(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14 - Menemani
Malam harinya Gian mengunjungi Hilya lagi untuk memantau kondisinya saat ini
Tok Tok Tok
Gian mengetuk pintu ruang inap Hiya, tak berselang lama pintu pun terbuka menampakan Arga disana.
"Nak Gian? Mari masuk nak" Ucap Arga mempersilahkan Gian untuk masuk. Disana juga terlihat Rita yang sedang duduk menemani Putrinya.
"Selamat malam semua" Ucap Gian sambil menatap Rita dan Hilya.
"Selamat malam nak Gian, saya kira siapa" Ucap Rita sembari tersenyum pada Gian.
"Maaf menganggu waktu kalian, dan maaf saya baru bisa menjenguk Hilya sekarang"
"Tidak apa apa nak Gian, justru kami jadi tidak enak kepada nak Gian. padahal ini sudah larut malam"
"Tidak masalah" Ucap Gian dengan santai.
"Kalau begitu silahkan duduk nak Gian" Ucap Arga sambil mempersilahkan Gian untuk duduk di sofa
Gian dan Arga pun duduk lalu berbincang bincang, mungkin mengenai masalah bisnis.
Disisi lain Hilya yang menatap Gian tengah berbincang bincang dengan Papahnya mulai bertanya tanya didalam hati nya. Bagaimana mungkin mereka terlihat sangat akrab? setelah pria itu menabrak dirinya tapi justru kedua orang tuanya terlihat begitu tenang seakan akan kecelakaan itu tidak pernah terjadi.
Lalu tatapannya tertuju pada sang Mamah yang tengah duduk menemaninya sedari tadi sambil memegang pelipisnya, seperti orang yang sedang sakit.
"Mah.. Apa mamah baik baik saja?" Tanya Hilya yang terlihat khawatir.
Rita pun langsung menonggakkan kepalanya menatap Hilya. "Ya, Mamah baik baik saja nak"
"Mamah terlihat sedang sakit"
"Tidak, Mamah tidak apa apa, Mamah tidak sakit sayang"
"Mamah terlihat pucat, lebih baik mamah istirahat dirumah, Mamah dan Papah sudah seharian menjaga Hilya di rumah sakit"
"Tidak apa apa sayang, percayalah" Sembari mengenggam tangan Hilya.
Mendengar suara perdebatan Gian dan Arga pun menoleh ke sumber suara, lalu berdiri menghampiri mereka.
"Ada apa?" Tanya Arga
"Pah sepertinya mamah sakit, wajah nya terlihat pucat. Lebih baik Papah temani mamah istirahat di rumah" Pinta Hilya pada sang Papah.
"Apa benar kamu sakit Mah?"
"Tidak apa apa Pah hanya pusing, masih bisa di tahan kok" Jawab Rita tersenyum berusaha meyakinkan Putri dan Suaminya.
"Lebih baik Om dan Tante istirahat di rumah saja, biar saya yang menjaga hilya malam ini" Ucapan Gian membuat Hilya terkejut seketika.
"Tidak perlu Pak, biar perawat saja yang menjaga saya" Balas Hilya cepat.
"Tidak apa Hilya, lagipula besok saya cuti, jadi saya bisa menemani kamu disini. Jangan khawatir"
"Apa kamu yakin akan menemani Hilya?" Tanya Arga menatap intens pada gian, disisi lain ia tidak mau meninggalkan Putrinya tapi ia juga khawatir akan kesehatan sang istri.
"Iya Om, kalian bisa istirahat malam ini di rumah. Jangan khawatir saya yakin bisa menjaga Hilya"
"Nak, apa kamu tidak apa apa kami tinggal?"
"Tidak apa apa mah, Pah" Hilya pun terpaksa mengiyakan karena tau jika orang tuanya tidak akan tenang meninggalkan Hilya seorang diri.
"Baiklah kalau begitu, kami pulang dulu ya. Nak Gian sekali lagi tolong jaga hHlya untuk kami" Ucap Arga sembari menepuk bahu Gian.
Mereka pun pergi dari ruang inap Hilya. Kini lagi lagi mereka hanya berdua di ruangan itu. Suasananya masih sangat canggung walaupun ini bukan kali pertama untuk mereka, tapi tetap saja keheningan menyelimuti mereka disaat sedang berdua seperti ini.
Hufff.... Sekarang apa yang harus aku lakukan? Ya Tuhan ini benar benar membingungkan. batin Gian
Haiss... Selalu saja suasananya berubah menjadi hening seperti ini. batin Hilya
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe