NovelToon NovelToon
Puncak Abadi

Puncak Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: RiZESheall

Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gua Naga Jatuh

Yan Ruyu memiliki sebuah penyakit yang aneh dan telah lama dia alami, dimana di waktu-waktu tertentu dalam beberapa waktu, dia akan merasakan hawa dingin yang berasal dari dirinya.

Hawa dingin itu tidak akan langsung kuat di awal. Namun jika dibiarkan perlahan-lahan, dalam beberapa waktu sehari atau lebih, hawa dingin yang dia alam akan menguat dan sampai membekukan tubuhnya.

Karena hal itu lah, demi mencegah hawa dingin yang lama-lama akan membekukan tubuhnya, Yan Ruyu harus selalu siap untuk pil api yang bisa menekan hawa dingin itu.

Namun pil api hanyalah untuk menekan penyakit hawa dingin Yan Ruyu itu, dan bukan untuk menyembuhkannya.

Wajah Yan Ruyu tampak lelah ketika dia mengatakan penyakit yang dia miliki itu. Dia sangat lelah karena terlalu lama untuk menahan hawa dingin itu selama bertahun-tahun sejak dia lahir.

"Apa tidak ada yang bisa melihat hal itu, dan menyembuhkannya?" Tanya Yun Fei lagi.

Yun Fei merasa prihatin dengan kondisi Yan Ruyu itu.

Hanya dari melihat wajah Yan Ruyu yang terlihat lelah itu, Yun Fei bisa tau kalau dia sudah pasrah dengan hal itu, dan tidak mengharapkan apapun lagi untuk menyembuhkan penyakit hawa dinginnya.

Yan Ruyu wajahnya murung dan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada satupun orang yang mengetahui tentang kondisi ku, tuan muda. Ayahku telah mengundang cukup banyak alkemis yang cukup berkemampuan, untuk melihat kondisiku."

"Tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa melihat apa yang ada dalam tubuhku..."

Wajah Yi'er dan juga pak tua Ding terlihat murung, mereka juga tau tentang hal itu dan tau penderitaan Yan Ruyu selama ini.

Yun Fei merasa dia sedikit bersalah karena menanyakan hal itu. Dia hanyalah orang luar dan kebetulan bertemu dengan ketiganya.

Namun karena dia telah menyelamatkan mereka, Yun Fei jadi sampai membuat Yan Ruyu menceritakan dirinya, itu terlihat penyesalan Yan Ruyu yang membuatnya tidak berdaya.

Yun Fei merasa tidak enak dengan Yan Ruyu dan dia meminta maaf dengan tulus karena menanyakan sesuatu yang tidak seharusnya orang luar sepertinya bertanya-tanya.

Yan Ruyu tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya dengan lemah. "Em em, tuan muda tidak perlu seperti itu. Lagipula orang-orang di kota Anggrek pun sudah mengetahui penyakit ku ini. Dan lagi penyakit ini tidak bisa disembuhkan, jadi biarlah..."

Suasana di kereta itu menjadi canggung karena pertanyaan Yun Fei yang terlalu sensitif untuk Yan Ruyu.

Kereta kuda terus berjalan dan terus melewati jalan menuju kota Anggrek.

Waktu berlalu dengan cepat dan matahari memancarkan sinar jingga sore hari, dan langit perlahan mulai terlihat meredup sebelum malam tiba.

Kereta dengan mudah melewati gerbang kota dan masuk kedalam kota.

Yun Fei mengisyaratkan menepuk pak tua Ding untuk menghentikan kereta kuda.

"Ada apa teman kecil Yun?" Pak tua Ding.

Yan Ruyu juga ingin tau kenapa Yun Fei meminta pak tua Ding menghentikan kereta mereka.

Yun Fei melompat dari kereta. "Aku sampai disini saja."

Ah! Tuan muda Yun, apa kau tidak mau kembali bersama kami ke kediaman keluarga Yan?" Yan Ruyu terlihat kecewa dan mengerucutkan bibirnya.

Yi'er di samping juga terlihat enggan Yun Fei berpisah dengan mereka tepat setelah mereka memasuki kota.

"Aku memang ingin menemani kalian, tapi sekarang ini kita sudah sampai di kota, jadi tujuan awal ku untuk bersama dengan kalian sudah sampai." Jelas Yun Fei.

Meski dia bisa saja menerima kebaikan dan ketulusan dari Yan Ruyu dan yang lainnya untuk beberapa hal karena menyelamatkan mereka, namun Yun Fei tidak menginginkan hal seperti itu.

Memang dia sudah menyelamatkan Yan Ruyu dari orang-orang itu sebelumnya. Namun siapa yang akan mempercayainya jika Yun Fei yang hanya sekedar lapisan ke-2 ranah Pemurnian Qi, bisa membunuh tiga orang di lapisan ke-6 Pemurnian Qi.

Meski Yan Ruyu, Yi'er, dan pak tua Ding bisa bersaksi karena melihatnya, tidak mungkin orang lain akan mempercayainya.

Dan lagi, kediaman keluarga Yan, orang-orangnya tidak mungkin mempercayai cerita itu, dan mungkin akan memberikan hal buruk bagi Yun Fei nantinya.

"Baiklah, aku pergi sekarang." Yun Fei melambai pada ketiganya dan lalu langsung berbalik untuk pergi.

Yan Ruyu ingin membuka mulutnya dan menghentikan Yun Fei untuk pergi. Namun Yun Fei telah cukup jauh dan menghilang di tengah kerumunan orang.

"... Uh, padahal aku ingin tuan muda Yun, ikut dan kembali kerumah..." Suara Yan Ruyu pelan.

Dia ingin bersikap ramah terhadap dermawannya yang sudah menyelamatkannya. Namun Yun Fei pergi begitu saja, yang membuat Yan Ruyu kecewa.

Yi'er menenangkan Yan Ruyu yang kecewa itu. Kemudian bersama keduanya, pak tua Ding memacu kuda dan kemudian melanjutkan lagi kereta kuda mereka.

Di salah satu gang kecil di salah satu jalan utama kota, Yun Fei keluar dari sana dan melihat ke arah mana kereta kuda itu pergi.

Memandang dengan menyipitkan mata. "Aku merasa ini keputusan yang tepat." Yun Fei bergumam.

"Mengikuti si nona Yan Ruyu dan keduanya itu, itu pasti akan membawa sesuatu yang sangat merepotkan nantinya."

Menggelengkan kepalanya, Yun Fei lalu berjalan ke arah yang lain.

Yun Fei memiliki cukup uang yang ditinggalkan oleh Yang Yunfeng sebelum dia pergi itu.

Sebuah penginapan di salah satu jalan utama kota Anggrek, paviliun Anggrek Ungu.

Yun Fei mengeluarkan beberapa keping perak pada resepsionis paviliun. "Aku ingin sebuah kamar. Berapa yang ku butuhkan untuk 5 hari disini."

Resepsionis itu menyebutkan harganya dengan santai.

Setelah resepsionis itu mengkonfirmasinya, dia lalu memberikan token kayu, kunci sebuah kamar.

Mengambil token kayu itu, Yun Fei lalu pergi dan masuk ke kamar yang dia dapat.

Hari itu gelap, dan malam hari itu langit malam dipenuhi oleh cahaya bintang.

Hahhh... Yun Fei menghela nafas panjang.

Dia sudah membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya yang sebelumnya cukup lama dia pakai.

Yun Fei membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Hahh, aku sudah mengisi perut ku, ini waktu yang damai saat ini..."

Sebelumnya setelah dia bertarung dengan tiga orang yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, Yun Fei berhasil mendapatkan keberuntungan, dimana dia membuka jalur spiritual yang ke 8 setelah pertarungan.

Namun saat itu, Yun Fei tidak bisa memeriksa tubuhnya. Tapi sekarang dia memiliki cukup waktu, yang bisa dia gunakan untuk memeriksa kultivasinya.

Menenggelamkan pikirannya dalam tubuhnya, Yun Fei mulai memperhatikan setiap hal yang berubah dalam tubuhnya.

8 jalur spiritual telah terbuka, sirkulasi Qi dan juga penyerapan Qi saat berkultivasi itu menjadi semakin baik.

Hal-hal baik selalu datang pada mereka yang memiliki keteguhan hati dan tekad yang kuat.

Kondisi Yun Fei sekarang adalah kondisi yang lebih baik dari dirinya yang sebelumnya.

Merasakan dengan hati-hati, Yun Fei menyadari jika tanpa berkultivasi dengan seni asal yang murni, dia terus merasakan hal baik, di saat inti asal miliknya terus berputar dan mengkultivasi, Yun Fei menjadi cukup beruntung sebagai orang yang memiliki inti asal.

Membuka matanya kembali, Yun Fei menyimpulkan dengan hati-hati jika memiliki inti asal itu, tanpa berkultivasi pun dia bisa lebih hal itu

"Kultivasi ku ternyata menjadi lebih baik..."

Meski Yun Fei tidak bermeditasi sesaat dia membuka jalur spiritual yang ke 8, kultivasinya tidak memiliki kekurangan dan dia secara hati-hati, merasakan kultivasinya telah mencapai puncak lapisan ke-2.

Setelah memastikan bahwa kultivasinya baik-baik saja dan tidak ada yang salah, Yun Fei lalu mencari posisi dan duduk bersila.

Yun Fei dengan memejamkan matanya, dia memulai seni asal yang murni, berkultivasi dan mencoba menjadi lebih kuat lagi.

Setelah membuka jalur spiritual ke 8, Yun Fei berencana untuk membuka jalur spiritual yang selanjutnya.

Meski dia baru saja membukanya belum lama ini, namun setelah memperhatikan baik-baik kondisinya, Yun Fei merasa dia akan bisa langsung membuka jalur spiritual yang berikutnya tanpa masalah.

Dia merasakan energi spiritual yang sangat murni mengalir di udara memasuki tubuhnya, perlahan-lahan mulai merasakan setiap perubahan yang ada.

Sebuah dinding yang menghalangi bisa dirasakan. Itu adalah dinding yang menghalangi jalur spiritual yang berikutnya.

Yun Fei memberikan perhatian yang lebih pada dinding itu, namun meski terasa tipis, tapi itu terasa sangat kuat dan sulit untuk ditembus.

Yun Fei tidak menyerah begitu saja dan terus-menerus mencoba menembus dinding itu.

Setelah beberapa jam kemudian, Yun Fei berhenti melakukannya, dia menghentikan kultivasinya.

Setelah beberapa jam berusaha, Yun Fei tidak bisa menembus dinding tipis itu. Namun meski begitu dia merasa prosesnya lebih baik, karena dia merasa dia sudah merusak dinding tipis itu sebanyak delapan puluh persen.

Meski merasa sedikit frustasi, namun Yun Fei tidak begitu larut karena belum berhasil menembus membuka jalur spiritual berikutnya.

Keesokan harinya, pagi hari begitu cerah dengan matahari yang mulai naik, begitu banyak orang yang berjalan kesana-kemari di kota Anggrek.

Di restoran kecil yang tepat di sebelah penginapan, Yun Fei telah duduk di sana dan masih tetap disana setelah mengisi perutnya.

Beberapa orang tengah duduk di seberang dan dari awal terus bercerita.

Seorang pria dengan pakaian biasa dan beberapa orang lainnya.

"Apa kalian ingat, sepertinya tempat itu akan terbuka lagi dalam waktu tiga hari." Ucap pria itu.

Tiba-tiba mengatakan sesuatu, membuat ketiga orang lainnya yang didepannya bertanya-tanya.

"Hah, apa kalian tidak mengingatnya?"

"Yang ku maksud itu adalah gua naga jatuh."

Semua orang terkejut dan menjadi lebih serius.

"Ah, tempat itu kah, sepertinya memang benar, melihat dari waktunya setelah lima tahun terakhir, ini adalah waktu-waktu dekat tempat itu terbuka lagi." Seru pria lainnya.

Pria itu kemudian kembali berbicara. "Ya, gua naga jatuh itu seharusnya dalam waktu tiga hari, akan terbuka lagi. Aku ingin sekali memasuki tempat itu."

"Tempat itu sebuah gua rahasia yang penuh dengan kejutan harta. Jika memasukinya, kemungkinan besar kita akan mendapatkan kesempatan yang besar."

Pria lainnya mengangguk setuju dengan pria itu. Namun...

"Itu memang benar, tapi kelima keluarga besar di kota Anggrek ini selalu mendominasi dan tidak membiarkan orang lain menikmati tempat itu, mereka sudah memonopoli tempat itu selama bertahun-tahun."

"Mungkin hanya ada beberapa atau lebih orang seperti kita, yang bisa lolos tanpa ketahuan, untuk memasuki gua naga jatuh itu."

Mengingat lagi hal itu, keempat orang itu menjadi lemas dan tidak bisa untuk bersemangat lagi.

Gua naga jatuh adalah sebuah gua rahasia yang penuh dengan kejutan akan harta. Dikatakan bahwa dulunya gua naga jatuh itu terbentuk, karena seekor naga telah mati disana, yang entah bagaimana selama bertahun-tahun yang tidak bisa dipastikan berapa lama, itu membentuk sebuah gua rahasia yang sangat berbeda dengan dunia luar.

Sebuah dunianya yang tersendiri, yang penuh dengan harta karun.

Bahkan dikatakan jika memasuki gua naga jatuh sampai yang terdalam, dikatakan akan ada sebuah harta yang berkaitan dengan naga itu sendiri.

1
fathir2015 fathir2015
kata2 nya banyak yang diulang-ulang
Udin Alex
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!