NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu ruang kerja Arlan terdengar saat hari beranjak sore, sesaat kemudian pintu ruangan itu terbuka diikuti sosok Rieta yang melangkah masuk dengan sebuah berkas di tangan. Di belakang Rieta, seorang wanita turut melangkah masuk dengan berkas berbeda.

Rieta bersikap profesional seperti biasa, menunduk sopan saat ia menyapa sang atasan yang segera diikuti oleh wanita yang kini berada di belakangnya.

"Saya membawakan berkas yang Anda minta, Tuan," ucap Rieta kala pandangan Arlan tertuju padanya dengan alis terangkat.

"Ada berkas yang perlu Anda tandatangani, Tuan," si pegawai wanita segera berbicara saat tatapan Arlan beralih padanya.

"Berikan padaku," ucap Arlan pada si pegawai wanita.

Pegawai itu mengangguk, melangkah maju dan menyodorkan berkas yang ia bawa untuk Arlan tandatangani.

"Apakah ada jadwal lagi setelah ini?" tanya Arlan yang entah ditujukan pada siapa. Pria itu bertanya, tetapi wajahnya menunduk menekuni berkas yang kini berada di tangannya. Membuka lembar demi lembar dengan gerakan perlahan, sedang netranya meneliti tiap angka dan huruf yang tertulis di dalamnya.

"Ada pertemuan dengan investor satu jam lagi, Tuan. Mereka membuat janji tiga minggu lalu," jawab Rieta. "Dan pertemuan dengan klien jam lima sore nanti," sambungnya kemudian.

Arlan mengangguk singkat, menorehkan tandatangan pada berkas yang sudah selesai ia periksa dan menyodorkan berkas itu kembali pada si pegawai.

"Semua sudah bagus, lanjutkan," ujar Arlan.

"Baik." pegawai itu mengangguk. "Saya permisi," pamitnya menunduk sopan, lalu berbalik pergi.

"Kau sudah menyelesaikan apa yang aku minta?"

Satu kalimat itu masih sempat pegawai itu dengar sebelum ia menutup pintu ruangan sang atasan, meninggalkan Rieta yang masih berdiri di tempatnya.

"Sudah, Tuan," jawab Rieta melangkah maju, lalu menyodorkan berkas yang ada di tangannya. "Sudah saya kerjakan sesuai keinginan Anda."

Alih-alih menerima berkas yang Rieta sodorkan, Arlan justru menyandarkan punggungnya, memberikan senyuman yang segera Rieta pahami artinya.

"Kemarilah." ucap Arlan meminta Rieta mendekat menggunakan isyarat jarinya.

Rieta menyipitkan mata, memberikan tatapan curiga yang segera disambut dengan suara tawa.

"Kau mencurigaiku?" tanya Arlan dengan alis terangkat. "Aku hanya memintamu mendekat untuk menunjukkan berkas yang kamu bawa."

Rieta menghembuskan napas, mengitari meja dan menyerahkan berkas di tangannya saat ia berdiri tepat di depan Arlan.

"Begitu lebih baik," ucap Arlan menyeringai tipis.

"Ehh..."

Rieta tersentak, tubuhnya terhuyung maju saat Arlan tiba-tiba menarik tangannya dalam satu sentakan hingga tubuhnya jatuh ke pangkuan Arlan.

Namun, kali ini wanita itu tidak segera beranjak dari pangkuan Arlan seperti yang sudah-sudah. Sebaliknya, kedua tangannya justru melingkar cepat di leher Arlan, mengabaikan berkas yang kini tergeletak di lantai di dekat kakinya.

"Jam pulang kantor hampir tiba, tapi kamu kaku sekali. Tidakkah kamu merindukanku? Hm?" tanya Arlan membelai lembut pipi Rieta.

"Aku tidak mungkin bersikap lancang di depan karyawanmu sendiri bukan? Itu akan menurunkan image-mu sebagai seorang CEO." sahut Rieta seraya menarik lembut dasi Arlan. "Dan lagi, aku melihatmu setiap waktu, kenapa harus merindukanmu?"

"Oh... Begitukah?" sambut Arlan segera meletakkan satu tangannya di tengkuk Rieta sekaligus menarik wajah wanitanya mendekat. "Kalau begitu, ingin kubuat agar kamu merindukanku setiap waktu?"

Rieta tersenyum, tidak menolak saat Arlan mengikis jarak yang ada diantara mereka. Tatapan mata pria di depannya yang berpindah ke bibir, lalu kembali menatap matanya sudah memberikan jawaban apa yang pria itu inginkan.

Namun... Saat jarak itu nyaris terkikis habis, pintu ruang kerja Arlan tiba-tiba dibuka.

.

.

.

Suara dering ponsel Evan kembali terdengar untuk kesekian kalinya, menarik atensi Evan yang kini tengah mengemudikan mobilnya untuk mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

"Dia lagi."

Evan mendengus kesal, meletakkan ponselnya ke dashboard mobil tanpa menjawab panggilan setelah melihat nama yang tertera pada layar. 'Rihana'

Bukan hanya lima enam kali saja wanita itu menghubungi serta mengirimi dirinya pesan, tetapi puluhan kali Rihana menghubungi dirinya, puluhan pesan juga sudah ia terima dan baca, namun tak satupun pesan itu ia balas, semua panggilan pun sengaja ia alihkan, karena ia ingin memperbaiki hubungannya bersama istrinya.

Ia tidak langsung mengiyakan permintaan perceraian yang Rieta layangkan, selama surat perceraian itu belum selesai diproses, ia ingin memperbaiki semua yang sudah ia rusak dengan harapan Rieta akan membatalkan niatnya untuk bercerai darinya.

Dimulai dari ia memperhatikan hal kecil di rumah yang selama ini ia abaikan, mengingat detail kecil apa yang istrinya suka dan tidak suka selain kopi, dan mulai mendekati sang istri perlahan. Sama seperti yang ia lakukan saat ini, ia menjemput istrinya di kantor, menyusun skenario dalam benaknya untuk membawa istrinya menikmati makan malam berdua di restoran yang sudah ia pesan.

Drt... Drt...

Getar ponselnya kembali terdengar, Evan meraih ponselnya tepat setelah ia memarkirkan mobil, menatap layar, dan menolak panggilan yang masuk sekaligus memblokir nomor itu. Seolah ia lupa, berapa banyak waktu yang sudah ia habiskan bersama wanita yang kini ia buang layaknya sampah setelah merasakan manisnya.

Dengan langkah ringan, Evan membawa langkahnya masuk ke kantor tempat istrinya bekerja dengan buket bunga di tangan, mengabaikan tatapan heran dari semua orang yang ia lewati saat ia berjalan menuju ruang kerja istrinya.

Sayangnya, rencananya berujung kecewa saat ia tiba di ruangan, sosok istrinya tidak ia lihat. Tanpa pikir panjang, ia melangkah menuju lift khusus yang menjadi penghubung lantai bawah dengan lantai dimana ruang kerja pamannya berada, berharap mendapatkan jawaban prihal keberadaan sang istri.

Begitu ia tiba di depan pintu ruang kerja pamannya, ia membuka pintu tanpa mengetuk dan menerobos masuk begitu saja seolah tak peduli jika seseorang yang berada di balik pintu bisa murka kapan saja.

"Paman, apakah Paman tahu dimana istri-ku?"

. . . .

. .. .

To be continued...

1
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
masa tengah malam masuk ke kamar mantu, kok ya rieta boleh boieh aja sih
Cindy
lanjut
Bima Sakti
KA up nya yg bnyak dong🤭
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
oiiikkkkk mau minta balik jasa loe!!??? klo si arlan tau mah, bisa tantrum dia
axm
double up thor💪
Teteh Lia
Dih... kenapa nih bocah. Tiba-tiba baik 🙄
Teteh Lia
Di tembak kek gini tuh. bikin bingung, sumpah. Kata akoh yang pernah muda, masih muda dan awet muda. 🤭
Cindy
lanjut
Patrick Khan
ahh siapa ketok pintu🤔🤔😁
〈⎳ FT. Zira: coba kita cek.. beneran paman gak😏😏
total 3 replies
Dewi Payang
Udah gak ada kesempatan buat kamu Evannnnn
Dewi Payang
Makanya, jangan sok²an ngancem kalo lo bukan siapa²🙈
Dewi Payang
Berani kaalai si Rihanan ini ya, pake ngancem camer....
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up , upnya lama thor
Zhu Yun💫
Nge- vote dulu, biar updatenya lancar 😁😁
Zhu Yun💫
Dirimu kan sudah sering bikin tanda di tubuh Rihana, pastinya paham lah itu bekas gigitan apa, Van 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Geli nggak sih lihat Evan yang sok manis dan sok baik begini 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
si Evan kan emang gak gentle, main menghindar dan mencoba lepas dari tanggungjawab 😁😁
Zhu Yun💫
Nggak instan kok, itu kecebongnya udah berkembang banyak, kan sudah sering digempur dia sama anakmu 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!