NovelToon NovelToon
Gravitasi Terbalik

Gravitasi Terbalik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:68
Nilai: 5
Nama Author: Aarav Rafandra01

Saat si badboy jatuh cinta pada kebaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aarav Rafandra01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengejaran dibawah hujan

Keputusan Faisal untuk mulai menjauhi dunia lamanya membuat Yadi, sahabat sekaligus tangan kanannya di komunitas merasa sangat terbuang. Bagi Yadi, perubahan Faisal adalah penghianatan terhadap semua yang telah mereka berdua perjuangkan selama ini.

Yadi, yang kini menjadi pentolan di geng menggantikan Faisal. Ingin Faisal kembali memimpin mereka, atau jika tidak. Yadi akan menghancurkan apa yang telah membuat Faisal berubah.

Malam itu, hujan turun sangat deras. Membasahi jalanan di komplek harapan ( komplek rumah teman Aruna). Aruna baru saja menyelesaikan tugas kelompok. Dan Faisal menjemput menggunakan motor kebanggaan nya, yang kini ia kendarai dengan kecepatan yang lebih manusiawi. Saat mereka melalui jalanan sepi dan remang remang, Faisal menyadari ada dua motor dengan knalpot bising di belakang mereka.

" Mereka bukan polisi, itu Yadi dan beberapa anggota gengnya." Gumam Faisal.

Aruna memeluk pinggang Faisal lebih erat. " Ada apa? "

" Mereka pasti mau ngelakuin sesuatu yang ga beres, pegangan yang kuat, Na.! " ujar Faisal. Ia tak menambah kecepatan, ia tahu jalanan licin karena hujan ditambah Aruna sedang bersamanya.

Yadi melaju sejajar dengan mereka. Wajahnya dipenuhi amarah, basah kuyup oleh hujan.

" Woy, Sal. Turunin cewe yang dibelakang Lu, sekarang juga! Urusan kita belum selesai! " teriak Yadi ditengah deru hujan.

" semuanya udah selesai, Di" balas Faisal.

" Selesai menurut lo. Turun lu, Sal. Jangan jadi pengecut! Gue bakal buktiin ke Lo, Sal. Kalo cewe Lo cuman nambah masalah di hidup Lo!"

Yadi menyenggol stir Faisal, sebuah gerakan berbahaya ditengah hujan. Motor Faisal oleng, membuat Aruna menjerit pelan.

Saat itulah Faisal membuat keputusan cepat. Bukan berdasarkan naluri perkelahiannya, tapi kali ini berdasarkan akalnya.

" Kita ga bakal lawan mereka, Na." Bisik Faisal.

Faisal berbelok tajam ke gang sempit yang gelap, meninggalkan Yadi yang harus mengerem mendadak. Gang itu bukan jalan pintas, melainkan labirin perumahan yang tak dikenal Yadi.

" Kita mau kemana? " tanya Aruna, suaranya terdengar tegang.

" Aku tau tempat yang aman buat kita berdua. " Jawab Faisal.

Ia melaju dengan motornya melewati gang gang sempit, berputar putar, memaksa Yadi dan anak buahnya untuk mengejar dengan resiko terpisah atau terjatuh. Faisal tidak lari karena takut, ia lari karena untuk melindungi Aruna dan menghindari kekerasan yang tidak perlu.

Akhirnya Faisal mengarahkan motornya menuju tempat yang paling Yadi tidak duga. Pos satpam, perumahan Atletis.

Faisal mematikan motornya tepat didepan pos satpam yang lampunya menyala terang, lalu mematikan mesin motornya.

Yadi dan dua anggota gengnya yang tak Faisal kenal tiba beberapa detik kemudian. wajah mereka merah padam karena amarah dan basah kuyup. Mereka siap untuk menyerang, namun gerakannya terhenti karena mereka melihat ada kamera cctv di atas jendela pos.

" Lo pengecut, Sal. Lo sembunyi dibalik keamanan! " Teriak Yadi kesal, ia melepas helmnya yang membantingnya ke tanah.

Faisal turun dari motornya, ia berdiri didepan Aruna. Sebuah gestur seperti perisai yang melindungi, tapi ia tak mengangkat tinjunya. Ia menatap Yadi berusaha terlihat tenang, meski jantungnya berdebar kencang. Ia tahu sahabatnya, ia tahu dia sangat lihai berkelahi.

" Gue ga sembunyi, Di. Gue cuman gamau perang saudara, gue gamau ngotorin tangan gue buat mukul sahabat gue sendiri. " Suaranya tenang.

" Sahabat Lo bilang? Gue gak peduli, Sal. Dan Lo bukan sahabat gue lagi!" Yadi mengambil langkah maju.

" BERHENTI! " teriak Aruna.

Aruna turun dari motor, ia berjalan maju melewati Faisal. Ia kini berhadapan dengan Yadi, Gadis rapi pemberani ditengah badai.

" Kalo Lo mau pembuktian, pake akal sehat Lo! " kata Aruna, suaranya tenang meskipun getaran dingin menyeruak karena hujan.

" Apa urusan Lo, Gadis kecil? " Cibir Yadi.

" urusan gue adalah masa depan Faisal, Lo pikir dengan Lo menghancurkan Faisal hari ini, Lo bakal jadi pemenang? Ga sama sekali, Lo bakal jadi pecundang yang buang buang waktu karena berurusan sama polisi." Jelas Aruna.

Ia menunjuk ke kamera pengawas kecil di pos satpam (cctv).

" Kamera itu, bakal ngerekam semua kejadian yang ada disini. termasuk kata kata ancaman lo barusan."

Yadi terdiam, ia tak pernah memikirkan hal hal teknis seperti bukti atau kamera. Ia hanya memikirkan adrenalin dan balas dendam.

" Kalian sadar ga sih? Kalian ngerusak masa depan kalian sendiri karena hal bodoh," Lanjut Aruna, suaranya melembut tapi mengandung kekecewaan tulus. " Faisal punya potensi untuk berubah jadi lebih baik, kalian harusnya ngedukung, bukan malah ngajak dia buat balik lagi ke dunia lamanya. Gue ga akan pernah ngebiarin kalian buat ngajak Faisal balik ke masa lalunya."

Faisal menatap Aruna dengan kagum. lagi lagi Aruna tak mengenakan tinju, ia mengenakan fakta dan logika. Alat yang jauh lebih tajam dari senjata mana pun.

Yadi menyadari situasinya yang terancam. mereka marah karena terekam kamera cctv. Jika mereka nekat menyerang, besok pagi atau mungkin sepulang dari sini, mereka akan berurusan dengan pihak sekolah dan polisi.

Dengan wajah yang penuh kekalahan, Yadi mengambil helmnya. " Ini belum selesai! Inget, Sal. Gue bakal balik lagi. " geramnya sambil menunjuk ke arah Aruna.

Yadi mendengus kesal, ia memutar motor dan melaju sangat kencang bersama anak buahnya, lalu menghilang ditelan kabut hujan.

Setelah memastikan Yadi dan anak buahnya benar benar pergi, Faisal mendekati Aruna. Faisal meraih tangan Aruna yang sedikit gemetar karena dingin air hujan.

" Kamu.... Kamu bener bener luar biasa, Na." bisik Faisal, menarik Aruna ke dalam pelukannya. Ia tak peduli mereka basah kuyup, ia hanya ingin merasakan kehadiran Aruna yang nyata.

Aruna balas memeluknya, tubuhnya sedikit gemetar. Bukan karena takut, tapi karena merasa lega.

" Aku takut kamu ga bisa nahan emosi kamu, aku takut kamu balik lagi kaya dulu, ngikuti emosi kamu terus berantem." bisik Aruna, " Aku bener bener takut."

" Na, dengerin aku. Aku janji bakal berubah jadi pribadi yang jauh lebih tenang, yang bisa ngendaliin emosinya." Faisal memegang kedua bahu Aruna dan menatap matanya yang memantulkan cahaya lampu dari pos satpam. " Kamu udah ngasih aku bukti kalo kekuatan itu, ga harus berisik dan ngerusak. Tapi kekuatan itu justru muncul waktu kita berhasil ngendaliin diri kita sendiri biar tetep tenang, setenang kata kata kamu barusan."

Malam itu, di depan pos satpam yang terang. Faisal menyadari bahwa ia tak hanya menemukan seorang kekasih, tapi juga jangkar bagi jiwanya. Aruna tidak mengalahkan Faisal, tapi ia membimbing Faisal untuk mengalahkan emosi dalam dirinya sendiri.

Mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan pulang, perlahan dibawah sisa hujan. Faisal tahu bahwa jalan didepannya mungkin tak selalu akan mulus, tapi selama ia memiliki Aruna. Si gadis pendiam dan pemberani disisi nya, ia akan baik baik saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!