Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayak Bebek
Setelah drama Aretta berteriak histeris karena pipinya sudah di kecup oleh Kaivan tadi, saat ini mereka sedang berada di kantin dengan wajah Aretta yang tampak murung dan cemberut.
Aretta masih kesel dengan Kaivan yang sangat tidak sopan mengecup pipi chubbynya seenak jidat, bahkan mereka tidak saling kenal tapi Kaivan sudah berani nyosor². Ralat lebih tepatnya hanya Kaivan yang mengenal Aretta tapi Aretta tidak mengenal Kaivan.
"Dasar laki-laki tukang nyosor gue sumpahin tuh bibir panjang kek bebek."
"Gak sopan banget sih huaaaaa pipi chubby gua jadi gak suci lagi."
"Liat aja lo bakalan gue balas berkali-kali lipat karena udah berani nyosor²."
"Dasar dasar dasar dasar kang mesum kang nyosor."
Alex mengernyit heran pasalnya Aretta dari tadi misuh-misuh tidak jelas. "Lo ngapa sih dek?" Tanya Alex.
Aretta menoleh menatap Alex dengan mata yang berkaca-kaca. "Abang." Rengek Aretta.
"Kenapa dek?" Ucap Alex lembut.
"Tadi ada yang nyosor² pipi adek hiksss." Ucapnya lirih.
Uhukkkkk....uhukkkkk
Daniel dan Evan yang mendengar ucapan Aretta menjadi tersedak. Sedangkan Alex, Aries dan Zergan menjatuhkan rahangnya melihat Aretta dengan tatapan cengonya. Bagaimana dengan sang pelaku si Kaivan? Tentu saja dia senyum-senyum sendiri sambil menatap Aretta dengan tatapan menggodanya.
Aretta mendengus sebal melihatnya menatap Kaivan dengan tatapan permusuhannya, ia masih terbayang-bayang pipinya di kecup sama Kaivan sebab seumur² Aretta tidak pernah kontak fisik dengan lawan jenis.
Waktu di dalam tubuh Aretta ia juga tidak pernah kontak fisik dengan lawan jenis selain keluarganya. Walaupun Aletta bar-bar dan pecicilan tapi ia tahu batasan dan menjaga dirinya sebaik mungkin dari laki-laki kadal buntung. Lalu hari ini di raga Aretta secara tiba-tiba ada yang berani mengecup pipi chubbynya tanpa izin yang lebih parahnya lagi Aretta tidak mengenal cowok itu. tentu saja ia syok karena baru pertama kalinya kontak fisik dengan lawan jenis secara tiba-tiba.
"Maksud lo gimana? Pipi lo gak suci lagi? emang pipi lo kenapa udah gak suci lagi? bukannya kalo udah gak suci lagi tandanya cewek udah longgar ya?" Tanya Evan dengan polos. Mendengar ucapan Evan membuat mereka menggeram tertahan. Tidak tau kondisi sekali sahabatnya ini pikir mereka.
"Evan." Ucap geram Alex, Zergan dan Daniel.
Plak
Dengan entengnya Daniel menggeplak kepala Evan dengan harapan otak Evan tidak konslet lagi.
"Lo kalo ngomong tau kondisi bego ucapan lo gak di saring dulu." Kesel Daniel.
"Emang gue salah? Kan ucapan gue bener kalo cewek gak suci itu dia udah longgar." Ucap Evan yang tak mau di salahin.
"Salah bego gak suci lagi itu si Jono cowok masuk ke itu kini cewek kalo tuh cewek belom pernah ngerasain sih bakalan sakit banget bahkan sampe berdarah tapi kalo udah biasa tuh cewek bakalan keenakan." Ucap Daniel dengan frontal. Tanpa Daniel sadari bahwa ucapannya barusan akan membawa dirinya dalam bahaya.
Suasana yang tadinya adem kini berubah jadi dingin dan itu di rasakan oleh Daniel dan Evan. Alex dan Kaivan mengeluarkan aura yang membunuh, dengan tatapan membunuhnya yang mengarah ke dua sahabatnya.
Tubuh Daniel dan Evan tiba-tiba merinding mereka mengusap² tengkuk lehernya sebab suasananya menjadi lebih mencengkeram.
"Ko tiba-tiba jadi horor yah." Ucap Daniel yang belum menyadarinya.
Evan menoleh ke arah Daniel. "Aura ini kek gak asing bagi gue Niel." Ucap Evan.
Daniel mengangguk mengiyakan ia juga merasa gak asing dengan aura membunuh ini. Tiba-tiba Daniel dan Evan saling tatap mereka mengeluarkan isi pikiran yang ternyata pikiran mereka sama.
"Jangan bilang...." Ucap mereka ber dua kali menoleh ke arah Alex dan Kaivan.
Dam it!
"Mampus." Umpat Daniel dan Evan bersama.
Dugaan mereka ber dua benar ternyata aura yang membunuh itu dari Kaivan dan Alex. Liat saja Alex dan Kaivan menatap mereka ber dua dengan tatapan yang tajam menusuk menyorot kemarahan kepada mereka ber dua seperti memberikan peringatan 'habis kalian'.
Glek
Daniel dan Evan menelan salivanya dengan susah payah mereka tau arti tatapan dari ketuanya itu. Daniel dan Evan bingung kenapa Alex dan Kaivan menatapnya seperti itu. Emang dirinya salah apa? Perasaan gak punya salah apa-apa, tapi kenapa ke dua sahabatnya itu menatapnya seperti itu kan jadi takut.
Eh tunggu, tiba-tiba mata Daniel dan Evan melotot mereka baru menyadari kesalahan apa yang baru saja mereka perbuat. Pasrah, mereka benar-benar pasrah karena setelah ini ketuanya akan memberikan hukuman yang membuatnya sangat lelah bukan hanya fisik tapi lelah batin juga.
"Hehehe pissss bos." Ucap Evan cengengesan mengangkat 2 jarinya membentuk V.
"Ampun bos kita gak bermaksud." Ucap Daniel dengan wajah melasnya.
Kaivan tak menanggapi ucapan mereka ia masih tetap menatap ke dua sahabatnya dengan tatapan yang tajam. "Jam 9 malam." Ucapnya dingin seperti tak mau di bantah.
"Mampus dah." Batin Evan.
"Pasrahlah gue." Batin Daniel.
Sedangkan di posisi Aretta dirinya masih menegang masih mencerna ucapan Daniel, tiba-tiba dirinya bergidik ngeri membayangkan bahwa dirinya di posisi itu.
"Astaga gue pernah baca tentang itu dan ternyata benar kalo baru pertama kali ngelakuin itu bakalan sakit, tapi gue juga pernah denger dari siswi² di sekolah dulu kalo udah sering ngelakuin itu bakalan keenakan." Batin Aretta.
"Kalo emang enak pantesan mereka suka banget ngelakuin itu bahkan rela jadi perempuan malam. Tapikan kali ngelakuin itu yang baru pertama kali sakit banget terus katanya badannya kek di belah dua gitu." Batin Aretta meringis ngeri sekaligus ngilu.
Membayangkannya saja sudah membuat Aretta merinding sebadan², tapi Aretta juga penasaran bagaimana rasanya. Katanya sih enak sebab teman-temannya rata-rata dari mereka memutuskan untuk menjadi perempuan malam selain mereka mendapatkan kenikmatan dunia mereka juga mendapatkan duit yang banyak.
Sementara Kaivan sedari tadi memperhatikan Aretta saja ia tau isi pikiran Aretta. Kaivan mendekatkan bibirnya ke telinga Aretta yang membuat tubuh Aretta menegang. "Gak usah mikirin yang macem-macem sayang jika sudah mencoba aku yakin kamu akan ketagihan dan semuanya akan baik-baik saja." Bisik Kaivan lalu mengecup pipi Aretta.
Tubuh Aretta menegang matanya melotot dan jantungnya berdebar kencang, sumpah demi apa suara Kaivan itu lebih horor dari pada suara kuntilanak. Suara yang seksi dengan deep voicenya membuat Aretta menjadi candu sekaligus merinding, oke fix suara Kaivan sangat tidak bagus buat kesehatan jantungnya.
Aretta yang mulai tersadar langsung menoleh ke arah Kaivan yang berada di sampingnya. "Kaivan brengsek" Geram Aretta melototi Kaivan dengan tatap tajam yang sayangnya itu sangat menggemaskan di mata Kaivan.
•
•
•
Typo beterbaraaaaaannnnnn :(
Jangan lupa tinggalkan jejak komentarnya