NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:971.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekaguman di bawah lampu kamar

Malam merangkak semakin larut, namun kantuk enggan menyapa Sekar. Di kamar yang luas ini, hanya suara detak jam dinding dan embusan napas teratur milik Danu yang memecah keheningan.

Sekar berbaring miring, menghadap punggung suaminya yang lebar dan tegap di bawah selimut tebal. Di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, Sekar membiarkan matanya mencuri pandang, menatap sosok yang kini secara sah memiliki hidup dan matinya.

​Danu Subroto. Lelaki itu kini berusia tiga puluh dua tahun, sebuah angka yang melambangkan kematangan sempurna bagi seorang pria. Ada jarak delapan tahun di antara mereka, jarak yang bagi Sekar terasa seperti jurang antara bumi dan langit. Sekar sering merasa dirinya hanyalah bocah yang tidak tahu apa-apa, sementara Danu adalah pria dewasa yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan, pria yang sudah memiliki pijakan kuat di atas tanahnya sendiri.

​Sekar mengamati rahang Danu yang tetap terlihat tegas meski sedang terlelap. Jika sedang bekerja di toko, Danu adalah definisi dari wibawa.

Lelaki itu tidak perlu berteriak untuk ditaati, cukup dengan tatapan matanya yang tajam dan intonasi suaranya yang tenang namun berat, semua anak buahnya akan tunduk. Ada karisma yang memancar dari setiap gerak-geriknya, cara ia melipat lengan kemeja hingga siku, atau cara ia mengerutkan dahi saat memeriksa laporan keuangan.

"​Dia terlalu sempurna untukku" Batin Sekar.

​Kekaguman Sekar pada Danu bukan hanya karena ketampanan wajahnya yang maskulin atau tubuhnya yang tegap berisi karena sering membantu mengangkat material bangunan di masa mudanya. Lebih dari itu, Sekar mengagumi sesuatu yang jauh di dalam jiwa pria itu, tanggung jawab.

​Sekar tahu persis, Danu adalah pria yang hidup dalam kecukupan, bahkan bisa dibilang kaya untuk ukuran kota kecil ini. Dengan kekuasaan dan uang yang dimilikinya, Danu sebenarnya punya seribu satu cara untuk menyingkirkan Sekar.

Ia bisa saja memberinya sejumlah uang besar untuk menggugurkan kandungan, atau mengirimnya pergi jauh ke luar pulau agar nama baik keluarga Subroto tidak tercoreng. Apalagi, Danu memiliki Lidya, kekasih yang cantik, berpendidikan, dan setara dengannya.

​Namun, Danu tidak memilih jalan pengecut itu.​Pria itu memilih untuk berdiri di depan ibunya yang murka, memilih untuk menghadapi cemoohan orang pasar, dan memilih untuk menikahi seorang buruh cuci yang tidak punya apa-apa. Bagi Sekar, itu adalah keberanian yang luar biasa. Danu memilih untuk mengubur kebahagiaannya sendiri bersama Lidya demi mempertanggungjawabkan perbuatan satu malam yang seharusnya bisa ia sangkal.

"​Mas Danu, kenapa kamu begitu baik?"

​Sekar teringat kejadian sore tadi. Saat ia sedang duduk di teras belakang, Danu pulang dengan kemeja yang sedikit kotor terkena debu proyek. Alih-alih langsung mandi, pria itu menghampiri Sekar, berjongkok di depannya, dan memberikan sebuah bungkusan kecil berisi martabak manis kesukaan Sekar yang dibelinya di pinggir jalan.

​"Makanlah selagi hangat. Tadi aku lewat dan ingat kamu suka martabak manis" Ucap Danu saat itu. Tangannya sempat mengusap pipi Sekar sebentar sebelum berlalu masuk ke dalam rumah.

​Sentuhan itu singkat, namun bekasnya tertinggal berjam-jam di kulit Sekar. Dalam diam, Sekar sering bertanya-tanya, terbuat dari apa hati pria itu? Bagaimana bisa ia tetap perhatian dan manis kepada wanita yang secara tidak langsung telah menghancurkan masa depan cintanya?

Setiap kali Danu membukakan pintu mobil untuknya, atau setiap kali Danu memastikan ia meminum vitaminnya tepat waktu, Sekar merasa dadanya sesak oleh rasa kagum yang bercampur dengan pedih.

​Kekaguman itu perlahan berubah menjadi bentuk pemujaan yang diam-diam. Sekar semakin memperhatikan hal-hal kecil tentang suaminya. Ia suka aroma tubuh Danu yang selalu wangi kayu cendana, ia suka melihat cara tangan Danu yang besar dan kasar namun lembut saat memegang jemarinya yang kecil. Bagi Sekar, Danu adalah pelindung, sebuah mercusuar di tengah badai kehidupannya yang kacau.

​Namun, kekaguman itu juga yang menjadi penjara bagi Sekar. Semakin ia mengagumi Danu, semakin ia merasa tidak layak. Ia merasa seperti debu yang menempel pada permata. Ia merasa dirinya adalah cacat dalam hidup Danu yang sempurna.

"Dia pria dewasa yang mapan, dan aku hanya gadis yang membuatnya malu" Pikir Sekar sambil menyeka air mata yang jatuh ke bantal.

​Sering kali, Sekar sengaja bangun lebih pagi hanya untuk menyiapkan keperluan Danu. Ia akan menyetrika kemeja suaminya dengan sangat hati-hati, memastikan tidak ada satu kerutan pun yang tertinggal.

Ia ingin menjadi berguna. Ia ingin membalas kebaikan Danu dengan ketaatan yang mutlak. Jika Danu memintanya berdiri, ia akan berdiri. Jika Danu memintanya diam, ia tidak akan bersuara. Ia menjadi istri yang sangat penurut bukan karena takut, tapi karena ia merasa berutang nyawa dan martabat pada pria itu.

​Pernah suatu malam, Sekar melihat Danu melamun di balkon kamar sambil memegang ponselnya. Sekar yakin, saat itu Danu sedang merindukan Lidya. Hati Sekar hancur melihatnya, namun ia tidak berhak cemburu. Alih-alih marah, Sekar justru mendekat dan membawakan segelas susu hangat untuk Danu tanpa berkata apa-apa, lalu segera pergi agar tidak mengganggu lamunan suaminya.

​Sekar mengagumi bagaimana Danu bisa menyimpan perasaannya sendiri begitu rapat. Pria itu tidak pernah mengeluh, tidak pernah memaki Sekar, dan tidak pernah mengungkit pengorbanan yang ia lakukan. Kedewasaan Danu membuat Sekar merasa sangat kecil, namun sekaligus merasa sangat aman.

​"Mas, terima kasih sudah tidak membuangku" Bisik Sekar sangat pelan, hampir berupa embusan napas, agar tidak membangunkan Danu.

​Ia tahu perasannya jika boleh disebut cinta, adalah sebuah kesalahan baru. Ia seharusnya tidak jatuh hati. Ia seharusnya tetap pada posisinya sebagai tanggung jawab.

Namun, siapa yang bisa menahan hati saat setiap hari melihat sosok setampan dan sebaik Danu memberikan perlindungan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan dari dunia?

Tapi dia ingat kata-kata Danu beberapa hari lalu. Danu memintanya untuk membuka hati dan menerima semuanya. Apa mungkin ini saatnya dia mulai berni membuka hatinya? Apa ini saatnya dia percaya sepenuhnya pada Danu?

​Sekar memejamkan matanya, mencoba menyusul Danu ke alam mimpi. Di dalam benaknya, ia membayangkan jika saja mereka bertemu dalam keadaan yang berbeda. Jika saja ia adalah gadis terpelajar seperti Lidya, mungkin ia bisa membalas tatapan Danu dengan kepala tegak, bukan dengan tundukan penuh rasa bersalah seperti sekarang.

"Ah tidak, sekarang aku akan belajar untuk menatap matamu dengan sedikit berani Mas!"

​Sekar merapatkan selimutnya, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan dari kehadiran pria itu di sampingnya. Baginya, bisa bernapas di ruangan yang sama dengan Danu saja sudah merupakan anugerah yang tak terhingga. Danu Subroto, pria dewasa yang menjadi suaminya, telah menjadi pusat dari seluruh semesta kecil milik Sekar mulai saat ini, ah mungkin mulai hampir tiga bulan ini.

1
Dhiany Annas
Nyawa Danu hanya ada ditangan Author ...
Tamirah
Mertua kalau sejak awal sdh benci dgn menantu bukti atau fakta kalau pegawainya sdh gak jujur menggelapkan dana yg ditemukan mantu tentu gak akan percaya. Mertua akan sadar kalau sdh kena setruk gk bisa apa-apa baru dia melek karena butuh orang yang membantu , entah untuk menyuapi, memandikan memakai kan pakaian.Selagi sehat tentu masih mentang mentang.
Tamirah
Hidup berumah tangga satu atap dgn ibu mertua yg tidak menyukai istri pilihan putranya Sangat lah mengenakan, apa yg selalu dikerjakan gak ada yg benar,cacian dan hinaan menjadi makanan sehari-hari.Kalau anak nya pindah punya rumah sendiri nnt mantunya yg disalahkan krn mempengaruhi putranya, Kalau serumah dgn ibu mertua juga ngenessss . ya satu satunya putranya hrs tegas pada ibunya ambil keputusan utk pinda agar istrinya nya man dan aman demi si buah hati yg dikandung istri tercinta biarkan ibu mengatatai anak durhaka padahal gelar' yg cocok adalah ibu durhaka.
@Al**
/Good/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaaan wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah? dia juga siapa?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
alah alah gemes banget sih pasangan mas & dek ini 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ah masa sih wkwk jangan2 ibas aslinya naksir riana bukan sekar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayak ninja hatori ya bu, membela kebenaran & kebajikan 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo gitu, baru tau hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh bu broto anggota avenger kah tugas nya melindungi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selo banget mas sampe sempet merhatiin jam bos sambil ngerumpi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bercanda itu kalo bikin orang ketawa budhe, kalo bikin orang tersinggung mah jatohnya julid ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
riana se periang ini sm danu se soft spoken itu kok bisa sih ibu nya se-broto itu 😂
santi.santi: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa ga pindahin bu broto ini ke ujung pulau biar ga berisik wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu bayangin kalo pak broto masih ada trus dia di telp mantan nya malem2 trus pak broto bantuin mantan nya ibu tantrum ga 😒 emang orang kadang kudu ngerasain dulu situasi yg sm biar mulutnya ga asal jeplak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bu broto ada masalah hidup apa sih kok kayaknya sirik banget wkwk apa dulu pak broto ke ibu ga semanis danu ke sekar kah? 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini yg ngomong laki? yaalah mulutnya kayak ibu ibu kehabisan bansos ya ya, urusin aja keluarga sendiri repot banget sih ngurusin orang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur ini salah satu yg bikin aku kadang ga suka ke pasar, kadang mulut orang2 tu suka nyamber kek gledek gini, sodara bukan akrab kagak tp ikut komentar 🙂 kalo belanja di supermarket bener2 tinggal milih liat harga, ga bisa di tawar gapapa tp ga ketemu sm manusia begini, mana jiwa ini ga bisa di ajak basa basi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu hamil lagi siapa tau skrg hamil nya kayak sekar 😂 lagian orang hamil juga beda2, mbak ipar ku lho hamil dia sampe ga bisa cium bau nasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!