NovelToon NovelToon
AndaiKata

AndaiKata

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Slice of Life
Popularitas:207
Nilai: 5
Nama Author: Elegi223

Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Hal Tak Terduga

Setelah kesepakan tersebut Gua resmi bergabung dengan AIE, dengan bergabungnya Gua ini membuat apapun masalah yang berkaitan dengan izin resmi akan mudah di selesaikan, Gua kembali ke tempat toilet tempat Gua berganti pakaian, tapi Gua tetap waspada apa ada yang ngikutin Gua ataupun tidak. Gua harap semoga pemerintah cepat menangani bencana kali ini, tidak seperti saat pertama kalinya mereka percaya.

Saat Gua keluar dari toilet, mata Gua tidak sengaja menangkap siluet yang familiar, saat Gua perhatian lebih jelas lagi ternyata itu Delvano, tapi kenapa dia disini? mungkin dia datang karna paksaan orang tuanya. Namun tidak hanya Delvano saja, ada siluet yang malah lebih familiar lagi, tunggu bukanya itu Leo! ngapain breng*ek itu disini.

Gua terus mengamati percakapan mereka namun anehnya hal ini baru Gua tau, apa yang di rencanakan baji*gan ini, Gua perlahan mendekat pura-pura jadi tamu penting dan duduk di bangku tak jauh dari perbincangan mereka, untungnya Erin mempersiapkan semua ini, dari pakaian sampai lensa kontak yang beragam warna harus di akui kalau asisten Gua satu ini terbaik.

"siapa sangka cucu salah satu sembilan naga hadir di acara membosankan ini"ucap tajam Leo dengan senyum licik

"bukan urusan mu, Leo, anak dari keluarga cabang rendra"ucap Delvano tanpa emosi serta nada suara yang dingin

dari percakapan mereka aja Gua tau kalau mereka ini sama sekali bukan berteman tapi malah ajang pamer, Gua suka sih cara Delvano ngadepin orang gila ini, namun Gua melihat satu orang yang nampak tak asing

"Kalian ribut sekali, ini bukan acara lelang"ucap orang itu menyindir Delvano dan Leo,

"oh tuan muda Yudhistira juga hadir disini"ucap Delvano masih dengan nada dan ekspresi yang sama, untuk Leo ia cuma bisa mengepalkan tangannya semua itu Gua liat jelas di penglihatan Gua

"Ish kakak nggak nungguin aku, eh ada tuan muda Delvano, salam kenal tuan, dan... kenapa ada orang dari keluarga cabang rendra disini? bukanya kalian tidak tertarik dengan seni?"ucap suara yang familiar itu, tak lain adalah Ghina Gua lebih kaget lagi sahabat Gua ini keluarga berpengaruh juga, di kehidupan lalu Gua cuma tau dia orang kaya aja.

"ah maaf ya dek kakak lupa, soalnya lagi asik liat anak kecil berebut permen"ucap Yudhistira, ternyata itu kakaknya Ghina tapi kok nggak mirip ya? kalo liat dari warna rambut emang nggak, tapi kalo liat dari mata mereka sama.

"siapa yang kalian bilang anak kecil dasar, tunggu pembalasanku nanti"ucap Leo lalu pergi sambil menahan kesal yang terlihat jelas di mata Gua, Delvano hanya menatapnya tanpa bebicara satu pata kata pun, Yudihstira terkekeh melihat Leo yang nampak seperti anak kecil.

Setelah itu Yudhistira dan Delvano serta Ghina berbincang-bincang di tempat yang jauh dari Gua, Gua putuskan untuk mengikuti Leo, Gua ingin tau apa aja yang direncanakan baji*gan ini. Leo terus berjalan menjauh lalu masuk ke dalam toilet pria, Gua menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak ada yang melihat lalu tanpa basa basi masuk ke bilik toilet tepat bersebelahan dengan Leo, terdengar suara telpon dari sebelah

"Eksekusi nanti para pejabat sial*n itu, lokasi nanti pas acara kunjungan kedutaan nasional selesai, dan cari tau siapa QieronYc, ini pasti ada kaitannya dengan apa yang kakek katakan sebelumnya"ucap Leo dengan nada dingin

baik tuan muda

setelah percakapan singkat itu Leo melangkah pergi, Gua bisa mendengar jelas pergerakan Leo karna ia menggunakan sepatu pantofel, setelah dirasa Leo sudah pergi jauh, Gua keluar dari sana tanpa ada yang tau sedikitpun, perbincangan tadi sempat Gua rekam ternyata mereka mencari Gua, dan tunggu pejabat yang mana yang akan ia habisi? apakah mereka yang menemani Gua ngobrol dengan kedutaan atau pejabat lain?. Masih ada beberapa hari untuk tau siapa orang itu, karna acara ini satu minggu berlangsung.

Gua kembali secepatnya ke tempat Erin membawa Yura dan kakak-kakak Gua ternyata lokasinya tak jauh dari lukisan Gua, Erin sempat mengirim pesan kepada Gua, ia membuat alasan kalau Gua lagi buang air besar di toilet. Alasan ini membuat Gua merasa malu, jujur aja Gua selama di luar belum pernah buang air besar di toilet umum.

Saat Gua mendekat, kak Viera menggeser sedikit kursinya lalu menyuruh Gua untuk duduk di sebelahnya, Gua dengan patuh duduk di sebelah kakak Viera, ia mengelus punggung Gua seakan tau kalo Gua lagi nggak enak badan, ia berkata

"udah mendingan dek? kata Erin kamu sakit perut"ucap kak Viera dengan ekspresi cemas, Gua nggak tau ini perhatian atau malah mengejek Gua

"gimana dek rasanya berak di Wc umum"ucap kak Liam yang seperti biasa orang ini nggak ada habisnya ngejahilin Gua, namun Gua tidak melihat kak Kaylo, kak Viera yang seakan tau apa yang Gua pikirkan ia berkata

"hush kamu ya Liam! kebangetan ya tunggu kamu dirumah nanti, Kaylo pulang dek kataknya mau latihan"ucap kak Viera memarahi kak Liam lalu menjelaskan kenapa kak Kaylo pulang duluan

Gua hanya mengangguk paham, wajar kak Kaylo pulang ia lebih tertarik dengan latihan dia dari pada acara ini, tapi kok dia mau aja ikut kalo dia nggak suka acara ini? tapi setelah Gua pikir kak Kaylo ini agak misterius, karna setiap tindakan yang ia lakukan tidak ada dalam kehidupan Gua sebelumnya.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, acara pameran seni kali ini berjalan sukses, nama Gua makin melambung untuk urusan Leo nanti akan Gua balas secara perlahan tak perlu terburu-buru, kami pulang tanpa kak Kaylo, namun Gua ngerasa capek duduk istirahat di beberapa jajanan pinggir jalan sekalian beli makanan kesukaan ibu, saat Gua menunggu Gua melihat siluet yang familiar di mata Gua, tepat sekali itu kak Kaylo, bukanya kata kak Viera ia latihan? tapi kenapa dia keluar dari alfamart dan sejak kapan ia bawa tas itu? bukanya ia tidak membawa tas sama sekali dan Gua liat ia seperti menelpon seseorang, saat Gua mau kesana, kak Viera mengejutkanku

"Sudah dek?"ucap kak Viera dari belakang

"Eh Ayam! belum kak, ish kakak ini bisa tidak nggak usah ngagetin begitu"ucap Gua sambil mengelus dada kanan Gua, lama lama bisa mati kena serangan jantung Gua

"hahaha maaf dek kamu asik banget kayaknya, lagi liat apa?"tanya kak Viera yang penasaran

"nggak ada kak cuma liat burung terbang di atas Alfamart itu"ucap Gua menunjuk burung gereja yang hinggap di atap mini market, Gua nggak mau bilang kalo Gua liat kak Kaylo, bisa terjadi perang dunia kalo sampe tau

"kenapa Gua ngerasa ada yang janggal?"

Nyahoo sampai sini dulu ya, makasih udah baca ceritaku sejauh ini sampai jumpa di bab berikutnya MUACH

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!