NovelToon NovelToon
Menikah Karena Balas Dendam

Menikah Karena Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: aulia rysa

Aku di jadikan alat balas dendam oleh suamiku.
Satu tahun menikah tak ada kelembutan dan tanggung jawab suami yang kudapatkan melainkan kehadiran ku hanya di anggap patung tak ternilai.

"Kau hanyalah boneka tidak lebih dari apapun yang berharga di dunia. Kesengsaraan hidup mu kebahagiaan terbesar bagiku," ucap Rizal penuh penekanan menatap benci wulan yang seketika melemas mendengar pengakuan pria tersebut.

"Apa salah ku hingga kau tega melakukan ini? kenapa tidak kau bunuh saja aku biar kau puas, kenapa harus seperti ini? kau bukanlah manusia, kau iblis berwujud manusia!" Teriak Wulan menggebu-gebu muak dengan tingkah rizal.

"Hahaha.... hahaha ... kau benar saya iblis berwujud manusia. Dan semua itu karena kakak mu!" jawab Rizal tertawa dan seketika langsung berubah dingin dengan tatapan pembunuh.

Sanggup kah aku menjalani pernikahan ini? atau mundur agar tak tersakiti lebih dalam?

Yuk baca kisah ku🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulia rysa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Cerita

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

"Lan lo kenapa bengong tadi? tumben gak seperti biasanya lo kayak gini?" tanya Santi penasaran.

"Kepo," jawab Wulan yang mana membuat santi kesal bukan mendapat jawaban yang di minta malah dikatain.

"Bodoh, jangan bilang lo lagi kasmaran ya?" tebak santi menatap selidik curiga.

"Masa sih? gak usah ngacau deh kalau bicara," sangkal Wulan.

"Nah, tuh kan wajah lo jadi merah," goda Santi melihat sahabat nya ini salting.

"Cepat deh mending jujur pria mana yang buat lo seperti ini?" desak Santi rasa kepo nya sudah begitu besar.

"Gak ada, lagian muka gue emang kayak gini jadi gak usah sok tau deh." Lagi dan lagi Wulan menyangkal.

Santi menoleh pada panji, pria tersebut sejak tadi hanya diam tidak seperti biasa akan selalu membela wulan jika terus di desak seperti ini, namun kali ini sedikit berbeda.

"Uhuk... uhuk ... " Batuk Santi.

Namun batuk buatan nya tak di peduli kan ketiga orang tersebut.

"Pada mati semua apa gimana sih? masa gak ada yang peduli. Sahabat macam apa ini? menyebalkan," batin Santi kesal.

"Panji coba lo jelasin semua gak usah ada yang di tutupi lagi, oke," ujar Santi menatap lekat pria tersebut yang sontak saja menatap nya bingung maksud ucapan nya.

"Gak usah tatap gue seperti itu, nanti cinta untuk wulan bisa luntur kalau lo sampai naksir sama gue," goda Santi iseng memancing.

"Gak mungkin, cinta gue ke wulan tidak akan pudar apapun terjadi dan tidak bisa tergantikan sama perempuan secantik apapun itu," ungkap Panji tanpa sadar keceplosan mengungkapkan perasaan nya.

Plak ....

Panji menepuk jidat nya sendiri keceplosan, hingga tanpa sadar pancingan santi mengorek informasi terjawab karena mulut lemes nya ini.

Pria itu akui santi memang paling jago dalam mengorek informasi dari lawan.

"Nah benar kan apa kata gue Dit, panji naksir sama wulan. Sekarang jujur apa kalian sudah jadian?" selidik Santi menatap mengintimidasi kedua orang berbeda jenis kelamin tersebut.

"Lo apaan sih santi gak usah aneh-aneh deh pertanyaan nya," malu Wulan berniat menghindari sahabat rempong nya ini.

Langkah wulan terhenti karena pergelangan tangan nya di tahan seseorang.

"Sudah duduk aja, cepat atau lambat juga mereka bakal tau jadi kenapa tidak sekarang saja kita kasih tau nya," ucap Panji menepuk kursi agar wulan kembali duduk.

Wulan menarik nafas panjang, dengan berat hati untuk tetap stay.

"Cepat jelasin kita udah penasaran nih? kalian udah jadian apa belum?" ucap Dito gregat.

"Pasti sudah dong Dit, lo gak lihat mereka berdua pas masuk kelas gelagatnya mencurigakan," sahut Santi sok tau.

"Ya benar juga sih, tapi gak ada salah memastikan lagi dari mulut mereka," kata Dito.

Wulan mendengar ucapan kedua sahabat nya itu sekali lagi hanya bisa menghembus nafas panjang kenapa mereka bisa serempong ini.

Panji yang menyadari wulan malu dengan semua pertanyaan ini segera mengambil alih.

"Mau dengar jawabannya atau kita berdua pergi," ucap Panji dan seketika kedua orang tersebut terdiam dan saling pandang menatap nya.

"No. Kita diam, silakan jelasin kita bakal dengar. Diam lo gak usah banyak ngomong kalau gak mau tuh bibir gue potong," ancam Santi melempar tatapan mematikan pada dito.

"Dih, sadis amat lo jadi cewek, pantas gak ada gebetan punya mulut gak ada rem nya bikin sesak aja," ledek Dito.

"Bodoh amat," ketus Santi.

"Jadi gak sih ini, kalau gak kita pergi," ucap Panji menggeleng kepala pusing.

"Jadi. Buruan cerita gak usah bertele-tele.," ucap Dito.

"Oke. cerita nya gini .... "

Panji pun mulai menceritakan awal dia mengajak wulan ke danau belakang kampus dan tempat itu tak banyak orang yang tau dan tentu tidak banyak yang berkunjung.

Pria itu menceritakan persiapan yang sudah di siapkan selama ini untuk menyatakan perasaan nya pada wulan.

Bahkan dia juga mengatakan wulan adalah cinta pertama nya.

Mencintai wulan dalam hidup nya adalah sebuah kebahagiaan terbesar di dunia ini.

Wulan bukan hanya wanita yang cantik, tapi dia juga wanita yang memiliki hati yang baik dan tulus.

"Singkat cerita nya wulan terima kagak? gak usah berbelit- belit seperti dongeng, ngantuk dengar nya" kata Dito merasa bosan dengan cerita panji tidak juga selesai.

"Diam napa, kenapa sih lo banyak protes kalau gak mau dengar sana pergi gak usah nganggu," kesal Santi, dito banyak mau nya.

Wanita itu sudah sangat penasaran dengan cerita panji, bahkan cerita nya sudah seperti sinetron dan tepat nya cerita cinta di dunia novel.

Namun karena ocehan dito lemes ini, panji harus menjeda sejenak.

"Situ ngomong gak sadar diri. Banyak protes siapa disini."

"Kenapa jadi begini sih, yah udah cerita nya gak bakal di lanjutin," ancam Panji.

"Kok gitu sih, semua ini karena lo," marah Santi mencubit lengan dito.

"Auwh sakit maemunah, lo jadi cewe bar-bar amat sih," dito meringis kesakitan sambil mengusap lengan nya yang di cubit santi.

"Rasain, makanya jadi cowok itu kalem gak usah banyak cerocos kayak gini," sahut Santi tanpa dosa melukai anak orang.

"Awas kalau masih cerocos bukan hanya cubitan tapi lebih dari itu," ancam Santi serius.

Lalu wanita itu kembali menatap panji minta di lanjut kan cerita nya.

"Gue akan langsung pada intinya saja biar kelar dan kita bisa kerjain tugas kelompok, oke," putus Panji tidak ingin menimbulkan perdebatan antara dito dan santi yang selalu debat di mana pun itu tempat nya.

"Setuj_"

"Diam! gak usah bicara," ucap Santi cepat menatap menghentikan ucapan dito yang belum kelar.

"Katakan sekarang."

"Gue dan wulan belum jadian, tapi sebentar lagi bakal jadian," kata panji.

"Maksudnya gimana? kita benaran gak ngerti maksud lo gak jadian, dan bakal itu gimana sih?" bingung Santi.

"Wulan sekarang belum yakin jika perasaan nyaman nya ke gue itu cinta, jadi sekarang gue ingin menyadari perasaan wulan dan jika benar terbukti kita bakal jadian," jelas Panji.

"Oh gitu. Gue bisa maklumin sih, wulan sebelum nya gak pernah pacaran, jadi bingung membedakan perasaan cinta, sayang, dan suka," ujar Santi.

"Iya. Semua sudah selesai sekarang kita ke apartemen gue. Waktu udah mepet besok harus segera di serahkan, gak ada yang mau dapat nilai C kan?" tanya Panji menatap kedua sahabat nya itu.

"Jelas gak mau."

"Yah sudah tunggu apalagi berangkat sekarang," bangkit Panji menggandeng tangan wulan.

Dan wanita itu tak menolak gandengan tangan dari panji, panji pria baik dan selalu ada di saat dia membutuhkan.

Meski belum menyadari perasaan nya sekarang, dia tidak terlalu memikirkan itu, wulan yakin akan satu hal dengan beriring nya waktu seseorang akan menyadari perasaan nya cepat atau lambat.

"Cieh... cieh... gandengan tangan, dunia terasa milik berdua kalau hati lagi berbunga-bunga," goda Dito.

"Biarin, kalau lo mau gandeng aja santi tuh di samping," balas Panji.

"Ogah!" teriak Santi cepat mending di gandeng kakek-kakek dari pada dito yang mulut nya lemes gak ada obat.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

1
Ira Priskilla
Kecewa
Ira Priskilla
Buruk
KUSRINI DWI
Kecewa
KUSRINI DWI
Buruk
Sulis Triwinarni
paling bapaknya rizal yg bunuh keluarganya si wulan
Masuli Nainggolan
karakter Wulan dibuat lemah, gandengan tangan dg laki2 lain membuat karakter Wulan kurang menarik
Masuli Nainggolan
Wulan knp ga jaga nama baiknya juga y,sdh punya suami, keluarganya menghina dia pegangan tangan dg laki2 lain
sandi Gelau
tapi kan.. cinta tk blh paksa.. nnti menyakitkan mu Panji.. lbh baik Wulan mendiri dulu..
WA ODE AYU LESTARI
bagus
Fauzi Yulius
Luar biasa
Indri Sukawati
ya ampun, kalo aku jadi Wulan Aku udah kabur ke dunia antah berantah,. biar ga bisa ditemukan😡
Amelia Putri
assalamu'alaikum
yunna
berharap Rizal tau kbnrn nya, semoga Wulan Uda bahagia dgn Panji GK rela balikan dgn rizal
yunna
ngak nyadar dri
yunna
buat Rizal dan Wulan cerai Thor biar Rizal nyesel semoga Wulan dpt jodoh yg lebih baik lg
yunna
gimana mo perjuangan kn Rizal jk KSI pelakor masuk d dlm rumah tangga nya Dy yg KSI kesempatan tuk pelakor
Erlinda
dasar si Wulan goblok ,udah tau dan mempunyai bukti kejahatan papa mertua nya kok malah mendiamkan bukan nya menyerahkan bukti itu pada polisi sekarang baru kau rasakan akibat kebodohan mu ..
Soerya Abdul Soerya
Thankz banyak2 kakk authorrr
Ceritanya bagus dn endingnya bahagia
Tetap semangat kakk authorrr untuk karya2 selanjutnya
Kembang sekebon buat kk otor😍
Soerya Abdul Soerya
Pmn shin adalah ayah Rizal
Soerya Abdul Soerya
Hehehe Rizal Rizal bygooo nye di bagi2 napa🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!