NovelToon NovelToon
Romantic Scent

Romantic Scent

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:662
Nilai: 5
Nama Author: Reviie Aufiar

Rona gadis cantik yang memiliki keberanian dibanding gadis lain, memilih menikmati hidup damai dan menjalankan usaha yang ditinggalkam kedua orangtuanya. Adakalanya setiap sore ia menikmati pemandangan indah berbukitan di belakang desanya dan menemukan sosok lelaki tampan jatuh tepat pada pelukkannya. Aroma tubuh lelaki itu berhasil memikatnya, dan siapa kah lelaki tersebut? dan apakah yang terjadi padanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reviie Aufiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Kemalangan di Balik Bahagia

Aku tak memiliki hal atau keinginan yang pasti, sosok yang pernah kuinginkan pun pergi begitu saja sebelum sempat dimiliki.

Rona menempatkan beberapa krat kayu berisikan anggur-anggur dalam kemasan botol kaca berukuran sedang dan menatanya. Dengan bantuan dari Nathan dan Emily mempermudah pekerjaannya. Semuanya bermula saat beberapa hektar kebun anggur terbengkalai milik ayahnya yang menyisakan sebuah tunas kecil yang hampir mati.

Berkat bantuan paman Bil dan ketekunan dari Rona mengembangkan formulasi anggur milik keluarganya dan mempelajari buku besar tata cara pembuatan fermentasi hingga menjadi alkohol yang tidak memabukkan untuk kalangan menengah ke atas, bantuan demi bantuan berdatangan kala itu.

Fenomena yang jarang sekali terjadi, berkat kebaikan kedua orang tua Rona. Para penduduk desa dan luar desa membantunya dalam membentuk perkebunan sari sisa kebakaran hebat yang sempat menghanguskan ladang anggur tersebut beserta Ibu mereka.

Cerita ini cukup tragis dan jarang sekali dibahas oleh Rona maupun Emily. Yang tersisa hanya senyuman tegar yang menghiasi wajah putih berseri Rona dan ketabahan dari Hati Emily.

Keadaan festival saat itu begitu ramai, dengan banyaknya orang bergotong royong saling membantu, menghias dan menata tempat tersebut sedemikian rupa. Ingatan Rona lagi-lagi mengingat kejadian setelah kebakaran tersebut.

Kala itu Rona baru main beranja Remaja, dengan mengenakan pakaian putih lusuh berkancingkan sampai atas dan celana yang sedikit kebesaran tak menghancurkan niatnya untuk bekerja sama dengan para penduduk yang membantunya menggarap ladang dan mengumpulkan hingga membereskan sisa reruntuhan akibat kebakaran tersebut.

Rona hanya menepuk kepalanya dan air mata itu jatuh begitu saja. Mata Rona sedikit memejam tangannya kini berada di dadanya yang sedikit sesak mengingat kenangan lalu. Ya, dibalik tawa dan sikap cerianya menyimpan luka dan kepedihan yang belum kering sampai saat ini.

Seseorang berjubah melewati Stan toko Rona, kibasan dari jubah tersebut mengalihkan pandangannya dari lamunan sesaatnya. Harum sari wangi yang lagi-lagi ia rindukan.

“Tunggu.” Teriak Rona mengejar lelaki berjubah itu.

Emily yang sadar akan tingkah Rona yang tidak biasa bangun dari duduknya tadinya sedang memilah pilih beberapa barang tersentak.

“Rona kamu mau kemana?” Tanya Emily, gadis itu berlari kecil sedikit kedepan toko mereka.

Nathan yang baru tiba membawa sekeranjang buah dan cemilan terlihat bingung menatap Emily.

“Ada apa Emily? Kemana Rona?” Tanya Nathan lembut.

“Entahlah aku tak tahu, dia cukup sensitif belakangan ini.” Emily kembali ke tempatnya dan pelayannya mengipasinya perlahan.

Cuaca kala itu sangat menyilaukan mata, matahari berada dalam puncak keemasannya. Cahayanya menembus semua sudut tempat dibumi.

Rona yang mengejar lelaki berjubah itu kehilangan jejaknya, jalanan terlihat ramai dan banyak orang-orang berdesakkan.

“Ah tunggu.” Rona menepuk pundak seseorang, seseorang itu berbalik dan membuka jubahnya.

“Maaf ada apa nona?” Tanya lelaki berjubah yang sempat disangka Rona adalah seseorang.

“Ahh maaf tuan, saya salah orang. Maaf permisi.” Rona berbalik dan kembali menepuk kepalanya.

“Ada apa denganku? Apakah aku terlanjur menunggunya dan berharap dia ada disini. Aroma itu tidak salah lagi miliknya tapi itu bukan dia. Aromanya berbeda.” Rona hanya berjalan kedepan kembali ke tempatnya semula.

Rona berjalan perlahan dan membeli beberapa makanan untuk dimakan di stan toko mereka. Gadis itu tahu betul, kakak perempuannya pasti akan khawatir saat dia pergi secara tiba-tiba.

Rona kembali menarik nafas cukup panjang dan bertabrakan dengan seorang wanita tidak terlalu tua, dia adalah Lena. Pemilik penginapan pinggir hutan, tempat dimana Rona membawa Dean kesana untuk beristirahat.

“Ya Ampun nona Rona, apakah anda sehat?” Wanita itu tersenyum lebar dengan membawa sekeranjang sayur dan buah yang telah didapatkan dari toko-toko sekitar.

“Halo bibi, saya sehat. Bagaimana dengan kabar kalian?” Tanya Rona sambil menatap lelaki yang ada di sebelah Wanita itu yang bukan lain adalah suaminya.

“Kami sangat sehat dan baik berkat anda nona. Tolong sekali lagi berkunjunglah ke tempat kami bersama tuan muda. Sepertinya ia sempat berkunjung beberapa waktu lalu.” Wanita itu berbicara cukup panjang dengan tatapan dan tawa yang menyenangkan.

“Ah benarkah, apakah dia sempat mendatangi kalian?” Tanya Rona penasaran akan apa yang telah dikatakan wanita itu.

“Iya nona, tuan datang membawa beberapa bibit sayuran dan buah. Kali ini kami ke festival ini hanya mencari buah dan sayur yang tidak kami punya diladang kecil kami.” Suami wanita itu meyakinkan bahwa lelaki itu sempat datang ke desa.

“Benar nona, apakah kalian belum bertemu? Jika bertemu kuharap kalian singgah ke gubuk kecil kami untuk menyantap hidangan sederhana.” Wanita itu melambaikan tangannya dengan tawa kecil di bibirnya.

“Baiklah bibi Lena, jika ia datang kami akan datang bersama.” Rona hanya terpaku dan menjawab seadanya. Dalam hati ia sedikit kecewa karena lelaki itu belum menghampirinya dan disisi lain ia tak menyangka lelaki itu telah datang tapi tak pernah terlihat.

“Kalau begitu kami pamit terlebih dahulu nona.” Bibi Lena melambai dan pergi pulang membawa keranjang dibantu suaminya.

Rona menggenggam bungkusan kue kering dan beberapa cemilan itu berjalan kembali ketempat semula, tempat yang belum lama ia tinggalkan menjadi tempat yang sangat ramai pembeli.

Rona berlari dan meletakkan bingkisannya dibawah meja, lalu membantu Emily menjual beberapa botol anggurnya.

“Kemana aja? Sudah ramai tahu.” Sahut Emily sedikit mengomeli adiknya itu.

“Maaf kakak.” Bisik Rona dengan senyuman.

“Aku mau beer ini dan anggur ini masing-masing 3 botol.” Ucap salah satu pembeli.

“Baik tuan, ini barang anda. Silahkan di bayar di sebelah.” Rona menunjuk Emily yang menjadi kasir dadakan di tempat penjualan mereka.

“Baiklah.” Lelaki itu menghampiri Emily dan Rona melanjutkan menjual beberapa minuman lagi dibantu Rose yang sedari tadi sibuk disana.

Hari itu berlalu begitu saja, keringat membasahi tubuh mereka, cucuran keringat mengalir dari dahi menuju leher. Rona duduk merebahkannya di kursi belakang begitu juga dengan Emily yang sedang dikipasi oleh Lily pelayannya.

“Ah hirnya untuk hari ini selesai juga.” Ucap Rona tertawa sambil memakan cemilan yang ia beli tadi.

“Kita harus segera kembali. Aku hanya bisa membantumu hari ini, untuk besok setelah dari butik aku akan mampir kesini untuk membantu.” Ucap Emily, agar adiknya itu bersiap akan hari esok yang lebih melelahkan.

“Sepertinya aku harus merekrut seseorang disini kak, jadi jangan khawatir hal itu.” Rona yang menaruh kedua tangannya diantara kursi itu mendongak ke depan menatap Emily lalu berlutut dan memeluk pinggang gadis itu.

“Dasar bocah manja.” Gerutu Emily mengelus kepala Rona.

“Ahh maafkan bocah kecil imut nan kuat ini, beraninya ia memeluk putri tercantik dari keluarga White dengan bau keringatnya.” Rona mengejek dirinya sendiri.

Mereka berdua hanya tertawa bersama, tingkah konyol namun akrab itu menjadikan mereka berdua sebagai penguat yang sangat kokoh

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!