Kisah Anna dan Hero.
Sepasang kekasih yang sudah dua belas tahun berpacaran, dua puluh empat kali putus nyambung, tetapi tak kunjung menikah juga karena terhalang restu orang tua.
Bagaimanakah kisah mereka akan berakhir nantinya? Manis, Pahit, Lucu, Bahagia, semuanya ada di sini!
Jangan lupakan juga Vanya dan Marco, kakak ipar baik hati yang menyayangi mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berterima Kasih
***
Apa tadi dia bilang? Terima kasih? Ingin rasanya Hero merekam perkataan anak itu untuk dijadikan dokumentasi pribadi. Pasalnya semenjak Hero mengenal Marco baru kali ini ia berterima kasih secara langsung kepada Hero.
"Sama-sama," jawab Hero sedikit canggung. Pria itu mendongak setelah tertunduk beberapa saat. "Oh ya, mengenai yang tadi, apakah Anda serius hanya ingin mencintai satu wanita seumur hidup Anda Tuan Muda?"
Pertanyaan Hero membuat Marco memandang dengan tatapan sedikit aneh. "Apakah mata bangsawanku ini terlihat sedang berbohong?" tanya pria kecil itu sambil menyesap secangkir cokelat panas terakhirnya.
"Hmmm. Sebagai pengasuh yang dianggap teman saya hanya mengingatkan kalau manusia akan mengalami jatuh cinta berkali-kali, satu pasangan tidak akan cukup bagi mereka. Sekali pun Anda setia, bisa jadi pasangan Anda yang mendua ataupun memutuskan perasaannya ketika bertemu pria lain yang ia cinta. Ah, apalagi jika Anda berpacaran di usia muda, itu akan sangat sulit karena darah muda masih memiliki rasa plinplan terhadap pasangan."
Tentunya Marco yang sudah mulai mengerti soal perasaan tak mau kalah dengan Hero dalam hal ini.
"Kata Papi Aku adalah bibit pria terbaik yang sudah unggul sejak dini, maka aku bisa melakukan hal apa pun dan tidak perlu mengkhawatir soal itu. Aku pasti jauh lebih baik dari jenis pria mana pun. Jika orang yang akan menjadi istriku mencintai pria lain, aku akan membuat pria itu terusir perlahan dari hatinya. Gampang 'kan?" Marco tersenyum miring. Memamerkan deretan gigi putih yang terlihat imut tetapi menyeramkan.
Percaya diri sekali anak satu ini, kesal Hero dalam hati. Namun, tiba-tiba Anna terbangun dan menanyakan keberadaan ibunya yang sejak tadi ditunggu-tunggu. Bicara mereka pun jadi terhenti.
"Eung. Kapan ibuku datang?" tanya anak itu setengah merengek hingga membuat perhatian Hero dan Marco tertuju kepadanya.
"Sebentar lagi, kamu tidur saja lagi," ucap Hero lembut.
Anna menggelengkan kepalanya. "Tidak mau! Aku takut ibu memarahiku karena hari ini aku tidak mengemis."
Kali ini Marco yang menjawab. "Tenang saja, ibumu akan mendapat banyak uang dari orang tuaku setelah kamu menjadi adikku. Kamu tidak mungkin dimarahi lagi."
Anna mencicit takut begitu Marco bersuara. Buru-buru Hero menepuk punggung anak kecil itu sambil menyuruhnya kembali tidur.
Sepertinya Anna mulai paham bahwa Marco menginginkan anak itu tinggal bersamanya.
Itu sebabnya Anna terkesan sungkan dan enggan terhadap Marco. Anna pasti tidak mau diadopsi oleh keluarga Fernando yang tak dikenalnya.
"Hei, lepaskan tanganmu! Apa kau mau berbuat mesum terhadap anak kecil?"
Kontan Hero menghentikan aksinya. Dengan bodohnya ia menuruti keinginan Marco untuk tidak lagi mengusap-usap punggung Anna.
"Saya hanya ingin menidurkannya kembali," jawab Hero agak malu.
"Oh ya? Tapi matamu terlihat cabul!"
"Mana ada!" tukas Hero kesal. Bahkan ia belum ada ketertarikan terhadap anak kecil seperti Anna.
"Kalau mataku melihatnya seperti itu ya seperti itu! Memangnya kamu bisa apa?" Marco memicing sinis sedikit mengejek. "Awas saja jika kau berani macam-macam dengan adikku."
Cih! Bahkan dia belum sah menjadi adikmu. Aku lebih dulu mengenalnya sialan!
Tentunya makian itu hanya dapat Hero ucapkan dalam hati. Sambil mendengkus dan sesekali melirik Marco dengan tatapan kesal.
"Ingat ya! Meskipun kau adalah calon suaminya, tapi Anna akan tetap menjadi milikku selama dia belum menikah. Nyawamu akan menjadi taruhannya jika berani macam-macam terhadap Anna!"
"Hmmm." Hero menjawab dengan dehaman malas. Melihat Anna akan menjadi keluarga Marco, entah dia harus bahagia atau sedih.
.ternyata ini novel lanjutan dari Dijual suamiku,di beli mantan pacarku ...bener kan Thor....?
kamu sampai seperti itu anNa Karena efek hero yg tdk bisa menahan diri karena sudah terlalu lama dia menahan godaan darimu 😂😂😂😂