NovelToon NovelToon
100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

100 Cerpen Tengah Malam Untuk Anak-Anak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:95
Nilai: 5
Nama Author: R.H Rahman

Kumpulan kisah yang dapat membangkitkan kognitifitas, ketakutan dan kenangan masa kanak-kanak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.H Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Setelah cukup mengisi perut dengan makanan, mereka duduk bersandar di batang pohon besar, menikmati kehangatan matahari yang semakin tajam menembus dedaunan. Suasana tenang. Terlalu tenang. Tapi mereka tahu, ketenangan ini hanyalah jeda sebelum badai berikutnya.

Sulaiman melihat kedua anak buahnya yang mulai mengantuk karena kekenyangan dan kelelahan. Ia segera menepuk bahu mereka.

"Hei! Jangan tidur! Kita belum aman!!" tegurnya.

"Tapi Bos, ngantuk sekali..." rengek Deri.

"Dengar aku, sebelum kalian tidur atau melangkah lagi, ingat baik-baik aturan bertahan hidup yang akan aku sampaikan sekali ini saja. Kalau kalian langgar, nyawa tidak bisa ditawar."

Sulaiman menarik napas panjang, lalu mulai berbicara dengan nada serius yang jarang ia gunakan.

"Pertama: Jaga Cairan Tubuh.

Kalian sudah merasakan bagaimana rasanya haus. Itu lebih sakit daripada dipotong parang. Jadi, aturannya: Minum sedikit tapi sering. Jangan buang air kecil kalau tidak terpaksa. Air seni itu bisa kalian minum lagi kalau keadaan sangat darurat, meski sangat tidak enak, tapi itu lebih baik daripada mati dehidrasi. Hindari bergerak di saat matahari paling terik sekitar jam 11 sampai jam 2 siang. Itu buang-buang tenaga dan air."

"Kedua: Makanan.

Apa saja yang bergerak dan bukan kita, itu bisa jadi makanan. Kecuali yang berbulu halus, berwarna mencolok, atau berbau busuk. Itu racun," lanjut Sulaiman, suaranya berat dan tegas di tengah heningnya hutan. "Ingat, di alam liar, yang cantik-cantik biasanya yang paling mematikan. Seperti wanita..." ia mencoba melontarkan gurauan tipis untuk mencairkan suasana, tapi tawanya mati di tenggorokan saat melihat wajah Herman dan Deri yang tetap datar dan ketakutan.

Mereka tidak dalam kondisi untuk bercanda.

Perut yang sudah terisi memberikan energi baru, tapi tidak menghilangkan fakta bahwa mereka masih tersesat di jantung hutan yang membenci mereka. Matahari memang sudah tinggi, menyinari tanah hutan dengan cahaya keemasan yang membelah kabut, namun suasana di sekitar mereka terasa... salah.

Terlalu hening.

Setelah makan siang yang sederhana namun bergizi itu, Sulaiman memerintahkan istirahat selama satu jam saja. Mereka duduk bersandar pada batang pohon besar yang akarnya menjalar seperti ular-ular batu.

"Tidurlah kalau bisa. Tapi setengah mata tetap terbuka," pesan Sulaiman. Ia sendiri tidak bisa memejamkan mata. Instingnya yang tajam merasakan ada yang tidak beres. Udara terasa berat, listrik statis terasa menyengat di kulit.

Deri dan Herman segera terlelap karena kelelahan ekstrem. Napas mereka terdengar menanjak dan tidak beraturan.

Sulaiman mengeluarkan rokok kretek terakhir dari saku jaketnya yang sudah compang-camping. Ia menyalakannya. Asap putih mengepul perlahan ke atas, bercampur dengan udara hutan. Ia memejamkan mata sejenak, mencoba berpikir jernih.

Kompas rusak. Tanda jalan hilang. Gubuk berulang. Makhluk-makhluk penjaga... Ini bukan hutan biasa. Ini adalah dimensi sela. Tempat antara dunia orang hidup dan alam baka.

Tiba-tiba...

Wrrrrrr... wrrrrrrr... wrrrrrrr...

Suara itu kembali.

Bukan dari luar. Bukan dari kejauhan.

Suara gergaji mesin itu terdengar tepat di dalam telinganya. Di dalam kepalanya.

Sulaiman tersentak, matanya langsung terbuka lebar. Ia menepuk telinganya, mengira ada serangga masuk. Tapi suaranya tidak hilang. Justru semakin jelas.

"Potong... potong... potong..."

Bisikan-bisikan itu mulai terdengar. Bukan suara orang lain. Itu adalah suaranya sendiri. Suara pikiran bawah sadarnya yang diperkuat dan dipelintir menjadi sesuatu yang jahat.

"Lihat pohon itu... besar sekali... harus ditebang... potong... potong semuanya..."

Sulaiman menoleh ke arah pohon besar di depannya. Pohon yang sangat besar, batangnya kokoh, rindang. Tapi saat ia melihatnya melalui mata yang mulai terganggu, pohon itu tidak terlihat seperti kayu.

Batang pohon itu perlahan berubah bentuk. Kulit kayunya yang kasar berubah menjadi tekstur kulit manusia. Akar-akarnya berubah menjadi urat-urat darah yang menonjol. Dan di bagian atas, dahan-dahannya berubah menjadi tangan-tangan yang terikat.

Dan dari celah-celah kulit pohon itu muncul kepala-kepala ular yang tadi malam mereka basmi. Ribuan potongan kepala jelmaan jin yang menatapnya penuh kebencian dan rasa sakit.

"Kau yang memotong kami... kau yang membunuh kami... sekarang giliranmu yang harus dipotong..."

"ARGH!!!" Sulaiman menjerit, berdiri dan mengayunkan tangannya ke udara. "Diam! Diam kalian!"

Gerakannya yang tiba-tiba, sontak membangunkan Herman dan Deri.

"Ada apa Bos?! Dia datang lagi?!" teriak Herman panik, langsung meraih parangnya.

"Bukan... tidak..." Sulaiman menggeleng kuat-kuat, memegang kepalanya. "Di kepalaku... suaranya ada di kepalaku..."

Deri menatap Sulaiman dengan wajah pucat. "Bos... mata Bos... matanya merah sekali..."

Sulaiman menyadari sesuatu yang mengerikan. Pengaruh hutan ini tidak hanya bekerja saat malam. Tidak hanya saat gelap. Hutan ini dapat menyerang pikiran secara langsung, memanipulasi syaraf, membuat akal berhalusinasi bahkan di siang bolong yang terang benderang.

"Ini... ini serangan psikis tahap dua," gumam Sulaiman berusaha tetap sadar. "Dia tidak butuh gelap untuk membunuh kita. Dia bisa membuat kita terbunuh perlahan melalui tindakan serampangan yang bodoh dan ceroboh."

"Kita harus pergi! Sekarang juga!" Sulaiman menarik tangan Herman dan Deri. "Jangan diam di satu tempat terlalu lama! Kalau kita diam, pikiran kita yang akan dimakan!"

Mereka kembali berjalan. Kali ini lebih cepat. Mereka harus menjaga otak mereka tetap sibuk, tetap fokus pada langkah kaki, pada jalan setapak, pada apa pun selain suara bisikan itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!