NovelToon NovelToon
Great Pretender

Great Pretender

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Misteri / Tamat
Popularitas:56.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aoxue

Hiatus kecuali 50 pembaca minta update.

Alex, seorang yang mengalami perjalanan waktu dari masa depan karena dirinya mengalami kematian di masa depan.

Dia kembali memasuki sebuah lembaga misterius dengan sebuah tujuan, yaitu menghancurkan lembaga misterius itu.

Lembaga yang membuat Alex mengalami kematian di masa depan, itu artinya apakah dia sedang memulai rencananya untuk balas dendam?

Ayo, baca sekarang! Kisah Alex dalam rencananya untuk mengubah takdirnya di masa depan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aoxue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Di malam harinya, James sedang rebahan di atas kasur dengan sambil membaca sebuah novel yang dia pinjam di perpustakaan lembaga ini.

"Akhir-akhir ini, Charles sering dihubungi oleh Edward sepertinya? Apa benar, malam ini aku akan diubah sama seperti Alex?" gumam James.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, "Yo! Kamu masih bangun, James?" sapa Charles yang baru saja memasuki kamar mereka berdua.

"Hm, iya! Sebenarnya apa yang Kamu lakukan bersama dengan Edward?" tanya James penasaran.

Charles tidak menjawab pertanyaan James, "Kamu tahu? Sepertinya benar ada yang tidak beres dari Lembaga ini! Misalnya mereka semua seperti robot dan hanya menerima perintah dari—" perkataan James terpotong karena sebuah suntikan baru saja menancap di leher belakang James.

"Ke-kenapa Charles?" tanya James yang mulai buram pandangan matanya.

"Masuklah! Aku ingin tidur!" teriak Charles, pintu pun terbuka dan terlihatlah secara samar dari pandangan mata James.

"Siapa dia? Aku belum pernah melihat dirinya sebelumnya?" kata James penasaran.

"Sudah Aku lakukan tugasku, Ayah! Segera beri aku hadiah untuk ini!" seru Charles memanggil kata 'Ayah' kepada salah seorang pria yang memasuki kamar Charles dan James.

"Baiklah, aku mengerti Anakku!"

"Ayah? Anak? Siapa sebenarnya itu Char—" gumam James yang berhenti karena James sudah kehilangan kendali atas kesadarannya.

James dibawa pergi oleh Edward si pengawas dengan para pengawal mereka.

Setelah keadaan sepi, "Apa masa depan benar-benar sudah dibuat lancar?" tanya Sang Ayah.

"Di masa depan, Ayah akan dibunuh oleh Alex dan teman yang membantu Alex melaksanakan rencananya adalah James! Mereka berdua sekarang sudah menjadi robot! Itu artinya masa depan sudah berubah!" seru Charles bangga terhadap dirinya.

"Kamu memang Anak yang membanggakan!"

NB \= Masa depan yang dimaksud Charles berbeda dengan masa depan yang Alex alami.

Sebenarnya, Alex bukan hanya mengalami time travel melainkan mereka telah memasuki dunia pararel yang lain yang ternyata Alex bertemu dengan Charles yang berasal dari dunia pararel yang berbeda dengannya.

Di ruangan gelap, lampu operasi baru saja dinyalakan.

Ruangan operasi tiba-tiba saja sangat terang. James terbaring di atas kasur dengan beberapa dokter yang sedang menangi tubuhnya.

Salah seorang dokter mengambil sebuah chip dengan bernomor tiga belas dan langsung mendekati dirinya dengan James.

Leher James dibelah menggunakan pisau bedah dan seperti sebelumnya, chip tersebut dihubungkan dengan saraf-saraf yang terhubung ke otak James sama seperti Alex.

Tiga jam berlalu, James merasa sakit di bagian leher belakangnya.

"Apa ini? Aku merasa leherku sangat sakit dan otakku merasakan pusing!" pikir James.

"Oh iya! Benar juga, apa benar yang Alex katakan? Bersikaplah seperti layaknya robot agar nyawaku tidak terancam?" pikir James yang teringat akan kata-kata pesan yang dituliskan oleh Alex.

James membuka matanya, menahan rasa pusing dan sakit di bagian belakang lehernya itu.

"Sudah! Sudah sadar!" teriak salah satu dokter.

Edward langsung berdiri dan mendekati dirinya dengan James, "Hm, turunlah dari kasur itu!" perintah Edward.

James menerima perintah tersebut dan langsung turun dari kasurnya meskipun dia harus memaksakan dirinya dan menahan rasa sakit yang teramat sakit.

Tidak menjawab, James hanya menatap Edward dengan datar sama persis apa yang dilakukan oleh Alex.

"Bagus! Sekarang Kamu kembalilah ke kamarmu dan berisitirahat!" perintah Edward.

Seminggu telah berlalu, Alex, James dan Tasya sudah mendapatkan misi pertamanya yang ternyata dipimpin oleh Edward.

Semua peserta semakin lama semakin sedikit karena setelah mereka menguasai kemampuan dan bakat mereka dan di cap sebagai pakar maka mereka langsung diubah menjadi seorang robot kayaknya seperti Tasya.

Kini, di malam hari. Edward mengemudikan mobil hitam dengan membawa Alex, James dan Tasya bersamaan.

Mereka dipersenjatai oleh lembaga tersebut, masing-masing orang membawa pistol dan senjata berat disimpan di bagasi mobil tentunya.

Alex memberikan sebuah kode isyarat tangan kepada James menggunakan jarinya, "Lenyapkan musuh!"

James langsung mengangkat tangannya dan menodongkan pistol tersebut kepada Edward.

Ketika Edward melihat James menodongkan pistol ke arahnya dari kaca spion mobil membuat Edward kebingungan, "James! Turunkan pistolmu!" seru Edward.

Tiba-tiba pistol ditangan Alex juga sudah diarahkan kepada Edward, "Menyerahlah! Kami sudah lelah dikendalikan olehmu!" seru Alex mengancam dengan todongan pistol itu sambil menggelengkan kepalanya karena lelah.

Bukannya menyerah, Edward menancapkan gasnya dan mobil melaju dengan cepat.

"Terserah! Jika mau mati, maka kita mati bersama-sama!" ancam Edward.

"Dasar g*la!" teriak Alex terkejut.

Rem mobil langsung diinjak, menggoyahkan Alex dan James dari pistolnya yang sedang menodong Edward.

"Bunuh Alex dan James!" perintah Edward.

Tasya langsung bergerak dengan sendirinya, dia mengeluarkan pistolnya. Saat Tasya hendak menodongkan pistolnya ke arah James, James dengan segera merebutnya dengan paksa.

Pertarungan berlangsung, Edward memukul Alex dan tentunya Alex melakukan perlawanan kepadanya.

Perkelahian secara brutal terjadi, Alex dan Edward saling bertarung sedangkan James dan Tasya juga bertarung di kursi belakang.

Gas mobil diinjak kembali oleh Edward dengan paksa sehingga mobil langsung melaju kencang sedangkan pertarungan menjadi goyah hingga pada akhirnya, Edward tertembak oleh Alex.

Karena tembakan itu, setir mobil tertarik oleh Edward sehingga mobil pun menyerempet trotoar jalan yang keaadannya lebih tinggi daripada jalanan itu sendiri.

Hingga setelah mobil menabrak tiang listrik, Alex merasakan pusing sedangkan Edward sudah susah payah untuk keluar dari mobil dan melarikan diri.

Alex menembak Edward, namun apalah daya karena dirinya yang pusing. Dia tidak bisa menembak Edward dengan tepat sasaran.

Edward sudah menghilang sedangkan Tasya sudah pingsan dibuat oleh James.

"Huft! Bagaimana selanjutnya?" tanya James.

"Sekarang kita harus mencari tempat yang aman terlebih dahulu dan aku sudah memilikinya!"

Karena ini adalah tengah malam, keadaan sepi tidak seperti pagi atau siang hari. Alex dan James membopong Tasya keluar dan meninggalkan mobil disana karena mobil memang sudah mengalami tabrakan, jika mereka tetap mengendarai mobil itu.

Mungkin pihak kepolisian yang sedang bertugas akan menyanyinya.

Tak lama dari itu, benar saja ada suara sirine mobil polisi yang mendekat. Hanya saja setelah pihak kepolisian sampai, hanya tersisa mobil yang sudah hancur disana.

Alex dan James sudah berada di sebuah bangunan yang tidak terpakai disana, setelah mengistirahatkan Tasya meskipun harus mengikatnya karena itu adalah permintaan dari James, Alex menerimanya meskipun Alex tidak tega melihat sosok yang dia cintai itu terikat seperti seorang tahanan yang akan dibunuh.

Hanya melihat ikatan itu saja, Alex bahkan menangis. Tapi, itu dilakukan karena perintah untuk membunuh Alex dan James masih dipatuhi oleh Tasya, Tasya setelah melewati operasi, dirinya menjadi sebuah alat dari lembaga tersebut.

Hanya menerima perintah dari atasannya, tidak memiliki perasaan maupun tidak bisa merasakan apapun.

..

Great Pretender

Dukung terus karyaku teman-teman dengan cara like, komentar dan favorit

Satu like pun sangat berarti untukku 😇

1
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
syahz,sebuah dua botol bedak bayi itu mksdnya gimnaa🙏
LɪᴢZʏ AᴜʀᴏRᴀ❷❶ℓ🔥
baru baca bab awal di paragraf pertama syahz kek nya kurang kata "mereka"
salah seorang diantara menyalakan senter

🙏
bagus
mak josss waye lahhhh
bagus
seng penting semangate
Kleinaa
langsung berbinar matanya pas dapet yg gratis, persis seperti emak² +62 🗿🗿
Kleinaa
alex said: nih anak kepo mulu, ganteng ya gw

🤣🤣🤣✨
Kleinaa
visualnya imut mirip jungkook 🐰, lanjutkan kak novelnya keren
Kleinaa
mngkin dia dimanfaatkn dengn hipnotis atw obat makanya gak tau nama sndiri 🗿☕
Wong kam fung
Alex menangis. Hanya saja tangisan Alex
Wong kam fung
waduh pikiranku melayang
Wong kam fung
Alex pun mencatat, "Dear Diary hati ini sakit ketika melihat mantanjalan sama pacar barunya hiks, hiks ...."
Wong kam fung
ke kamarnya
Wong kam fung
disini aja sih. kaya mau nembak aja
Wong kam fung
ruangan ini kalau kentut mantap tuh
LR
ganggu makan aja😇 padahal lagi enak-enaknya
LR
typo nih😇
LR
konflik ✨😇
LR
cerita ini akan menarik, genre tentang komputer emang paling the best 😇✨
LR
ngarep banget 😇 kedengeran otw tangkap lo
LR
akhhhh aku tau film yang visual itu, aku tau✨ serius filmnya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!