NovelToon NovelToon
Cinta Tak Butuh Tes IQ

Cinta Tak Butuh Tes IQ

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Romantis / Murid Genius / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:55
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Aira Wibisono, Baru Kehilangan Seluruh Keluarganya, Kisah tragisnya di mulai saat Kakaknya Arya meninggal karena kecelakaan, Ayahnya sangat terpukul dengan kepergian Arya, Arya merupaka ke banggan keluarga, Arya baik, pintar, dan tampan, Arya kuliah di FK UGM Orang tua Aira menaruh harapan yang besar kepada Arya, Cinta mereka sangat besar kepada Arya, Semenjak kepergian Arya Ayahnya Aira jadi sakit sakitan dan tak lama Ayah Aira meniggal, Setelah itu Ibu Aira mulai defresi dan meninggal satu tahun kemudian. Akhirnya Aira memutuskan tinggal di rumah Tante Mala sahabat ibunya, Tante Mala mempunyai anak Laki-laki bernama Damar, dia populer di sekolah, pintar, tampan mirip dengan kakaknya Aira di sana lah kisah Aira di mulai...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terima Kasih Damar Mahesa

“SELAMAT JALAN DAMAR JANGAN LUPAKAN KELAS E"

Damar menatap spanduk itu lama.

“…Kenapa huruf E-nya paling gede?”

Bambang langsung angkat tangan.

“Biar kamu ingat dari mana trauma hidup dimulai.”

Yoan ngakak.“Dan dari mana hatimu ditaklukan.”

Damar melirik Aira sekilas Aira pura-pura melihat awan.

Dinan menepuk bahu Damar, “Serius, bro. gue sama Yoan yang hampir tiap hari ngajar mereka, nggak di bikin spanduk.”

“Eh! Kan udah kemarin,” protes anak-anak kelas E serempak.

“Bercanda,” Dinan tertawa. “Biar Seru aja.”

Bu Silvy datang menghampiri, matanya berkaca-kaca.

"Damar, Yoan, Dinan Terimakasih Yah udah mau bantu murid Ibu,"

“Ibu nggak nyangka… kelas E bisa naik rengkingnya.”

Anak-anak langsung heboh.

“BU JANGAN NANGIS!”

“NANTI KITA IKUTAN!”

Bu Silvy mengusap matanya dan menatap Damar.

“Terima kasih Damar, Udah mau pacaran sama anak kelas E.” Sambung bu Silvy dengan nada bercanda.

Di ikuti riuh tawa anak-anak kelas E.

Damar menunduk, Aira tersenyum kecil.

Begitu Bu Silvy pergi, Yoan langsung menepuk tangan.

“Oke. Saatnya sesi kenangan memalukan.”

Aira refleks mundur selangkah.

“Eh… tunggu ” Dinan nyengir lebar.

“Kita mulai dari legenda kuah bakso.”

SEMUA LANGSUNG RIUH. “ANNE!”

“BAJU PUTIHNYA!”

“KUAH SEMANGKOK PENUH!”

Aira menutup muka.

“AKU KAN NGGAK SENGAJA!”

Damar menyela datar.

“Dia bikin malu di hari pertama pas naik bus,”

"Damar Cukup.." Aira mulai panik.

"Hari itu ada penumpang berutnya sedikit buncit, Aira memberikan tempat duduknya."

"Dan bilang orang hamil harus di prioritaskan,"

Yoan tertawa sampai menepuk paha. Begitu juga teman-temannya yang lain.

"Sumpah kocak si Aira," Bambang masih ketawa.

“Dan jangan lupa baru hari pertaman di sekolah targetnya langsung Anne," Naya menimpali polos.

“Kayanya Anne trauma baso,” Bambang nyeletuk lagi.

Tawa pecah lagi.

Naya menggeleng sambil senyum.

“Tapi jujur… itu pertama kalinya ada yang berani numpahin kuah baso ke Anne.”

Aira melirik. “Aku nggak sengaja tau,”

“Tapi diam-diam banyak juga yang suport tragedi kuah baso itu,” sahut Dinan.

"Sumpah kalian jahat banget," Aira terdiam sebentar "Walau aku nggak suka Anne aku nggak melakukannya dengan sengaja,"

"Tapi kami tetap mengucapkan terima kasih Aira," Nina nyeletuk.

Di ikuti tawa yang lainnya.

Yoan menatap Damar.

“Dan sejak itu, ada yang mulai protektif.”

“Apa?” Damar refleks.

“Apa?” Aira ikut.

Yoan dan Dinan serempak.

“Apa?”

Hening setengah detik.

Lalu tawa meledak.

Bambang mendekat ke Damar, serius setengah bercanda.

“Di Jepang nanti jangan lupa… kita ini teman kelas E pertama.”

Susan mengangguk.

“Dan Aira itu teman kesayangan.”

Damar menatap Aira.

“Bukan teman,”

Aira menoleh cepat, “Hah?”

Damar berdehem. “Maksud gue… partner belajar.”

Yoan bertepuk tangan lebay.

“HALUS. SANGAT HALUS.”

Dinan mengangguk, “Calon LDR internasional.”

Aira memukul lengan Yoan.

“DIEM!”

Damar menatap mereka semua.

“Makasih, teman-teman.”

Anak-anak kelas E saling pandang.

“Janji ya, Mar,” kata Nona pelan.

“Nanti pulang, kita ngumpul lagi.”

Damar mengangguk. “Iya nanti gue hubungi kalian.”

Aira maju selangkah,Dia tersenyum ceria, seperti biasa tapi matanya sedikit basah.

“Jangan kebanyakan mikirin aku,” katanya pelan. “Belajar yang bener.”

"Hah, Pd banget," Damar membalas, lebih pelan lagi,“Kamu juga.”

Yoan langsung bersiul.“Waduh.”

Dinan tertawa. “Ini perpisahan atau teaser season dua?”

Aira tertawa sambil mengusap mata.

Di sore itu di antara tawa, ejekan, dan kenangan konyol, mereka melepas Damar.

Bukan sebagai anak jenius yang dingin tapi, sebagai sahabat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!