Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Mama adalah wanita yang sangat beruntung karena mendapat kan papa sebagai suami nya, semoga jodoh ku nanti seperti papa" desis Melinda parau
"Amin, perbaiki diri mu, kamu pasti akan mendapat kan jodoh yang baik"
"Papa siap kan makan malam untuk kalian, tunggu ya" kata Imron sumringah
Setelah bicara empat mata dengan putri kesayangan nya itu, Imron meninggalkan dua perempuan kesayangan nya itu. Jauh di dalam hati ia cukup bersedih karena sifat egois dan materialistis istri dan anak nya, ia tidak jadi punya mantu CEO.
*******
Keesokan hari nya, tepat nya pukul 11 siang
Tok,, tok,,
Melinda yang izin libur sehari karena kondisi kesehatan, agak terperanjat. ia sedang menemani ibu nya yang masih lemah tapi sudah sadar sepenuhnya.
"Siapa itu Mel,?" tanya Yuni sambil menikmati salad buah. Rasa manis asam hidangan itu membuat nya lebih segar dan relax
"Gak tahu ma"
"Assalamualaikum"
"Suara cowok mel, jangan jangan Raditya. cepat buka Mel, cepet!" kata Yuni tak sabaran
ia memperbaiki sanggul rambut nya dan merapikan pakaian nya. Ia tak mau Raditya Melihat nya kusut. pasti anak muda itu tak bisa jauh dari putri nya
"Mel,!,,, Mel! perbaiki rambut mu, itu pasti Raditya"
Hampir mendekati pintu, Yuni menangkap punggung anak nya dan merapikan rambut serta baju Melinda
"Cantik" ucap nya bersemangat ,
Melinda membuka pintu itu, pandangan nya membuka lebar, mulut nya sedikit membuka. Seperti ada salju yang menetes di hati nya
Sosok di depan nya itu sangat mempesona. Mata nya, hidung nya yang mancung juga aroma parfum mahal yang tercium di hidung Melinda membuat hati nya meleyot
"Maaf permisi, saya Daren"
Melinda mematung
"Da,,, Daren,," Melinda mematung
Daren mengangguk dengan senyum dan rahang yang Kokoh
Kamu akan mendapat kan jodoh yang baik, Mel. Seolah ucapan ayah nya semalam sedang berdenging di telinga Melinda
"Maaf apa benar ini rumah nya Bu Yuni?"
Dari belakang Yuni segera menggeser tubuh Melinda. Jelas di depan gerbang rumah nya sebuah mobil silver yang mengkilat bersih yang tampak mewah dan elegan. Mata Yuni langsung berbinar bagai bulan pertama di malam ke 15
"Iya nak, ini rumah saya, saya Yuni" kata nya bersemangat
"Syukur lah, saya ma,,,"
Tanpa menunggu Daren menyelesaikan ucapan nya, lengan pemuda itu langsung di tarik yuni untuk masuk ke dalam rumah
Daren berpenampilan casual dengan celana Levis hitam, kaos hitam di padukan dengan jaket jeans Levi's yang terlihat keren
"Duduk dulu, duduk di sini nak! gak enak kalau bicara di luar" ucap Yuni sambil senyam senyum
Daren mengangguk angguk pasrah. Ia berusaha tersenyum agar tak membuat penghuni rumah tersinggung. Ia menganggap wanita tua di depan nya ini agak aneh
"Mel, buat kan minum! nak Daren suka nya apa?"
"Oh, gak perlu bu, hanya hanya ingin,,,"
Yuni menggeleng geleng sembari menutup mulut nya sendiri dengan jari nya sebagai isyarat Daren harus diam. Begitu pun Melinda, gadis itu segera menuju dapur. tak peduli berapa kali sendok jatuh karena grogi ada pria tampan bermobil mewah datang mengunjungi rumah nya. jantung Melinda melompat lompat senang
"Gila, ya ampun, mobil mewah itu tak kalah dari mobil nya Raditya. Huhuhu Lamborghini Aventador! Aku pernah baca harga nya 22 milyar.! Aku yakin itu penampakan nya secara langsung! Ya ampun itu mobil impian ku, mati aku! mati aku!"
Kaki Melinda menghentak hentak menahan girang di dalam hati nya. Meluber luber teh itu karena guncangan sendok Melinda yang tak teratur
Melinda menarik nafas. Secepat kilat ia memperbaiki penampilan teh dengan cangkir cantik. Gadis itu membawa teh spesial nya dengan sebuah nampan berwarna emas agar kelihatan mewah. Hanya untuk membuat segelas teh ia meninggalkan dapur dalam kondisi berantakan.
"Silah kan di minum, mas" ucap Melinda halus lembut
Daren mengangguk angguk. Ia pun menyesap nya hanya sekali sambil tersenyum pada Melinda
"Pasti lah nak Daren kesini karena rekomendasi dari Bu Wati ya? kapan hari dia bilang punya keponakan tampan dan bergaya yang sudah di saran kan nya untuk bersilaturahmi di sini" ucap nya percaya diri
Deren menelan saliva nya kuat kuat. Kalimat apa yang harus di ucap kan pada dua perempuan yang sedang berbinar binar menatap nya itu.
"ini apa nak, pasti buat Melinda?"
Yuni meraih goodie bag dari tangan Daren yang membuat Daren terkesiap
"Wahh,,,! Mell,, ini keren banget Gucci bag!" ucap Yuni, tangan nya memutar tas Selempang kulit berwarna putih tulang dan coklat muda yang bermotif kotak kotak. ukuran nya kecil hanya sekitar 18 cm, Sangat cocok untuk style gadis
"Iya bagus banget ma!" seru Melinda sambil melebar kan pupil mata nya