NovelToon NovelToon
My Secretary

My Secretary

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Clarissa icha

Sekretaris lamanya tiba-tiba mengundurkan diri. Dion menyuruh asisten pribadinya untuk merekrut sekretaris baru.
Dia terkejut ketika tau bahwa sekretaris barunya adalah sangat mantan istri yang telah kembali setelah hampir 5 tahun meninggalkannya.

Dion kecewa, dia menaruh kebencian pada mantan istrinya yang pergi dalam keadaan hamil tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian datang kembali dengan membawa anak laki-laki berusia 4 tahun.

Bagaimana Dion bisa fokus bekerja ketika harus bersanding dengan sang mantan istri setiap hari.?
Mungkinkah rasa benci akan kembali berubah menjadi cinta.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sebenarnya Dion laki-laki yang baik, dia tipe orang yang penyabar, selalu memperlakukan wanita dengan lembut, tidak pernah bicara dengan nada tinggi pada siapapun. Sikapnya juga dewasa serta peduli dan perhatian dengan apa yang ada di sekitarnya. Itu sebabnya dulu Dion banyak di perebutkan oleh karyawannya. Mereka beranggapan bahwa kebaikan Dion pada mereka lantaran Dion memiliki perasaan padanya, padahal memang seperti itu karakternya.

Meski dulu dia seorang anak pemilik perusahaan, Dion tidak pernah merasa paling tinggi kedudukannya dibanding dengan karyawan perusahaan. Tak heran banyak karyawan yang dekat dengannya.

"Aww,,,!" Keyla menarik tangannya dari genggaman Dion. Bagian kulitnya yang melepuh paling para tersentuh jari Dion hingga menimbulkan rasa sakit.

Dion langsung menatap Keyla. Tatapan yang menurut Keyla menyimpan kekhawatiran besar didalamnya. Hanya saja Keyla tidak mau menyimpulkan sendiri, dia menepis tatapan itu dan hanya menganggapnya sebagai tatapan biasa.

"Sakit." Ujar Keyla memberi tau. Dia mengambil salep itu di atas meja.

"Biar aku saja." Katanya. Keyla ingin melanjutkan sendiri mengoleskan salep pada tangannya. Jujur saja, Keyla ingin menghindari hal-hal yang hanya akan menimbulkan perasaan lagi terhadap Dion.

Bukan dia tidak mau kembali mencintai Dion, namun Keyla hanya sedang berusaha untuk melindungi hatinya agar tidak kecewa dan sakit hati.

"Lukanya parah, sebaiknya ke dokter saja." Kata Dion sambil terus melihat punggung tangan Keyla. Sebagian bahkan sudah menggelembung berisi cairan di dalamnya.

"Tidak usah, setelah pakai salep juga akan membaik lukanya." Keyla menolak halus. Baginya ini bukan hal yang serius. Luka yang ada ditangannya bahkan tidak sebanding dengan luka yang dulu dia dapatkan dari perlakuan kasar mantan suaminya.

Keyla sudah biasa mengalami hal seperti ini.

Kalau belum meneteskan air mata, itu artinya luka yang dia rasakan tidak seberapa.

"Terimakasih Pak." Ucap Keyla. Dia meletakkan kembali salep itu ke dalam kotak, kemudian beranjak untuk menyimpan kotak itu pada tempat semula.

Namun belum sempat melangkahkan kaki, kotak di tangannya sudah berpindah ke tangan Dion. Dia mengambilnya secara paksa tanpa mengatakan apapun. Hanya memperlihatkan ekspresi dan tatapan datar.

"Kembali saja ke mejamu. Pekerjaan kamu biar di lanjutkan besok saja." Ujar Dion sembari beranjak menyimpan kotak p3k ke tempat semula.

Dia menyuruh Keyla untuk duduk kembali di meja kerjanya tanpa memintanya untuk melanjutkan pekerjaan. Secara tidak langsung, Dion tidak mau melihat Keyla menahan sakit jika terus melanjutkan pekerjaannya.

Dalam kondisi tangan kanan yang melepuh, sudah pasti akan sakit jika bergerak di atas keyboard ataupun memegang bolpoin.

"Tapi Pak, pekerjaan saya masih,,,,

"Lakukan saja perintah ku.!" Seru Dion tak mau di bantah.

Dia menoleh dan memberikan tatapan tajam yang membuat Keyla memilih diam dan menuruti perintah Dion.

Jam kerja masih 3 jam lagi, rasanya tidak mungkin kalau hanya diam saja menunggu waktu pulang sedangkan pekerjaannya masih menumpuk.

30 menit berlalu. Keyla benar-benar tidak melakukan apapun seperti yang diperintahkan oleh Dion, namun dia terus memperhatikan Dion dengan mengamati pergerakannya. Keyla menunggu Dion fokus pada pekerjaannya agar dia bisa diam - diam menyelesaikan pekerjaannya sendiri.

Sebenarnya bisa saja Keyla membantah dan mengatakan tangannya tidak akan sakit untuk di bawa bekerja, tapi dengan sifat Dion yang sekarang, Keyla tidak berani untuk berdebat. Karna sudah pasti Dion akan membentaknya lebih keras lagi.

Keyla tidak bisa tenang melanjutkan pekerjaannya karna harus sambil mengawasi Dion agar tidak ketahuan. Jika tiba-tiba Dion menatap ke arahnya, Keyla akan pura-pura diam tidak melakukan apapun. Begitu seterusnya sampai jam kerja berakhir.

Meski pekerjaannya belum selesai, setidaknya besok tidak akan terlalu banyak pekerjaannya yang harus dia selesaikan.

Keyla membereskan meja kerjanya, memasukkan barang pribadinya kedalam tas. Dia terlalu fokus sampai tidak menyadari kalau Dion sedang berdiri di depan meja kerjanya.

"Ya ampun,,!" Pekik Keyla begitu dia berdiri dari duduknya. Wajahnya tepat berhadapan dengan Dion.

"Bapak bikin saya kaget," Ujar Keyla dengan mengembuskan nafas lega. Untung saja tidak memiliki riwayat jantung.

Siapa yang tidak kaget tiba-tiba melihat sosok tinggi dengan setelan jas hitam.

Dion hanya memberikan tatapan acuh, tidak menanggapi ucapan Keyla.

"Ayo.! Aku antar kamu ke dokter." Ajak Dion. Keyla mengerutkan dahi. Ternyata ajakan untuk pergi ke dokter masih berlanjut. Keyla pikir Dion tidak akan mengajaknya lagi karna tadi langsung diam saat Keyla menolak pergi ke dokter.

"Tidak usah Pak, ini cuma luka bakar biasa. Besok juga sembuh."

"Tinggal saya oleskan salep lagi di rumah."

Lagi-lagi Keyla menolak. Karna memang lukanya tidak terlalu serius. Melepuh saat tersiram air mendidih adalah hal yang wajar, kecuali kalau sampai mengeluarkan darah di bagian kulit yang melepuh.

"Jangan banyak protes.! Kamu hanya perlu duduk di mobil, aku tidak menyuruhmu untuk pergi sendiri ke dokter ataupun membayarnya sendiri." Dion sedikit menaikan nada bicaranya. Sepertinya dia sudah menahan kesal sejak tadi.

"Baik Pak." Keyla terpaksa menuruti kemauan Dion. Akan panjang urusannya kalau terus berdebat. Bisa-bisa dia akan semakin lama tertahan di kantor.

Baru saja keluar dari ruangan, Dion dan Keyla tercengang melihat Diana dan Joe yang terlibat sikut menyikut seperti sedang memperebutkan untuk masuk kedalam ruangan.

"Di,,,"

"Keyla,,,"

Diana dan Joe menyapa Dion dan Keyla bersamaan. Keduanya langsung memasang sikap manis dengan berdiri tegap dan saling menjauh satu sama lain.

"Key, aku mau anterin kamu pulang. Kamu mau kan.?" Joe langsung mendekat pada Keyla.

"Di, kamu bisa antar aku pulang.? Aku tidak membawa mobil karna tadi pagi kesiangan jadi berangkat pakai ojek online biar tidak terlambat."

Kini gantian Diana yang menyerobot bicara dengan Dion.

Rupanya dua manusia itu ingin masuk kedalam ruangan karna ingin pulang bersama dengan Dion dan Keyla.

"Tidak bisa.!" Jawab Dion tegas.

"Aku dan Keyla akan pergi ke rumah sakit.! Kalian pulang saja sendiri." Dion mencengkram lengan Keyla dan mengajaknya pergi dari hadapan dua orang itu.

"Ke rumah sakit.? Memangnya siapa yang sakit.?"

"Siapa yang sakit.?"

Diana dan Joe kompak bicara bersamaan lagi.

"Kau itu kenapa selalu mengikuti ku bicara.!" Geram Joe kesal. Diana melotot tidak terima.

"Aku.?!! Apa kamu tidak salah.?! Bukannya kamu yang mengikutiku.!" Seru Diana dengan amarah yang terlihat sudah di ubun - ubun.

"Ckk.!!" Joe berdecak kesal. Dia berjalan mengikuti langkah Dion dan Keyla.

"Kamu sakit Key.?" Tanya Joe sambil menatap lekat wajah Keyla yang menurutnya baik-baik saja. Sama sekali tidak terlihat sedang sakit.

"Tidak Joe, aku baik-baik saja." Keyla mengulas senyum tipis.

"Lalu mau apa ke rumah,,,," Joe tidak meneruskan ucapnya saat melihat tangan Keyla yang melepuh.

Beberapa saat tercengang kaget melihat tangan Keyla.

"Ya ampun Key, tangan kamu,,," Joe hampir saja memegang tangan Keyla, namun tangannya langsung di tepuk kasar oleh Dion.

"Kau itu mau apa.?!" Tanya Dion dengan sedikit membentak. Bola matanya seperti akan lompat dari tempatnya.

"Jadi kamu mau membawa Keyla ke rumah sakit.?" Tanya Joe. Dion tidak menanggapi.

"Sebaiknya biar aku saja yang membawa Keyla ke rumah sakit. Kamu pulang saja dengan putri Diana."

"Tidak lucu kan kalau putri Diana pakai ojek lagi." Ujar Joe sembari menyindir Diana.

"Kau.!!" Satu pukulan melayang di bahu Joe.

"Mulutmu ini perlu di lakban.!" Geram Diana.

"Cukup.!!" Bentak Dion. Wajahnya sudah memerah. Sejak tadi geram dengan tingkah Diana dan Joe yang membuat telinganya sakit.

"Kau.!" Dion menunjuk wajah Joe.

"Antar Diana pulang.!" Titahnya.

"Diana, kamu tidak boleh menolak.!"

"Kalau aku sampai tau kalian tidak pulang bersama, jangan harap bonus kalian bulan ini akan turun.!" Ancam Dion dengan wajah serius. Dia langsung menarik tangan Keyla dan membawanya pergi dari sana.

"Tidak.!!!!" Teriak Diana dan Joe bersamaan. Teriakannya sampai membuat karyawan lain menatap heran ke arah mereka yang terlihat frustasi.

1
ayu cantik
suka
antha mom
happy ending
Gintania nia
bagus
Anonymous
ini cerita nya kaya loncat loncat apa ada bab yg udh di hps sama outhor
Rahmi Mamimima
pantes aja william se marah itu
km sndri jg salah key
laki2 mana yg mau di peralat
irma hidayat
ternyata Dion nyelup perempuan lain
Kostum Unik
Knp ya Keyla ini kok lembek bgt. Dion jg pedes bgt kata2 nya serasa yg paling tersakiti.
Kostum Unik
Bego ahhh Keyla
Linda Antikasari
Luar biasa
Atisa
Buruk
tuti sriyono
Luar biasa
crmell
baguss menn ceritaneee😍😍
CANTIKA
bagus banget loh ceritanya,Dion sm Keyla itu ngegemesin😘😘
CANTIKA
wahhh ternyata udh tamat, Alhamdulillah happy ending, makasih Thor😘
CANTIKA
Erik bukan suaminya bulan kan?
CANTIKA
coba pukul pke stik golf kali aj bisa bangun kek dokter yg disana🤣🤣🤣
CANTIKA
astaga....cidera tulang mungkin,ups bertulang ga sih???🤣😅
CANTIKA
bangun tuh pasti😳😇
CANTIKA
serah Lo lah bang,klo cinta jgn gengsi.tar nyesel diambil org
CANTIKA
paling tanya sm vano
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!