NovelToon NovelToon
AKAD TANPA CINTA

AKAD TANPA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

Di usianya yang masih belia, Amara dipaksa menghadapi kehilangan, penolakan, dan kenyataan pahit, bahwa terkadang dosa orang tua meninggalkan luka bagi anak-anaknya.
Menjadi anak dari seorang yang bersalah, bukan berarti ia harus menanggung hukuman yang sama. Mampukah Amara meyakinkan dunia tentang itu? ketika perempuan yang paling ia cintai, yang dipanggilnya mama telah lebih dulu menjauhinya. Dan di saat hatinya masih porak poranda, Amara dipaksa menikah dengan laki-laki yang berusia lebih dari dua kali usianya.

Yuk ikuti kisahnya, Akad Tanpa Cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Duduk diantara riuh percakapan dan denting sendok beradu pelan dengan piring yang memenuhi sudut kafe, dan juga kehebohan bu Halimah yang tengah memuji Abimanyu, Amara tenangkan perasaannya dengan meneguk jus yang ada di hadapannya.

Aroma kopi hangat milik Abimanyu menguar, mengalahkan aroma hidangan yang sudah memenuhi meja. Ia berulang kali menghela napas, mengurai sesak yang kembali memenuhi dada. Sebelumnya tak pernah terbayangkan sedikitpun bahwa kelulusannya akan dirayakan, bahkan Abimanyu meninggalkan pekerjaannya demi merayakan kelulusannya.

Meskipun pria itu sama sekali tidak berkata bahwa dirinya hadir untuk Amara, karena mantan bujang lapuk itu berkata bahwa kehadirannya itu kebetulan saja karena ada waktu free.

"Om, ini..." Amara memberanikan diri menatap Abimanyu.

"Ini bukan apa-apa, hanya makan siang. Mumpung mama sama papa ada di sini." Sahut Abimanyu tak acuh. Pria itu perlahan menyesap kopinya, ekor matanya sesekali melirik Amara.

Amara mengangguk. "Makasih makan siangnya om. Ini ku anggap merayakan kelulusanku." Ucapnya sembari menoleh ke samping, dimana bu Halimah yang duduk di sebelahnya tengah memotong steak. "Aku dan mama pakai kebaya, juga papa sama om yang pakai batik." Amara terkekeh, namun wajahnya memerah serta kedua matanya terlihat mengembun.

Amara berulang kali menarik napas, dan selama itu pula punggungnya diusap sama bu Halimah. Paruh baya itu duduk bersebelahan dengan dirinya, meskipun baru kenal beberapa hari yang lalu namun paruh baya itu begitu menyayanginya. Mala-ikat berwujud mertua yang sejak awal berusaha memeluk luka-lukanya dengan kasih yang tulus.

Di hadapannya duduk dua orang pria beda generasi, yang kini menyandang status sebagai mertua dan suaminya. Lelaki yang bahkan beberapa hari lalu sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini, sebagaimana dirinya yang juga tak pernah bermimpi menjadi seorang istri di usia semuda ini.

Tak ada kata-kata romantis, tak ada tatapan penuh cinta, hubungan mereka masih canggung, bahkan terasa asing. Namun, justru karena itulah perhatian kecil yang diberikan pria itu terasa begitu besar meskipun tak pernah diakuinya. Bahkan dirinya pun tidak tahu perhatian dan kepedulian Abimanyu padanya, apakah perhatian seorang manusia dewasa pada pasangannya atau perhatian seorang om pada keponakannya.

Bahkan Abimanyu sengaja datang ke sekolah untuk menghadiri kelulusannya, meski tanpa pengakuan namun pria itu berdiri di sana menggantikan sosok yang seharusnya berada di sisi gadis itu.

Lalu, tanpa banyak bicara juga pria matang itu tiba-tiba membawa Amara beserta kedua orang tuanya makan bersama di sebuah kafe.

Hal sederhana yang mungkin bagi orang lain tak memiliki arti apa pun, justru menjadi sesuatu yang begitu mahal bagi Amara.

Sejak kepergian papanya sepekan lalu, ia telah menyiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa hari kelulusannya akan berlalu tanpa ucapan selamat, tanpa pelukan seorang ayah, tanpa perayaan sekecil apa pun. Ia mengira hari itu hanya akan dipenuhi kesedihan.

Namun, ternyata semesta menghadirkan kebahagiaan dari arah yang sama sekali tak pernah ia duga.

Matanya berkaca-kaca menatap hidangan yang tersaji di atas meja. Bibirnya berusaha tersenyum, tetapi dadanya justru dipenuhi sesak yang sulit dijelaskan. Haru, sedih, sekaligus bahagia bercampur menjadi satu, mengaduk-aduk hatinya.

Berulang kali Amara menyeka kedua sudut matanya, namun bibirnya masih tersenyum kecil. Dan itu semua tak luput dari perhatian Abimanyu yang terlihat santai menikmati hidangannya, namun ekor matanya awas memperhatikan setiap gerak gerik Amara.

--

Dering ponsel di dalam saku celana Abimanyu mengalihkan perhatian bu Halimah dan pak Rusdan, namun tidak dengan Amara. Gadis itu terlihat cuek, ia mulai memotong steak yang ternyata menjadi paling akhir di potong dibandingkan milik suami dan kedua mertuanya.

Abimanyu segera merogoh ponsel di saku celananya. "Tya.." Gumamnya dengan kening yang mengkerut, namun tak urung mantan bujang matang itu menggeser layar ponselnya. "Ya halo.." Sapanya tanpa ekspresi saat ponsel mulai menempel ke telinganya.

[Hallo bi... Kamu lagi lunch ya?]

"Iya, aku lagi lunch sama keluarga... Kenapa?" Jawab Abimanyu sembari menarik napas, perasaannya mulai tidak nyaman jika ada seseorang yang menghubunginya di saat ia tengah menghabiskan waktu bersama keluarga.

[Di kafe bukan?]

"Hmm... Iya."

[Teras Sore?]

"Iya, ada apa?"

[Coba lihat ke belakang, sudut kanan dekat kaca besar yang menghadap taman]

Abimanyu pun reflek memutar leher menoleh ke belakang mengikuti instruksi Tya. Matanya mengedar ke arah pojok kanan sebagaimana yang dikatakan Tya, tak perlu waktu lama tatapan Abimanyu jatuh pada seorang perempuan yang tak lain adalah Tya.

Perempuan itu melambaikan tangannya, namun yang membuat Abimanyu seketika mengubah ekspresinya. Bukan karena kehadiran Tya yang mengganggu waktu kebersamaan dengan kedua orangtuanya, namun karena kehadiran seorang perempuan yang selalu dihindarinya kini berada di samping Tya.

"Jen-ny."

1
Mimi Yoh
ayo...itu apa...😄😄😄
Mimi Yoh
kalau khawatir bilang aja...nggak usah banyak alasan ya 😁😁😁
Mimi Yoh
keluar diam-diam 😯😯 ..mara memangnya kalau mau keluar kamar sambil nyanyi atau teriak gitu..
Mimi Yoh
😯😯😆😆😆😆😆
Mimi Yoh
sama-sama ngegedein gengsi
Mimi Yoh
saking khusunya masak ya mara 😁😁
Mimi Yoh
hahahahah jadi mara bener-bener nggak nyadar kalau pak suami sudah pulang dan sudah jauh pindah ke alam mimpi 🤗🤗
Mimi Yoh
berasa ada yg hilang ya om 😁😁
Mimi Yoh
tahu masih punya suami...malah dibantu selingkuh...
Mimi Yoh
dasar matre
Mimi Yoh
oooh dijanjiin sesuatu kamu ya...
Mimi Yoh
sudah tahu kesalahan ada pada jenny, masih aja dibantu untuk deketin abi, tahu abi juga sudah menikah, terpaksa ataupun tidak, tetap abi sudah punya istri...kayak bukan sesama perempuan saja, dimana hatimu tya...
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sama-sama gengsi... padahal saling mengkhawatirkan.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yaa ampun demi hadiah liburan ternyata....
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Tya dimana hatimu sebagai sesama perempuan. Abi kan sekarang sudah punya istri, tapi kamu kok bisa²nya malah berusaha mendekatkan Abi dengan Jenny. Kalau posisimu sebagai seorang istri apa nggak sakit hati yaaa....
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ : keknya Tya itu mkkb masa kecil kurang bahagia 😅
total 4 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh keren... begitu donk Bi, jangan mau dimanfaatkan lagi apalagi sama mantan. Semoga sikap tegasnya bisa terus dipertahankan yaa, ingat... ingat... kamu sekarang sudah bukan single lagi.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Iyaa iyaa ngerti om... tapi yaa jangan kasar² gitu donk. Seharusnya kamu lebih berpengalaman bagaimana meredakan amarah. Ini om mantan bujang lapuk beneran nggak tahu yaa caranya meluluhkan hati perempuan.
ms. yati74
🤣🤣🤣yg atu manta bujang lapuk yg atu bocah baru netes....angeeell tooo nyatu nyaa🤣🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦༄⃞⃟⚡OLENG.comKᵝ⃟ᴸ
canggung dan sama" jaim yg bikin nagih, cukup buat ngilangin rasa kesel gegara Tya😥🤣
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ⰼ⃞☪🍾
baguss kau Abi tegas begitu
Iper: Pasti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!