yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 2. Kanafeh buatan ummi.
Langit sudah menampakkan bias cahaya di ufuk timur. Burung - burung beterbangan penuh suka cita, mencari rezeki dari sang Pencipta. Pohon -pohon bergoyang gemulai tertiup angin pagi yang masih terasa dingin. Musim dingin memang sebentar lagi tiba. Jadi memang sudah terasa sejuk yang lebih ke dingin sebenarnya. Tapi dingin nya suhu di pagi ini tak menyurutkan niat Abbas dan keluarga nya untuk terus beraktifitas.
" Ummi, kue nya sudah selesai? Aku harus cepat ke pasar untuk menjualnya. Supaya bisa untuk sarapan orang -orang di pasar" tanya Abbas pada umminya yang sedang membereskan meja makan.
"Alhamdulillah sudah bang. Mau berangkat sekarang?" kata ummi sambil menyiapkan kue yang akan dibawa Abbas ke pasar.
"ayuwa ummi. Mumpung masih pagi, banyak orang cari sarapan." umminya menganggukkan kepala.
" Berhati -hatilah di perjalanan ya. Desa kita masih situasi tegang. Mohon perlindungan pada Allah, semoga dijauhkan dari mata bahaya dan niat jahat makhluk" nasehat ummi.
" Insyaallah ummi. Aku berangkat sekarang. Haniya.. Kamu bantuin ummi sampe selesai dulu ya, baru ajak Abia ke sekolah nya". Perintahnya pada adik ke2 Abbas.
" Iya bang.. "
" Fiiamaanillah ma'a salaamah..." doa ummi dan Haniya bersamaan untuk Abbas.
" Aamiin ya Rabb. Assalamualaikum.." pamit Abbas pada keduanya.
"ummi, kenapa kami tidak bersekolah lagi seperti bulan lalu?". Tanya Haniya pada ummi heran.
" Hmmmm..... Ummi juga belum tau Haniya, kita di sarankan banyak berada dirumah karena suka ada penjajah yang tiba-tiba menyerang. Lagipula jalan kesekolah kalian kan di tutup sementara oleh para penjajah itu ". Terang uumi sedih.
Haniya hanya berusaha untuk faham atas kondisi di desanya. Ntah sejak kapan para penjajah itu berdatangan mulai menyerang dan merusak.
Padahal kata ummi, dulu sewaktu aku kecil, keadaan masih aman dan tentram damai sentosa, Kami hidup dengan situasi yang menyenangkan dan rutinitas yang berjalan dengan normal. Tapi setelah mereka datang, sedikit demi sedikit ketenangan kami berubah. Ada aja yang mereka buat untuk mengacau kebiasaan kehidupan kami. Dari yang tiba-tiba ada warga yang terusir dari rumah nya, ada juga yang di fitnah kalo warga sini memukul tamu yang tinggal dirumahnya dan masih banyak lagi.
Awalnya kami anggap sebagai salah paham aja. Tapi ternyata berdampak fatal seperti sekarang. Di desa kami sendiri aja, kami harus waspada, tidak bisa seenaknya bepergian lagi, bermain aja tidak bisa jauh. Hhhh... Ya Allah hingga kapan ini berakhir...
" Haniya jangan melamun, ayo itu selesai kan cuci piring nya. supaya bisa antar Abia sekolah tepat waktu." tegur ummi..
Ehh... Haniya hanya mengangguk saja dan menyegerakan kegiatan mencuci piring nya.
*****"
" Assalamualaikum ya Abbas. Mau kunafa nya 4 ya" sapa seorang ibu paruh baya di depan lapak Abbas.
" waalaikumussalam ya Umma, ayuwa." jawab Abbas dengan girang nya. Dan segera membungkus kue yang di minta.
" 16 nis ya umma " kata Abbas sambil menyerahkan kunafa pada pembelinya. Dan ia pun memberikan 20 nis uang kertas.
" lebih nya ambil buat kamu ya. Semoga Allah selalu merahmati kita" kata ibu itu dan mengambil kunafa dari tangan kanan Abbas.
" Masyaallah.. Aamiin ya rabb... Syukran jiddan laki ya Umma..." seru Abbas sambil mengusap wajahnya.
(masyaallah. aamiin ya allah. Terima kasih banyak wahai ibu)
Ibu itu tersenyum sambil berlalu pergi.
" Alhamdulillah.. Ya Allah masih ada beberapa kunafa lagi. Semoga segera habis takut keburu dingin" doa Abbas.
Matahari sudah lebih nampak cahayanya. Biasany setelah kunafa jualan Abbas habis, Abbas tidak langsung pulang, tapi ia lanjut bekerja membantu membawa barang bawaan yang berlebihan. Kalau tidak ada yang memintanya, maka ia akan membantu berjualan orang lain yang sekiranya perlu bantuan. Tidak ada yang menyuruh nya, inisiatif diri aja karena ia ingin punya tabungan sendiri untuk membeli barang yang ia mau.
Hidup nya keras, dia berjuang buat kebutuhan dirinya sendiri, ia tidak mau membebani orangtuanya yang sudah sangat sibuk bekerja untuk mencukupi kebutuhan pokok keluarga.
" Alhamdulillah.. syukran lakum ya baba... " katanya pada baba penjual buah, Ia baru selesai membantu nya berjualan.
Matahari sudah mulai meninggi, saatnya dia pulang kerumah.
****
Dirumah. Yaseer yang baru saja pulang dari mengaji setelah shubuh tadi dimasjid. Matahari baru menampakkan cahaya terangnya.
" ummi.. Ini kunafa masih ada, apa ga dibawa semua sama Abang?" tanya Yaseer menunjuk kue yang ada di atas meja makan.
" iya tadi ummi membuat lebih untuk sarapan kita. Ayo dimakan, Haniya dan Abia sudah ambil untuk bekal ke sekolah" terang ummi.
" Alhamdulillah.. Sarapan kunafa buatan ummi itu luarbiasa. Rasa yang selalu ngangenin dan bikin nagih.. Hmmmm... Bismillah.... " pekik Yaseer bersemangat sambil mencomot 1 iris kunafa. Kebetulan dia sangat lapar, tenaganya terkuras untuk menghafal surah baru.
" Hmmmm.... Masyaallah... Rasa yang selalu sama. Selalu enak dan selalu bikin ketagihan.. " gumam Yaseer di sela kunyahannya sambil memejamkan mata. Nikmat manalagi yang kau dustakan. Pulang ngaji di suguhi sarapan istimewa.
(mau dong Yaseer.. Duh jadi ngeces ini..)
" wah si author mau ya, eh ga boleh ini cuma 2 iris. Ga cukup kalo di kasihin orang lain. Wlee... ". Ledeknya cengengesan..
" ummi, ada resep rahasiakah di kunafa buatan ummi, rasa nya itu... spesial banget.. " tanya Yaseer ketika melihat umminya masuk ke dapur.
"Ya biasa aja. Seperti resep kunafa lainnya.. " jawab ummi sambil mulai memasak untuk makan siang.
" ummi, tapi rasa kunafa ummi aga beda dari kunafa yang pernah aku makan dari temen ku, katanya oleh-oleh dari kota. Buatan ummi ini lebih hmmm.. " kata Yaseer lebay menirukan gaya chef Prancis.
Ummi hanya tertawa pelan saja.
" di desa kita memang ada ciri khas sendiri dalam pembuatan kunafa. Kunafa adalah seni kuliner negara kita yang menghasilkan hidangan penutup dengan perpaduan tekstur renyah di luar, keju lumer yang gurih di dalam, dan siraman sirup gula manis.
Kunci keaslian kunafa kota kita terletak pada penggunaan Keju Nabulsi yaitu keju kambing/domba yang direndam air garam dan penggunaan pewarna oranye alami atau food grade" jelas ummi panjang lebar.
" Whoaaa.. Pantas aja rasanya beda. Ada resep rahasia rupanya.... " kata Yaseer sambil mengusap angguk-anggukan kepala seolah mengerti.
" ngerti gitu?" tanya ummi iseng.
" enggak... Tapi yang aku ngerti, kunafa ummi enak bbeeutt.... " keduanya tertawa dengan candaan Yaseer...
Ahh .. Pagi yang indah jika kita bisa bersenda gurau di saat suasana kota yang kadang menegang.
*****
Door.....
Aaaakh ...
"Allahu Akbar .. !!!! " teriak warga sekitar tempat kejadian..
"Sembunyi... Merunduk.. Mereka menyerang lagi.. "
" hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal Maula wa ni'mannashiir"
Sahut-sahutan teriakan takbir di tengah kebun zaitun.
"Allahu Akbar .."
happy reading 💪
happy Ied Mubarak
komen baik nya ditunggu ya.