pengawasan atas anggota gerak tubuh bagian kanannya.

​Bima melangkah maju mendekatinya dengan sangat tenang tanpa menunjukkan emosi sedikit pun di wajahnya.

​"Aku hanya seorang tabib kampung yang tidak menyukai orang asing yang merusak ketenangan tempat tidur pasienku."

​Bima kembali mengibaskan tangan kanannya dengan kecepatan tinggi.

​Jleb!

​Satu jarum perak berukuran paling panjang menghantam tepat di titik saraf utama bawah dada sang pembunuh.

​Bruk!

​Tubuh besar pria bertopeng itu langsung roboh terjerembab ke lantai marmer tanpa bisa menggerakkan satu pun ototnya lagi.

​Dia hanya bisa melotot penuh ketakutan dengan nafas yang mulai tersedak oleh air liurnya sendiri.

​Seluruh pertarungan mematikan itu berlangsung sangat singkat, tidak sampai memakan waktu lebih dari lima belas detik.

​Clara yang menyaksikan seluruh rentetan kejadian dramatis dari atas ranjang sampai lupa caranya bernafas.

​Dia benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda polos yang berdiri di sampingnya ini memiliki keahlian bela diri dan teknik jarum yang begitu mengerikan.

​Klik.

​Bima berjalan santai menuju sakelar dinding lalu menyalakan kembali lampu kamar hingga terang benderang.

​Cahaya lampu memperlihatkan sosok pembunuh yang sudah tidak berdaya tergeletak di lantai dekat pecahan kaca.

​Bima berlutut di sebelah tubuh pembunuh itu lalu dengan kasar menarik topeng hitam yang menutupi wajahnya.

​Sret.

​Tampak raut wajah seorang pria paruh baya dengan tato bercorak naga di leher bagian kirinya.

​"Tato naga... ternyata kamu berasal dari Organisasi Pembunuh Serigala Malam," gumam Bima santai.

​Pria bertopeng yang mulutnya terkunci hanya bisa menatap Bima dengan pandangan tak percaya.

​Dia tidak habis pikir bagaimana seorang kuli bangunan udik bisa mengenali tanda tato organisasi pembunuh papan atas di ibukota.

​Clara turun dari ranjang dengan langkah gemetar lalu berjalan perlahan mendekati Bima dari belakang.

​"B-Bima... apakah orang jahat ini sudah benar-benar lumpuh?"

​"Sudah Nona, dia tidak akan bisa bergerak atau membocorkan rahasia selama tiga hari ke depan."

​Bima mengambil pisau komando yang jatuh di lantai lalu menyapukan ujungnya ke kain sprei kotor untuk membersihkan sisa racun.

​Brak!

​Pintu kamar tiba-tiba didobrak sangat keras dari arah luar hingga terbuka lebar.

​Pak Herman bersama empat orang pengawal pribadinya masuk berlarian ke dalam kamar dengan senjata api tergenggam di tangan.

​"Clara! Nak Bima! Apa yang terjadi di sini?!"

​Pak Herman berteriak panik saat melihat pecahan kaca jendela dan sesosok pria asing yang tergeletak kaku di lantai.

​Clara yang tadinya mencoba bertahan kuat mendadak langsung berlari dan memeluk erat lengan kanan Bima karena sisa kepanikannya.

​"Papa! Pria jahat ini mencoba membunuhku dan Bima!"

​"Tapi Bima berhasil melumpuhkannya sendirian menggunakan jarum-jarum peraknya!"

​Pak Herman tertegun sejenak menatap Bima yang berdiri tenang dengan pisau komando di tangan dan Clara yang bersandar erat di sampingnya.

​Rasa kagum dan hormat di mata miliarder itu kepada Bima kini melesat semakin tinggi tanpa batas.

​"Nak Bima... kamu benar-benar penyelamat terbesar bagi keluarga ini."

​Pak Herman segera memberikan isyarat tegas kepada empat pengawal pribadinya.

​"Bawa pembunuh ini ke ruang bawah tanah dan amankan seluruh area perumahan malam ini juga!"

​"Jangan biarkan ada satu orang pun yang keluar atau masuk tanpa izin khusus dariku!"

​"Baik, Tuan Besar!"

​Para pengawal dengan cepat menyeret tubuh kaku pembunuh bayaran itu keluar dari kamar tidur Clara.

​Pak Herman lalu berjalan mendekati Bima dan menepuk bahunya dengan sangat kuat.

​"Mulai detik ini, aku tidak akan pernah meragukan satu pun kata yang keluar dari mulutmu, Nak Bima."

​"Tolong bantu aku mengusut tuntas siapa bajingan yang berani menyewa pembunuh ini untuk menghabisi anakku!"

​Bima mengangguk pelan sambil melirik ke arah pintu luar tempat Tante Vina diam-diam berdiri mengintip dengan wajah pucat pasi bagai mayat.

​"Pasti Pak Herman, musuh yang sebenarnya tidak berada jauh di luar sana, melainkan ada di dalam rumah mewah Bapak sendiri."

​Sindiran Bima menggantung tajam di udara, membuat Tante Vina yang mengintip di luar mendadak gemetar hebat menahan ketakutan yang mencekam.

1
Musa Lamovic
uhh lanjut💪
Musa Lamovic
ha ha ha modifikasi novel Tiongkok pindah ke Jakarta, bagus semoga tambah seru
DI Syahida
cc,zxxc xxaw3
Mama Gezkara
Bim...Dateng dong ke Medan.. Ntar kita minta pak Rico buatin acara berobat gratis....🤭🤭
kiyoe: heheh 🤣
total 1 replies
Mama Gezkara
waaahhh... luar biasa banget Bima
Mama Gezkara
hahaha... kau yang berbuat maka kau yg harus tanya jawab...
Mama Gezkara
good job thoorr
Mama Gezkara
waahh... sang pembunuh serigala malam yang bertato naga akhirnya musnaahh
Mama Gezkara
waahh keren lu Bim
Mama Gezkara
semangat thorrr
Mama Gezkara: sama2 kak Othor...
total 2 replies
Mama Gezkara
kak Othor... jangan banyak2 musuhnya Bima yaa...kasiaaann dia
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Mama Gezkara
waahh.. bima hebat banget
Mama Gezkara
Thoorr... dapet ide dari mana sih tentang pengobatan tradisional gini... suka deehh
Mama Gezkara
Aku suka cerita seperti ini Thor.... semangat yaaaa
Mama Gezkara: sama2 Othor kerenn
total 2 replies
Ria Gazali Dapson
tabib ya sama dg dokter, emng dr bisa periksa tanpa buka baju , kn di liat x , pake testokop , begitu juga bima , masa orang kota g ngerti berobat tuh keq apa , udh d obatin masih j marah² tuh c clara, g da tx nya , lagian c bima mo ja, ngobatin clara dn kel nya , yg angkuh²
kiyoe: wkwk emg begitu sifat nya Clara kak apalagi kan baru kenal sama si bima 🤭
total 1 replies
Night Watcher
secara umum bagus, cuma sedikit membingungkan yaitu kemunculan sistem dan kemunculan tuan besar wirawan yg tak ada spil ceritanya sedikitpun tau2 jadi tawanan sekte.
mudah2an utk cerita selanjutnya bisa lebih teliti dan singkron antar bab satu dan bab lainnya.
semangat terus, koreksi terus, sukses menanti.
aamiin. 🤲💪🙏
kiyoe: terimakasih kak watcher udah mau membaca novel saya yang berjudul Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa dari awal sampai akhir maaf kalau ada kekurangan nya 🙏
total 1 replies
Night Watcher
kok tau2 tn besar wirawan ada disini?😇😇😇🤦
Night Watcher
di episode2 awal bima bisa mencari dgn konsentrasi/ memindai keberadaan sesuatu/ musuh.
kok sekarang lupa dgn keahlian itu?🤦
Night Watcher
kok tiba2 ujug2 ada sms sistem???
terkejutlah diriku ini...🤦
Night Watcher
kurang cocoknya bima sering ninggalin musuhnya yg masih mungkin bangkit & menyerang lagi.
kurang gregeddd🤦
kiyoe: heheh kan biar tambah banyak musuh nya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!