NovelToon NovelToon
Return Apocalypse Zombie

Return Apocalypse Zombie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Hari Kiamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alu feed

Rian seorang pemuda yang bertahan hidup di kiamat zombie di khianati oleh temannya yang selalu dia percayai , ketika tiba-tiba dia kembali ke masalalu.

dengan kekuatan dan pengetahuan dari masa depan ,aku ,akan membalas perlakuan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alu feed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MONSTER LEVEL 3 , KADAL BERGERIGI

Rian menatap bangunan kecil di belakang pom bensin itu.

Getaran cincin di tangan kirinya semakin kuat.

Tidak seperti biasanya.

Kali ini reaksinya terasa seperti peringatan.

Seolah benda itu sedang berkata:

Pergi dari sini.

Namun justru karena itulah Rian semakin yakin.

Ada sesuatu di bawah sana.

Sesuatu yang tidak biasa.

"Semua bersiap."

Ucap Rian sambil mengeluarkan pisaunya.

Ekspresinya berubah serius.

Melihat itu, yang lain langsung mencabut senjata masing-masing.

Indah menggenggam pedang esnya.

Rahma memanggil akar-akar hijau di sekitar kakinya.

Budi mengaktifkan api pada bilah pedangnya.

Sedangkan Nadia bergerak ke sisi kanan untuk berjaga.

"Rian, ada apa?" tanya Ridho.

"Cincinku bereaksi."

Jawab Rian singkat.

"Itu cukup untuk membuatku waspada."

Baru saja kata-kata itu selesai diucapkan—

BOOOOM!

Tanah di belakang pom bensin tiba-tiba meledak.

Aspal pecah ke segala arah.

Puing-puing beterbangan.

Semua orang refleks melompat mundur.

"Apa?!"

Rahma terkejut.

Dari dalam lubang besar yang baru terbentuk, sesuatu perlahan merangkak keluar.

Makhluk itu memiliki tubuh seperti kadal raksasa.

Panjang tubuhnya mencapai hampir enam meter.

Kulitnya berwarna hitam keabu-abuan.

Dua mata kuning menyala memancarkan cahaya mengerikan.

Yang paling menyeramkan adalah mulutnya.

Penuh taring tajam yang berlapis-lapis.

Seperti mesin penghancur daging.

"Grrrrrrr..."

Suara geramannya membuat bulu kuduk semua orang berdiri.

Panel transparan langsung muncul di depan Rian.

---

Kadal Pemakan Bangkai

Level 3

Status: Mutasi Awal

---

Mata Rian sedikit membesar.

"Level 3?"

Nadia langsung pucat.

"Kita melawan monster level 3?!"

Mereka bahkan hampir mati melawan zombie level 2 puncak kemarin.

Dan sekarang muncul monster yang lebih kuat lagi?

Makhluk itu tiba-tiba membuka mulutnya.

ROOOAAARRR!!

Gelombang suara menggelegar memenuhi area pom bensin.

Beberapa kaca langsung pecah.

Bahkan tanah di bawah kaki mereka ikut bergetar.

"Jangan panik!"

Teriak Rian.

"Formasi seperti biasa!"

Monster itu langsung menerjang.

Kecepatannya sama sekali tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya.

DUARRR!!

Tanah retak saat ia melompat.

"Sial!"

Ridho mengangkat pedangnya.

Crack!

Lapisan es langsung menyebar ke tanah.

Lantai di depan monster berubah licin.

Namun kali ini tidak banyak membantu.

Makhluk itu hanya sedikit tergelincir sebelum kembali menstabilkan tubuhnya.

"Terlalu berat!" teriak Ridho.

"Tahan sebentar!"

Rahma menancapkan pedangnya ke tanah.

Cahaya hijau menyebar.

Brak!

Brak!

Brak!

Puluhan akar berduri muncul dari bawah tanah dan melilit kaki monster itu.

Untuk sesaat—

Gerakannya berhasil terhenti.

"Indah!"

"Aku tahu!"

Udara langsung berubah dingin.

Kabut es menyelimuti area sekitar.

Indah mengayunkan pedangnya.

Crack!!

Lapisan es tebal membungkus sebagian tubuh monster.

Namun—

KRAAAK!

Makhluk itu menghancurkan es tersebut dengan paksa.

"Apa?!"

Indah terkejut.

Ketahanan monster itu terlalu tinggi.

Saat itulah Budi bergerak.

"RAAAAHHH!"

Pedang apinya menyala terang.

Api berkobar di sepanjang bilah senjatanya.

Slash!

Serangan itu menghantam leher monster.

Ledakan api langsung terjadi.

BOOOM!!

Asap hitam memenuhi area.

Namun ketika asap menghilang...

Luka bakar yang muncul ternyata sangat dangkal.

"...Bercanda?" gumam Budi.

Monster itu menoleh perlahan.

Mata kuningnya terkunci pada Budi.

"Uh oh."

Detik berikutnya—

WUSHH!!

Makhluk itu menghilang dari tempatnya.

"Terlalu cepat!"

Teriak Nadia.

Monster itu sudah muncul tepat di depan Budi.

Mulut raksasanya terbuka lebar.

Siap menelan kepala Budi sekaligus.

"BUDI!"

Ridho berteriak.

Namun jaraknya terlalu jauh.

Tidak ada yang bisa menolong.

Atau setidaknya begitu yang dipikirkan semua orang.

Sampai—

Sebuah bayangan hitam melintas.

Swish!

Rian muncul tepat di depan monster.

Pedang bayangan terbentuk di tangannya.

Meskipun belum berubah ke bentuk Roh Bayangan Iblis sepenuhnya, aura gelap mulai menyelimuti tubuhnya.

"Pergi."

Slash!!

Pedang bayangan menghantam rahang monster.

DUAAARR!!

Makhluk itu terpental beberapa meter.

Menghancurkan pompa bensin di belakangnya.

"Rian!"

Budi menghela napas lega.

Namun ekspresi Rian justru semakin serius.

Tangannya terasa sedikit mati rasa.

Serangan tadi memang berhasil melukai monster itu.

Tetapi...

Tidak cukup dalam.

"Level 3..."

Gumamnya.

"Memang berbeda."

Makhluk itu bangkit kembali.

Darah hitam menetes dari rahangnya.

Namun bukannya marah.

Monster itu justru terlihat bersemangat.

Seolah akhirnya menemukan mangsa yang layak.

ROOOOOAAARRR!!

Raungannya menggema ke seluruh area.

Dan pada saat yang sama—

Cincin di tangan kiri Rian mendadak memanas.

Sangat panas.

Hampir membakar kulitnya.

Mata Rian langsung menyipit.

Karena ia menyadari sesuatu.

Monster ini...

Bukanlah harta yang dicari cincin itu.

Artinya...

Di bawah pom bensin ini masih ada sesuatu yang lain.

Sesuatu yang bahkan lebih berharga daripada monster level 3 yang sedang berdiri di depan mereka.

1
Yofu
pendek banget babnya
Alu feed: tapi bagusan di panjangin apa nggak kak , kasih aku saran 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!