" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
say thank you
"Hallo sayang" sapa khanza begitu telefon di angkat
" cantik lagi dimana? " tanya zaviar lembut, membuat ketiga orang yang duduk dekat khanza mendengar dan langsung meleleh seperti merasa mereka yang dicintai
" D i coffeshop lantai dasar. sayang udah selesai? " tanya khanza tak kalah soft spoken
" Udah cantik, tunggu yah, aku jemput kesana" ucap Zaviar
" Eh, aku yang naik gpp ko sayang. Ini ada lisa disini" ucap khanza
" it's ok baby.. Aku udah masuk lift, tunggu aku yah cantik, love you" ucap zaviar, khanza tak menjawab langsung mematikan telefonnya. Sedangkan luna, lulu, dan lusi yang mendengar samar samar merasa ingin histeris melihat kemesraan atasnnya yang sangat gemas itu. Mereka berusaha tenang, walaupun salting.
" kayanya rapat mereka udah selesai. maaf yah aku ganggu waktu kalian kalau kalian dimarahin atasan kalian, bilang aja disuruh pak zaviar hehe" ucap khanza
" gak apa bu, kita seneng bisa nemenin ibu" ucap lusi, mereka bertiga pamit, lusi dan lulu sudah berjalan terlebih dahulu, khanza memberhentikan langkah luna. lusi dan lulu meninggalkan luna disana.
"oh iyah, luna, saya boleh minta kontak kamu? " pinta khanza, sontak luna terkejut, seorang istri dari CEO perusahaan bergensi di negara ini meminta kontaknya.
" tentu saja bu, boleh dengan senang hati" ucap luna.
Setelah mereka bertukar nomor, tak lama Zaviar, Erik dan Zafran sudah datang dan menghampiri mereka. Zaviar langsung memeluk istrinya dan mencium puncak kepalanya.
Gila, gw yang meleleh berasa nonton drakor gini
ucap luna dalam hati. Sedetik kemudia mata luna bertemu dengan mata zafran yang berdiri di samping zaviar.
Aduh gw harus apa, gugup banget
ucap luna bingung dalam hatinya
" sayang, say thank you sama luna yah. Dia dari tadi nemenin aku sebelum lusi dateng. Kalau dia di marahin atasanya gimana?" ucap khanza
" luna, terimakasih telah menjaga istri saya. " ucap zaviar
" sama sama pak " ucap luna terbata
" rik urus, bantu bilang pak kaisan" ucap zaviar pada erik.
" siap zav" jawab erik yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat zaviar.
Erik segera menghubungi bagian kepala HRD dan menjelaskan apa yang terjadi, luna masih terkesima dengan apa yang terjadi.
Zafran masih menatap luna yang terlihat bingung, tanpa terlihat oleh siapapun dia menyunggingkan senyum yang sangat tipis.
Ekspresi muka nya gemesin banget
ucap zafran dalam hatinya.
" done zav" ucap erik. Luna yang mendengar hal itu segera berpamitan.
" bu khanza pak zaviar saya berterima kasih banyak untuk makan siangnya dan juga kebaikan bapak dan ibu"
" luna, boleh panggil saya mba aja atau ka kaya zafran biasa manggil saya? " pinta khanza, membuat luna terkejut.
" hah?! " ucap luna reflek karena terkejut, membuat khanza tertawa
" luna, saya kan gak kerja disini, jadi kamu bisa panggil saya kaka, saya juga bukan atasan kamu" ucap khanza.
" ta.. pi bu.. " ucap luna bingung, dia tak berani menatap zaviar apalagi zafran
" sayang, gpp kan? " tanya khanza pada zaviar
" gpp sayang, terserah kamu aja" ucap zaviar lembut
" tuh luna, kata pak zaviar gpp.. Kamu gak usah takut dimakan sama dua manusia ini. Mereka baik ko" ucap khanza tersenyum.
Entah kenapa dari saat bertemu dengan luna, Khanza merasa luna selalu gugup dengan aura intimidasi zaviar dan zafran. Emang iyah sih selain mereka anak pemilik perusahaan, mereka berdua di kenal memiliki aura dingin dan intimidasi kuat. Jarang ada orang yang bisa mendekat kemereka. Tapi pagi ini, saat mereka bertemu di lift, khanza langsung menyukai luna. terlebih, khanza merasa adik ipar nya juga tertarik kepada wanita ini.
"Baik... K.. A" ucap luna terbata. Ia sangat gugup sekali. Gugup karena istri bos nya meminta memanggilnya ka, dan gugup karena zafran dari tadi melihat ke arahnya.
Ko lucu?
ungkap zafran dalam hatinya.
Ini pertamakalinya dia tertarik dengan wanita.
" makasih yah luna... Mulai sekarang kita berteman. Aku lebih seneng kalau kamu mau jadi adik aku sih" ucap khanza antusias
" terimakasih bu.. Eh.. Ka" ucap luna dengan cepat meralatnya membuat khanza tertawa.
" ya udah kaka pamit pulang yah luna, kalau dua orang ini jahatin kamu, lapor ke kaka yah. Kita udah tukeran nomor kan" ucap khanza.
" baik ka"
" jangan terlalu kaku luna. Kita kan udah berteman. Kalau dua orang ini marahin kamu, lapor aku yah. Inget loh" ucap khanza. Bagaimana mungkin itu terjadi, luna hanya butiran debu dia tidak akan bertemu dengan dua petinggi mahesa grup ini.
"ah gak mungkin ka .." ucap luna terhenti saat menatap zafran. Khanza dan zaviar menyadari ada sesuatu di antara mereka, kedua pasangan ini hanya tersenyum tipis. Sedangkan luna, dia tidak bisa melanjutkan kata katanya karena terlalu gugup di tatap oleh zafran secara intens.
" ya sudah, yuk kita ke rumah sakit sayang periksa kandungan. Ran, kaka pergi dulu yah" pamit zaviar menggandeng tangan istrinya, di susul erik dan lusi di belakangnya.
" dah luna" ucap khanza ramah dan tersenyum. Luna dengan reflek mengangkat tangannya juga dan membalas senyuman khanza. Sedangkan zafran dari tadi hanya memperhatikan luna, entah kenapa dia merasa tertarik untuk menggoda luna.
Luna yang merasa diperhatikan, dia hanya bisa menundukan kepala, tak berani melihat Zafran. Tapi ia mencoba untuk berpamitan.
" Maaf pak, saya pamit ke atas dulu" ucap luna terbata dan terburu buru. Luna langsung berbalik tanpa menunggu di iyakan oleh zafran.
" luna" panggil zafran.
Luna yang mendengar namanya di panggil, langsung membisu, dia tak menyangka zafran akan memanggilnya. Luna berbalik pelan
" kamu gak inget saya? " tanya zafran memastikan
WHAT!!! ZAFRAN INGET GW !!!!
Demi tuhan demi tuhan, nikmat mana yang kamu dustakan tuhan
Teriak luna bahagia
Melihat tak ada respon dari luna, zafran semakin mendekatkan tubuhnya ke arah luna membuat luna gugup dan mukanya merah padam. Zafran mengikis jarak di antara mereka. luna terdiam terpaku, ia seperti tidak dapat menggerakan kakinya. Dengan jarak zafran sedekat ini membuat nafas luna semakin tertahan.
" Melin.. Da.. Luna aruna" ucap zafran dengan suara halus namun penuh penekanan pada telinga luna
" seneng bisa ketemu kamu lagi" ucap zafran dan mengusap puncak kepala luna, dan berlalu meninggalkan luna. Zafran menyunggingkan senyum.
Baru digoda sedikit, mukanya udah merah padam, bikin gemas
ucap zafran dalam hatinya
Luna yang tidak percaya apa yang baru saja terjadi, hanya bernafas lega setelah zafran meninggalkannya, dia merasa tidak bisa berdiri tegak.
" astaga jantung gw gak aman" ucap luna pada dirinya sendiri.
" Hal baik apa yang gw lakuin belakangan ini ya tuhan, sampai cinta bertepuk sebelah tangan gw tau gw hidup di dunia" ucap luna kembali.
***