NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Tempat Perlindungan Kuno dan Jejak Sang Kakek

​Pintu besi seberat beberapa ton itu bergeser ke samping dengan suara geraman batu yang bergaung rendah di sepanjang terowongan bawah tanah. Debu yang telah mengendap selama berabad-abad beterbangan, disapu oleh embusan angin spiritual yang mendadak berembus dari balik ruangan. Bukan bau busuk atau udara pengap yang mereka rasakan, melainkan sebuah gelombang hawa murni yang sangat menyegarkan, membawa aroma seperti tanah pegunungan setelah diguyur hujan.

​Begitu pintu terbuka sepenuhnya, Dani dan Lisa terbelalak menatap pemandangan di depan mereka.

​Di balik terowongan kolonial yang sempit, terdapat sebuah aula bawah tanah berbentuk lingkaran yang sangat luas—hampir seluas lapangan sepak bola. Arsitekturnya merupakan perpaduan aneh namun megah antara struktur bata merah khas era kolonial dan pilar-pilar batu hitam purba yang dipenuhi guratan aksara bercahaya perak redup. Di langit-langit kubah aula, ratusan kristal spiritual alami tertanam rapi, memancarkan pendaran cahaya putih kebiruan yang menerangi seluruh ruangan layaknya langit malam penuh bintang.

​"Tempat apa ini, Ka...?" bisik Dani, melangkah masuk dengan sangat hati-hati. "Ini beneran di bawah Kota Tua? Sistem tata kota Jakarta gak pernah mencatat ada megastruktur kayak gini di bawah tanah."

​"Karena tempat ini dilindungi oleh Formasi Pengubah Dimensi tingkat dasar," jawab Arkana tenang, meskipun di dalam hatinya ia sendiri merasa takjub.

​Sembari melangkah masuk, indra batin ranah Spirit Gathering Tingkat Dua milik Arkana langsung mendeteksi bahwa kepadatan Qi di dalam aula ini setidaknya lima kali lipat lebih pekat daripada Simpul Spiritual di pelabuhan tua. Yang lebih luar biasa, ada medan energi tak kasat mata yang membungkus seluruh tempat ini, bertindak sebagai isolator mutlak yang menyerap dan menyembunyikan segala bentuk fluktuasi energi maupun sinyal teknologi dari permukaan dunia luar.

​KREEEET... BUM.

​Pintu besi di belakang mereka menutup otomatis begitu Lisa melintasi batas ambang ruangan. Gadis remaja itu sempat tersentak, namun begitu ia menghirup udara di dalam aula, benih Qi elemen kayu di dalam tubuhnya langsung berputar dengan riang. Rasa lelah akibat pelarian jauh di bawah air seketika sirna, digantikan oleh kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

​"Kak Arka, lihat itu!" Lisa menunjuk ke arah tengah aula.

​Di pusat ruangan, terdapat sebuah altar batu berbentuk oktagon. Di atas altar tersebut, sebuah meja kayu jati kuno berdiri dengan kokoh. Di atas meja itu tidak ada tumpukan emas atau senjata pusaka, melainkan hanya sebuah kotak kayu kecil bermotif kepakan sayap garuda—lambang yang sama persis dengan stempel milik kakek Arkana dan ukiran di balik Cincin Kaisar Abadi.

​Arkana melangkah mendekati altar dengan ritme napas yang teratur. Setiap kali langkah kakinya mendekat, cincin di jari tengahnya berdenyut semakin hangat, seolah-olah sedang menyapa pemilik lama dari tempat ini.

​Ia mengulurkan tangan, perlahan membuka penutup kotak kayu tersebut. Di dalamnya, tergeletak sebuah buku harian bersampul kulit tua dan sebuah batu giok kecil berbentuk silinder—sebuah Jade Slip (Bilah Giok Memori) yang biasa digunakan oleh para kultivator kuno untuk menyimpan informasi dalam bentuk kesadaran mental.

​Arkana mengambil bilah giok tersebut, lalu menempelkannya ke dahi. Dalam sekejap, kesadaran batinnya ditarik masuk ke dalam sebuah ruang ilusi batin.

​Di dalam ruang ilusi itu, sesosok bayangan pria tua berambut putih dengan janggut rapi muncul, mengenakan jubah batik tradisional yang dipadukan dengan aura spiritual yang sangat agung. Wajah itu sangat familier di ingatan masa kecil Arkana.

​"Arkana, cucuku..." suara pria tua itu menggema langsung di dalam pikiran Arkana. "Jika kau bisa mendengarkan pesan batin ini dan membuka gerbang tempat perlindungan ini, artinya ramalanku benar. Segel dunia telah runtuh, dan kau telah memilih untuk mewarisi garis keturunan sejati dari Kitab Primordial Kaisar Abadi."

​Bayangan kakek Arkana menghela napas panjang, tatapannya memancarkan kebijaksanaan sekaligus kekhawatiran yang mendalam.

​"Keluarga Wijaya kita bukanlah manusia fana biasa. Kita adalah keturunan dari faksi penjaga rahasia Bumi yang bertugas mengawasi Segel Primordial sejak era kekosongan Qi dimulai ribuan tahun lalu. Tempat ini dibangun olehku pada tahun 1998, memanfaatkan sisa formasi kuno untuk menjadi benteng terakhirmu ketika era kebangkitan tiba."

​"Ingat pesan Kakek, Arkana. Kebangkitan partikel energi alam ini bukan sekadar berkah, melainkan sebuah badai pembersihan. Klan-klan kuno yang bersembunyi di dimensi kantong akan mulai bergerak rakus untuk menguasai jalur naga Bumi. Dan yang lebih berbahaya... pemerintah dunia modern yang ketakutan akan kehilangan kendali kekuasaan bakal menghalalkan segala cara, termasuk mengeksploitasi para kultivator amatir sebagai senjata biologis mereka."

​"Di dalam kotak ini, aku telah menyisakan beberapa sumber daya dasar: seratus butir Batu Qi Rendah dan buku panduan teknik lanjutan untukmu. Gunakan tempat ini untuk menstabilkan kekuatanmu. Jangan pernah menampakkan taringmu sepenuhnya sebelum kau mencapai ranah Spirit Gathering Tingkat Lima, karena di atas ranah itu, para tetua klan kuno baru bisa mulai keluar dari segel mereka. Tetaplah berada di bawah bayang-bayang, jadilah kaisar yang mengamati dari kegelapan."

​Wusss.

​Ilusi batin itu perlahan memudar, dan kesadaran Arkana kembali ke tubuh fisiknya. Ia mengembuskan napas panjang, sepasang mata peraknya berkilat dengan pemahaman baru yang jauh lebih mendalam. Misteri tentang kematian kakeknya yang mendadak beberapa tahun lalu dan alasan mengapa ia diwarisi cincin tua ini akhirnya terjawab seutuhnya.

​Arkana melihat ke dalam kotak kayu lagi. Benar saja, di bawah kompartemen buku harian, terdapat sebuah ruang penyimpanan spasial mini yang berisi tumpukan batu kristal bening yang memancarkan energi spiritual murni yang sangat padat—Batu Qi.

​"Ka? Lo gak apa-apa? Tadi lo sempat bengong beberapa menit," tanya Dani dengan wajah cemas, memegangi bahu Arkana.

​Arkana berbalik, wajahnya kembali tenang namun memancarkan otoritas yang tidak bisa dibantah. "Gua gak apa-apa, Dan. Tempat ini resmi jadi markas rahasia kita. Di sini, militer maupun klan jubah hitam gak bakal bisa melacak keberadaan kita."

​Arkana mengambil beberapa butir Batu Qi dari dalam kotak dan melemparkannya ke arah Dani dan Lisa.

​"Dani, Lisa, pegang batu ini saat kalian berlatih," instruksi Arkana. "Energi di dalam batu ini jauh lebih murni daripada kabut di luar. Dani, gunakan batu ini buat menembus hambatan pertama dan resmi masuk ke ranah Body Tempering Tingkat Satu. Lisa, gunakan ini buat memperkuat benih elemen kayu lo."

​Dani menerima batu kristal itu dengan mata berbinar-binar. "Siap, Bos! Gua bakal latihan sampai otot gua sekeras baja siber!"

​Lisa mengangguk tegas, langsung mengambil posisi duduk bersila di atas salah satu lantai batu dekat altar, menggenggam kristal spiritual tersebut dengan kedua tangan kecilnya. Dalam hitungan detik, aura hijau lembut kembali menyelimuti tubuhnya, bergerak jauh lebih stabil dari sebelumnya.

​Arkana sendiri melangkah menuju sudut aula yang paling dekat dengan pilar batu utama. Ia duduk bersila, meletakkan batu kristal spiritual di sekeliling tubuhnya untuk membentuk formasi pengumpulan energi mikro. Setelah mencapai Tingkat Dua ranah Spirit Gathering, ia tahu tantangan ke depan akan jauh lebih berat. Pesan kakeknya tentang ranah Tingkat Lima dan pergerakan para tetua klan kuno memberinya rasa urgensi yang tinggi.

​Dengan memanfaatkan pasokan Batu Qi murni peninggalan kakeknya dan kepadatan energi di dalam aula ini, Arkana memejamkan mata, membiarkan Kitab Primordial Kaisar Abadi kembali berputar di dalam jiwanya, siap menempa kekuatannya ke level yang lebih mengerikan di bawah bayang-bayang Kota Tua Jakarta. 

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!