NovelToon NovelToon
Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Xianxia / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Dao Sejati

​"Kultivasi energiku memang kembali jadi kecoa, tapi dengan fisik dewa ini... jika ada master yang mencoba meninjuku, tangannya sendiri yang akan patah menjadi tebu!"
​Seratus tahun disiksa dan dibuang ke kolam darah Gunung Ming akibat konspirasi kejam di masa lalunya, Lin Ling akhirnya berhasil bangkit. Melalui ritual terlarang yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya, ia melebur esensi Ular Purba Mahayana dan Kristal Dao Agung untuk menciptakan sebilah wadah kedewaan baru.
​Namun, takdir bercanda dengannya. Tubuh barunya menjelma menjadi monster dengan kekuatan fisik murni ranah Mahayana Lapisan 1, tetapi dantian spiritualnya kosong melompati segala bentuk Qi. Karena bakatnya terkunci di Akar Spiritual Kelas Menengah, Lin Ling terpaksa harus merangkak kembali dari dasar bumi—ranah Body Tempering lapisan pertama.
​Trauma masa lalu? Dendam yang meledak-ledak? Tidak ada waktu untuk itu! Lin Ling yang baru telah menjelma menjadi sosok Immortal yang bebas, konyol, super santai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Dao Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepanikan di Batas Kota

Tiga hari telah berlalu sejak badai salju aneh itu mengunci desa, dan situasi di sudut timur berubah menjadi semakin kelam. Udara di dalam gubuk kayu kini terasa hampir sama dinginnya dengan udara di luar, memaksa Lin Ling untuk terus-menerus menjaga api di tungku tanah liat agar tidak padam.

​Uhuk! Uhuk!

​Suara batuk Nenek terdengar semakin lemah, namun nadanya semakin berlendir dan berat, bergema parau di dalam ruangan yang sunyi. Tubuh rentanya kini hampir tidak memiliki tenaga lagi untuk bangkit dari dipan bambu.

​Lin Ling berdiri di depan meja kayu berkaki tiga, menatap isi keranjang makanan mereka yang kian menipis.

​Hanya tersisa setengah potong ubi jalar yang sudah mulai mengeras akibat hawa dingin dan segenggam tanaman obat yang layu. Persediaan makanan mereka tidak akan bertahan lebih dari dua hari. Sementara itu, kantong kain di balik lengan jubah merah tuanya masih menyimpan belasan koin perak hasil pemberian Huang Shi.

​Uang itu ada, namun di tengah situasi ekstrem seperti ini, nilai koin perak perlahan mulai kehilangan kekuatannya di hadapan kelangkaan bahan pangan.

​Lin Ling menarik napas dalam-dalam, mengembuskan uap putih tebal yang langsung membeku dan menghilang di udara kamar. Dia merapikan syal kain raminya, mengambil keranjang bambu kosong, lalu menoleh ke arah dipan.

​"Nenek, aku akan pergi ke pasar sebentar untuk membeli beras gandum," ucap Lin Ling pelan.

​Nenek tua itu hanya mampu menggerakkan kelopak matanya sedikit, memberikan anggukan yang sangat lemah sebagai tanda mengerti.

​Begitu melangkah keluar dari gubuk, Lin Ling langsung disambut oleh pemandangan desa yang mencekam.

​Salju telah menumpuk setinggi lutut anak seumurannya, membuat setiap langkah kaki yang dia ambil terasa sangat berat dan melelahkan, menguras energi fisiknya yang ringkih dengan cepat. Jalanan desa tidak lagi dilewati oleh karavan-karavan dagang yang riuh. Sebaliknya, atmosfer kepanikan massal tampak jelas menyelimuti setiap sudut.

​Ketika dia sampai di area pasar utama, riuh rendah tawar-menawar yang ramah telah digantikan oleh teriakan histeris dan kericuhan.

​Puluhan penduduk fana berkumpul di depan kios-kios beras dan bahan pangan, saling dorong dan berdesakan dengan wajah memerah penuh keputusasaan.

​"Satu koin perak untuk sekatong kecil beras?! Kau gila, ya?!" seorang pria paruh baya berteriak sambil mencengkeram kerah baju pedagang pangan.

​"Jika tidak mau, minggir! Karavan dari luar kota tidak ada yang bisa masuk karena jalur gunung tertutup salju total! Persediaanku adalah yang terakhir di desa ini!" balas sang pedagang dengan wajah galak dan tidak peduli.

​Lin Ling berdiri di tepi kerumunan, sepasang mata hitamnya menganalisis situasi dengan dingin. Harga pangan telah melonjak hingga lima kali lipat dari harga normal. Ini adalah tanda awal dari runtuhnya tatanan sosial sebuah pemukiman fana ketika menghadapi bencana.

​Dia tidak ikut berdesakan di kerumunan yang kacau itu. Dengan gerakan yang sangat gesit dan senyap, Lin Ling menyelinap di antara celah-celah tubuh orang dewasa, menuju ke sebuah kios daging kecil di sudut yang agak sepi.

​Di atas meja kayu kios, hanya tersisa beberapa potong lemak babi yang sudah mengeras dan sepotong daging kering yang alot.

​Lin Ling meletakkan dua koin perak di atas meja dengan bunyi KLING yang tegas. "Aku ambil daging kering dan seluruh lemak babi itu."

​Pedagang daging itu terkejut melihat seorang anak kecil mengeluarkan koin perak tanpa ragu. Matanya berbinar serakah, namun sebelum dia sempat menaikkan harga secara sepihak, Lin Ling telah menatapnya dengan sepasang manik mata yang begitu dalam, dingin, dan menusuk—sebuah tatapan yang membuat sang pedagang seketika menelan kembali kata-katanya karena merasa ngeri yang tidak dapat dijelaskan.

​"Baik, baik... ambil ini," pedagang itu buru-buru membungkus sisa daging dan lemak tersebut dengan kain usang dan menyerahkannya pada Lin Ling.

​Secara taktis, Lin Ling memilih lemak babi karena zat tersebut mengandung kalori yang sangat tinggi dan tahan lama untuk membantu tubuh fana Nenek bertahan di tengah suhu membeku, sementara daging kering bisa diolah menjadi kaldu sup encer untuk beberapa hari ke depan.

​Saat Lin Ling berjalan kembali melewati alun-alun desa dengan keranjang yang terisi sedikit makanan, langkah kaki kecilnya mendadak terhenti sekali lagi.

​Di depan gerbang Paviliun Klan Huang, suasana tampak jauh lebih formal dan tegang. Belasan pengawal berzirah kulit lengkap dengan tombak panjang tampak berdiri berbaris membentuk barikade ketat. Di tengah-tengah mereka, Tuan Muda Kedua Huang Shi sedang berdiri diam sambil mendengarkan laporan dari seorang kepala pemburu yang tubuhnya dipenuhi luka goresan tajam.

​"Makhluk itu... makhluk itu benar-benar tidak pergi, Tuan Muda," pemburu itu berbicara dengan suara gemetar, wajahnya dipenuhi keringat dingin yang membeku. "Kabut di utara semakin pekat, dan aura dingin yang keluar dari hutan batu sudah mulai mematikan tanaman di lereng bawah..."

​Huang Shi tidak mengeluarkan suara. Wajah tampannya tampak sangat datar, namun jarinya yang mengenakan cincin penyimpanan tampak mengetuk-ngetuk gagang pedangnya dengan ritme yang cepat—tanda bahwa pikirannya sedang bekerja keras menghadapi krisis yang melampaui perkiraannya.

​Lin Ling menatap Huang Shi dari kejauhan di balik kerumunan.

​Indra fisiknya yang pekat bisa merasakan bahwa aura spiritual di sekitar Paviliun Klan Huang saat ini terasa sangat tidak stabil, seolah-olah formasi pertahanan magis desa sedang dipaksa bekerja di batas maksimalnya untuk menghalau hawa dingin dari utara.

​'Klan Huang mulai panik...' batin Lin Ling menduga dengan kepuasan dingin. Jika klan penguasa wilayah ini saja sudah mulai kehilangan kendali atas situasi, artinya waktu bagi desa fana ini untuk bertahan hidup sudah berada di titik nadir.

​Tanpa menarik perhatian para pengawal, Lin Ling berbalik dan melanjutkan langkah kakinya menembus badai salju yang semakin lebat, kembali menuju ke gubuk timur untuk mempersiapkan pertahanan terakhir bagi dirinya dan Nenek tua sebelum seluruh wilayah ini benar-benar lumpuh oleh maut yang merayap dari atas gunung.

1
Boqin Changing
mantap
Alia Chans
keren thor
Arena Breakout1
lanjut
Arena Breakout1
mantap ceritanya lebih enak di baca dan alurnya mulai menari👍👍👍
Pencari Dao Sejati
Sekali lagi saya ingatkan untuk membaca ulang buat yang belum baca
Jiwa Kuno
lanjutttttttttt
yayat
lanjut lah kapan terungksp kebenarn lin ling
Jiwa Kuno
Jangan lama lama upnya
Arena Breakout1
lanjut thorrr
Arena Breakout1
bagus juga
Arena Breakout1
oke 👍
Jiwa Kuno
Cepetin upnya thor bikin penasaran
Wu Xin
up lagii🙏🙏
Wu Xin
lanjutt thorr penasaran
yayat
kapan jd kuatnya lin ling
Pencari Dao Sejati: entar di bab 17-20
total 1 replies
yayat
biasa itu konspirasi untuk mengulingkan pimpinan klan
yayat
ok alus alurnya mudah dipahami moga ga mengecewakan para pecinta fantim
Wu Xin
peakkk/Scream/
Jiwa Kuno
bro~~~~~~
Wu Xin
haha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!