1. Konsep Utama (The Core)
Protagonis: Kaelan Veyris (Reinkarnasi Ryan Hartman).
Bakat: EX-Grade Talent "All" (Potensi melampaui dewa, penguasaan semua elemen & jalur).
Organisasi: Nox Astra (Simbol: 9 Bintang). Bergerak dari bayangan untuk menguasai 5 benua.
Misi Utama: Membangun kekuatan absolut melalui panti asuhan rahasia dan jaringan teleportasi kuno.
2. Hierarki Kekuatan (Power System)
Grade Bakat: F (Terendah) sampai S (Legenda), SS (Mitos), dan EX (Kaelan).
Jalur Utama:
Sword Path: Sword Trainee hingga Transcendent Sword (Tebasan Dimensi).
Mage Path: Mana Initiate hingga Transcendent Mage (Manipulasi Realitas).
Hybrid Path: Gabungan keduanya (Kaelan & Nox).
Sihir Langka: Teleportasi jarak jauh (Teknik kuno yang hanya dikuasai Kaelan/Nox Astra).
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seat Bos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERJAMUAN MAUT BAGI SANG INKUISITOR
Hutan Kematian—sebuah wilayah tak bertuan di perbatasan Veyris yang dipenuhi kabut abadi dan pepohonan purba yang batangnya melilit seperti tentakel raksasa. Di sinilah Unit Inkuisisi Ke-7 Kerajaan Valdoria bergerak. Sepuluh ksatria berbaju zirah putih perak, masing-masing menunggangi kuda perang yang kukunya dilapisi sihir, maju dengan keangkuhan yang nyata.
Di tengah barisan, seorang pria dengan jubah merah darah dan topeng emas duduk dengan tenang. Dia adalah Inkuisitor Malphas, seorang Saint Knight (Level 6) yang dikenal karena kekejamannya dalam "membersihkan" ancaman bagi takhta.
"Wilayah ini berbau pengkhianatan," bisik Malphas, suaranya parau. "Mana di udara terlalu pekat untuk tempat sekecil Veyris. Count Aldric pasti menyembunyikan sesuatu yang besar."
"Tuan, sensor mana kami mendeteksi fluktuasi aneh di depan," lapor salah satu bawahannya. "Seperti... ruang yang terdistorsi."
Malphas mengangkat tangannya, memerintahkan pasukannya berhenti. "Keluar, tikus-tikus Veyris! Jangan bersembunyi di balik kabut!"
Deg.
Seketika, kabut di sekeliling mereka mendadak membeku. Dari kegelapan hutan, muncul seorang anak laki-laki berusia enam tahun. Kaelan berjalan santai, mengenakan jubah hitam Nox Astra yang menyapu tanah. Di belakangnya, Mira dan Nox berdiri seperti patung penjaga yang tak bernyawa.
"Anak kecil?" Malphas tertawa sinis. "Jadi ini 'organisasi legendaris' yang menghancurkan Batalion Drakmor? Sebuah lelucon yang buruk."
Kaelan berhenti sepuluh langkah di depan kuda Malphas. Matanya yang biru berkilat dengan cahaya dingin yang membuat tawa Malphas mendadak terhenti.
"Kalian melintasi batas wilayah Veyris tanpa izin," ucap Kaelan datar. "Dalam hukum keluargaku, itu berarti hukuman mati."
"Beraninya kau!" Salah satu ksatria Inkuisisi menghunuskan pedang sucinya.
"Berlututlah di depan utusan Raja, atau kepala kecilmu akan—"
Sret!
Belum sempat ksatria itu menyelesaikan kalimatnya, sebuah garis hitam tipis melintas di lehernya. Kepalanya menggelinding di atas tanah yang lembap, disusul oleh tubuhnya yang jatuh berdebum. Nox sudah berdiri di belakang ksatria itu, menyeka belati hitamnya dengan gerakan malas.
"Satu," gumam Nox dingin.
"Serang! Habisi mereka semua!" teriak
Malphas, amarahnya meledak.
Seketika, pertempuran pecah. Sembilan ksatria Inkuisisi menerjang maju dengan pedang yang diselimuti aura suci. Namun, mereka tidak sadar bahwa mereka telah masuk ke dalam sarang laba-laba yang mematikan.
"Mirror Dimension (Dimensi Cermin)," ucap Mira pelan.
Ruang di sekitar para ksatria itu mendadak pecah seperti kaca. Mereka yang tadinya menyerang Kaelan, tiba-tiba mendapati pedang mereka menusuk punggung rekan mereka sendiri. Kebingungan melanda. Mereka terjebak dalam labirin ruang yang diciptakan oleh penyihir Grade S.
Sementara itu, Malphas melompat dari kudanya, pedang besarnya berkobar dengan api suci. "Aku akan membunuhmu dulu, bocah sialan!"
Ia mengayunkan pedangnya ke arah Kaelan. Ledakan energi Level 6 itu cukup untuk meratakan sebuah bukit. Namun, Kaelan bahkan tidak berkedip.
"Aether Barrier: Void," bisik Kaelan.
Sebuah kubah transparan muncul di depan Kaelan. Saat pedang Malphas menghantam kubah itu, energinya tidak meledak, melainkan terserap sepenuhnya, seolah-olah ditelan oleh lubang hitam.
"Apa?! Mana suciku... hilang?!" Malphas terbelalak.
"Bakatmu hanya Grade B, Malphas. Kau hanya seekor anjing yang diberi tulang oleh Raja," ucap Kaelan sambil melangkah maju. "Biar kutunjukkan padamu apa itu kekuatan yang sebenarnya."
Kaelan mengulurkan telapak tangannya. Mana di seluruh hutan itu mendadak tersedot ke arahnya, menciptakan pusaran energi biru yang begitu padat hingga udara di sekitarnya mulai retak. Ini adalah teknik tingkat tinggi dari buku kuno: "Judgment of the Fallen Star" (Pengadilan Bintang Jatuh).
Sebuah tombak cahaya biru pekat terbentuk di atas kepala Kaelan. Tekanannya membuat tanah di bawah kaki Malphas amblas sedalam setengah meter.
"T-Tunggu! Aku utusan Raja! Jika kau membunuhku, Veyris akan dibakar—"
"Veyris tidak akan dibakar," potong Kaelan. "Karena setelah hari ini, akulah yang akan membakar takhta rajamu."
Zhuuuuum!
Tombak cahaya itu melesat. Malphas mencoba menangkis dengan seluruh auranya, namun tombak itu menembus pertahanannya seperti pisau panas memotong mentega. Sebuah ledakan cahaya yang murni menelan sosok sang Inkuisitor, menyisakan lubang kawah raksasa di tengah hutan.
Tidak ada mayat. Hanya debu yang tersisa.
Mira dan Nox berdiri di belakang Kaelan, menatap kehancuran di depan mereka dengan takjub. Mereka tahu tuannya kuat, tapi melihatnya menghancurkan seorang ksatria Level 6 dengan satu serangan di usia enam tahun adalah sesuatu yang melampaui akal sehat.
"Nox, kumpulkan lencana mereka," perintah Kaelan. "Kirimkan ke istana melalui kurir anonim. Berikan pesan singkat: Jangan ganggu tidur sang naga."
"Siap, Tuan," jawab Nox.
Mira mendekat, wajahnya sedikit cemas.
"Tuan, Raja akan mengirim pasukan yang lebih besar setelah ini. Valdoria memiliki ksatria Level 7 dan Level 8."
Kaelan menatap langit malam yang mulai memudar. "Biarkan saja. Semakin besar pasukan yang mereka kirim, semakin besar legenda Nox Astra akan tumbuh. Lagipula..."
Kaelan tersenyum misterius. "Papa sudah mencapai Level 6. Dalam satu tahun, aku akan membuatnya menjadi Level 8. Veyris tidak akan lagi menjadi wilayah perbatasan. Veyris akan menjadi pusat dari kekaisaran baru."
Kaelan menutup matanya sejenak, merasakan Bakat EX miliknya berdenyut. Ia bisa merasakan ada sesuatu yang jauh lebih besar di luar sana—kekuatan kuno yang mulai terbangun karena tindakannya malam ini.
"Pulanglah. Besok, aku harus belajar etika bangsawan dengan Mama. Aku tidak ingin dia curiga kenapa bajuku bau belerang," ucap Kaelan, kembali ke nada suaranya yang polos.