NovelToon NovelToon
My Bodyguard

My Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Bad Boy
Popularitas:369.6k
Nilai: 5
Nama Author: indahnya halu

Rose sangat tidak menyukai aturan serta larangan seorang pengawal pribadinya, tidak hanya itu Rose juga kerap kali keluar dari kesempurnaannya saat bersama sang pengawal.


Wiratama merupakan pria dewasa dengan sejuta pesona, memiliki rahasia juga identitas tersembunyi di balik profesinya sebagai seorang pengawal pribadi.

Siapa yang menyangka jika pengawal itu merupakan pangeran mahkota yang melarikan diri dari negri asalnya?

Setelah identitasnya di ketahui, Wiratama mengajukan sebuah lamaran kepada Tuannya, yang ia tunjukan untuk salah satu putri tuannya.

Siapakah yang di lamar sang pengawal? karna sang Tuan memiliki tiga orang putri. ikutii terus kisah mereka, jangan lupa like, rate bintang lima juga komentar baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyaris tak waras

"Kau tak pulang?" Elis bertanya tiba tiba kepada pengawal sekaligus calon menantunya.

"Pulang? Ini rumahku juga. Tuan yang mengatakannya."

"Omong omang, mengapa Rose tidak turun sedari tadi?" Wiratama menatap undakan anak tangga yang melingkar ke lantai dua, sesekali ia menengok kearah lift juga jam tangan di pergelangan tangan kirinya.

"Sudah 6 jam 17 menita 24 detik, dari kami pulang Rose tidak juga turun."

"Astagha kau menghitungnya Tama, benar benar menghitungnya?" Elis hampir tak percaya ini, calon menantunya tak tertolong lagi.

"Hmmm, apa dia tak makan siang?" Wiratama di buat gusar sendiri, ia takut jika gadisnya benar benar marah dan tak mau menemuinya lagi.

"Nyonya aku mohon ijin untuk menemui Rose."

"Tidak boleh, putriku tengah marah dan merajuk kepadamu." Elis kini tengah menyuapi putra bubgsunya Abimanyu yang umurnya sudah menginjak 12 tahun.

"Kenapa Mama tak membiarkan Om Wira menemui kakak?" Abimanyu bertanya dengan posisi duduk di pangkuan ayahnya.

"Tidak untuk sementara, sebelum Om Wira menikahi kak Rose." Sebenarnya Elis tengah memberikan kode kepada calon menantunya untuk mengesahkan hubunganngan mereka.

Elis, Arjuna juga Abimanyu sudah rapi, mulai dari siang ini hingga malam nanti pasangan suami istri beserta anak laki laki mereka ada acara. Untuk itu Elis menanyakan kepulangan Wiratama, ia tahu betul bagaimana seorang pria dewasa dengan seorang gadis.

Hormon testosteron seorang pria dewasa memang selalu meningkat di saat bersama seorang gadis yang ia inginkan, apa lagi bisa di katakan jika Wiratama seperti mencengcem Rose sejak lama. Jika tidak tak mungkin Wiratama bersikap berbeda kepada putri sulungnya.

"Pergilah!" Arjuna justru memberikan ijin kepada Wiratama untuk pergi kekamar putrinya.

Elis membolakan matanya, karna terkejut, bisa bisanya Arjuna menyuruh seekor singa lapar untuk memasuki putrinya. Tidak taukan Arjuna jika seorang Wiratama kini bukanlah seorang pemuda lugu belasan tahun silam.

Keberengsekan Wiratama sudah mendarah daging, keberengsekannya mulai mencuat kepermukaan.

"Kami harus pergi kesuatu acara. Temani putriku, tapi jaga batasanmu!" Arjuna berujar tegas. Kemudian melangkah berlalu.

"Baik tuan." Jika aku ingat, Wiratama lebih dulu memasuki kamarnya untuk mandi.

Untuk pertama kalinya Wiratama ingin terlihat tampan di mata seorang gadis, ia juga merasa baru merasakan puber saat ini.

Sebelum mandi Wiratama juga mencukur jambang halus di atas bibir, dagu, juga di rahangnya ia ingin terlihat muda berkali kali lipat setelah ini.

Tidak cukup sampai di situ Wiratama juga memakai serangakaian perawatan tubuh untuk menciptakan wangi juga kelembutan di tubuh kekarnya.

"Ya Tuhan. Aku rasa aku sedikit tidak waras, bisa bisanya aku seperti seekor pejantan yang tengah menarik perhatian betina untuk menoleh kearahku. Aku nyaris tak percaya ini." Wiratama menatap pantulan tubuh tegapnya di pantulan cermin, tubuh yang selalu menjadi dambaan para wanita jika saja Wiratama mau melirik atau merespon para jerit teriakan memuja para gadis gadis. Apalagi teman teman ketiga nonanya terang terangan mengungkapkan ketertarikan mereka.

Sayangnya di atara banyaknya makhluk tuhan di muka bumi ini hanya Rose saja yang dapat mempengaruhinya, seorang gadis yang sejak kecil ia asuh dan latih untuk bertahan dari dunia yang mengancamnya kapan saja.

Wiratama menyemprotkan beberapa semprotan parfume miliknya untuk menciptakan aroma memikat. "Elenor mengatakan jika parfume ini sangat bisa di andalkan untuk memikat seorang wanita."

Buru buru Wiratama mengenakan pakaiannya, juga menyisir rambutnya, menatap kembali pantulan dirinya di depan cermin kamarnya.

"Selain Rose, cerminlah yang kusukai kali ini." Wiratama terkekeh, ia harus secepatnya bisa memperistri Rose, kemudian membawa Rose untuk pulang ke negaranya.

Sebelum pergi kekamar Rose seseorang melakukan panggilan dengannya, sebuah panggilan vidio dari nomor tanpa nama, artinya nomor itu tidak tersimpan di kontaknya.

Dengan malas Wiratama mengangkat panggilan, ia mengira jika sesuatu yang penting mulai terjadi, mengingat tak gampang untuk mendapatkan nomornya.

"Ada apa?" Wiratama bertanya tanpa basa basi.

Wiratama memincingkan mata saat seseorang di layar ponselnya merupakan seorang wanita yang tidak ia kenal sama sekali, mungkin.

"Ha-hai." Wanita itu menyapa sebentar, terlihat kegugupan diantara wajah yang hampir memenuhi layar ponsel.

"Siapa kau?" Wiratama mengenali wajah itu, hanya saja ia memang tetap membatasi diri kepada siapapun, itulah saran ibunya yang merupakan seorang ratu.

Bukan tanpa alasan ibunya berkata demikian, ibunya memiliki beberapa teman dekat namun salah satu temannya justru menjadi selir suaminya, yang mana menjadi racun untuk sang ratu hampir selama pernikahannya, hal itu cukup memukul telak mental ibu Wiratama, sekaligus menciptakan trauma.

"Aku, aku Lady Maria putri bungsu dari Duke Mark."

"Ada hal penting apa kau menghubungiku?" nada suara Wiratama memang seperti itu terdengar dingin dan membekukan.

"Kau lupa kepadaku Steve?"

"Perhatikan ucapanmu! Aku seorang pangeran mahkota, dan kau memanggilku seakan usia kau dan aku masih berumur 7 tahun." sinis Wiratama.

"Kita memang teman sejak dulu kan," lirih gadis itu.

"Sejak aku meninggalkan istana aku tak memiliki teman lagi." ucap Wiratama datar.

"Steve, kau tak ingat dengan pertemanan kita. Bahkan sebelum pergi kau mengatakan akan kembali dan menikah."

"Ya, aku memang akan kembali dan menikah dengan wanita yang kuinginkan. Tapi bukan berarti dirimukan? Aku tak menjanjikan apapun kepadamu."

"Tapi kita sudah di tetapkan akan menikah, raja bahkan sudah mengatur tanggal mana untuk pernikahan kita." Mata gadis itu terlihat berkaca kaca, genangan air mata itu siap tumpah seandainya gadis bernama Maria itu berkedip.

"Aku sudah memiliki calon istri yang kuinginkan. Aku akan menikahinya secepatnya."

"Tidak masalah kau akan menikahi wanita manapun. intinya kita tetap harus menikah. Aku sama sekali tidak keberatan berbagi." Lirihnya dengan terpaksa, sudah menjadi kosekuensi seorasng calon istri seorang pangeran mahkota, ia bahkan sudah mempersiapkan diri sejak jauh jauh hari jika seandainya pangeran Steven ingin menikah lagi.

"Dasar tidak waras, tidak tau diri!" Wiratama mematikan ponselnya, ia sangat kesal karna acaranya untuk mengunjungi pujaan hatinya kini terganggu.

Wiratama kembali menatap kearah cermin, mencoba memastikan penampilannya. "Cukup oke, jika seorang gadis normal yang melihatku pasti tertarik, sayangnya gadisku sedikit aneh."

Siulan kecil mengiringi langkah Wiratama menuju lift, ia bahkan tak ingin menaiki tangga hanya karna takut jika tubuhnya berkeringat.

"Astagha hal apa yang akan ku ucapkan pertama kali untuk gadisku?" Wiratama berdialog sendiri.

"Ya Tuhan Tama, waraslah sedikit!"

Di dalam Lift pun Wiratama kembali menatap pantulan tubuhnya, kaus putih di padukan dengan celana jins.

"Hei, Tama ingatlah umur! Kau bukan lagi remaja 17 tahun." Wiratama memperingatkan dirinya sendiri.

"Apa aku akan kembali menciumnya? Atau lebih dari itu?"

1
lenny sukmasari
Luar biasa
Soraya
mampir thor
Adin Syarif
mana kelanjutannya lama amat
Julia Mega
kak ini ceritanya tidak dilanjut ya?
Datu Zahra
top
Datu Zahra
ini mana kelanjutannya, bagus padahal eh
Stinje Simpuru
Lanjutkan
💝F&N💝
ayo mana nih kelanjutannya. cerita nya bagus banget lo aku suka. tp gak ada lanjutnya
dan sampai skr g aku masih menunggunya.

ayolah si lanjut di sini.
di noveltoon
💓astika mei💓
kok g ada kelanjutannya ya thor
Muji Lestari Tari
ayolah Thor jangan bikin aku penasaran
Dea Abdullah
thor jgn lama² lanjuttttt😍
Kotimah
menunggu update nya
Pipik Yulfika
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💝F&N💝
kak, kok ceritanya gak di lanjutkan. pafa hal cerita ini bagus looooo
dan aku suka banget dan masih menunggu up nya sampai sekarang. ayoooo thor, walaupun sudah hampir 3 tahun berhenti, gak pa pa deh.sekarang lanjut dong😅😅😅🙏🙏🙏🙏
Dian Tricia
lanjut dulu thor
Nie
Keren Rose,jd inget waktu Yudha menodongkan pistolnya ke Yudhistira..Rose langsung meletakkan obengnya di leher Rain...untung aja Rose yg dsukai Wiratama,ga kebayang kalo Mine atau Vale yg dipilih Wiratama
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
aslinya semua cerita dari kak author ini selalu seru... selalu diluar perkiraan cuaca,ga ketebak.... ceritanya ga ngebosenin juga ga bertele2...suka sekali sama kaka author yang satu ini.... aku bacanya bulak balik sama baca novel tentang yudistira juga disebelah, ceritanya juga ga kalah seru... tau cerita arjuna juga karena lagi baca cerita yudistira.... semangat teeus kak authorku....
Salma Suku
Mampir lgi thor...
Yuningsih Nining
tama over posesif
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
wah kok gntung, aq sgja baca dr awal juni 25 kok msh sgni aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!