NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"RAHASIA DI BALIK VILA"

"RAHASIA DI BALIK VILA"

Dalam perjalanan menuju pusat kota, Danil hanya diam seribu bahasa. Padahal mereka cukup dekat, tukang ojek itu adalah teman sekelas kakak keduanya waktu SD, dan orang tua Mang Yanto pun berteman baik dengan ibunya Danil.

"Mang, berhenti di depan aja," tunjuk Danil.

Mang Yanto mengangguk, tak lama kemudian motor pun berhenti.

"Mau ketemuan ya Niel?" tanya Yanto sambil menerima helm kembali.

"Iya Mang," jawab Danil seraya menyerahkan uang dua puluh ribu rupiah.

"Makasih Niel! Sukses ya doain Amang," ucap Yanto sambil mengacungkan jempol. Danil tersenyum dan mengangguk pelan.

Tukang ojek itu pun pergi kembali ke pangkalannya, sedangkan Danil langsung masuk ke pusat perbelanjaan terbesar di kota kecil yang terkenal dengan makanan Tauco-nya itu.

Sambil berjalan, ia segera mengirim SMS pada Ceceu.

"Ceu aku dah di City Mall. Nunggu di lantai atas Kafe Ilahi."

SMS terkirim namun belum dibalas. Danil pun masuk ke dalam kafe, memesan kopi sambil menunggu kedatangan sang gadis.

Tak lama, seorang pelayan datang menghampiri dengan senyum ramah.

"Silahkan A, mau pesan apa?"

"Aku pesan Kopi Luwak White Coffee aja ya, sambil nunggu teman," ucap Danil sopan. Pelayan itu pun mengangguk dan pergi.

Hanya beberapa menit, pesanan pun tiba. Danil baru saja menyeruput kopinya, tiba-tiba tatapannya berbinar penuh bahagia. Sosok gadis yang akhir-akhir ini sering membuat jantungnya berdegup kencang terlihat berjalan dari arah pintu masuk, tersenyum manis ke arahnya.

"Neil..." sapa gadis berambut terurai itu, berdiri tepat di hadapan Danil yang duduk di pojok kafe.

"Ceu! Ayo duduk. Wih... hari ini kau sungguh modis dan anggun sekali," puji Danil tulus. Wajah Ceceu langsung memerah padam mendengarnya.

"Aisssh... Rayuanmu bikin aku melayang nih," canda Ceceu sambil menggoyangkan pinggulnya yang jenjang. Danil hanya tersenyum geli melihat tingkah laku menggemaskan sahabatnya itu.

Suasana ceria dan penuh canda tawa itu tak berlangsung lama. Setelah memesan minuman dan cemilan, pembicaraan mereka pun mulai masuk ke topik serius.

"Neil... Aku sudah menyiapkan segalanya untukmu. Jadi kau tidak perlu merantau jauh-jauh ke kota lain hanya untuk membenahi ekonomi keluarga," buka Ceceu dengan nada tegas.

Danil menatapnya bingung, benar-benar tak mengerti arah pembicaraan ini.

"Maksudnya Ceu? Aku gak ngerti nih mau dibawa ke mana ceritanya?" tanya Danil. Ia lalu meminta sebatang rokok Sampurna Mild milik Ceceu, menyalakannya, dan menghisapnya dalam-dalam.

Danil tahu, sudah sekitar empat bulan ini Ceceu suka merokok. Dan anehnya, Danil pun ikut mulai merokok karena pengaruh gadis itu. Sampai sekarang pertanyaan besar masih menghantuinya: Kenapa Ceceu bisa sampai kecanduan rokok?

Ceceu menghembuskan kepulan asap panjang sebelum akhirnya berbicara lagi.

"20 Juta... mungkin cukup buat kamu Niel buka usaha di kota ini. Aku sudah atur semuanya. Ada satu kios di pasar kecamatan khusus buat kamu. Jadi gak ada alasan lagi buat kamu ninggalin kota ini. Aku mau kamu selalu ada... jadi lentera di saat hati dan pikiranku ini gelap."

Danil semakin bingung. Kenapa bicara harus berbelit-belit begitu? Kenapa tidak langsung pada intinya saja?

"Ceu, tolong langsung aja pada intinya," tekan Danil. "Tujuan kamu bilang 20 juta cukup itu alasannya apa? Dan apa hak kamu mencegah aku buat ninggalin kota ini?"

Ekspresi wajah Danil berubah menjadi dingin. Ceceu menyadari perubahan itu, ia mengira Danil tersinggung dengan ucapannya.

"Maaf..." ucap Ceceu lirih sambil menunduk, jari-jarinya mengucek sedotan gelas minuman dengan gugup.

"Aku butuh penjelasan Ceu," tekan Danil sekali lagi, tak mau main-main.

Hening sejenak menyelimuti mereka, hanya terdengar suara keramaian pengunjung kafe lainnya. Ceceu mengangkat kepalanya, menelisik wajah Danil, ingin tahu apakah ini Danil yang mode 'dingin' atau Danil yang biasa ia kenal.

"Baiklah. Kalau kamu mau penjelasan lengkap... ayo kita pergi dari sini. Bukan di tempat ramai begini aku mau jelasin semua isi hati dan pikiranku," kata Ceceu tegas. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kasir.

'Apa yang dia rencanakan sebenarnya? Pasti ada hal besar yang dia rahasiakan dari gue,' batin Danil bergejolak.

"Neil... Ayo pergi," ajak Ceceu. Danil tersadar, segera mengangguk dan mengekor dari belakang.

Matanya tak sengaja menatap ke bawah. Ceceu memakai sepatu hak tinggi, namun pandangan Danil justru tertuju pada bagian belakang tubuh gadis itu yang terbalut stoking hitam, bergoyang-goyang mengikuti irama langkah kakinya.

'Aissss... Kenapa gue jadi mikir mesum sih! Si Jalu mulai berontak nih duh... pengen masuk ke lubang kenikmatan,' pikir Danil tak karuan, berusaha keras menahan hawa nafsunya.

Sesampainya di parkiran, Danil dibuat terkejut. Ceceu menyuruhnya masuk ke dalam sebuah mobil yang lumayan mewah. Sepanjang hidupnya, Danil hanya pernah naik angkutan umum, kolbak, engkel, dan dugul. Ini pertama kalinya ia duduk di dalam mobil senyaman ini.

"Ceu....... Ini mobil siapa?" tanya Danil dengan mata melotot penasaran.

"Masuk aja. Itu gak penting. Ada hal jauh lebih penting yang harus kita bicarakan," jawab Ceceu singkat. Danil pasrah saja dan masuk ke dalam kabin mobil yang beraroma wangi itu.

Mobil pun melaju membelah jalanan provinsi dengan kecepatan sedang. Suasana di dalam kembali terasa canggung, persis seperti malam itu saat mereka duduk berdua di saung.

Hingga tanpa sadar, mobil sudah berhenti. Danil menatap takjub ke sekeliling tempat yang baru mereka datangi.

"Ini rumah siapa Ceu?" tanya Danil.

Terpampang jelas di hadapannya sebuah bangunan luas dengan halaman yang ditumbuhi berbagai jenis bunga yang sedang bermekaran indah.

"Ini Vila, bukan rumah biasa Niel. Ayo kita masuk," ajak Ceceu sambil turun dari mobil. Danil pun segera mengikutinya.

Deg...

Jantung Danil tiba-tiba berdetak kencang hanya dengan beberapa langkah kaki. Ada perasaan tidak enak yang menyelimuti hatinya.

'Hati-hati... Jangan sampai tergoda dengan rayuan setan yang nyata. Kau harus bisa memilah dan memilih apa yang nanti terjadi di hadapanmu.'

Tiba-tiba sebuah suara tak kasat mata berdengung keras di telinganya! Suara itu memberikan peringatan keras bahwa ada bahaya atau masalah besar yang sedang menunggunya di depan mata.

Danil terdiam sesaat. Ceceu mengira sahabatnya itu sedang mengagumi kemegahan bangunan tersebut.

"Neil ayo masuk..."

Lambaian tangan dan suara lembut Ceceu membuyarkan lamunan serta suara aneh di kepalanya. Danil mengangguk pelan dan melangkah mendekati pintu utama.

Begitu pintu terbuka, Danil dibuat ternganga tak percaya. Interior di dalam vila itu sungguh luar biasa mewah. Pernak-pernik barang-barang antik dan mahal tersaji jelas di depan matanya.

Bersambung...

Salam dari author ecek-ecek, dan mohon maaf ceritanya receh

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!