NovelToon NovelToon
Kakak Itu Jodohku

Kakak Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pajar Wati

"Saya berharap dimasa depan nanti kita akan berjumpa lagi, tapi tidak sebagai teman. melainkan sebagai pasangan yang sudah terikat secara Agama mau pun Negara. Saya akan menjadi seorang Ayah, sedangkan kamu menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku kelak." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang siswa laki-laki kepada Yuri saat kelulusan sekolah, akankah mereka berdua bisa dipertemukan kembali dikemudian hari? Lalu siapakah siswa laki-laki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pajar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Buruan kasih!” perintah Alex, ia pun langsung keluar kelas. Ia sengaja menghubungi Rara untuk memberikan jilbabnya kepadaku, tidak mungkin ia yang memberikan jilbab itu secara langsung.

Bergegas Rara menghampiriku, ia heran melihatku ada di kolong meja.

“Ra, tolong jilbabku dong,” pintaku ia pun memberikan jilbabnya. Selesai merapikan jilbab aku keluar dari kolong meja.

“Ri, kamu habis nangis ya? Kamu kenapa?”

“Aku enggak apa-apa Ra.” Saat ini aku belum bisa menceritakan padanya, aku masih shok akan perlakuan Kak Dewi terhadapku. Rara pun hanya terdiam, ia tahu bahwa aku sedang tak ingin ditanya apa pun.

“Ra, aku pulang duluan ya.”

“Kamu sudah dijemput Mamah kamu?”

“Aku naik ojek Online, hari ini Mamahku enggak bisa jemput aku.”

“Ya sudah, hati-hati di jalan.” Aku pun berpamitan kepada Rara, sedangkan Rara masih ingin di sekolah. Rara bergegas pergi menuju tempat  di mana Dewi berada, ia ingin membuat perhitungan terhadap kakak kelasnya itu. Ia tahu penyebab temannya menangis, pasti ulah Dewi. Kalau bukan Dewi siapa lagi, hanya dia lah satu-satunya orang yang membenci Yuri.

Ia berjalan cepat melewati koridor sekolah menuju kelas Dewi, saat berjalan ia berpapasan dengan Doni yang baru saja keluar dari kelasnya.

“Ra! Mau ke mana lo?” tanya Doni, Rara pun mengabaikannya. Ia terus berjalan, Doni merasa heran dengan sikap Rara, karena penasaran ia pun mengikuti ke mana Rara pergi.

Sesampainya di kelas, Rara langsung membuka pintu dengan keras, membuat teman-teman Dewi kaget begitu juga dengan Dewi, melihat ada Dewi di kelas ini, ia berjalan cepat menghampiri Dewi, Rara sudah tidak sabar ingin menghajar Dewi.

“Heh! Mau ngapain lo cewek gila! Punya sopan santun enggak? Datang-datang langsung bikin masalah!” ucap Dewi melihat Rara.

“Kakak tadi habis ngapain teman saya? Kenapa teman saya sampai nangis gitu?”

“Siapa maksud lo? Si anak kampung itu?” Rara yang tidak terima temannya disebut kampung, langsung menjambak rambut Dewi tanpa ampun. Alhasil satu kelas menjadi riuh akibat pertengkaran Dewi dan juga Rara.

Sedangkan siswa lain, tidak ada yang melerai pertarungan Rara dan Dewi. Mereka sibuk menonton, ada yang merekamnya dengan ponselnya, ada yang senang melihat keributan.

“Anak kurang ajar lo!” teriak Dewi. Rara terus saja memukul Dewi emosinya sudah tidak bisa terkendali lagi, Doni yang melihat pertengkaran antara Dewi dan Rara langsung masuk ke dalam untuk menghentikan keributan.

“Ra! Stop! Sudah jangan ribut lagi!” Doni menahan tubuh Rara agar menjauhi Dewi yang sudah tidak bisa  melawan kekuatan Rara.

“Ra! Udah! Stop! Lo ngapain sih segala ribut sama Dewi!”

“Dia udah bikin Yuri nangis! Dasar Nenek Lampir! Enakkan lo gue hajar muka lo!” Ia tersenyum puas bisa menghajar Dewi, sekaligus memberikan pelajaran untuknya.

“Cewek gila!  Kurang ajar  lo ya, awas lo ya. Gue balas perbuatan lo!”

“Lo mau ancam gue? Silakan, gue enggak takut!”

“Ra! Udah Ra, jangan diladeni lagi. Ayo keluar Ra!” sekuat tenaga Doni menyeret tubuh Rara, tapi ia terus memberontak membuat Doni kewalahan.

“Allah Akbar Ra! Ayo keluar, buat apa sih lo cari masalah sama Dewi?” doni terus menarik tangan Rara.

“Bisa diam enggak sih lo! Ini urusan gue sama Nenek Lampir, lo jangan ikut campur!” Ia pun menepis tangan Doni dengan kasar.

“Ya, lagian buat apa sih lo ribut sama dia? Kalau lo udah ribut sama Dewi, apa masalah lo bakal kelar? Enggak! yang ada masalahnya makin panjang! Kalau ada guru yang tahu lo ribut sama Dewi, lo bisa kena hukuman!”

“Gue enggak peduli, yang penting gue puas hajar muka si Nenek Lampir!” malas berdebat dengan temannya, ia memutuskan untuk pergi dari sini.

“Eh, mau ke mana lo.”

“Mau pulang lah! Masa mau tinggal di sekolah.”

“Pulangnya bareng sama gue ya?”

“Enggak! pulang aja sendiri, jangan bareng sama gue!” tolaknya, tapi tetap saja Doni mengikuti Rara pulang.

...

“Dew, lo enggak apa-apa?” tanya teman Dewi membantunya berdiri.

“Enggak usah bantu gue!” Ia pun menepis tangan temannya yang ingin membantunya berdiri, Dewi kesal dengan semua teman-temannya, tidak ada satu pun yang membantu Dewi saat dia serang oleh Rara.

“Tega lo semua sama gue, gue udah habis dihajar sama cewek gila. Lo semua malah diam aja!” kesalnya, melihat Dewi marah mereka semua hanya menundukkan kepalanya, mereka bukan tidak ingin membantu. Hanya saja mereka takut kena pukul sama Rara,  mereka tahu Rara jago bela diri. Makanya enggak ada yang berani bantu Dewi.

“Maaf, Dew. Bukanya kita enggak mau bantu, lo tahu kan si Rara jago bela diri, kita takut kalau kita bantu lo. Malah kita yang bakal dihajar sama Rara gara-gara ikut campur masalah lo sama dia.”

“Jadi maksud lo, lo senang gitu lihat muka gue habis dihajar sama Rara” ucap Dewi dengan nada tinggi, ia sudah kepalang kesal dengan semua teman-temanya yang tidak bisa diandalkan sama sekali, malas melihat teman-teman yang tidak berguna, ia memutuskan untuk pulang ke rumah.

“Dew! Lo mau ke mana?”

“Gue mau pulang, gue muak liat muka lo semua. Enggak ada yang guna sama sekali bantu gue.”

...

1
Sri Mulyani Yani
Luar biasa
Sitikhumairoh
tor ini q yg bingung ato gimana sih....tiba2 ude adegan Sandra menyandra
dewi
mkasih ceritany.
Juliai Ani
nyimak dulu
aurel
hai kak yuk mampir juga di lapak aku, siapa tau kakka tertarik, jangan lupa tinggalkan jejak
Owin Kupon
bikin hami kgi thor biar meerka bahgia jngn kecewa mlulu dari pertma smapi terkhit nggk ada kebhagian sm sekalipun thor
Owin Kupon
semngt thor berikan kesalamt pada bai merka biar bhgia thor kasian aku lihtnya
Owin Kupon
udah lma berpisah seharusnya udah melmar dn menika balik bolak trus ceritanya
Yati Maryati
lanjut lagi dong thor ceritanya biar seru
Siti Mutmainnah
good luck
sansan
Yuri yg dicium AQ yg melting...
Natasya
lanjutt thor
Endang Winarsih
akhirnya nikah juga, ceritanya seru..
Endang Winarsih
mampir kak, kelihatannya seru nih
Siti Rejeki
keren
Aqila Azka
pemeran utama cewek ya terlalu munafik..pgang g ble..cium g bole..sok suci x..ceritanya pn muter2 trus g da titik temunya..
Karyati Yati
olh PO
Bundy Tristan
tor ...tolong deh si Yuri suruh Nerima cinta si Alek..lama lama bosen ,,takut saya klw cek jual mahal nanti ujung ujungnya di kerjain laki laki..
Lena Sari
semoga kk
Rika Khoiriyah
lihat cogan, makanya gk konsen🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!