Viona gadis lugu yang mencintai ipar nya sendiri
dia mempunyai satu saudara perempuan
yang di jodohkan pada keluarga bangsawan dan sangat di segani semua orang..
entah dari sisi mana dia mulai menyukai kakak iparnya yang begitu dingin dan acuh kepada nya....
namun rasa penasaran viona dan tekat yang kuat akankah hati sang kakak ipar melunak???
mari simak lebih lanjut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 14
Kediaman keluarga Firma..
Firma duduk di kursi dengan menghisap rokok, dia memikirkan bagaimana caranya untuk membuat Wisnu menerima Naisya sebagai istrinya.
"akenapa melamun, adakah sesuatu yang mengganggu pikiran mu?." nyonya Firma menghampiri sang suami.
"Aku menyesal telah mengijinkan anak durhaka itu lahir ke dunia ini. kehadirannya membuat ku teringat dengan kesalahan yang pernah dia lakukan selama ini. benar-benar tidak tau di untung." Kesal Firma.
kalimat yang terlontar dari mulut Firma membuat hati sang istri tersakiti, karena bagaimana pun Viona adalah anak kandung mereka.
Bahkan sampai ajal menjemput pun tidak akan merubah kenyataan yang ada.
Seburuk apapun seorang anak
sebagai orang tua seharusnya tidak pantas menyacat anak yang terlahir berbeda dari yang lain nya.
fisik bukan ukuran bagi seorang anak untuk tidak mendapatkan kasih sayang.
kemampuan bukan jadi penghalang untuk mereka mendapat tempat di hati orang tua mereka.
pada dasarnya manusia tidak akan pernah menjadi suatu yang sempurna karena kenyataannya, kesempurnaan hanya milik sang pencipta.
jangan salahkan keadaan, tapi coba terima dan perbaiki apa yang menurut kalian perlu di perbaiki.
pada dasarnya anak yang selalu mengalah akan menjadi anak yang kuat dan tangguh.
tapi jangan meremehkan seorang anak yang hanya terdiam dan pasrah dengan apa yang pernah dia terima.
jika dia mulai membuka mulut maka akan menjadi maut bagi orang yang menyakiti dirinya.
Ingat! marahnya orang yang diam itu sangat kejam, dan kejamnya orang yang diam akan menjadi petaka bagi orang yang sering menyakitinya..
Firma yang kesal dengan kejadian yang beberapa saat dia terima membuatnya terbakar amarah.
brakk....
Firma melempar foto keluarga yang berada di dinding.
"Nuang semua foto yang ada anak itu, aku tak ingin melihat wajahnya. meski hanya sebuah foto, singkirkan semua ini dari hadapanku. jangan lagi ada satu foto yang tersisa" Firma menyuruh para pelayan yang berada di rumah itu.
"Baik Tuan."Mereka melakukan tugas dengan baik.
"Sebenci itu kamu terhadap anak kandung mu sendiri? di dalam tubuhnya mengalir darah mu, sedalam itukah rasa benci mu terhadap Viona?." sang istri menatap wajah Firma.
"Tau apa kamu? dia bukan anak ku lagi! dia hanya ****** yang merebut suami kakaknya, memalukan sekali." cetus Firma.
"Jika kamu dapat menyimpulkan Viona seperti itu, maka apa bedanya Naisya dengan Vjona? bukankah Naisya pernah merebut tunangan Viona? coba kamu sedikit melihat kesakitan yang Viona rasakan saat dulu. " jelas sang istri
"Tentu berbeda! jika Naisya merebut tunangan Viona, itu karna dia sangat bodoh dan tidak pandai menjaga tunangan nya. Naisya ku begitu cantik dan sempurna jadi jangan salahkan anak ku jika tunangannya berlari ke arah Naisya." dengan sombongnya Firma memuji keindahan paras anak pertamanya tersebut.
"Semua yang kamu katakan adalah jawaban ku untuk pembelaan dari anak ku Viona. aku lelah selalu menuruti keinginan kamu, yang pasti aku sebagai wanita yang melahirkan Viona, aku tidak terima jika kamu menghina anakku! Naisya dan Viona itu sama. jadi tolong jangan beda-bedakan mereka." tangis nyonya Firma pecah.
"Cukup, jika kamu terus membela anak durhaka itu, maka silahkan pergi dari rumah ini. pintu keluar masih berada di tempat yang sama." dengan angkuhnya Firma, kembali membuat sang istri merasakan sakit hati.
"Baiklah, aku akan pergi dari sini. bagiku di rumah ini tidak pernah ada kedamaian, terima kasih telah melukai hati ku hingga sedalam ini. kamu yang mengusirku jadi jangan salahkan aku untuk semua yang terjadi saat mendatang."
nyonya Firma pun keluar dari rumah tanpa membawa apa pun, dirinya merasa sakit saat mengingat dulu Viona juga di perlakukan seperti dirinya.
Oh T**uhan, sekarang aku bisa merasakan sakit nya viona dulu. maafkan ibunda nak, mulai saat ini ibunda tidak akan berpilih kasih lagi
ibunda merindukan kamu Viona...
Tak lama nyonya Firma kembali ke rumah orang tuanya yang juga berasal dari kalangan orang berada.
yaitu keluarga MAHES.
lnjut broo ya
mksih😘