NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECEMBURUAN SANG CEO

Sore itu, ruang kerja Fardan masih dipenuhi tumpukan dokumen yang seolah tidak ada habisnya. Sejak kembali dari Swiss, ia memang harus bekerja ekstra keras untuk memulihkan stabilitas Raffansyah Group yang sempat goyah. Fardan begitu tenggelam dalam dunianya sampai ia tidak menyadari jam sudah menunjukkan pukul empat sore.

Dewa yang berdiri di sudut ruangan berdehem pelan. "Bos, ini sudah lewat jam empat. Bukankah Anda berjanji menjemput Nyonya Alisha hari ini?"

Mendengar nama istrinya disebut, Fardan langsung tersentak. Seolah ada energi baru yang menyengatnya, ia bangkit dari kursi kebesarannya. "Kenapa kau baru memberitahuku sekarang, Dewa?"

Ia segera menyambar jas yang tersampir di sandaran kursi dan memakainya dengan terburu-buru. Tanpa menunggu jawaban Dewa, ia melangkah lebar menuju pintu. Dalam pikirannya hanya ada satu fokus, yaitu wajah cantik istrinya yang sudah menunggunya.

Sesampainya di lobi kantor Alisha, langkah Fardan mendadak terhenti. Matanya menyipit tajam. Di sana, Alisha sedang berdiri sembari berbincang dengan seorang pria muda yang bukan Lucas. Pria itu tampak sangat bersemangat, dan yang membuat Fardan meradang adalah tatapan pria itu yang seolah enggan beralih dari wajah Alisha.

"Dewa, siapa pria itu?" tanya Fardan dengan suara yang mendadak mendingin.

"Saya tidak tahu, Bos. Sepertinya kolega bisnis baru Nyonya Alisha," jawab Dewa hati-hati.

Fardan mengepalkan tangannya. Ia baru tersadar bahwa selama ini ia belum memperkenalkan Alisha secara resmi ke hadapan publik sebagai istrinya. "Dewa, persiapkan sebuah pesta besar minggu depan. Aku ingin mengadakan pesta penyambutan untuk Alisha di kantor pusat. Undang semua kolega, wartawan, dan stasiun televisi. Aku ingin dunia tahu bahwa Alisha adalah milikku dan Ghifari adalah pewaris sahku."

"Baik, Bos. Akan segera saya urus," jawab Dewa tegas.

Fardan kemudian berjalan dengan langkah angkuh menghampiri Alisha. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat suasana langsung berubah tegang. Pria muda di depan Alisha tampak terkejut melihat aura dominan yang dipancarkan Fardan.

"Sudah selesai bicaranya, Alisha?" tanya Fardan tanpa basa-basi.

"Oh, Fardan? Kau sudah sampai," Alisha tersenyum canggung. "Perkenalkan, ini Pak Rendy, dia dari perusahaan mitra."

Pria bernama Rendy itu mengulurkan tangannya dengan sopan. "Senang bertemu dengan Anda, Tuan Fardan. Saya sering mendengar kehebatan Anda."

Fardan hanya menatap tangan itu tanpa niat untuk membalasnya. "Maaf, tangan saya sedang kotor. Alisha, ayo pergi. Sudah waktunya kita menjemput Ghifari."

Tanpa memberikan kesempatan untuk berpamitan lebih lama, Fardan langsung merangkul pinggang Alisha dengan posesif dan membawanya menuju mobil. Alisha hanya bisa memberikan senyum minta maaf pada Rendy yang mematung di sana.

Di dalam mobil, suasana menjadi sunyi yang mencekam. Fardan membuang muka ke arah jendela, bibirnya tampak maju beberapa sentimeter karena merajuk. Alisha yang menyadari perubahan sikap suaminya mulai merasa geli.

"Fardan, ada apa denganmu? Pak Rendy itu hanya membicarakan kontrak kerja," tanya Alisha lembut.

"Dia menatapmu terlalu lama. Aku tidak suka. Pria itu jelas punya maksud tidak baik," gerutu Fardan tanpa menoleh.

"Kau sedang cemburu?" goda Alisha sambil menyenggol lengan suaminya.

Fardan mendengus, lalu akhirnya menoleh dengan wajah yang benar-benar mirip anak kecil yang kehilangan mainannya. "Ya! Aku cemburu. Kau tampak senang sekali bicara dengannya, tapi saat bicara denganku kau selalu jaga jarak."

Alisha tidak bisa menahan tawa kecilnya. Ia merasa suaminya yang garang di kantor bisa berubah menjadi sangat menggemaskan saat berdua dengannya. Alisha kemudian mendekat dan mengecup pipi Fardan dengan cepat.

"Jangan berpikiran yang bukan-bukan. Hanya kau suamiku," bisik Alisha.

Fardan tertegun sejenak, namun kemudian ia menunjuk pipinya yang sebelah lagi. "Yang ini juga belum."

Alisha menggelengkan kepala, namun tetap menuruti kemauan suaminya. Ia mengecup pipi Fardan yang satunya. Merasa di atas angin, Fardan menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya, menuntut lebih.

"Cukup, Fardan. Ada Dewa di depan," bisik Alisha malu-malu sambil mencubit lengan Fardan.

Fardan kembali melipat kedua tangannya di dada dan membuang muka lagi. "Ternyata cintamu padaku hanya sebatas pipi saja. Baiklah."

Karena tidak tahan melihat suaminya terus merajuk, Alisha akhirnya menyerah. Ia menarik kerah baju Fardan sedikit dan memberikan ciuman singkat di bibir suaminya. Fardan baru saja ingin tersenyum lebar saat sebuah suara terdengar dari pengeras suara mobil.

"Ayah, kau benar-benar seperti anak kecil. Bisakah kau berhenti bersikap memalukan?"

Fardan dan Alisha tersentak hebat. Fardan langsung menatap ke arah dasbor mobil dengan mata melotot. "Ghifari? Bagaimana bisa suaramu ada di sini?"

"Aku meretas sistem audio mobil Dewa sejak tadi pagi untuk memastikan kalian tidak telat menjemputku. Dan ternyata, aku justru harus mendengar Ayah mengemis ciuman dari Bunda. Itu sungguh tidak keren, Ayah," suara Ghifari terdengar sangat datar namun penuh sindiran.

Wajah Fardan mendadak memerah karena malu sekaligus kesal. "Ghifari! Matikan sistemnya sekarang! Kau anak kecil tidak boleh mengawasi orang tua seperti ini!"

"Aku hanya memastikan keamanan," sahut Ghifari

"Kalau kau terus mengawasi Ayah seperti ini, bagaimana Ayah bisa memberimu adik? Aku yakin di kamar kami tidak akan tenang karena kau pasang kamera dan penyadapankan di setiap sudut rumah yang memiliki celah keamanan digitalkan?" protes Fardan.

"Ya begitulah Ayah, karena aku harus memastikan keamanan Bundaku. Jadi Ayah, bersikaplah dewasa," sahut Ghifari terdengar datar.

Alisha tertawa sampai mengeluarkan air mata melihat wajah Fardan yang sudah seperti kepiting rebus. Fardan benar-benar frustrasi karena merasa tidak memiliki privasi dari anaknya sendiri yang terlalu jenius.

"Tunggu saja sampai aku sampai di sekolahmu, Ghifari! Aku akan menyita semua perangkatmu!" ancam Fardan.

"Silakan dicoba, Ayah. Tapi ingat, aku punya cadangan data di awan yang tidak bisa Ayah sentuh," balas Ghifari dengan tenang sebelum suara sambungannya terputus.

Fardan bersandar di kursi mobil dengan lemas. "Alisha, lihatlah anakmu itu. Bagaimana bisa dia tumbuh menjadi mata-mata untuk ibunya sendiri?"

"Dia itu anakmu juga, Fardan. Kecerdasannya itu turun darimu, hanya saja dia lebih canggih versinya," jawab Alisha sembari masih tertawa.

Mobil terus melaju menuju sekolah Ghifari. Meski ada sedikit keributan kecil, Fardan merasa hatinya sangat hangat. Inilah kehidupan yang ia impikan selama enam tahun terakhir. Sebuah keluarga yang hidup, penuh tawa, dan tentu saja, sedikit gangguan dari putra jenius mereka.

Namun, di balik kegembiraan itu, rencana pesta besar sudah mulai diproses oleh Dewa. Fardan ingin memastikan bahwa setelah pesta itu nanti, tidak akan ada lagi pria yang berani menatap Alisha dengan tatapan sembarangan, dan tidak akan ada lagi yang meragukan posisi Ghifari sebagai pangeran di keluarga Raffansyah.

"Pesta ini harus sempurna, Dewa. Aku ingin Alisha bersinar seperti ratu," ujar Fardan saat mereka hampir sampai di gerbang sekolah.

"Semuanya sudah dalam kendali, Bos. Keamanan juga akan diperketat agar tidak ada tamu tak diundang yang masuk," lapor Dewa.

Fardan mengangguk puas. Ia tidak tahu bahwa jauh di sana, Ratna dan Maya yang sedang berada di pesantren mulai mendengar kabar tentang rencana pesta mewah tersebut melalui berita di televisi aula. Ambisi mereka yang sempat padam kini mulai berkobar kembali untuk mencicipi kemewahan yang seharusnya mereka miliki.

1
Lia siti marlia
wel wel wel di tunggu pa alex🤣
Linda Muslimah: Seru lanjut kak 🤭
total 1 replies
Tata Hayuningtyas
jgn kelamaan up nya thor 🤭
Tata Hayuningtyas
cerita nya bagus dan ga bertele2
Amy
Cobalah terbuka alisha, karna seapik apapun kau menyembunyikan masalah, ada anakmu yg super, bisa membaca setiap masalah🤭
Lia siti marlia
untung ada gifari apapun yang di sembunyikan ibunya pasti akan ketahuan olehnya 😄👍
Lia siti marlia
sayng banget yah ayah hrnry sama alisha dan gifari saking sayang nya semua sudah di persiapkan secara matang👍
Lia siti marlia
lucu kamu fardan .....aduh gifari sampai kamar mamjmu di sadapnya nanti kalau mamahmu sama ayahmu lagi bikin adek buat kamu kamu jangan ngintpnya 🤭
Lia siti marlia
semangat fatdan💪
Uba Muhammad Al-varo
karma dibayar lunas dan langsung di terima Maya dan ibunya
Uba Muhammad Al-varo
Fardan........ inilah perjuangan sesungguhnya baru dimulai

perjuangan
Uba Muhammad Al-varo
Fardan ditinggal pergi oleh Alisa dan Ghifari 😭😭😭
Uba Muhammad Al-varo
good 👍👍👌 Fardan kamu tegas jangan kamu mau dikibulin melulu oleh ibu dan kakak mu
Uba Muhammad Al-varo
baru deh melek matanya Fardan setelah selama ini merem karena diselimuti kelicikan ibu dan Sherly
Uba Muhammad Al-varo
good job Ghifari........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
kemenangan sementara ditangan Ghifari tapi perang ini belum usai /Hey//Hey/
Uba Muhammad Al-varo
pertarungan akan dimulai antara bocah dan CEO dingin 🤔🤔🤔
ceuceu
Anak Maya berapa kok ga ada?
tapi di sebutkan anak anak maya
Uba Muhammad Al-varo
Ghifari.........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
fardan kata CEO tapi kena ogeb 🤔🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya sungguh menyedihkan /Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!