NovelToon NovelToon
Pembalasan Athena

Pembalasan Athena

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandhyaruntala

Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: AWAL PERUBAHAN

Di sebuah ruang rawat kelas tiga di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta Pusat, bau karbol dan obat-obatan menyengat menusuk hidung. Di atas ranjang besi yang keras, seorang gadis remaja 17th terbaring lemah tak berdaya. Tubuhnya yang kurus dipenuhi oleh luka lebam yang membiru dan menghitam, menciptakan kontras yang mengerikan pada kulitnya yang pucat. Tragisnya, di sana juga terlihat jelas bekas luka lama yang belum sepenuhnya sembuh—namun sudah ditimpa oleh luka-luka baru yang masih basah.

Sudah seminggu lamanya gadis itu terbaring koma, bergantung pada untaian kabel dan selang oksigen yang menyiksa tubuh ringkihnya. Ironisnya, di tengah kondisi kritis yang mempertaruhkan nyawa tersebut, tak ada satu pun anggota keluarga kandungnya yang datang menjenguk, apalagi berniat untuk menemani.

Jangankan biaya perawatan yang memadai, sekadar ruang rawat yang layak pun tidak mereka berikan.

Hanya ada seorang wanita paruh baya bernama Bi Mina di sana. Pelayan setia yang sudah mengasuhnya sejak bayi itu duduk setia menemani di sisi ranjang tanpa sedetik pun berniat beranjak.

Matanya sembab, lingkaran hitam di bawah matanya mempertegas bahwa wanita tua itu tidak tidur berhari-hari.

"Non Thea... kapan Non akan sadar? Bibi sedih melihat Non begini," isak Bi Mina dengan suara serak, sambil menggenggam erat tangan dingin Athena yang terasa sedingin es.

Hati Bi Mina hancur. Ia adalah saksi hidup bagaimana nona mudanya yang dulu begitu dicintai, dimanja, dan disayangi oleh keluarga besar Mahendra, kini justru berakhir tragis menjadi samsak hidup bagi keluarganya sendiri. Semua penderitaan ini bermula sejak kehadiran satu anak adopsi di rumah mereka. Anak perempuan yang tampak polos namun berhati culas, yang berhasil merebut seluruh atensi dan kasih sayang yang seharusnya menjadi milik Athena.

Pandangan Bi Mina mendadak kosong, menatap lurus ke arah dinding semen yang mengelupas. Pikirannya melayang, terseret kembali oleh memori kelam tentang tragedi mengerikan malam itu, tepat beberapa jam sebelum nona mudanya dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri dan bersimbah darah.

Flasback on

Ctass!

Ctass!

Ctass!

Suara cambukan ikat pinggang kulit tebal bergema mengerikan, memantul di dinding-dinding marmer ruang tengah kediaman Mahendra yang megah. Setiap hantaman keras itu selalu diiringi oleh jerit tangis yang memilukan dan rintihan pasrah dari bibir Athena. Tubuh gadis itu terasa remuk redam, setiap jengkal kulitnya menjerit kesakitan menahan amukan membabi buta dari ayah kandungnya sendiri.

"Dasar anak tidak tahu diri! Anak sial! Saya menyesal memiliki anak sepertimu!" murka Tuan Reksa Mahendra. Napasnya memburu, wajahnya merah padam menahan amarah yang meluap-luap hingga urat-urat di lehernya menegang tebal.

"Apa maksudmu mencelakai putriku, hah?! Jawab, dasar anak sialan!" teriak Tuan Mahendra penuh emosi yang meledak-ledak, tangannya kembali terangkat tinggi, siap melayangkan cambukan berikutnya ke punggung Athena yang sudah terkoyak.

"Ampun, Ayah... ampun... Thea tidak salah, Ayah," isak Athena di atas lantai dingin, merapatkan tubuhnya, memeluk lututnya yang gemetar hebat demi melindungi organ-organ vitalnya dari hantaman sabuk besi.

"Thea tidak mendorong Sita dari tangga, Ayah... Demi Tuhan, Thea baru saja turun dan melihat Sita sudah terjatuh... Tolong percaya pada Thea, sekali ini saja..." Athena memohon dengan sisa-sisa tenaganya, menatap sang ayah dengan mata yang sembab, bengkak, dan dipenuhi oleh air mata keputusasaan.

"Halah! Mana ada maling yang mau mengaku! Lo iri, kan, sama Sita karena kami semua lebih menyayangi dia?! Lo selalu cemburu karena Sita jauh lebih pintar dan berharga daripada anak menjijikan kayak lo!" celetuk Kenan, salah satu abang kembar Athena. Pria muda itu duduk dengan santai di sofa, sambil mencibir sinis dan memainkan ponselnya, menganggap penyiksaan di depannya tak lebih dari sebuah tontonan gratis yang menghibur.

"Lo itu gak pantas jadi bagian dari keluarga Mahendra. Dasar pembawa sial!" timpal Kenan lagi tanpa beban. Kata-katanya yang tajam bak belati berkarat langsung menghujam tepat di dada Athena, menghancurkan sisa-sisa mental dan harapan yang tersisa di lubuk hatinya.

Melihat adik kandungnya disiksa sedemikian rupa hingga kulitnya melepuh, sebenarnya ada sedikit perasaan aneh yang mengganjal di hati Kenzie, si sulung yang berdiri di sudut ruangan. Ada sedikit denyut rasa bersalah yang singgah di benaknya. Namun, Kenzie memilih untuk tetap diam. Dia memang tidak ikut merundung atau mencaci-maki Athena, tetapi dia juga tidak pernah berniat untuk melangkah maju, membela, atau sekadar menghentikan siksaan yang tidak manusiawi itu.

"Mati saja kau, anak sial! Sampai kapan pun, kau bukan anakku lagi!" ucap Tuan Mahendra dengan tatapan bengis yang begitu dingin. Bersamaan dengan kalimat itu, sebuah tendangan keras mendarat tepat di rusuk Athena, membuat tubuh ringkih itu terpental ke lantai.

BRAK!

Kepala Athena membentur sudut meja kaca yang tajam dengan sangat keras. Suara hantaman tengkorak itu terdengar begitu nyaring di keheningan malam.

Detik berikutnya, cairan kental berwarna merah segar mengalir deras dari pelipisnya, membasahi lantai marmer putih yang bersih. Athena tidak lagi bergerak. Matanya terpejam, dan tubuhnya seketika mendingin dalam keheningan yang mencekam.

Flashback of

...----------------...

Biiip... Biiip... Biiip...

Suara dari monitor penanda detak jantung di ruang rawat menyentak Bi Mina dari lamunan buruknya. Wanita paruh baya itu mengerjapkan mata beberapa kali, menghapus sisa air mata yang sempat menetes di pipinya yang keriput. Tiba-tiba, ia menyadari ada pergerakan kecil, sebuah kedutan halus dari jemari Athena yang berada di dalam genggamannya.

Tak berselang lama, terdengar pula sebuah suara serak yang begitu lirih dan samar dari arah ranjang pasien.

"Ya Allah, Non... Non Thea? Non Thea sudah sadar?" ucap Bi Mina dengan suara panik sekaligus lega yang luar biasa. Ia langsung bangkit dari kursinya,

mendekatkan wajahnya ke arah Athena.

"A... air..." rintih Athena. Tenggorokannya terasa begitu sakit, panas, dan sekering gurun pasir setelah seminggu penuh tidak berfungsi.

"Ini, Non, ini. Sini Bibi bantu minum perlahan-lahan ya, Non," ucap Bi Mina dengan cekatan. Dengan penuh kehati-hatian, ia menyangga tengkuk Athena dan mengarahkan sedotan air putih ke bibir pucat yang pecah-pecah milik gadis itu.

Setelah beberapa teguk air membasahi tenggorokannya, Athena perlahan membuka kelopak matanya secara penuh. Namun, ada sesuatu yang berubah secara drastis dari dalam dirinya.

Sesuatu yang membuat atmosfer di dalam ruangan kecil itu mendadak turun beberapa derajat menjadi sangat dingin.

Sorot mata yang dulunya selalu dipenuhi oleh ketakutan, kepasrahan yang menyedihkan, dan damba yang luar biasa akan kasih sayang keluarga, kini telah lenyap tanpa bekas.

Jiwa gadis kecil yang naif itu tampaknya telah hanyut bersama genangan darah di malam jahanam itu. Yang tersisa di bola mata jernih itu kini hanyalah tatapan yang kosong, sedingin es, dan memancarkan aura dendam yang begitu pekat menindas.

Athena Clarissa Mahendra telah kembali dari ambang kematiannya. Jiwanya yang lama telah melebur di dalam neraka buatan keluarganya sendiri, dan kini dia bangkit sebagai sosok yang sama sekali berbeda.

Sudut bibirnya yang terluka terangkat sedikit, membentuk sebuah seringai tipis yang tampak begitu mengerikan di wajahnya yang putih pucat.

Dia tidak akan lagi menangis. Dia tidak akan lagi mengemis cinta yang murah. Dan kali ini, dia bersumpah demi sisa napasnya, bahwa dia tidak akan membiarkan siapa pun di dunia ini—termasuk mereka yang memiliki pertalian darah dengannya—untuk kembali menginjak-injak harga diri dan kehidupannya.

...****************...

WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨

Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥

STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 09.00 dan 20.00 😙

JANGAN LUPA YAAA

LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰

1
Noey Aprilia
Aku mh brhrapnya athena bkn ank kndung mreka,jd kl kau bls dndam pun ga ada prsaan ksihn....lgian aku heran,ada y orng tua sm kk yg mlah bnci sm ank dn saudra kndung...trs mlah lbh syng sm ank pungut....😠😠😠
Sandhyaruntala: Ahahaha, biar makin mantep kalo mau bunuh ye 🤭
total 1 replies
partini
aku kalau part sita aku skpu jujurly males bacanya kalau Thea aku baca nanti part pembalasan ke sita baru aku baca
Sandhyaruntala: Justru itu letak serunya😂
total 3 replies
Noey Aprilia
Cieee...yg salting....
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
Sandhyaruntala: Ahahaha malu malu setan😂
total 1 replies
partini
lovely doply ❤️❤️❤️ Ama bunda nya 👍👍👍 , nanti ada part kaya gitu pas di depan mata ibu nya thea
Sandhyaruntala: Biar panasss🔥🔥
total 1 replies
Noey Aprilia
Yg mode mnja ga sdar kl ada yg pg gemeshhhh......😁😁😁....
fatmawati (pipit)
kenzo klau kamu mencintai Athena bawahlah Athena pergi jauh tapi jangan sama keluarga angkatnya ya
fatmawati (pipit): 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
fatmawati (pipit)
ditunggu lanjutannya
Noey Aprilia
Hhhmm....
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
fatmawati (pipit)
buat keluarga kandung Athena hidup dalam penyesalan dan pengahlikan perusahaan keluarga nya buat diambang kebangkrutan nanti athena membeli perusahaan tersebut tanpa membuka identitas asli athena
fatmawati (pipit): OK aku terima
total 9 replies
james
akak folow back, pengen join grup gak kak?/Smile/
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Sandhyaruntala: Crazy up takut authornya yang tipes kak😭😭
total 1 replies
Opacraphile
tampol aja sih thor sitanya, ini tangan nganggur siap nampol💢
Opacraphile
idih najis si pick me so imut🤮
Opacraphile
nah kan plinplan sihh
Noey Aprilia
Hai kk....
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....
Sandhyaruntala: Haloo, thank you sudah mampir. Semoga sesuai ekspetasi mu ya🫶
total 1 replies
partini
bunda?
Aisyah Suyuti
good
Sandhyaruntala: Thank you kak🔥
total 1 replies
Nongnong 🦩
Kalo begini kan jadi bingung, mau ngeshipin Athena sama siapa
Sandhyaruntala: Hayooooo
total 1 replies
Nongnong 🦩
pedas juga ya mulutnya Arga 😭
Sandhyaruntala: Ahahaha pedes bener dong🔥
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!