NovelToon NovelToon
Bayang Koridor Di Utara

Bayang Koridor Di Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Romantis
Popularitas:840
Nilai: 5
Nama Author: nana_2

Saat pindah ke SMA Arkana, sekolah tua yang terkenal karena rumor siswa hilang dan lorong terkutuk, seorang gadis dingin bernama Naresha justru tertarik membongkar rahasia itu. Di tengah penyelidikannya, ia terjebak hubungan rumit dengan Arven — ketua OSIS yang tenang, tampan, namun menyimpan sesuatu yang menyeramkan.

Semakin dekat mereka, semakin banyak kejadian aneh terjadi. Bisikan di kamar mandi kosong, bayangan tanpa wajah, hingga siswa yang menghilang satu per satu.

Dan ternyata… sekolah itu memang menyimpan sesuatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 — Halaman yang Robek

Kreeek.

Suara sobekan kertas menggema pelan di tengah jeritan dan getaran ruangan.

Dan begitu halaman pertama buku hitam itu robek—

AAAAAAAAAA—

Penjaga langsung menjerit keras.

Suara mengerikan itu mengguncang seluruh lantai tiga.

Dinding retak semakin parah.

Lampu-lampu yang tersisa meledak bersamaan.

Prang!

Prang!

Prang!

Arven langsung menahan telinganya sambil tetap menggenggam buku itu erat.

Sementara di tengah bayangan hitam…

Evelyn berusaha menahan tubuh besar Penjaga yang mengamuk liar.

“Ayo…” bisiknya menahan sakit. “Cepat…”

Tubuh Evelyn retak semakin banyak sekarang.

Sebagian lengannya bahkan mulai berubah menjadi serpihan cahaya merah.

Naresha langsung panik.

“Evelyn!”

Namun hantu perempuan itu justru menoleh dan tersenyum kecil.

“Ga apa…”

BOOM!

Penjaga menghantam Evelyn keras sampai tubuhnya terpental ke dinding.

Brakkk!

“EVELYN!”

Naresha refleks berlari mendekatinya.

Tubuh Evelyn kini hampir dipenuhi retakan.

Wajahnya mulai samar.

Seperti akan menghilang sedikit demi sedikit.

Namun di tengah kondisinya itu…

Ia masih berusaha tersenyum.

“Kalian harus hidup…”

Deg.

Air mata langsung jatuh lagi di wajah Naresha.

“Jangan ngomong kayak gitu…”

Evelyn perlahan mengangkat tangannya menyentuh pipi Naresha.

Dingin.

Sangat dingin.

Namun sentuhan itu terasa lembut.

“Dulu…” bisiknya lirih, “aku juga pengen diselamatin.”

Kalimat itu langsung menghancurkan pertahanan Naresha.

Tangisnya pecah begitu saja.

Sementara Arven kembali merobek halaman berikutnya.

Kreeek!

Jeritan Penjaga semakin keras.

Makhluk tanpa wajah itu mengamuk liar sekarang.

Bayangan hitam menyerang ke segala arah.

Pak Damar sampai jatuh terseret ke lantai.

“ARGH!”

Pria itu mencoba bangkit sambil wajahnya penuh ketakutan.

Ia benar-benar terlihat takut.

“Dia kehilangan kendali…” bisiknya panik.

Arven terus merobek halaman demi halaman.

Dan setiap halaman robek—

Bayangan hitam di tubuh Penjaga mulai hancur sedikit demi sedikit.

Namun bersamaan dengan itu…

Tubuh Evelyn juga semakin memudar.

Naresha menggigit bibirnya kuat-kuat.

Ia tahu ini satu-satunya cara.

Tapi tetap saja…

Melihat Evelyn perlahan menghilang terasa menyakitkan.

“Sha…”

Naresha menoleh cepat.

Arven berdiri di tengah lingkaran merah dengan napas berat.

Simbol merah di tubuhnya kini mulai memudar perlahan.

Namun wajah cowok itu pucat sekali.

“Bukunya hampir habis.”

Deg.

Naresha langsung melihat sisa halaman yang tinggal sedikit.

Penjaga mulai bergerak liar menuju Arven.

“JANGAN AMBIL DIA!”

Suara banyak orang keluar bersamaan dari tubuh monster itu.

“DIA MILIK KAMI!”

Bayangan hitam langsung melesat menuju Arven.

Cepat.

Terlalu cepat.

Namun Evelyn berdiri lagi.

Walau tubuhnya hampir hancur.

“Aku bilang…”

Tatapannya berubah tajam.

“JANGAN SENTUH MEREKA!”

Brakkk!

Evelyn menghantam Penjaga sekali lagi.

Dan untuk sesaat…

Monster itu tertahan.

Arven langsung merobek halaman terakhir.

KREEEK!

Sunyi.

Semua mendadak diam.

Tidak ada jeritan.

Tidak ada bisikan.

Tidak ada suara langkah.

Hanya suara napas berat mereka yang tersisa.

Lalu perlahan…

Buku hitam itu mulai terbakar sendiri di tangan Arven.

Api merah menyala dari dalam halaman-halamannya.

Dan Penjaga…

Mulai hancur.

Tubuh besar tanpa wajah itu retak seperti batu tua.

Bayangan hitam keluar dari seluruh tubuhnya.

Jeritan terakhirnya menggema memenuhi sekolah.

AAAAAAAAAAAA—

Kemudian—

Brak.

Tubuh Penjaga hancur menjadi abu hitam.

Hilang.

Sunyi.

Ruangan akhirnya benar-benar tenang.

Naresha langsung menoleh ke Evelyn.

Dan jantungnya seketika terasa jatuh.

Karena tubuh hantu perempuan itu kini hampir transparan.

Retakannya menyala pelan seperti cahaya terakhir sebelum padam.

Evelyn menatap Naresha dan Arven bergantian.

Lalu tersenyum kecil.

Kali ini…

Senyumnya terlihat damai.

“Akhirnya selesai juga…” bisiknya lirih.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!