Wanita yang bernama Rembulan adalah anak dari keluarga miskin pasangan dari pasangan dari Cantik dan Angkasa namun Angkasa telah meninggal dunia sejak Rembulan kecil dirinya bekerja di rumah Ciko dan Cintya orang tuanya Crist sementara Arabela adiknya Crist mencintai Daniel sahabatnya Crist karena suatu kejadian membuat Arabela dan Daniel terpaksa menikah membuat Arabela senang namun Daniel belum mencintai Arabela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semut Dan Tikus Punya Penyakit Jantung
Arabela telah selesai meloncatkan semua aksesoris yang ada di lantai ke atas meja riasnya namun dirinya begitu tercengang saat melihat aksesorisnya tidak ada di meja riasnya dan Arabela membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga saat melihat bahwa semua aksesoris tersangkut di ranjang empuk miliknya entah tangannya Arabela yang melempar aksesorisnya saking jauhnya atau aksesorisnya memang ingin tidur dan duduk santai di ranjang empuk miliknya membuat Arabela berjalan terburu buru menghampiri ranjang empuk miliknya dengan kecepatan tinggi melebihi tingginya pohon kepala maksudnya pohon kelapa karena Arabela sangat takut aksesoris miliknya ada yang lecet gara gara jatuh tersungkur ke ranjang empuk miliknya namun secara logika sepertinya aksesoris Arabela tidak akan lecet gara gara jatuh ke ranjang empuk miliknya karena ranjangnya empuk ngga bikin aksesoris lecet
"Pantesan gue cari cari aksesoris gue di meja riasnya cuma ada sedikit ternyata banyak yang menyangkut di ranjang empuk miliknya gue lagian gue heran ngapain aksesoris hobi banget kabur kaburan dari meja riasnya harusnya dia sadar diri dong kalau tempatnya itu di meja riasnya bukan di lantai atau di ranjang empuk miliknya gue masa gue harus mengikat tuh semua aksesoris ke meja riasnya gue supaya ngga jalan sendiri ke lantai dan ranjang empuk miliknya gue tapi memangnya aksesoris bisa jalan sendiri ? gue yakin aksesoris ngga bisa jalan sendiri tapi kenapa aksesoris gue pada nyangkut di lantai dan di ranjang empuk miliknya gue apa gue yang melemparkan terlalu jauh apa aksesoris gue yang pengin enak enakan tidur di ranjang empuk miliknya gue" gumam Arabela sambil berjalan cepat ke arah ranjang empuk miliknya
Cantik, Pintar, dan Rembulan kompak menyantap makanan mereka dengan sangat lahap entah rasa masakan Rembulan yang sangat enak dan lezat atau karena mereka bertiga yang kelaparan seperti tidak makan satu minggu di meja makan tersebut mereka bertiga sibuk dengan makanan masing masing tidak ada obrolan di antara ketiganya keadaan sunyi dan hening hanya suara sendok dan piring yang saling bertengkar maksudnya sendok dan piring yang saling beradu cekcok lebih tepatnya sendok dan piring yang saling bersentuhan dan menimbulkan suara khas antara sendok dan piring tak terasa setelah sepuluh menit mereka bertiga makan kini Rembulan telah selesai menyantap makanan miliknya lalu dirinya meminum minuman yang ada di depannya
"Pintar aku mulai hari ini akan bekerja di rumahnya pak Ciko dan bu Cintya" ucap Rembulan sambil menatap Pintar sedangkan Pintar yang tadi hanya fokus menatap ke makanan yang ada di piringnya langsung menoleh ke arah Rembulan sementara Cantik menatap ke arah Rembulan dan Pintar secara bergantian sambil mengunyah makanan miliknya
"Iya kak Rembulan aku sudah tahu semoga kakak betah bekerja di rumahnya pak Ciko dan bu Cintya soalnya katanya mereka berdua orangnya baik banget dan tidak sombong" jawab Pintar sambil menatap ke Rembulan sekilas lalu Pintar mulai mengambil sendok dan menyendok makanan yang ada di piring lalu di masukkan ke dalam mulutnya sedangkan Rembulan mengernyitkan keningnya heran dari mana Pintar tahu bahwa dia akan bekerja di rumah pak Ciko dan bu Cintya karena seingat dirinya dia belum cerita ke Pintar lalu Rembulan menoleh ke arah Cantik yang langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dia yang telah memberi tahu Pintar
"Pintar kamu tahu dari mana aku kan belum memberi tahu ke kamu ?" tanya Rembulan sambil memicingkan satu mata ke Pintar sedangkan Pintar yang sedang mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya langsung memberi kode ke Rembulan mengarahkan dagunya ke arah Cantik namun Rembulan juga tahu arah dagu Pintar
"Rembulan ibu yang memberi tahu Pintar kalau kamu mau pergi bekerja ke rumahnya pak Ciko dan bu Cintya" jawab Cantik tanpa menunggu pertanyaan yang keluar dari Rembulan sementara Rembulan hanya mengulum senyum sedangkan Pintar menelan makanan yang ada di mulutnya terlebih dahulu lalu dirinya buka suara
"Ibu ngapain cerita ke Pintar kalau aku bakalan bekerja di rumahnya pak Ciko dan bu Cintya ?" tanya Rembulan sambil menatap ke arah Cantik dengan kepala yang di penuhi tanda tanya sementara Cantik yang sedang meminum minuman miliknya melanjutkan meminum minuman miliknya lalu meletakkan gelas yang di tangannya ke atas meja lalu berkata
"Rembulan ibu bilang kayak gitu ke Pintar supaya dia tahu kalau kamu bakalan tidur di rumahnya pak Ciko dan bu Cintya" jelas Cantik sambil tersenyum lebar ke arah Rembulan sedangkan Rembulan dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sementara Pintar sedang fokus dengan makanan yang ada di piringnya
"Oh kirain ibu bilang ke Pintar ngga jantungan" cibir Rembulan menatap Pintar dengan tatapan mengejek sementara Pintar membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Cantik tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum
"Kak Rembulan aku itu ngga punya riwayat penyakit jantung jadi aku ngga bakalan jantungan dapat kabar kayak gitu" ketus Pintar sambil mendelik ke Rembulan sedangkan Rembulan tersenyum lebar melihat ekspresi wajah Pintar sementara Cantik menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya
"Pintar aku tahu kamu ngga punya riwayat penyakit jantung karena kamu cuma punya riwayat chat whatsapp sama aku kamu ngga bakalan jantungan dapat kabar kayak gitu paling yang jantungan semut dan tikus" jelas Rembulan dengan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya sementara Cantik dan Pintar serentak menatap ke arah rembulan dengan raut wajah bingung
"Rembulan Pintar itu anak ibu yang sehat kamu juga sehat ngga punya riwayat penyakit jantung kamu malah bercanda iya ibu yakin Pintar ngga bakalan jantungan dapat kabar itu memangnya semut dan tikus punya penyakit jantung ? ibu baru dengar semut dan tikus punya penyakit jantung" oceh Cantik sambil menatap ke arah Rembulan dengan tatapan tanda tanya sementara Rembulan mengeluarkan senyum licik di wajahnya sedangkan Pintar menatap ke arah Rembulan dengan tatapan penuh curiga
"Iya bu aku tahu anaknya ibu yaitu aku dan Pintar anak anak ibu yang sehat dan ngga punya penyakit apapun termasuk penyakit jantung juga aku Pintar dan ibu ngga punya penyakit jantung biar ngga tegang bu iya semut dan tikus punya penyakit jantung memangnya ibu belum tahu ? buktinya kalau tikus dan semut ada di atas pohon mendadak tikus dan semut jatuh dari atas pohon, kalau semut dan tikus ada di atas meja jatuh dari atas meja, kalau semut dan tikus ada di atas kursi jatuh dari atas kursi" jelas Rembulan sambil tersenyum menyeringai sementara Cantik hanya tersenyum tipis sedangkan Pintar melototkan kedua matanya ke Rembulan
"Iya anaknya ibu aku dan kak Rembulan ngga punya penyakit jantung termasuk ibu juga ngga punya penyakit jantung penyakit jantung itu ngga ada buat hewan termasuk tikus dan semut itu namanya semut dan tikus mengeluarkan jurus kaget mereka berdua makanya asal jatuh dari tempat mereka berada bukan karena penyakit jantung" ketus Pintar sambil menatap tajam ke arah Rembulan sementara Rembulan juga menatap Pintar dengan tatapan tak kalah tajam sedangkan Cantik menatap ke arah Rembulan dan Pintar secara bergiliran
"Rembulan Pintar kalian berdua ngga usah ribut lebih baik kalian berdua lanjutkan menyantap sarapan kalian" perintah Cantik sambil menatap ke arah Rembulan dan Pintar secara bergantian sedangkan Pintar menganggukkan kepalanya mantap sementara Rembulan tersenyum devil
"Iya bu" jawab singkat Pintar saat akan menyantap makanan miliknya dirinya mendengar suara yang tidak asing di telinganya
"Bu makanannya aku sudah habis apa aku harus memakan makanan miliknya Pintar" goda Rembulan menatap ke arah Cantik dengan tatapan memelas sementara Cantik yang akan menjawab dan sudah membuka mulutnya langsung menutup mulutnya kembali setelah mendengar suara yang menggema di telinganya
"Kak Rembulan kalau makanannya sudah habis ambil sendiri dong ngga usah minta makanan miliknya aku soalnya aku sanggup mengabiskan makanan miliknya aku sendirian" ketus Pintar sambil menatap nyalang ke arah Rembulan sementara Rembulan menatap ke Pintar sambil menabur senyum devil sedangkan Cantik menatap ke Rembulan
"Rembulan kamu jangan godain adiknya kamu kalau kamu masih lapar kamu ambil makanannya sendiri atau mau ibu ambilkan ?" tanya Cantik sambil bersiap siap tangannya ada di centong nasi namun tangannya langsung di tahan oleh Rembulan
"Ibu biar aku saja yang ambil makanannya sendiri lagian aku tadi cuma bercanda sama Pintar aku sudah kenyang koq" jelas Rembulan sambil mengeluarkan cengirannya sementara Cantik menatap Rembulan dengan senyum tipis sedangkan Pintar fokus melanjutkan menyantap makanan miliknya
Dirinya pasti senang bisa kerja ditempatkan orang kaya di negaranya💃