Bhadrika Anneta Fabian memilih bersembunyi dari keluarganya karena belum siap menerima pernikahannya dengan seorang pria yang tak ia cintai.
Sementara Pangeran Aditama meski sudah tiga tahun berlalu masih terus mencari Istri sirinya yang kabur, hingga pada akhirnya ia menemukan titik terang tentang keberadaannya
" Jika kamu tak ingin aku menjadi Tuan Pemaksa, maka patuhi dan cintai aku sebagai suamimu."
" Tapi aku tetap tidak bisa mencintaimu karena di hati ini hanya ada dia. Jadi lepaskan saja aku!"
" Anne dia sudah pergi, jadi lupakanalah! Lagipula aku tidak akan pernah melepaskanmu karena kamu akan tetap menjadi istriku sampai nanti. "
Di kala Pangeran masih berjuang untuk mendapatkan cinta istri, tiba-tiba muncul seseorang yang sangat mirip dengan almarhum pria yang sangat Anne cintai.
Lalu, bagaimana kisah pernikahan mereka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Siapa suruh mesum!
Meski belum siap untuk kembali ke kehidupannya yang dulu, Anne tetap saja khawatir saat mendengar bahwa kondisi Papanya sedang tak baik. Awalnya, Anne tak percaya dan mengira bahwa itu hanya kebohongan Pangeran agar ia mau ikut pulang. Pasalnya, Anne tahu betul jika Papanya itu adalah seseorang yang sangat menjaga kesehatan tubuhnya.
Tapi, setelah melihat foto-foto Papanya yang terlihat semakin kurus dan pucat, membuat Anne mulai percaya.
" Kamu mau vidio call?" tanya Pangeran pada Anne yang terlihat seperti sangat khawatir dengan kondisi Papanya.
" Em ...," Anne terlihat bingung antara mau mengatakan iya atau tidak.
" Kamu tidak perlu muncul di kamera jika belum siap," usul Pangeran yang sadar jika masih ada keraguan pada diri Anne.
Akhirnya, Anne pun mengangguk. Sementara Pangeran segera melakukan vidio call bersama Papa Ken.
" Assalamualaikum, Pa," salam Pangeran pada Papa Ken.
" Waalaikumsalam, Ran. Ada apa? " tanya Papa Ken.
Melihat raut wajah pria itu yang terlihat sendu seakan menyimpan sebuah kesedihan yang sangat mendalam, membuat Anne merasa sesak. Rasa rindu di dalam hatinya seakan membuncah, ingin rasanya memeluknya dan mengatakan__
"Anne baik-baik saja, Pa"
Sebelumnya, Pangeran sempat bercerita jika kondisi Papa Ken menjadi seperti ini semenjak mereka tak kunjung bisa menemukan keberadaan Anne. Bagi papa Ken, Anne adalah segala-galanya. Jadi, ketika putri kesayangannya tak kunjung di temukan, tentu membuatnya terus berpikir dan berakhir menjadi sakit.
" Papa gimana kondisinya?" tanya Pangeran.
" Ya, seperti biasa."
" Oh ya, Ran. Bagaimana tentang Anne? Apakah kamu sudah menemukan dia?" tanya Papa Ken yang selalu menanyakan tentang bagaimana proses pencarian Anne.
Pangeran terlihat melirik ke arah Anne yang membuang muka guna menutupi kesedihannya.
" Kamu bersama seseorang, Ran? "tanya Papa Ken tatkala menyadari Pangeran yang terus menatap ke arah samping.
" Iya, Pa. Pangeran sedang bersama seseorang. Soal Anne, Papa tenang saja ya. Pangeran pastikan, bahwa sebentar lagi Papa akan bertemu dengan dia," ucap Pangeran yang seakan memberikan kode bahwa ia sudah memiliki petunjuk.
" Apa Kamu sudah menemukan petunjuk, Ran? "tanya Papa Ken yang langsung menangkap kode Pangeran.
" Papa doakan saja. Kalau gitu, Papa harus jaga kesehatan, jangan terlalu banyak pikiran agar masih bisa bertemu dengan Anne lagi. "
Papa Ken mengangguk.
Setelahnya, Panggilan pun dimatikan.
" Bagaimana, sekarang kamu sudah percaya dan mau pulang bersamaku?" tanya Pangeran, sementara Anne masih terdiam.
" Anne, kamu pergi sudah cukup lama. Apa kamu tak kasihan dengan Papa, Mama, dan yang lainnya? Mereka merindukanmu, Anne dan berharap kamu bisa segera pulang ke rumah. Jangan sampai nanti kamu menyesal hanya karena ego sendiri." nasehat Pangeran.
Anne masih terdiam seraya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.
" Baiklah, aku akan pulang. " pada akhirnya Anne memberikan sebuah keputusan yang sangat Pangeran nantikan.
" Kamu serius, Anne? "Pangeran mencoba memastikan bahwa apa yang ia dengar bukan hanya halusinasi.
Anne berbalik menatap ke arah Pangeran." Ya, tapi ___" belum selesai Anne berbicara, Pangeran sudah kembali memeluknya.
" Makasih sayang, mereka pasti akan sangat senang melihat kamu kembali lagi di tengah-tengah mereka," ucap Pangeran yang semakin mengeratkan pelukannya. Tanpa sadar, Pangeran mencium pundak Anne sehingga membuat gadis itu meremang. Rasanya, tubuhnya seperti tersengat aliran listrik.
" Pangeran ... bisa-kah jan-gan suka memelukku secara tiba tiba? "pinta Anne dengan suara yang sedikit terbata-bata.
Pangeran mengurai pelukannya, lalu menatap wajah Anne yang begitu tegang bercampur memerah bagaikan kepiting rebus.
" Kamu malu, Anne? " goda Pangeran.
" Nggak! "elak Anne.
" Atau___ jatuh cinta? "goda Pangeran dengan menunjuk ke arah Anne.
" Apaan sih! "kesal Anne seraya bergegas bangun dari tempat duduknya. Namun, siapa sangka jika Pangeran tiba-tiba menarik lengan Anne hingga membuatnya terduduk di atas paha pria itu. Setelahnya, Pangeran mengunci tubuh Anne dengan memeluknya.
Tatapan keduanya saling bertemu, degupan jantung keduanya pun terdengar berpacu diatas normal.
" I Love you, Anne," kata Pangeran tulus dengan tatapan yang begitu dalam seakan mencoba masuk kedalam hati Anne.
"Lepaskan!" satu kata yang keluar dari mulut Anne.
" Kamu kenapa sih, Anne tidak bisa diajak romantis - romatisan dikit?" protes Pangeran yang tak mau melepaskan Anne.
" Pangeran, apakah kamu lupa kalau___" Pangeran kembali membungkam bibir Anne dengan bibirnya sekilas.
" Pangeran!" pekik Anne setelah pria itu melepaskan ciumannya. Anne memukul Pangeran untuk meluapkan kekesalannya atas tindakan pria itu yang sudah sangat keterlaluan. Sedangkan Pangeran mencoba menghentikan tangan Anne yang terus memukulnya.
" Kamu kenapa selalu marah dan memukul ku sih, Anne? Ini bisa masuk dalam undang-undang kdrt loh!" papar Pangeran.
"Siapa suruh kamu mesum!" tukas Anne dengan wajah penuh amarah.
" Mesum?" ulang Pangeran. " Dimananya aku mesum?"
"Hah?" Anne terlihat melongo tatkala mendengar ucapan Pangeran yang tak menyadari bahwa ia telah berbuat mesuk.
Dengan penuh kekesalan, Anne langsung menyikut perut Pangeran, lalu menginjak kakinya agar bisa terlepas dari pria itu.
" Au," pekik Pangeran seraya memegangi perut dan kakinya.
" Anne ... Kenapa kamu begitu kasar sama suamimu?" ujar Pangeran dengan menahan rasa sakit.
" Siapa suruh kamu suka sekali meluk dan mencium orang sembarangan! Jadi, rasakan itu!" tandas Anne seraya berlalu pergi.
Pangeran melongo mendengar perkataan Anne barusan." Anne apa kamu lupa jika aku ini suamimu?" teriak Pangeran yang tak di hiraukan oleh Anne.
Setelahnya, Pangeran tiba-tiba tersenyum tatkala mengingat kembali wajah memerah serta kejadian yang telah terjadi hari ini. Dimana, Ia sudah dua kali berhasil mencium istrinya sendiri. Meski akhirnya harus mendapatkan kekerasan, tidak masalah karena ini masih permulaan. Karena satu saat nanti, pasti Anne juga akan terbiasa lalu membalas ciumannya atau dia akan ketagihan.
Membayangkannya saja sudah membuat sesuatu di bawah sana berkedut. Pangeran pun akhirnya hanya bisa membuang nafas, dan bergeming.
" Nasib seorang suami yang belum mendapatkan cinta istrinya ya seperti ini."
...****************...
penasaran sama lnjtn nya