Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. pedagang dari kekaisaran Daniela
kaisar sander tersenyum.
"sudah.. adik kalian tidak bermaksud jahat kok. apa yang dikatakan adik kalian itu benar, sebaiknya kalian bantu ayah saja untuk menanam benih-benih ini. ayo cepat, sebelum matahari nanti tinggi dan udara jadi panas." akhirnya pangeran etan dan pangeran Jasper pun tak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang telah dikatakan oleh adik mereka.
"baiklah.." akhirnya, mereka semua kembali bergotong-royong untuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. sementara di pihak dapur, para ibu-ibu kembali menyiapkan makanan untuk mereka semua. dan biasanya, yang dimasak saat ini adalah bekal untuk makan siang nanti.
sarapan pagi biasanya tak ada yang bisa mereka makan. semua jajaran sudah sepakat akan hal itu. untuk menghemat bahan makanan, tidak ada jadwal atau tidak ada jatah untuk sarapan pagi. hanya boleh memakan satu potong roti kecil yang keras, dan langsung meminum air. dan anehnya, semua warga sudah terbiasa akan hal itu.
*******
tak terasa, hanya dalam jangka waktu 3 jam, warga yang diutus untuk pergi menangkap ikan di pantai, telah kembali dengan ikan hasil tangkapan mereka yang banyaknya sama dengan yang kemarin. bahkan hari ini jauh lebih banyak daripada tangkapan yang kemarin.
klotak klotak klotak
suara langkah kaki kuda terdengar. semua orang pun langsung menoleh ke arah sumber suara. di sana mereka Langsung mendapati raut wajah para warga laki-laki dan para pemuda yang ikut pergi ke pantai, tampak terlihat berseri-seri.
walaupun tulang mereka hanya dibalut dengan kulit saja, tapi hari ini mereka benar-benar sangat bangga dan bahagia.
"lihat ibu!! para orang tua laki-laki sudah kembali dari pantai!! dan mereka membawa banyak ikan tangkapan hari ini!!" seru salah satu anak kecil yang tampak berumur 4 tahun. tubuhnya juga terlihat kurus dan kekurangan nutrisi.
"betul sekali.. mereka pulang dengan membawa ikan jauh lebih banyak. bahkan sampai ditumpuk tinggi di atas gerobak." ujar yang lainnya.
warga laki-laki yang lain, yang memiliki pekerjaan lain di pemukiman, langsung berlari mendekat dan kembali bahu membahu untuk mengangkat ikan-ikan itu.
"yang mulia!! warga penangkap ikan sudah pada pulang.." tutur salah satu pengawal. kaisar sander yang saat ini sedang memeriksa beberapa penghasilan dan harta yang mereka kumpulkan, langsung menganggukkan kepala.
"langsung atur saja, untuk lauk pauknya. dan langsung perintahkan bagian dapur untuk memasaknya." tutur kaisar sander.
Putri Dania yang mendengar itu berfikir sejenak. ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola ikan. tapi yang terbatas itu adalah perbumbuan. garam juga, sangat terbatas di kekaisaran ini.
dan mau tidak mau, untuk marinasi ikan selanjutnya, mereka semua harus bekerja sama mengangkut air laut yang sudah didiamkan beberapa waktu, agar pasir dan kotoran lainnya yang tercampur dengan air bisa turun ke bawah.
"ayah.. ikan-ikan ini sangat banyak dan berlimpah. tapi ikan-ikan ini tidak bisa dijual dalam kondisi mentah. karena kekaisaran tetangga sangat jauh. butuh waktu perjalanan 1 hari untuk pergi ke pasar kekaisaran terdekat." ucapnya dengan penuh pertimbangan.
"lalu, rencana apa yang terlintas di kepalamu nak..? seperti yang kamu katakan, ayah hanya berniat menjual ikan-ikan dalam kondisi kering." tuturnya. Putri Dania mengangguk-anggukkan kepalanya.
"tidak ada solusi ayah.. kecuali di sini ada batu pendingin. setidaknya, ikan-ikan segar ini bisa dibekukan, agar daya tubuhnya itu bisa mengeras dan juga bertahan dalam jangka waktu seminggu." tuturnya.
kaisar dan beberapa warga, serta penasihat ken yang selalu mengikutinya, langsung saling memandang saat mendengar penuturannya.
"terus, apakah kita bisa mencari batu pendingin itu yang mulia Putri..?" tanya penasehat ken. Putri Dania terdiam sejenak.
(aku bisa saja mengeluarkan es batu dari dalam ruang dimensi. Tapi, hal itu terlalu janggal Dimata masyarakat. dan solusi yang paling tepat itu, adalah menciptakan energi listrik. Baru, setelah itu, membuat kulkas, atau lemari pendingin. Tapi, bagaimana caranya untuk membangkitkan energi listrik, sementara disini air yang deras sangat langka, dan nyaris tidak ada..) batinnya.
Semua orang terdiam dengan penuh pertimbangan.
(aha!! Tak ada rotan, akar pun jadi. Aku bisa membangun kincir angin raksasa, untuk membangkitkan tenaga listrik. Dan dengan adanya tenaga listrik, air tanah juga bisa di dapat dengan cepat. Dan, untuk merakitnya, aku rasa, semuanya ada di dalam perpustakaan ruang dimensi.) ucapnya lagi di dalam hatinya.
Sementara, para warga, kaisar dan penasehat Ken memperhatikan ekspresi wajahnya yang berubah-ubah itu, Dengan penuh keheranan.
"nak.." kaisar menepuk pundak putri Dania. Dan saat itu juga, putri Dania tersadar.
"eh, Yah.. Hehehe.."
"ada apa ? Mengapa diam saja..?" tanya kaisar dengan panik.
"mohon ampun Yang mulia Putri.. kalau rasanya cukup sulit, mending tidak usah dilakukan. seperti ini saja, ini sudah jauh lebih baik.." Putri Dania yang mendengar itu langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
"hehehe.. tenang paman. untuk sekarang memang tidak mudah mendapatkan batu yang dingin itu. karena itu, semuanya butuh proses. alangkah baiknya, untuk jalan awalnya kita buatkan saja seperti ini. membuat ikan asin." ucapnya lagi.
"Ya sudah kalau begitu.." dan dengan cepat kaisar kembali memberi perintah. ikan-ikan itu kembali dicuci dengan air yang sangat dihemat. karena, air di tempat ini sangat susah dan langka.
sementara setelah memberikan perintah, Putri Dania kembali mengajak kaisar dan penasehatkan serta dua pangeran yang sejak tadi di sana, ikut bersamanya.
dia sudah janji, ingin memperlihatkan sebuah senjata modern, yang berlimpah di dalam ruang dimensinya. dan bahkan desain serta modelnya pun telah ia miliki.
"ayo ayah.. paman dan saudara-saudara. bukankah aku sudah berjanji, akan memperlihatkan sesuatu kepada ayah dan Paman..?" ucapnya. kebetulan permaisuri datang, dan bergabung bersama dengan mereka. tampaknya ada hal penting yang disampaikan oleh permaisuri.
******
tak terasa, di sisi lain rombongan yang pergi untuk berdagang sambil membawa barang-barang hasil anyaman, dan buah-buahan hasil dari pohon yang tumbuh hanya dalam satu malam, mereka tiba di pasar kota kekaisaran lain. kota kekaisaran, yang ditempuh dengan cepat oleh mereka dengan menggunakan kereta kuda yang berjalan cepat.
kereta kuda yang berjalan cepat ini hanya dimiliki oleh keluarga kekaisaran. dan tentu saja, para warga mengupayakan hal itu untuk kepentingan kekaisaran. mereka membeli dengan patungan, sebuah kereta kuda yang sehat dan berjalan cepat. bahkan beberapa kuda untuk digunakan oleh para prajurit di medan perang juga turut mengangkut kereta tersebut.
"ayo cepat ayo cepat!! ada barang baru!! buah-buahan segar langsung dari hutan.. ayo dicoba dicoba!!" teriak salah satu yang pergi dengan rombongan pedagang itu.
karena memang pada dasarnya, rombongan dagang cukup ramai didatangi oleh para pembeli pun langsung mendekati.
"apa ini..?" tanya salah satu warga yang tentu belum pernah melihat buah-buahan tersebut. mendengar pertanyaan tersebut, dengan semangat salah satu dari mereka pun menjelaskan seperti yang telah diajarkan oleh Putri Dania.
"ini namanya adalah buah rambutan.. jenisnya ada dua, tetapi sama-sama sangat manis. silakan dicicipi nyonya.. Nyonya tenang saja.. kami juga sudah mencicipi ini Dan rasanya sangat aman dan juga membuat kita tidak ingin berhenti memakannya." pelanggan pertama yang mendengar penuturan itu mengangguk ragu. dia pun langsung mengambil buah yang dikupas itu, dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.
ketika indra perasa menyentuh makanan tersebut, matanya pun seketika langsung bersinar-binar.