NovelToon NovelToon
Ketulusan Hati 2

Ketulusan Hati 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 5
Nama Author: desih nurani

Sahabat dan cinta. Kedua elemen itu sangat sulit untuk dibedakan. Dalam persahabatan terkadang tumbuh sebuah cinta. Cinta yang sulit di mengerti. Cinta yang sangat jarang disadari. Sahabat. Sebuah ikatan yang tak bisa diuraikan dengan sebuah kata-kata.

Dillara Chalista Putri Pratama. Gadis cantik yang selalu ceria. Namun dibalik keceriaannya terdapat sifat cengeng dan manja. Terkadang sifat kekanak-kanakannya akan muncul. Saat ia berada di dekat orang yang paling dekat dengannya.

Arlan Digantara. Pria tampan bertubuh tinggi, memiliki kepintaran diatas rata-rata, sopan dan banyak digemari kaum hawa. Namun ada yang mereka tidak tahu. Pria itu memiliki sifat jahil dan terkadang cuek jika ia sedang bersama orang yang paling dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desih nurani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Persaingan Baru Dimulai (Ara)

Dalam setiap hubungan pasti akan ada rintangan. Rintangan yang entah kapan akan datang. Salah satu tiang yang kokoh untuk memperkuat sebuah hubungan adalah Kepercayaan.

~Ketulusan Hati 2~

Hmmm... Kehangatan ini sudah berhasil membuatku sangat nyaman.

"Alan, Ara sangat menyukai saat kita bisa sedekat ini. Ara juga sangat nyaman jika dipeluk seperti ini." ku angkat kepalaku untuk menatap wajah tampan pangeranku. Alan tersenyum dan bibir lembut itu bertemu dengan bibirku. Aku sangat menyukai kebiasaan Alan untuk mengecup bibirku. Bagiku, itu sangat romantis.

"Oh iya, Ara lupa." Aku melepas pelukannya dan membenarkan posisi dudukku.

"Tadi Ara janji mau cerita. Em tapi Alan jangan marah ya?" ucapku menatapnya penuh harap.

"Memangnya apa yang mau kamu ceritakan?" ucapnya sambil membenarkan posisi duduknya sama sepertiku.

"Em tapi jangan marah." ucapku memegang tangannya.

"Tergantung." ucapnya begitu santai. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menatap Alan lekat. Jika Alan marah, aku sudah siap. Siap untuk kabur. Hehe, aku bercanda. Aku sudah siap menerima resiko apapun.

"Tadi sore Ara jalan-jalan ke taman, terus tiba-tiba pria itu datang." ucapku menjeda pembicaraan. Aku melihat ekspresi Alan mulai berubah. Semoga Alan tidak marah.

"Pria mana?" tuh kan, nada suaranya sudah lain.

"Em, yang hari itu mau lamar Ara. Namanya Dio. Tapi jangan salah faham dulu. Ara juga tidak tahu kalau dia ada disitu. Ara juga sangat terkejut saat dia datang menemui Ara." ucapku sambil menunduk.

"Lalu apa yang dia katakan?"

"Em, dia bilang kalau dia sudah lama menyukai Ara. Dia juga bilang kalau, kalau dia sering melihat Ara di depan kampus. Tapi tadi Ara langsung menghentikan ucapannya. Ara bilang kalau Ara sudah punya suami dan tidak mau di ganggu lagi. Ara langsung pergi kok. Alan jangan marah." jelasku. Aku tidak berani menatapnya, apa dia akan marah? Kenapa tidak ada respon?

Tak lama Alan menarik daguku begitu lembut. Hingga kini mata kami saling bertemu. Aku kembali mendapatkan kecupan hangat.

"Dasar bodoh. Bagaimana bisa aku marah huh? Bahkan kamu mengatakan semua yang terjadi. Dengan kejujuran kamu saja aku sangat bahagia. Itu artinya kamu sangat menghargai aku sebagai suami kamu. Bagaimana bisa aku marah huh?" ujarnya menyetuh hidungku. Aku tersenyum senang, ternyata semuanya sangat jauh dari pikiranku.

"Bunda bilang, dalam sebuah hubungan itu harus dilandasi dengan kepercayaan. Dalam setiap hubungan pasti akan ada rintangan. Rintangan yang entah kapan akan datang. Salah satu tiang yang kokoh untuk memperkuat sebuah hubungan adalah Kepercayaan." ucapku mengulang kembali perkataan bunda yang sering aku dengar.

"Pintar." ucap Alan kembali memelukku. Memangnya selama ini dia pikir aku bodoh ya?

"Ara kan memang pintar dari dulu Alan. Buktinya Ara bisa menyaingi kamu. Em, sepertinya akan seru kalau kita kembali bersaing. Siapa yang duluan memakai baju toga, dia akan mendapatkan hadiah spesial." ucapku dengan semangat. Alan melepaskan pelukannya.

"Siapa takut." ucapnya begitu semangat. Aku tersenyum dan menatapnya lekat.

"Ok, mulai dari sekarang kita bersaing. Deal?" ucapku sambil mengulurkan tangan untuk meminta persetujuanya.

"Deal!" ucapnya membalas uluran tanganku. Yey, jika seperti ini aku tambah semangat untuk menyelesaikan semuanya dengan cepat. Kali ini aku harus menang, sudah cukup aku selalu dikalahkan oleh Alan. The Winner kali ini akan dimenangkan oleh Dillara Chalista Putri Digantara. Hahaha

"Hey, apa kamu berpikir untuk mengalahkan aku?" Aku sangat terkejut saat tangannya kini sudah berada di pipiku. Aku menggeleng dengan cepat.

"Bagaimana mungkin aku bisa menang jika lawanku adalah juara bertahan seperti anda tuan Alan" ucapku sedikit merendah. Aku tidak akan meyombongkan diri terlalu cepat. Karena jika kalah, maka aku akan malu.

"Baik lah tuan putri, besok kita akan membahas masalah ini kembali. Ayok tidur, besok kita harus bangun pagi." ucap Alan menarik tubuhku hingga ikut terjatuh diatas dada bidangnya. Aku tertawa saat ia sedikit meringis kerena tanganku tak sengaja menekan dadanya terlalu kuat. Salah sendiri, tapi aku juga sedikit merasa bersalah.

Aku kecup pipinya dan ku tarik tangannya untuk menjadi bantalku malam ini.

"Selamat malam suamiku." ucapku memeluknya. Ku pejamkan mataku yang sudah dirasuki kantuk yang cukup berat.

***

"Bunda kira kalian masih bisa seminggu atau dua minggu lagi disini? Tapi tidak jadi masalah. Kapan pun kalian bisa pulang kesini." ucap bunda mengusap pundakku. Ya, saat ini aku dan Alan sudah siap untuk pindah. Semua barang juga sudah masuk ke dalam mobil.

"Alan, jangan ngebut bawa mobilnya. Dan kamu Ara, jangan menyusahkan suami dan mertua kamu disana." ucap bunda seraya memelukku. Aku mengangguk dan membalas pelukkan bunda dengan hangat.

"Insha allah bunda." ucap Alan. Aku melepaskan pelukan bunda dan mengecup setiap inci wajah bunda.

"Ara titip salam sayang buat papah dan Azka." ucapku pada bunda. Hari ini papah ada jadwal mengajar pagi, jadi tidak sempat berpamitan. Tapi papah sudah tahu kok. Nanti di kampus juga pasti ketemu.

"Iya sayang, hati-hati." ucap bunda yang aku jawab dengan anggukkan. Alan mencium tangan bunda. Lalu kami pun langsung masuk kedalam mobil.

"Dadah bunda sayang, I love you. Assalamualaikum." ucapku memberikan kiss by terbaik untuk bunda.

"Wa'alaikumusalam." ucap bunda tersenyum. Alan pun melajukan mobilnya dan kami pun mulai meninggalkan komplek perumahan.

"Alan, nanti mampir di jalan ya. Ara mau beli sesuatu untuk mama." ucapku yang langsung dijawab anggukan oleh Alan. Aku hanya bisa tersenyum.

Kurang dari satu jam kami pun sudah memasuki kompleks perumahan orang tua Alan.

"Ayok turun." ucap Alan saat kami sudah sampai. Aku pun mengambil oleh-oleh yang aku beli tadi dari jok belakang. Baru saja aku turun dari mobil, mama sudah menyambutku di ambang pintu. Aku tersenyum dan langsung menghampiri mama.

"Assalamualaikum ma." ucapku memeluk mama dan mencium kedua pipinya. Mama terlihat senang dengan kedatanganku.

"Wa'alaikumusalam sayang, sudah lama mama nunggu kalian. Mama senang rumah semakin ramai. Ayok masuk, biar Alan yang bawa barang kamu." ucap mama menarik tanganku untuk masuk kedalam rumah.

Suasana rumah sangat sepi. Lalu aku melihat si kecil Dika sedang bermain di ruang keluarga.

"Hy sayang, sendiri aja mainnya?" ucapku menghampiri Dika. Dia menatapku cukup lama, lalu ia pun tersenyum. Mungkin dia sudah agak lupa, karena hampir setengah tahun tidak main kesini.

"Kakak sekolah, jadi Dika main sendiri." ucap Dika begitu lucu. Aku tersenyum senang melihat pipi cubby Dika yang bergoyang saat ia bicara.

"Ya sudah, main sama kak Ara ya?" ucapku duduk di sebelahnya.

"Eh, gak usah Ara. Kamu istirahat aja dulu. Pasti capek." ucap mama.

"Enggak kok Ma, Ara gak capek. Iya kan Dika?" ucapku. Dika hanya tersenyum sambil menatapku dan mama bergantian.

"Ya sudah, kalau begitu mama buatkan kamu minum dulu." ucap mama. Aku hampir saja lupa memberikan sesuatu yang aku beli tadi.

"Oh iya ma, Ara lupa. Ini tadi Ara beli sesuatu untuk mama." ucapku memberikan oleh-oleh yang aku beli pada mama.

"Ya ampun, apa ini? Padahal gak perlu repot Ara. Wah, martabak telor kesukaan mama? Kamu masih ingat aja ya? Padahal orang rumah tidak ada yang ingat makanan kesukaan mama." ujar mama sambil melirik Alan yang tengah mengangkat koper. Aku tersenyum melihat hal itu.

"Ya sudah, mama kedapur dulu." ucap mama yang langsung beranjak menuju dapur. Aku pun kembali bermain dengan si kecil Dika.

***

Huh, akhirnya beres juga. Aku tersenyum melihat pakaianku sudah rapi didalam lemari. Lalu ku alihkan pandanganku pada my husband. Sepertinya dia asik sekali dengan laptopnya. Aku menghampiri dirinya dan memeluknya dari belakang.

"Jangan terlalu serius, nanti bisa stres." ucapku meletakkan daguku di pundaknya. Aku melihat isi laptop karena sangat penasaran. Ternyata Alan sedang mengecek diagram keuntungan perusahaan. Aku tidak terlalu mengerti, tapi aku tahu sedikit tentang hal ini.

"Kenapa penurunannya sangat drastis." ucapku bingung saat melihat diagram menurun begitu tajam.

"Ini yang menjadi permasalahan. Papa mempercayaiku untuk memperbaiki semuanya." ucap Alan kembali memainkan jarinya diatas keyboard.

"Em, ara buatkan jus dulu ya. Nanti kita diskusikan masalah ini." ucapku yang dijawab anggukan oleh Alan. Aku mencium pipinya dan langsung beranjak keluar.

Aku keluar dari kamar dengan semangat. Namun tak sengaja aku melihat pintu kamar sebelah sedikit terbuka. Aku masih ingat, kalau tidak salah ini kamar Arin. Adik Alan yang paling besar. Sepertinya aku harus menyapanya.

"Assalamualaikum." ucapku membuka pintunya sidikit. Aku melihat Arin terperanjat kaget saat aku mengucapkan salam. Hingga benda yang ia pegang pun terjatuh dan pecah. Aku sangat merasa bersalah.

"Maaf, kakak tidak sengaja membuat kamu tekejut. Biar kakak bantu beresin." ucapku langsung berjongkok untuk mengambil benda itu. Namun dengan cepat dia mendorong tubuhku hingga tak sengaja salah satu jariku terkena pecahan kaca.

"Awhh.." ringisku saat darah segar mulai keluar dari jariku. Ini sangat perih. Mataku juga sudah memanas.

"Ya ampun Ara, tangan kamu? Arin apa yang kamu lakukan?"

Entah sejak kapan Alan sudah berada disini. Dia juga bicara cukup keras.

"Sakit Alan." ringisku, aku semakin merinding saat darah itu tak berhenti keluar. Air mataku juga keluar begitu saja.

"Ck, begitu saja nangis. Cengeng banget sih, gimana cobak mau jadi istri yang baik. Baru luka dikit aja udah nangis." ujar Arin ketus, ia langsung beranjak pergi. Aku tidak tahu kenapa dia menatapku begitu penuh kebencian.

"Arin, kamu sangat keterlaluan!" bentak Alan yang berhasil membuatku terkejut. Aku tidak pernah mendengar Alan semarah ini. Aku menyetuh tangannya dan menggeleng.

"Ini salah aku Alan, jangan marah sama Arin. Aku tidak apa- apa." ucapku menatap Alan lekat. Alan membuang napas begitu dalam.

"Ya sudah, kita kekamar." ucap Alan. Aku mengangguk. Lalu Alan pun membawaku kekamar. Dia juga membantu mengobati luka dijariku. Rasa perih pun hilang entah kemana. Ah rasanya seperti beribu kupu-kupu terbang di perutku. Aku tersenyum sambil terus menatap wajah serius Alan. Mungkin aku adalah perempuan paling beruntung karena bisa memiliki laki-laki yang aku cintai seutuhnya. Terimakasih ya Allah.

1
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
Luar biasa
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
lebih suka papa Arnold dari pada arham, Arnold aja masih bisa nerima Alan padahal dia jelas di selingkuhin, sampe hamil pula, lah si arham dari jaman dulu pikirannya cetek, selalu gitu, berarti dia gak bisa move on
Lazna El Hanan Az-zarkasyi
semua penderitaan (Dara, Nisa, Hilda, sama mama kandung nya Alan) titiknya ada karena si Bayu
Ayu galih wulandari
Semangat & sukses ya kak...👍👍👍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Selamat kak author cerita ini sunggh2 luar biasa ...maafff kaeuun daku baru bacavlg ...bokehndoong request untk kelanjutan inincerita anak2 mereka sampai besar ...🤗🤗😘😘😘😘 mkc kak 🙏🏼🙏🏼
Ayu galih wulandari
Jafi penadaran aqu thor lanjuut dech
Ayu galih wulandari
Bahagua sll Ara ya bumil lagi ,bahagua sll Arlan yg mau jd Abi 😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Visualnya keyeen keyeen...mic kak author😘😘😘😘😘
Ayu galih wulandari
Aqu sedih banget pas part ini 😔😔
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya kak author😍😍😍
Ayu galih wulandari
MadyaaALLOH Vidual Alan sm Ara daoat cucok syantik wajah lembut mata teduh ,senyumannya semua indah seperti bidadari ,Alan yg cool ,tampan , wajahnya jg teduh banget..😍😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak 😍😍😍
Ayu galih wulandari
Bagus. banget ceritanya dr awal season ke 1 spai season ke 2😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Teadisi turun temurun terkadang susah di terima krn sdh ada dr dl ,semoga Alan & Ara sll bersama .😍😍😍😍
Ayu galih wulandari
Lanjuuut kak...maafff aqu baru merapat lagii...hpku agak eror InShaaALLOH skrg & setrusnya baik baik aja ..😘😘😘
Ayu galih wulandari
Bagus banget alur ceritanya dr season ke 1 sampai season ke 2 ...SEMANGAT KAK AUTHOR..😘😘😘😘😘
Hr sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
My dream
gercep juga kak' author sat set , agak laen emang 🤭😁
My dream
next lanjuuut.... 💪 kak' author ❤️
Berkah Kafa Jaya
Alur Ceritanya banyak kejutan tdk Horor🤩🌟🌟🌟🤩menghibur Mak2 yg lagi Galau dari pd Ngrumpiin Org mending gabung ma Kak Thor desih nurani
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!