NovelToon NovelToon
Hutang Yang Harus Kubayar

Hutang Yang Harus Kubayar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:726
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Bayangan pernikahan yang bahagia agaknya tidak berlaku untuk Nadia Witama. Gadis seperempat abad itu justru terpaksa menikah dengan pria kasar dan arogan seperti Arya Dirgantara untuk melunasi hutang ayahnya. Bisakah Nadia bertahan dengan sikap Arya? Atau pada akhirnya dia akan menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Setelah Rio mengantar Nadia pulang, beberapa menit setelahnya Arya keluar dari butik. Ia melonggarkan dasinya yang terasa sesak. Ia masih berpikir, apa yang harus dia lakukan jika bertemu dengan Nadia. Pikiran liarnya mengenai gadis itu sungguh di luar kendalinya.

Arya memelankan langkahnya ketika getaran ponsel terasa di kantong jas nya. Ia merogohnya, mengambil benda pipih itu. Keningnya berkerut begitu melihat nama Nova muncul di layar.

Nova adalah gadis yang selama ini selalu menempel padanya. Dialah yang selama ini selalu di jodohkan oleh ibu kepadanya.

"Ya?" Arya menjawab telepon dengan ketus.

"Akhirnya kamu mengangkat teleponku, sayang." Ujar Nova dengan manja dari sebrang sana. Bahkan dari suaranya terdengar seperti sengaja menggodanya. Arya sadar betul jika tujuan wanita ini menghubungi nya untuk meminta perhatian.

"Ada apa? Aku sedang sibuk." Ujarnya lagi, enggan memberi respon lebih pada wanita itu.

"Huh, padahal sudah lama kita tidak bertemu, apakah kamu tidak merindukanku?"

"Tidak, jika tidak ada hal lain, aku matikan teleponnya." Arya hendak menutup ponselnya, namun urung ketika wanita itu berbicara lagi.

"Tunggu, aku ingin memberitahumu jika aku akan kembali beberapa hari lagi bersama ibumu."

Arya mendengus, kesal dengan Nova yang selalu membawa nama ibunya dalam obsesinya.

"Aku harap kamu akan menjemput kami di bandara."

Arya masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah.

"Halo? Kamu masih di sana kan?" tanya Nova mencari tahu.

"Aku sedang menyetir, kirimkan saja jadwal penerbangan mu."

"Kamu akan menjemputku- eum, maksudku menjemput kami?"

"Ya."

"Baiklah, aku..."

Arya segera menekan tombol merah di layar ponselnya dan menaruh benda pipih itu kembali ke kantong jas nya. Sesampainya di rumah, ia segera merebahkan tubuhnya ke ranjang untuk merekatkan tubuh serta pikirannya dari hal liar. Perhatiannya belum teralih dari bayang-bayang Nadia. Arya memejamkan matanya, berharap ia dapat menghilangkan bayang-bayang gadis itu.

....

Di tempat lain, mobil hitam berhenti di depan area pemakaman. Rio segera keluar dari balik kemudi dan membukakan pintu untuk wanita yang ada di bangku belakang.

"Kita sudah sampai, nona."

Nadia mengangguk, ia turun dari mobil kemudian mengikuti arah langkah yang Rio tunjukkan. Tanah merah bertabur bunga tertangkap oleh netral wanita itu.

"Saya akan menunggu anda di mobil." Rio berpamitan.

"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri."

"Tapi.." mulut Rio terkatup rapat saat melihat senyum simpul yang mencoba Nadia tunjukkan." Pergilah, tolong sampaikan terima kasihku karena dia sudah memberi pemakaman yang layak untuk ayahku."

Rio tidak bisa membantah lagi, wanita ini telah mengusirnya secara halus.

"Ini kartu nama saya. Anda bisa menghubungi saya kapanpun nila anda memerlukan bantuan."

Nadia menerima kartu nama yang Rio berikan dan menyimpannya.

"Kalau begitu, saya permisi." Punggung Rio menjauh kemudian menghilang bersamaan dengan mobil yang dia kendarai.

Nadia kini bersimpuh di depan makam ayah dan ibunya. Ada perasaan jadi di dalam hatinya. Dia tidak menyangka mereka akan di makamkan di tempat yang sama, bahkan bersebelahan. Darimana orang-orang itu tau mengenai makam ibunya?

Langit yang semula cerah perlahan berubah menjadi jingga, Nadia masih di sana. Bersimpuh di makam kedua orang tuanya. Tak ada sepatah kata pun yang dia ucapkan. Hanya ada air mata yang mewakili perasaannya. Dia tidak akan bisa berjumpa dengan orang tuanya lagi untuk selamanya.

"Nadia, apa yang kamu lakukan di sini, sayang?" Sebuah suara berhasil membuat perhatian Nadia teralih. Ia menoleh ke belakang mendapati sosok Galang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

"Mari kita pulang," ajak pria itu seraya mengulurkan tangan pada kekasihnya.

Seketika rasa bersalah menyeruak dalam diri Nadia. Sekarang dia sudah menikah dengan Arya, itu artinya dia telah mengkhianati kekasih yang amat dia cintai. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah dia jujur tentang kontak itu? Apakah Galang akan tetap mempertahan hubungan mereka setelah tau apa yang terjadi? Jujur saja, ia masih belum sanggup jika harus berpisah dengan laki-laki ini.

"Nadia?" Galang memanggilnya lagi dengan lembut, hal itu membuat air mata Nadia kembali menetes. Lidahnya kelu untuk menjelaskan, semuanya terjadi begitu cepat tanpa bisa ia cegah. Bahkan ia tidak bisa menghindar dari takdir yang kini menjeratnya.

Galang mendekat, menyampirkan jaket miliknya ke bahu Nadia. " Kita pulang, ya."

Nadia mengangguk. Ia tidak bisa menolak perlakuan hangat pria ini.

Sepanjang perjalanan hening, tak ada satupun yang berbicara hingga beberapa menit kemudian mereka sampai di kamar kos yang menjadi tempat tinggal Nadia sejak beberapa tahun terakhir. Tidak ada kemewahan yang terlihat, ia hanya menyewa bangunan ruangan kecil yang cukup untuk di jadikan kamar dan dapur serta kamar mandi. Tidak ada banyak perabotan di dalamnya.

Galang menyeduh teh susu kesukaan Nadia dan memberikannya.

"Minumlah, ini akan membuatmu merasa sedikit lebih hangat."

Nadia hanya mengangguk sebagai jawaban, ia menerima minuman itu dan meneguknya perlahan.

"Jadi, ada apa denganmu? Katakan padaku jika kamu ada masalah, mungkin aku bisa membantu." Galang menatap manik mata kekasihnya dalam-dalam, berharap bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada gadisnya.

Lagi, Nadia hanya menggeleng kecil tanpa mau mengeluarkan sepatah katapun.

Galang kebingungan, Nadia memang gadis yang pendiam tapi tidak sampai sependiam ini." Hei, ada apa? Apakah kamu sakit?"

"Sayang, apakah ada sesuatu yang menganggu mu?" Tanya Galang lagi. Laki-laki itu mengulurkan tangannya ke wajah Nadia, kemudian menempelkan keningnya pada gadis itu.

Sontak bayang-bayang wajah Arya muncul di pikirannya membuat Nadia segera mendorong Galang untuk menjauh.

"Nadia, ada apa?" Galang tampak kebingungan melihat respon gadis itu. Sepertinya ada yang di sembunyikan darinya.

Nadia berdiri menjauh beberapa langkah. Dia merasa ini tidak benar. Meskipun apa yang terjadi itu bukan kehendaknya, tapi tetap saja kini dia adalah wanita yang sudah menikah.

"Nadia?" Galang semakin heran, ini pertama kalinya melihat Nadia seperti ini.

Tiba-tiba Nadia melangkah menuju kamar pintu kosnya." Aku lelah dan ingin istirahat. Tolong keluar dari kamarku."

"Nadia.." panggil Galang. Dia tidak tau mengapa Nadia memintanya untuk pergi? Sifat pendiam dan kaku Nadia sudah biasa Galang hadapi, tapi hari ini? Nadia seperti orang lain.

Nadia menatap Galang." Aku mohon, keluar."

Galang menghela napasnya." Baiklah, aku akan keluar. Jaga dirimu baik-baik. Jika kamu butuh sesuatu, segera hubungi aku." Ujarnya kemudian melangkah mendekati Nadia.

Sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu, Galang mendaratkan kecupan di kening Nadia, membuat gadis itu memejamkan matanya. Ada rasa tenang yang dia rasakan ketika Galang mengecup keningnya. Pria itu selalu berhasil memposisikan dirinya tanpa pernah memaksa kehendaknya sekalipun.

Tanpa mereka ketahui, sepasang mata elang melihat interaksi mereka. Tangannya mengepal erat di atas kemudi. Dia tidak terima miliknya di sentuh oleh orang lain. Sifat posesif nya sudah mendarah daging, melindungi sesuatu yang dia klaim sebagai miliknya dengan segala upaya.

"Nadia, tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku! Kamu hanya akan menjadi milikku!!" Arya menggeram menandakan bahwa emosinya mulai memuncak.

"Aku akan membuatmu tahu bahwa kamu hanya milikku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!