Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
"Benar, kenapa Aruna tiba-tiba pulang begitu cepat? Apa ada yang terjadi dengan nya?" tanya Dinda yang hendak melangkah kan kaki untuk menghampiri Aruna ke kamar nya.
"Sudah, biar kan dia mengganti pakaian terlebih dahulu, nanti kau bisa bertanya dengan nya setelah dia sedikit lebih tenang, dia juga pastinya syok akan kejadian ini, di tambah lagi melihat ku tadi," ucap si laki-laki menahan mama Dinda.
"Ya tuhan kenapa cobaan ini datang bertubi-tubi? Aku benar-benar sudah tidak sanggup menghadapi ini sendiri," ucap Dinda yang kembali menangis.
Melihat itu, sang lelaki menarik mama Dinda ke dalam pelukannya, ia tau saat ini mama Dinda hanya membutuhkan ketenangan dan suport dari orang terdekat.
"Masih ada aku, kau tidak perlu khawatir, jika kau mau aku bisa membangun kembali butik itu, bahkan yang lebih besar dari ini," kata laki-laki itu sambil mengelus rambut mama Dinda.
Sementara itu, tampa sepengetahuan keduanya, Aruna melihat dari pintu kamar nya, dia melihat sang mama yang menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan laki-laki tersebut dan bagaimana laki-laki asing itu membujuk juga memberikan mama nya suport dengan kelembutan.
"Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia baik banget sama mama? Apa dia orang yang kemarin sempat di bicarain mama? Gak mungkin, kayaknya dia bukan orang sembarangan, tapi kok mama kelihatan nyaman banget ya sama dia?" batin Aruna dengan mata berkaca-kaca.
Untuk yang pertama kalinya, Aruna melihat sang mama begitu dekat dengan seorang laki-laki, bahkan mau bersandar di dada nya, menumpahkan air matanya dengan leluasa.
"Biasanya mama gak pernah serapuh ini, mama selalu nunjukin kalau dia itu kuat," batin Aruna lagi.
Aruna pun terus menonton mereka, melihat bagaimana laki-laki tersebut membujuk sang mama dan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja, sampai sang mama puas menumpahkan air mata nya dan akhirnya bisa menerima kenyataan pahit yang menimpa dirinya ini untuk yang kesekian kalinya.
Selang beberapa menit kemudian, mama Dinda pun sudah sedikit tenang, melihat itu Aruna pun segera menghampiri mereka kembali.
"Ma," lirih Aruna yang menghampiri sang mama.
"Sudah selesai ganti baju nya? Mama siapin makanan ya, mas kamu juga mau makan bersama?" tanya mama Dinda sambil menghapus sisa-sisa air mata nya.
"Apakah boleh?" tanya laki-laki tersebut sambil melirik Aruna.
Aruna hanya diam menatap laki-laki tersebut dan kemudian mengambil kursi lalu duduk.
"Tentu," jawab mama Dinda sambil tersenyum.
Mama Dinda pun menyiapkan makanan yang telah ia siapkan sebelumnya, meskipun hanya seadanya saja, ia tak merasa kurang dengan persediaan tersebut.
"Aruna, kenalkan, ini om Firman," ucap mama Dinda yang kini memecah kan keheningan yang terjadi di meja makan tersebut.
"Hallo, Aruna," sapa nya sambil tersenyum.
"Ha-hallo om," balas Aruna sedikit gugup.
Ya, kalian kaget gak? Kaget dong masa gak, nanti author marah loh, ya seperti tebakan kalian dia adalah papa Firman, papa nya siapa? Erlangga? Ya betul sekali.
Oke next.
"Ternyata kau sangat cantik, sama seperti apa yang sering mama mu ceritakan kepada ku, kau juga pintar sehingga mendapatkan beasiswa masuk ke SMA elite kan?" ucap papa Firman kembali mengajak Aruna mengobrol.
"Mama yang menceritakan nya," ucap Dinda sambil tersenyum bahagia.
"Ah, iya om," jawab Aruna tak tau harus bagaimana bicara dengan Firman.
"Aruna, ini adalah orang yang sebelumnya pernah mama bicarakan kepada mu sebelumnya, namun kami memutuskan untuk berteman sekarang, jadi kau tidak perlu khawatir mama akan menikah lagi, mama sudah memutuskan untuk tidak menikah sesuai keinginan mu," ucap Dinda sambil tersenyum tipis.
"Ya Aruna, awalnya om sangat ingin menikah dengan mama mu karena om sangat mencintai nya, kami jatuh cinta pada pandangan pertama, sangat sulit di jelaskan, namun seperti apa yang di katakan mama mu, aku tidak akan memaksa mu untuk menerima ku sebagai papa mu, karena aku tau kau punya trauma masa lalu," ucap Firman dengan bijaksana.
"Tunggu, jangan di terusin, ma, Aruna sekarang ngerti kenapa mama pengen nikah lagi, mama butuh banget seseorang yang bisa jadi sandaran buat mama, Aruna minta maaf karena sebelumnya terlalu egois ma, Aruna cuma khawatir kalau mama dapetin laki-laki yang kayak papa lagi karena Aruna gak mau mama sampai kayak dulu lagi bukan nya Aruna gak suka punya papa tiri, cuma khawatir doang," jelas Aruna sambil memegang tangan sang mama.
"Aruna, bagaimana kalau om Firman tidak sama dengan papa mu? Om janji akan membahagiakan kalian, om juga menginginkan sebuah keluarga, dan om juga tau apa yang kamu rasakan, om juga pernah merasakan apa yang di rasakan mama mu," ucap Firman seketika melihat sedikit harapan ketika mendengar ucapan Aruna barusan.
Aruna terdiam mendengar ucapan Firman ia tak menyangka kalau ternyata orang yang ingin di kenalkan mama Dinda sebagai calon papa tiri nya ternyata begitu lembut dan baik, dari pertama melihat Firman tadi Arunasudah merasa kalau ia bukan lah orang sembarangan, dari cara nya membujuk mama Dinda dan membuat mama Dinda tenang saja hati Aruna seketika sudah melembut dan luluh.
Laki-laki tersebut mampu meruntuhkan dinding pertanahan nya untuk menahan sang mama agar tidak menikah lagi.
"Om beneran cinta sama mama? Om bisa janji gak bakal ninggalin mama kayak papa dulu?" Tanya Aruna sekali lagi.
"Om janji Aruna, dan soal cinta om sudah lama mencintai mama mu," ucap Firman dengan wajah serius.
Aruna pun tersenyum tipis, dengan mata yang berkaca-kaca ia meraih tangan sang mama dan juga Firman secara bersamaan.
"ma, om Firman, mulai sekarang apapun pilihan kalian, Aruna mutusin buat setuju, Aruna mau om Firman sama mama menikah dan Aruna gak bakal ngelarang mama lagi, karena Aruna tau mama butuh om Firman, Aruna setuju mama nikah sama om Firman," ucap Aruna sambil menitikkan air mata nya dan menyatukan tangan kedua orang tersebut di hadapan nya.
"Sayang, kamu yakin?" tanya mama Dinda terlihat sangat bahagia dan bersemangat.
"Aruna, om gak salah dengar kan?" tanya papa Firman tak kalah semangat nya dengan mama Dinda.
Sudah lama Firman menginginkan mama Dinda untuk menjadi istri nya, namun sayangnya mama Dinda selalu menolak dan jujur kalau Aruna tak mengijinkan dengan alasan trauma masa lalu.
"Gak salah kok, Aruna setuju," jawab Aruna sambil mengangguk kan kepala nya.
Aruna memutuskan untuk menyingkirkan keegoisan nya, dia memutuskan untuk menyetujui permintaan sang mama untuk menikah dengan laki-laki pilihan nya setelah belasan tahun menjadi seorang ibu tunggal.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah