Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Brengsek
Oke aku tidak bisa menahannya lagi. Maafkan aku, Na......dan cup! Archie nekat menempelkan bibirnya di bibir Alana dan Alana melotot kaget lalu bruk! Gadis cantik itu jatuh pingsan di dalam pelukannya Archie.
Archie sontak membopong Alana lalu membuka pintu jok belakang dengan wajah panik. Ia merebahkan Alana di jok belakang dengan hati-hati lalu memeriksa bagian belakang kepalanya Alana dan berharap ia tidak menemukan benjolan. Pria tampan itu bernapas lega sesaat karena ia tidak menemukan satu pun benjolan di belakang kepalanya Alana dan dia juga tidak menemukan memar di tengkuk gadis itu. Archie lalu bergegas memeriksa nadi Alana dan ia kembali bernapas lega. "Syukurlah kamu cuma pingsan, Na," dan saat Archie hendak menarik keluar kepalanya dari dalam mobil untuk mengambil kotak obat ia mengurungkan niatnya karena gumaman lirih Alana, "Mama, Alana kangen"
Archie lalu mendekatkan telinganya ke bibir Alana saat gadis itu kembali bergumam. Archie mendengar dengan jelas gumaman Alana, "Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku!"
Archie menghela napas panjang sambil berkata, "Maafkan aku karena nekat menempelkan bibirku ke bibir kamu, Na"
Archie lalu menyelimuti Alana dengan jaket yang terlampir di jok mobil kemudian menarik kepalanya keluar dari dalam mobil.
Setelah menutup pintu, Archie menyandarkan punggungnya dan menghela napas lega, "Syukurlah kamu baik-baik saja, Na" Lalu, pria tampan itu menampar pipinya sendiri dan berkata, "Brengsek kau Archie! Alana pernah dilecehkan dan Alana belum pernah berciuman. Kenapa kamu tidak bisa menahan diri kamu, hah?!"
Setelah menenangkan dirinya dengan cara melakukan inhale dan exhale beberapa kali, Archie melangkah ke jok kemudi. Dia mengebut karena ia ingin segera membaringkan Alana di ranjang dan memasang infus.
Beberapa jam kemudian, Archie duduk di tepi ranjang setelah ia memasangkan jarum infus yang mengalirkan vitamin B kompleks di punggung tangan kanan Alana.
Saat Alana kembali bergumam, "Alana lelah, Ma. Alana pengen tidur yang lama banget," Archie mengusap lembut kepala Alana dan berkata dengan wajah sedih, "Tidurlah yang nyaman dan nyenyak, Na. Kamu aman di sini. Aku akan selalu menjaga kamu" Dan di sepanjang hari itu, Archie tidak meninggalkan Alana. Bi Inah bahkan sampai mengantarkan makan siang dan malam ke kamar.
Di jam lima pagi Alana membuka mata dan dia langsung menoleh ke kanan karena ia menangkap ada siluet orang duduk di samping kanannya.
Archie menurunkan bukunya, "Syukurlah kamu sudah bangun, Na. Apa yang kamu rasakan?" Archie menarik kursinya mendekat ke ranjang.
"Kamu menciumku ya?" Bentak Alana dengan Mata melotot tajam.
Archie menutup bukunya lalu melotot tak kalah tajamnya, "Enak aja! Aku baca buku dari tadi"
"Bohong! Aku tadi merasakan kalau kamu menciumku lalu aku bangun"
Kedua alis Archie menukik tajam dan menatap Alana intens lalu berkata sambil meletakan bukunya di nakas, "Aku tidak mencium kamu Nona Alana Wilde. Aku berani bersumpah demi apapun di dunia ini"
Kalau kemarin siang, sih, iya. Tapi cuma nempelin bibir dan kamu pingsan. Batin Archie.
"Mana ada maling ngaku di dunia ini" Sembur Alana sambil menyingkap selimut untuk melihat apakah dia berpakaian lengkap.
Alana melotot tajam ke Archie dan menyemburkan, "Kenapa bajuku ganti? Kamu sudah......."
"Bi Inah yang mengganti baju kamu" Potong Archie.
"Oh, oke. Tapi kamu menciumku, kan?"
Archie mengusap dagunya lalu bertanya, "Apa kamu bermimpi aku mencium kamu?"
Alana mengerjap kaget, "A-apa? Hah?!"
"Kamu membuka mata dan langsung menuduh aku mencium kamu" Archie mengulum bibir lalu berucap dengan menahan tawa senangnya, "Apa kamu bermimpi aku mencium kamu, Na?"
Alana sontak menunduk dan bergumam di dalam hatinya, apa cuma mimpi? Ah, sial! Kenapa aku langsung menuduhnya menciumku setelah aku membuka mata? Aish! Dia bisa tahu dong kalau aku mengharapkan ciuman darinya. Ahhhhhh!!!!! Kenapa juga aku mimpi dia menciumku. Alana refleks menjambak rambutnya.
"Alana Wilde, kamu belum jawab pertanyaanku"
Alana sontak menegakkan kepalanya lalu menoleh cepat ke Archie, "Ah, aku mimpi digigit nyamuk, hehehehehe"
"Mana mungkin mimpi digigit nyamuk orang kamu langsung nuduh aku mencium ka......"
"Kamu tahu apa nama asli nyamuk?" Potong Alana.
"Hah?!" Archie sontak melotot kaget. "Nama asli nyamuk?"
"Nama asli nyamuk itu Tatang"
"Hah?! Kok kamu tahu?" Alis Archie menukik tajam.
"Ada lagunya. Tatang seekor nyamuk hap lalu ditangkap"
Archie mendengus kesal lalu menyemburkan, "Datang, Na, bukan Tatang. Aku yakin kamu mimpi aku mencium kamu karena jauh di lubuk hati kamu, kamu pengen aku mencium ka....."
"Aku tidur berapa lama?" Potong Alana.
"Tzk! Selalu saja mengalihkan topik pembicaraan" Archie meraup kesal wajah tampannya lalu ia bangkit berdiri untuk mengambilkan Alana segelas air putih.
"Minum dulu!" Archie mengulurkan gelas berisi air putih dan Alana menerimanya lalu meminumnya tanpa berlama-lama.
Archie menatap pucuk kepalanya Alana dan bergumam dalam hatinya, ingin sekali aku membelai rambutnya yang indah itu.
Alana meletakkan gelas yang sudah kosong di nakas sambil menatap Archie dan bertanya, "Aku tidur berapa lama?"
"Kamu bukan hanya tidur tapi pingsan dari siang kemarin sampai pagi ini"
"Hah?! Kok bisa?" Alana sontak duduk tegak.
"Kamu tidak jawab pertanyaanku tadi jadi aku juga nggak salah kalau nggak jawab pertanyaan kamu, kan"
Alana menyipitkan mata, "Kau ........"
"Aku mau bikin bubur dulu untuk kamu. Dari kemarin siang kamu belum makan dan jangan turun dari ranjang! Tangan kamu masih diinfus" Archie berkata sambil menggulung kemejanya sampai ke bawah siku.
Alana sontak menoleh ke arah juluran dagu Archie dan menemukan tangan kirinya dipasangi infus. Alana mendongak untuk melihat cairan di kantong infus. "Kenapa warnanya pink?"
"Itu vitamin B kompleks" Jawab Archie.
"Ooooo" Alana lalu mengarahkan pandangannya ke Archie, "Aku pengen turun"
"Kamu boleh turun dari ranjang kalau kantong infus udah kosong dan setelah aku lepas infusnya, Na"
"Kalau pengen ke toilet?" Alana menyembulkan bibir bawahnya.
"Kamu pengen ke toilet sekarang?" Archie mengulurkan kedua tangannya.
"Nggak, nggak sekarang" Alana menepis tangan Archie sambil menggelengkan kepalanya.
Archie memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan berkata, "Oh, oke. Kamu tinggal bilang ke aku dan aku akan bantu kamu ke toilet"
"Hah?! Nggak usah. Aku bisa sendiri dorong tiang infusnya. Sana bikin bubur aja, tzk!" Alana menyipitkan matanya. "Kamu mau cari keuntungan, kan. Dasar cowok"
Archie meninggalkan kamar sambil berkata, "Aku bakalan dapat banyak keberuntungan hari ini karena sedari tadi kamu nuduh aku terus"
"Mana ada seperti itu?!" Alana berteriak kesal dan dibalas dengan tawa renyahnya Archie.