Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 hukuman untuk Ester
Yoga menjalankan mobil yang ia kendarai sesuai dengan arahan tuan Anthony,
Hingga setelah perjalanan beberapa waktu ia sampai di tempat yang memang mereka tuju.
Tuan Anthony segera turun dari mobil dan di ikuti oleh Yoga di belakangnya.
Tuan Anthony segera menghampiri seseorang yang nampak baru saja keluar dari dalam kantor polisi.
Seseorang itu menyapa dan menyalami tuan Anthony dengan sopan.
" bagaimana Tyo ?! Apa semua sudah selesai ?! " tanya tuan Anthony.
" sudah tuan,
Nona Ester tidak dalam kondisi mabuk atau apapun.
Dia dalam keadaan sadar dan kehilangan kendali karena ia sibuk dengan ponselnya " jelas Tyo yang ternyata adalah orang yang menyalami tuan Anthony.
Tuan Anthony menghela nafas,
" bagaimana kondisinya sekarang ?! "
" nona masih di tahan di dalam sel seperti permintaan tuan " jawab Tyo.
Tuan Anthony memang memerintahkan sang pengacara untuk menyelesaikan kekacauan yang di buat Ester.
Tapi ia juga meminta agar pihak kepolisian memasukkan sang putri ke dalam sel beberapa waktu sebagai pelajaran agar memberikan efek jera pada sang putri.
Tuan Anthony menghela nafas,
" tuan ingin menjemput nona sekarang ?! "
" tidak Tyo,
nanti saja....
kau bilang orang yang di tabrak Ester juga masih berada di sini "
" iya tuan "
" bawa aku menemuinya, aku ingin meminta maaf padanya.
Kau sudah memberinya kompensasi yang sepedan kan Tyo ?! "
" sudah tuan "
" baiklah...bawa aku padanya "
Tyo pun memenuhi permintaan sang majikan,
Tuan Anthony turut membawa Yoga untuk ikut bersamanya.
Di sebuah tempat yang masih berada di lingkungan kantor polisi,
Tyo membawa tuan Anthony menemui pedagang yang di tabrak oleh Ester.
Tuan Anthony berkali kali meminta maaf pada pedagang itu hingga pedagang itu pun merasa sungkan dan tak enak hati padanya
" sudah tuan...sudah...
saya tahu putri anda tidak sengaja melakukannya, ada juga sudah memberi saya ganti rugi.
Sudah tuan,
jangan seperti ini " ucap pedagang itu merespon permintaan maaf tuan Anthony.
" terimakasih pak, bapak sudah berbesar hati memaafkan putri saya.
Mohon doanya semoga putri saya bisa berkelakuan lebih baik " permintaan tuan Anthony dan di iyakan oleh pedagang itu.
Lama tuan Anthony menemui pedagang itu, ia sampai mengajak makan pria tua itu.
Hingga menjelang sore ia baru kembali ke kantor polisi.
Setelah menemui kepala polisi dan berbincang sedikit lama,
Akhirnya seorang petugas membawa Ester menemuinya.
" papa...." baru saja sampai di ambang pintu dan melihat kehadiran sang, Ester berhambur memeluk sang papa.
Tuan Anthony menghela nafas kasar, ia masih marah dan geram mengingat kelakuan Ester.
Tapi tak dapat ia pungkiri, ia juga mencemaskan kondisi putri bungsunya itu.
Ester melipat bibirnya rapat ketika ia sadar, pelukannya tak mendapat balasan dari sang papa.
" terimakasih pak Hanan, mohon maaf karena telah merepotkan " ucap tuan Anthony kepada pria gagah berseragam coklat bertag name Hanan Hanaki itu.
" sama sama tuan...."
" kalau begitu saya permisi lebih dulu pak "
" silahkan tuan "
Tuan Anthony pun pamit dan segera melangkah keluar,
Ester dengan wajah sedikit pucat mengikuti langkah sang ayah meski sang ayah tak berkata sepatah katapun padanya.
Di belakangnya Tyo turut menghela nafas,
Pria itu menggeleng pelan melihat putri bungsu sang majikan itu.
Cantiknya memang luar biasa, tapi kelakuannya juga luar biasa liarnya....
Ester terus melangkah mengikuti langkah sang papa,
Sampai di sisi mobil yang ia tahu itu milik sang papa,
Ia melihat pemuda yang tadi pagi duduk di hadapan papa dan mamanya juga terlihat berdiri di samping mobil itu.
Mata Ester hanya menatap sekilas kepada Yoga.
" pa..." cicitnya pelan ketika tuan Anthony membuka pintu mobil.
" masuk " perintah tuan Anthony dingin.
" tapi aku lapar pa..." cicitnya lagi manja
" masuk papa bilang Ester " sentak tuan Anthony pelan.
" tapi aku lapar pa.."
" masuk Ester...makan di rumah "
" tapi pa...."
" masuk Ester " sekali lagi tuan Anthony menyentak sambil melotot kepada Ester,
Ester sontak mengkerut melihat hal itu. Jika sang papa sudah dalam mode seperti itu tentu ia akan takut.
Ester pun tak bisa berbuat apa apa selain menurut,
Ia akhirnya masuk ke dalam mobil, tapi sebelum itu..
tanpa sengaja netranya bertemu dengan netra Yoga yang tanpa sadar tengah menatapnya.
Sejak tadi Yoga memang menatap Ester.
Ia merasa kaget dan spontan menatap Ester ketika ia mendengar nada keras tuan Anthony pada gadis itu.
Ester melototkan kedua bola matanya yang bulat kepada Yoga dan Yoga seolah baru tersadar,
sontak pemuda itu menundukkan pandangannya.
" Yoga.. " panggilan tuan Anthony membuat Yoga kembali mendongak.
Tapi ia tak lagi melihat Ester karena gadis itu yang telah masuk ke dalam mobil dan duduk manis di kursi sisi kemudi.
" ya tuan "
" tolong kau bawa mobil berwarna merah di sana itu pulang kerumah.
Ini kuncinya " ucap tuan Anthony sembari menyerahkan kunci mobil Ester pada Yoga.
" aku akan bawa mobil ini sendiri, jika tak tahu jalannya...
ikuti aku " lanjut tuan Anthony
" baik tuan " jawab Yoga sopan dan segera berlalu dari sana menuju mobil yang di tunjuk tuan Anthony tadi.
Sementara tuan Anthony,
" Tyo..terimakasih " ucapnya kepada pengacaranya.
" sama sama tuan " jawab Tyo.
Usai berterimakasih dan pamitan kepada Tyo, tuan Anthony segera masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya keluar area kantor polisi itu.
Di belakangnya Yoga mengikutinya.
Di dalam mobil baik tuan Anthony maupun Ester hanya saling diam,
Ester tak berani mengajak bicara sang papa karena wajah sang papa yang sudah mengerikan menurutnya.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣