NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Liar

Arsen seketika bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekati besi pembatas. Ia nyaris tidak mempercayai penglihatannya ketika melihat wanita gemuk yang sedang menari di bawah sana adalah Rose–istrinya. 

Nicolas mengikuti Arsen, untuk bisa melihat lebih dekat. Awalnya ia juga tidak percaya bahwa itu Rose, tetapi setelah mendengar ucapan Arsen, Nicholas menjadi sangat yakin. 

“Apa wanita di bawah sana sungguh Nyonya Reinhart?” tanya Nicolas. “Dia tampak seperti orang lain,” imbuhnya. 

Arsen menyipitkan matanya. Ia sendiri juga tidak mengerti, mengapa istrinya berubah begitu drastis. Rose adalah wanita yang bermartabat, tempat seperti ini bukanlah tempat yang akan dia datangi.

Bisa dikatakan wanita itu selama ini berjalan di jalan yang lurus. Tetapi apa yang ia lihat saat ini, sungguh berbanding terbalik dengan kehidupan Rose sebelumnya. 

“Aku juga tidak mengerti, setelah mati suri, dia berubah begitu drastis. Sampai aku tidak mengenalinya,” ujar Arsen. “Dia juga berani melawan Mama, bahkan membantah ucapanku,” imbuh Arsen. 

Nicolas mengamati istri dari sahabatnya. Yang dikatakan Arsen benar, Rose Reinhart bukanlah wanita yang akan menari seperti yang ia lihat saat ini. Rose adalah wanita yang anggun, sopan, dan juga bermartabat. 

“Dia terlihat liar,” gumam Nicolas yang dapat didengar Arsen. Pria itu menoleh dan membuat Nicolas segera meralat ucapannya.  “Hei jangan marah. Aku hanya menyampaikan pendapatku saja.” 

Arsen menyunggingkan senyumnya. “Kau memang benar. Istriku itu terlihat liar.” 

“Menurutmu apa yang terjadi padanya?” tanya Nicolas. 

“Entahlah, dia menolak untuk melakukan pemeriksaan dokter.” Tatapan Arsen masih terus tertuju pada wanita yang terus menari tanpa henti. Seolah hal tersebut adalah hal yang biasa dia lakukan. 

“Apa mungkin dia memiliki kepribadian ganda?” tanya Nicolas lagi. 

Arsen terdiam sejenak. Selama 5 tahun hidup bersama Rose, Arsen tidak pernah melihat tanda-tanda itu. Rose tidak pernah berbuat sesuatu yang mengecewakannya, kendati selama ini wanita itu belum bisa memberinya keturunan, Rose tetapi menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sangat baik. 

“Aku rasa tidak.” Arsen menjawab dengan penuh keyakinan. Ia sampai tidak tertarik dengan minumannya lagi. 

“Kalau begitu, hanya satu cara bisa membuktikannya kalau dia benar-benar Rose.” 

Mendengar itu, Arsen menatap sahabatnya dengan picingan mata. 

“Apa maksudmu. Dia memang Rose.” 

“Kau benar, tapi bisa saja selama ini dia memiliki saudara kembar, dan mereka bertukar tempat, seperti di film-film itu,” ujar Nicholas. 

Arsen mendecak kesal. “Kau ini sama saja seperti Daniel.” 

“Apa, memangnya Daniel bicara apa. Ah…aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Oh ya, kau tunggu di sini sebentar dan serahkan semua padaku.” Nicolas membawa langkahnya menuruni anak tangga. 

Sementara itu, Yvone melompat-lompat mengikuti alunan musik beat yang menggema di ruangan. Seruan pengunjung tampak riuh memenuhi lantai dansa. Yvone terlihat sangat menikmati irama. 

“Wow!” Yvone berteriak kegirangan. 

Sementara Sui tampak tidak nyaman. Ia melihat ke sekitar, semua orang sedang menari. Sedangkan dirinya, ia sibuk memikirkan resiko yang akan ia terima bila membiarkan Nyonya Mudanya berada di sini. 

“Nyonya. Jangan begini, ayo kita pulang!” ucap Sui. Suaranya yang tak lebih keras dari suara musik membuat Yvone sama sekali tak bergeming. 

Yvone terus menari tanpa henti. Dan ini pertama kali sejak ia bangun di tubuh Rose. Rasa-rasanya ia sudah lama tidak bersenang-senang seperti ini. Dengan begini Yvone bisa melupakan kemarahannya. 

“Wah…ini menyenangkan.” 

Merasa diabaikan, Sui mendekati Yvone, lalu menarik lengan wanita itu, membuatnya berhenti menari. “Nyonya! Ayo kita pulang! Tuan bisa marah jika melihat Nyonya begini!” teriak Sui. 

“Apa? Aku tidak dengar!” Suara musik berdentum dengan sangat keras, sehingga suara Sui sama sekali tidak didengarnya. 

Sui meraih pergelangan tangan Yvone, membawanya menjauh dari lantai dansa. “Nyonya, ayo kita pulang! Tuan bisa marah!” Sui berbicara sembari menggerakkan tangan, menggunakan bahasa isyarat. 

Yvone menggeleng. “Kita baru saja datang!” Suara Yvone tak kalah menggelegar. 

“Nyonya, Tuan bisa marah kalau melihat Nyonya ada di sini,” bujuk Sui lagi. 

“Tidak akan, dia sedang bersama Renata!” Sebenarnya Yvone tidak tahu pasti di mana suaminya itu. Yvone hanya mengarang jawaban saja. 

“Tapi, Nyonya…ini sudah malam!” Sui ingin menangis saja. Andai ia tahu Rose akan mengajaknya ke tempat seperti ini, dirinya tidak akan pergi. Tetapi ia tidak bisa membiarkan Rose pergi sendiri. 

“Ah…tenang saja. Aku kita menari lagi!” Yvone mengibaskan tangannya di depan wajah kemudian hendak kembali ke lantai dansa, namun langkahnya terhenti oleh keberadaan seorang pria. 

“Hai, Rose,” sapanya. 

Rose mengerutkan keningnya. Ia spontan bertanya, “Siapa kau?” 

Nicolas terperangah, ia mengenal Rose semenjak masih berpacaran dengan Arsen. Tidak mungkin wanita itu tidak mengenali dirinya. 

“Kau tidak tahu siapa aku?” tanya Nicolas. 

Yvone terdiam, pikirannya berputar. Ia mencoba menggali ingatan yang diberikan Rose saat pertama kali dirinya terbangun di tubuh ini. Rose memberinya ingatan miliknya, meski tidak sepenuhnya. 

Sementara Sui juga tampak memikirkan sesuatu, pria ini tampak tidak asing. Entah di mana ia pernah melihat pria ini sebelumya. Apa mungkin dia salah satu rekan Arsen. Tidak seperti Dokter Darwis, pria ini sama sekali tidak pernah terlihat mengunjungi kediaman Reinhart. 

Hingga ingatan Sui terlempar pada saat pesta pernikahan. Beberapa rekan Arsen tampak datang, dan salah satunya adalah pria ini. Seketika itu Sui mendekati Yvone lalu membisikkan sesuatu ke telinga wanita itu. 

“Nyonya, dia adalah teman Tuan Arsen. Kalau tidak salah namanya Nico.”

Mendengar itu, Yvone terpejam. Lagi-lagi ingatan milik Rose sama sekali tidak berguna. 

“Ah…ya Maaf, aku pasti sedikit mabuk,” ujar Yvone. “Ah, kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Yvone basa-basi. Karena pria ini adalah teman Arsen, maka Yvone harus terlihat dekat. 

Akan tetapi, pertanyaan Yvone justru membuat Nicolas tersenyum. “Kau yakin menanyakan hal itu, Rose? Ini adalah klub malam milikku, tentu saja aku berada di sini?” 

Yvone terperangah. 

Begitu juga dengan Sui. Ia sama sekali tidak mengetahui soal itu. Ia melirik ke arah Yvone, merasa bersalah. 

“Ah…maaf aku lupa.” Yvone tidak tahu harus bicara apa. 

“Tidak apa-apa, Rose. Karena kau sudah di sini. Bagaimana kalau kita minum bersama?” tawar Nicolas. 

Mendengar itu, Yvone terlihat antusias. “Boleh, tapi kau yang bayar bagaimana?” 

Nicolas tertawa. Jawaban Yvone sungguh membuatnya merasa heran. Benar yang dikatakan oleh Arsen bahwa Rose berubah begitu drastis. Rose sama sekali tidak menyukai alkohol. 

“Tentu saja, kau bisa minum sepuasnya.” 

“Yey!” Rose segera mengekor di belakang Nicolas. 

Melihat itu, Sui membulatkan matanya. “Nyonya, jangan!” 

Sementara Arsen memperhatikan langkah ketiga orang di bawah sana menuju ke salah satu meja di dekat bartender. Arsen bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh mereka. 

Namun, ketika melihat Rose memegang gelas berisi minuman beralkohol, Arsen seketika membulatkan matanya.

“Nyonya, jangan minum itu, ingat kesehatan Nyonya,” ucap Sui saat melihat Yvone memegang gelas berisi bir. 

“Diam kau, Sui. Jangan halangi aku bersenang-senang!” omel Yvone. 

Yvone mengangkat tinggi gelas bening di tangannya. Bersulang dengan Nicolas yang duduk di dekatnya, sebelum akhirnya mendekatkan gelas ke arah bibir. Akan tetapi, gerakannya seketika terhenti oleh suara seorang pria. 

“Hentikan, Rose!” 

1
Anita Rahayu
upnya yg double dan panjang👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Rai Gojess
beri pengajaran dulu sama keluarga hama itu
Etty Rohaeti
lelaki ga bisa tegas tinggalkan saja
Rai Gojess: bikin geram ni cerita, malas mau bagi hadiah🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Tata Hayuningtyas
kelamaan pembalasan nya...ga sat set sat set
Heni Mulyani
lanjut
Tiara Bella
drama bngt....
Lyvia
sumpah gemesQ pingin tak cakar2 tu muka mereka, gsa kelamaan yvone kasih pelajaran aj mereka agar bisa menghargaimu apalagi suamimu yg lemah it 🤬🤬🤬
Ma Em
Yvone buat hukuman untuk Mereka yg sdh memecat Sui asisten setiamu , beri hukuman untuk Brighita , Renata begitu si Arsen yg plin plan itu mau saja disetir sama ibu dan adiknya buat mereka menyesal .
Evi 060989
up
Ma Em
Bagus Rose kamu hrs tegas dan balas semua perbuatan mereka yg selalu merendahkan dan menghina kamu dulu waktu jiwa Rose yg asli .
Sribundanya Gifran
lanjut
Evi 060989
up
Evi 060989
up lg
Rai Gojess
cerai cerai cerai cerai....
Tiara Bella
sui kemana ya apa dia dipecat....
Lyvia
dasar keluarga lucnut semua 😡
Evi 060989
up lg
Dewi Anjani
arsen ga ada tegas2nya,,mau aja di setir sama ibunya
Dewi Habibah
ceritanya bagus
Tiara Bella
akhirnya Rose pulang jg dan menemui Arsen sang suami....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!