Jika aku bisa aku bisa memilih aku lebih baik hidup sederhana bersama suami dan kedua anakku.Setelah usaha yang kami jalani begitu sukses ternyata rumah tanggaku malah di uji dengan berbagai masalah bahkan aku tidak pernah menyangka suami yang begitu mencintaiku selama ini tega ingin menyingkirkan ku demi selingkuhannya.
Ikuti kisah cerita ini jangan lupa dukung dan subscribe dan tinggalkan jejak makasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 ~ Wanita aneh ~
Rika dan Naura menatap Melisa yang duduk tidak jauh dari tempat mereka,Naura sama sekali tidak peduli beda dengan Rika yang terlihat lebih curiga dengan tatapan wanita itu.
"Naura apa kamu kenal dengan wanita itu?" Tanya Rika sambil memandang ke arah melisa yang tersenyum sinis ke arah mereka.
"Tidak,aku tidak kenal dengannya,tapi aku tidak tau entah dia kenal dengan ku." Jawab Naura seadanya.
Rika tidak terima dengan sikap Melisa yang selalu menatap mereka dan tersenyum seakan melecehkan,dia tipe wanita yang tidak suka di pandang rendah oleh orang lain.
" Hai apa kamu kenal dengan Naura?" Tanya Rika yang sudah berdiri persis di depan meja Melisa.Melisa menegakkan kepalanya lalu menutup ponselnya yang tadi dia pegang dan saat itu mata Rika hampir terbelalak saat melihat wallpaper dari ponsel wanita itu.
"Hmm...Ternyata dia pelakor sampah,pantas saja dari tadi dia menatap rendah Naura,ternayata dia selingkuhan suaminya Naura." Ucapnya dalam hati.
" Aku tidak kenal dengan kalian,jangan perasaan dong mbak,aku bahkan tidak melihat kalian dari tadi." Jawab Melisa sinis dan terlihat jelas kalau dia tetap menatap Naura dengan tatapan seperti ingin melenyapkannya.
Tidak ingin memperpanjang masalah,Rika meningagakan Melisa dan saat itu ponsel wanita itu berdering dan dia mengangkat panggilan teleponnya dengan suara yang sangat manja dan mesra.
Naura mengalihkan pandangannya kepada wanita itu,dia merasa sedikit terganggu dengan sikap wanita yang terlihat seperti memamerkan kemesraan di hadapannya.
"Siapa sih dia,udah kita pulang saja,aku sudah tidak mood lagi,lagian aku harus menjemput kedua anakku." Ucapnya bergegas keluar dari tempat duduknya.
Rika sengaja tidak memberi tahu apa yang dia lihat barusan di ponsel wanita itu,rasanya dia tidak tega menambah beban di hidup Naura.
" Ra..Kamu harus bisa menjadi yang hebat,jika memang suami mu sudah tidak bisa di percayai kamu harus bisa mengambil keputusan,jangan bodoh kamu itu wanita yang hebat,jika kalian cerai suami dan mertua mu pasti akan menyesal." Ucap Rika lalu menepuk pundak Naura sebelum wanita itu masuk ke dalam mobilnya.
Naura hannya tersenyum tipis menanggapi nasihat sahabatnya,rasanya sampai saat ini dia belum percaya kalau suaminya berani selingkuh di belakangnya.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah anaknya,Naura beberapa kali menghela napas berat,rasanya dia sudah cukup lelah dengan semua masalah yang menimpanya belakangan ini apalagi sejak orang tuanya mengunjunginya dan suaminya benar-benar mengabaiakan orang tuanya.
Saat itu tiba-tiba dia teringat dengan Melisa wanita yang bersikap aneh di depannya padahal dia sama sekali tidak mengenali wanita itu.
"Aneh sekali wanita itu,apa dia kenal denganku,aahh sudahlah untuk apa aku membebani pikiranku dengan memikirkan hal yang tidak penting seperti itu." Ucapnya dalam hati lalu mempercepat laju mobilnya karena jam pulang sekolah sudah hampir lewat.
Sementara itu Melisa menutup panggilannya,dia tersenyum jahat saat mengingat kembali Naura yang tadi sempat bertemu dengannya tanpa sengaja.
"Cih...Dia sudah tua dan penampilannya sangat jauh berbeda denganku,bahkan wajahnya lusuh tampak dia tidak pernah perawatan dan garis-garis di wajahnya sudah terlihat jelas,pantas saja Vito tergila-gila padaku, dia tidak pandai merawat diri.Secepatnya aku harus menyingkirkan dirinya dari rumah itu,aku tidak mau berbagi suami dengan wanita itu." Ucapnya dalam hati dengan wajah penuh kebencian.
Melisa keluar dari cafe setelah membayar semua makanannya.Melihat penampilan Naura yang buluk dia semakin semangat untuk mempercantik diri dan merawat wajahnya,apalagi semua itu di dukung oleh kekasihnya dengan memberinya sebuah kartu yang bisa memenuhi segala kebutuhannya.
Setelah selesai melakukan perawatan,Melisa pergi ke mall lalu belanja begitu banyak baju,tas dan sepatu branded,dia cukup puas untuk memanjakan diri hari ini.
" Aaahh....Senang sekali menjadi kekasih orang kaya,mau beli apa pun tinggal ambil aku begitu puas menikmati semua ini..." Ucapnya lalu melempar semua barang belanjaannya ke atas sopa dan menjatuhkan tubuhnya di atas sopa.
Saat sedang rebahan di atas sopa tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk mengunjungi rumah Vito sesekali mengingat orang tua dari kekasihnya juga sangat mendukung hubungan mereka.
"Nanti malam aku harus membuat kejutan kepada mas Vito,aku ingin melihat reaksinya saat melihat aku ada di rumahnya."Ucapnya dengan wajah bangganya.
****
Naura sangat emosi saat datang ke sekolah kedua anaknya sudah tidak ada dan kata pihak sekolah suaminya sudah menjemputnya membuat Naura sedikit takut kalau suaminya melakukan hal yang tidak terduga.
Naura buru-buru kembali ke rumahnya,sesampainya di rumah dia sudah melihat suaminya duduk di sopa dengan santai sambil merokok tapi wajahnya tidak bisa berbohong pria itu sedang banyak pikiran.
"Mas ada apa denganmu,kenapa tiba-tiba kamu jemput anak-anak ke sekolah?" Tanya Naura yang sudah berdiri di depan suaminya.
Vito menghisap rokoknya dalam-dalam lalu membuang asapnya ke sembarang ruangan,setelah itu dia menoleh ke arah Naura.
" Mulai hari ini aku memutuskan anak-anak di antar dan di jemput oleh supir,aku sudah merekrut supir pribadi untuk mereka berdua dan kamu bisa berkerja dengan baik dan tidak ada alasan lagi untuk tidak pergi ke pabrik." Jawab Vito.
"Tidak bisa dong mas,aku tidak ingin anak-anak di rawat oleh orang lain_
"Tidak ada penolakan lagi,sekarang kamu berangkat ke pabrik dan mulai bekerja karena permintaan pasar semakin tinggi dan stok barang benar-benar habis cepat." Vito memotong ucapan Naura dan memaksanya untuk tetap bekerja padahal Naura sudah tidak mood untuk bekerja hari ini.
"Mas...Aku_
Vito langsung menarik tangan Naura dan menyeretnya keluar dari rumah,setelah itu memaksanya masuk ke dalam mobil suaminya dan Vito langsung mengemudikan mobilnya dan membawanya ke pabrik padahal hari sudah mulai sore.
"Mas kamu sudah gila ya,kalau aku tidak mau kamu mau memaksa ku,semua ini karena kamu,kamu menghabiskan banyak uang dan kamu sama sekali tidak meminta ijin padaku,aku tidak mau lagi bekerja."
"Ckiiiitt...." Vito yang membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi langsung mengerem hingga terdengar bunyi gesekan ban mobil dengan aspal dan kepala Naura terbentur ke depan mobil hingga meninggalkan bekas merah di keningnya.
"Naura kamu jangan membuatku benar-benar marah,dan jangan pernah menguji kesabaran ku,kamu bisa menyesal seumur hidupmu!!" Ancam Vito membuat Naura bergidik ngeri.
Naura tidak berani lagi melawan suaminya hingga,mereka sampai di depan pabrik Vito langsung menyuruhnya keluar dari dalam mobilnya setelah itu dia meningagakan Naura di depan pabrik.
Seluruh tubuh Naura bergetar,dia hampir saja terjatuh kalau saja dia tidak langsung memegang tiang yang ada di depannya dia telah kehilangan sosok suami yang penyayang setelah kehidupan mereka bergelimang harta.
" Aku telah kehilangan sosok suami yang mencintaiku dengan tulus setelah kami kaya,andai saja aku bisa memilih,lebih baik kami kembali miskin asal suami ku kemabli seperti dulu." Ucapnya lalu dia menyeka air mata yang sudah jatuh di wajahnya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
udah tau suaminya pake uang gak jelas juga bukan di ambil tabungan nya atau di umpetin msh jaa di biarin..
masak gak peka suami selingkuh 😡