NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Obsesi Putra Mahkota

Terjebak Dalam Obsesi Putra Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Elisa tidak pernah menyangka novel yang baru semalam ia baca akan menjadi awal petaka hidupnya. Saat membuka mata, ia sudah berada di tubuh Lady Nandikara, putri bangsawan dari Wilayah Timur yang terkenal cantik, tapi angkuh, bermulut tajam, dan paling dibenci semua orang.

Tapi bagusnya, Lady Nandikara itu hanya karakter pendukung saja, yang Elisa ingat, dia muncul hanya sesekali, tokoh yang tidak penting.

Ketika mengetahui posisinya dalam novel, Elisa mengambil satu keputusan. Dia tidak akan ikut campur dalam alur cerita. Cukup hidup tenang, menjadi gadis pendiam, lalu bertahan sampai akhir.

Namun, rencananya mulai berantakan. Ketika sepasang mata tajam dan sedingin es milik Putra Mahkota mulai terpaku padanya. Sejak saat itu, kedamaian yang selama ini ia rencanakan dengan matang perlahan hancur, Elisa terseret ke dalam obsesi seorang pria yang tak pernah menerima penolakan.

Semakin Elisa berusaha menjauh dari alur cerita, semakin takdir menyeretnya ke pusat konflik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Rumor

Raja Simon akan menggelar pesta besar-besaran sebagai penutup acara tahunan berburu sekaligus untuk merayakan keberhasilan putra mahkota yang mendapatkan hewan langka, rusa bertanduk emas.

Seharusnya pesta itu baru akan diadakan seminggu lagi, bertepatan dengan berakhirnya seluruh rangkaian perburuan. Namun, karena kemenangan sudah tidak mungkin dikejar peserta lain, perburuan resmi dihentikan lebih awal.

Keputusan itu tentu disambut berbagai reaksi. Para bangsawan yang datang dari berbagai wilayah kini bersiap kembali ke kediaman masing-masing lebih cepat dari jadwal. Para pelayan sibuk mengemasi barang-barang tuan mereka, kereta kuda mulai dipersiapkan, sementara suasana istana berubah menjadi lebih ramai dari biasanya.

Meski seluruh kerajaan telah mengetahui bahwa Pangeran Erlan sudah menentukan gadis yang akan menjadi calon tunangannya, semangat para lady muda untuk menghadiri pesta perpisahan sama sekali tidak berkurang. Bagi mereka, pesta kerajaan tetap menjadi kesempatan untuk menunjukkan pesona, memperluas relasi, atau sekadar menikmati kemewahan terakhir sebelum kembali ke wilayah masing-masing.

Pagi itu, taman istana dipenuhi para bangsawan muda. Di bawah rindangnya pepohonan dan bunga-bunga yang sedang bermekaran, mereka berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Dari kejauhan mereka tampak sedang berbincang santai sambil menikmati teh dan kudapan. Namun, seperti biasanya, percakapan ringan perlahan berubah menjadi pembahasan mengenai kabar yang paling hangat.

Dan akhir-akhir ini, hampir semua gosip bermuara pada satu nama.

Nandikara Winter.

"Apa kalian sudah mendengar rumor terbaru?" tanya seorang lady sambil merendahkan suaranya.

Beberapa gadis langsung mendekat."Rumor yang mana?"

"Katanya Lady Nandikara sebenarnya bukan berdarah bangsawan." Ucapan itu sukses membuat beberapa orang saling berpandangan.

"Aku juga mendengarnya," sahut lady lain."Bukankah Nyonya Winter dulunya hanya seorang janda biasa? Beliau baru memperoleh gelar bangsawan setelah menikah dengan Tuan Winter."

"Kalau begitu..." seorang gadis menutup mulutnya dengan kipas."Bukankah itu berarti Lady Nandikara memang tidak memiliki darah bangsawan sejak lahir?"

"Apakah Pangeran Erlan tidak tahu tentang itu?" tanya salah satu lady dengan nada penasaran, wajahnya berkerut, tanpa kesal.

"Entahlah." Lady lain mengangkat bahu."Tapi agar lebih yakin, harus ada seseorang yang memberitahukan asal usul Nandikara kepada Yang Mulia. Bagaimana mungkin gadis biasa menjadi calon ratu kerajaan ini?"

Beberapa lady mengangguk pelan, seolah ucapan itu sangat masuk akal.

"Lady Agnes," panggil salah seorang di antara mereka sambil menoleh ke arah gadis bergaun putih yang sejak tadi hanya diam mendengarkan."Bukankah ayahmu sangat dekat dengan Yang Mulia Raja? Mungkin kau bisa membicarakan persoalan ini kepada beliau."

Semua mata langsung tertuju pada Agnes.

Gadis itu tetap duduk dengan anggun. Jemarinya meletakkan perlahan cangkir teh di atas meja kecil di depannya. Senyum lembut menghiasi bibirnya, tenang dan elegan, sama sekali tidak menunjukkan gejolak apa pun.

Padahal, siapa pun di lingkungan bangsawan mengetahui bahwa Agnes merupakan salah satu lady yang paling gigih berusaha mendapatkan perhatian Pangeran Erlan, setelah Anastasia.

"Berita sepenting itu," ucap Agnes lembut,"tidak mungkin Yang Mulia Raja tidak mengetahuinya."

Para lady saling berpandangan.

"Jika Pangeran sudah memilih Nandikara Winter," lanjut Agnes dengan senyum yang masih terjaga sempurna,"maka sebagai bangsawan kita harus menghormati keputusan beliau."

Suasana mendadak menjadi canggung.

Tak ada yang menyangka Agnes akan memberikan jawaban seperti itu. Mereka justru berharap gadis itu menjadi orang pertama yang menentang keputusan sang putra mahkota.

Beberapa lady hanya tersenyum kikuk, sementara yang lain memilih menyesap teh untuk menyembunyikan rasa tidak enak hati.

Agnes sendiri tetap mempertahankan ekspresi tenangnya. Tidak ada satu pun yang mampu membaca isi pikirannya dari wajah yang selalu tampak lembut itu.

***

"Mau sampai kapan kau bergelung di tempat tidur, Kara? Apa kau tidak ingin menyaksikan kegemparan semua orang? Sepanjang perkumpulan, kau menjadi topik utamanya. Hebat sekali adikku ini."

Pagi-pagi sekali Suri sudah berdiri di dalam kamar Nandikara. Tirai jendela telah dibuka sehingga cahaya matahari yang hangat menyelinap masuk, menerangi kamar yang masih dipenuhi aroma wewangian. Di atas ranjang besar, gundukan selimut itu bergerak pelan sebelum akhirnya terdengar suara mengantuk dari baliknya.

"Mereka pasti membicarakan keburukanku." Suara Elisa masih serak khas orang yang baru bangun tidur. Wajahnya bahkan belum terlihat karena hampir seluruh tubuhnya masih bersembunyi di balik selimut tebal.

Dalam hati, Elisa sudah bisa menebak isi pembicaraan para bangsawan wanita itu.

Di novel saja Lady Agnes yang hampir sempurna masih terus dicari-cari celanya oleh para lady berhati busuk itu. Apalagi aku?

Dirinya hanyalah gadis yang menurutnya berwajah biasa saja jika dibandingkan dengan para Putri duke, ditambah sifat Nandikara yang terkenal canggung, jarang bergaul, dan sering melakukan hal-hal memalukan. Belum lagi kisah cinta sepihak pada Leonardo Snow yang sudah menjadi bahan tertawaan selama ini.

Kalau dipikir-pikir, Nandikara memang paket lengkap untuk dijadikan sasaran gosip.

"Kita tahu aturannya, Kara." Suri berjalan mendekati ranjang lalu duduk di tepinya. Tangannya menepuk-nepuk pelan gundukan selimut."Kalau kita melangkah lebih maju daripada mereka, kita juga harus siap menjadi bahan pembicaraan agar rasa iri mereka sedikit reda. Itu sudah biasa."

Elisa tidak menjawab.

Suri melanjutkan dengan nada yang jauh lebih lembut."Tugasmu hanya satu. Bersikap acuh pada rumor buruk."

Ia mengangkat telunjuknya seolah sedang memberi nasihat yang sangat penting."Jangan dengarkan perkataan buruk mereka. Nikmati saja semua kebaikan yang mereka tunjukkan, meskipun itu palsu. Percayalah, sifat mereka akan semanis madu saat berada di depanmu."

Suri tersenyum tipis."Mereka pasti berlomba-lomba ingin berteman dengan calon putri mahkota."

Kalimat terakhir itu justru membuat Elisa mengembuskan napas panjang. Perlahan ia menurunkan selimut hingga wajahnya terlihat. Rambutnya masih berantakan karena tidur, sementara matanya setengah terbuka.

"Aku tidak suka posisi itu, Suri." Dia duduk sambil memeluk lutut."Menjadi pusat perhatian itu rasanya melelahkan."

Suri menggeleng pelan."Semua gadis menginginkan posisimu, Kara."

"Tapi aku tidak."

"Itu karena kau belum terbiasa."

Elisa hanya memasang wajah pasrah.

"Bersemangatlah." Suri menggenggam tangan adiknya."Buktikan pada mereka kalau kau bisa."

Meski bibirnya tersenyum memberi semangat, sebenarnya hati Suri sama sekali tidak setenang ekspresinya. Sejak semalam ia mendengar berbagai gosip yang beredar di antara para lady.

Sebagian mempertanyakan asal-usul Nandikara, seolah gadis itu tidak pantas menjadi calon pendamping putra mahkota. Sebagian lagi bahkan sengaja mengungkit kejadian lama yang seharusnya sudah dilupakan semua orang.

Mereka kembali menertawakan bagaimana dahulu Nandikara pernah mengejar Leonardo Snow dan menyatakan perasaannya secara terang-terangan, hanya untuk ditolak tanpa belas kasihan.

Bahkan beberapa orang menceritakannya sambil tertawa. Suri mengepalkan tangan mengingat hal itu.

Dia tahu adiknya pernah sangat terluka karena kejadian tersebut. Jika sekarang rumor lama itu kembali menyebar, ia takut luka yang sudah mulai mengering akan kembali terbuka. Karena itulah, begitu pagi tiba, ia langsung datang ke kamar Nandikara.

Setidaknya sebelum adiknya mendengar semua omongan menyakitkan itu dari mulut orang lain, ia ingin berada di sisinya terlebih dahulu.

"Sudahlah." Suri kembali tersenyum, sengaja mengubah topik pembicaraan."Bangun sekarang."

Ia menarik pelan selimut Elisa hingga gadis itu mengerucutkan bibirnya karena kesal.

"Temani aku sarapan."

Elisa akhirnya menyerah. Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan sebelum mengangguk kecil.

"Setelah itu," lanjut Suri penuh semangat,"ayo kita jalan-jalan di sekitar ibu kota."

"Jalan-jalan?"

"Iya." Mata Suri langsung berbinar. "Aku dengar banyak toko menjual pernak-pernik cantik di sini. Aku ingin belanja sedikit. Siapa tahu kita juga menemukan sesuatu yang cocok untukmu. Sebelum kita kembali ke timur. Kau tidak boleh terus murung di kamar."

Elisa terkekeh pelan."Kau sebenarnya mengajakku jalan-jalan atau sedang menyeretku keluar secara paksa?"

"Keduanya." Jawaban cepat Suri membuat Elisa tak kuasa menahan senyum tipis.

1
Iin Istiana
kak....... lgiii yaaaaaa😄😄😄
Saasaa: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Iin Istiana
kak klo bisa panjangin dikit yaaa🤭
Saasaa: sedang diusahakan, terimakasih udah baca 😄
total 1 replies
Riska Yulia
tambah lg ka
Saasaa: siap, udah di up ya.. selamat baca
total 1 replies
Iin Istiana
go go go ..... semangat.....
Saasaa: terimakasih sudah baca
total 1 replies
Iin Istiana
pokoknya harus selesai sampai hapy ending awasss aja klo mandek tengah jln
Riska Yulia
asupan nya kurang ka😭😭😭😭
Saasaa: besok lagi ya 🤭
total 1 replies
Iin Istiana
jangan lama² yaaa cuayannnnkuuu😄
Saasaa: udah di up bab baru, selamat baca
total 1 replies
Riska Yulia
ok cuma satu ka😭😭😭
Saasaa: udah diup ya bab yang baru, selamat baca
total 1 replies
Irmha febyollah
ko lama update nya kk
Saasaa: udah di up ya, bab barunya, selamat baca😍
total 1 replies
Iin Istiana
lagi yukkkkkk
Saasaa: besok 🤣
total 1 replies
Riska Yulia
lanjut ka tanggung🤭🤭
Saasaa: lanjut besok 🤣
total 1 replies
Iin Istiana
bagus ceritanya pokoknya harus hapy ending jangan mandek di jln
Saasaa: terimakasih sudah baca ya 😍
total 1 replies
Iin Istiana
up
Iin Istiana
lanjuuuuujttt pokoknya harus up lagiiii🤭
Riska Yulia: MLM ini juga lanjut nya ka,
total 2 replies
Riska Yulia
update lg ka, seru baca nya
Saasaa: done ya, selamat baca...
total 1 replies
Riska Yulia
semangat 💪,
Saasaa: terimakasih sudah baca 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!