Orang Jahat adalah orang baik yang merasa sakit hati dan kecewa akan suatu hal yang membuatnya merasa tidak adil.
Perjuangan Axel dalam membalas dendam kepada Eric yang telah membunuh seluruh keluarganya.
Apa saja yang akan dilalui Axel ketika menjalankan misinya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rais Laiseu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perawat Dadakan
Membawa nampan berisi bubur, Jean melangkah menaiki tangga dengan hati-hati menuju kamar Axel.
"Ayok, bangun dulu makan sedikit aja" bujuknya kepada Axel.
Axel ingin menolak, dia sangat tidak berselera untuk makanan terlebih itu adalah bubur. Tapi ini adalah pengecualian yang dia buat, bubur ini dibuat Jean khusus untuknya. Axel membuka mulutnya menerima suapan dari Jean.
"Aaaaa" Jean menyuapinya seperti anak kecil. Anehnya Axel menurut dan memakan bubur itu dengan tenang.
Ya iyalah Min, kalo ga buka mulut makannya gimana 😑
Eh, iya juga yah. Maksudnya Axel mau memakan bubur Jean sampai habis gitu loh gaes 😆
Oke lanjut.
Begitu bubur buatannya habis, Jean mengambil obat penurun panas lalu menyuruh Axel untuk meminumnya. Axel mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja tetapi Jean tetap khawatir, bagaimana jika panasnya tak kunjung turun. Ini semua karena Jean perna menonton berita, di dalam berita itu menggabarkan bahwa ada seorang yang meninggal karena panasnya mencapai 40 derajat cc. Jean jelas panik dong, takut terjadi hal seperti itu juga kepada Axel nanti.
Bebarapa kali Axel menyuruhnya pulang tapi Jean selalu tidak mau pergi, harus bagaimana lagi Axel menjelaskan pun Jean tetap tidak akan pulang.
"Pulang ya, udh sore nanti mama nyariin" ucap Axel dengan suara serak ala orang sakit.
"Gak mau, aku mau jagain kamu aja" Jean mendengus kenapa Axel menyuruhnya pulang terus.
"Besok bisa dateng lagi" memandang sayu kearah Jean.
Mendengar hal itu Jean langsung bersorak dalam hatinya.
"Oke deh, aku pulang. Jangan lupa minum obat" ingatnya lagi kepada Axel.
"Hmmm" cepat pulang sana, usir Axel lagi.
Jean pun pergi meninggalkan kamar Axel, dia masih berada di ambang pintu memandangi Axel yang masih terlihat tampan dengan tampang urakan bahkan belum mandi. Axel meliriknya lagi dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya, iya aku pergi. Galak amat boss" ledeknya kepada Axel.
Axel tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya itu, Jean terlihat imut ketika dia ngambek membuatnya ingin selalu mengodanya.
Jean Berdiri di depan rumah Axel menunggu gojek pesananya, Jean jadi berpikir. Bagaimana jika dia menjadi perawat saja, dia cukup merasa terampil saat merawat Axel tadi. Dia juga pandai membuat bubur untuk orang sakit.
Eh, apa seorang perawat membuat bubur juga untuk pasien ketika dirumah sakit. Jean asik dengan pikirannya sambil menunggu gojeknya datang.
Ah, Jean jadi pusing memikirkan, tapi jika benar begitu Jean rasa Jean sanggup melakukannya. Buburnya cukup enak untuk dimakan, Axel saja doyan pikirnya.
Begitu sudah sampai di rumah, Jean bergegas membersikan diri dan kembali bermalas-malasan, rebahan dikamar seperti biasanya. Jean mencari-cari dengan searching di google mengenai rumah sakit dan juga tatacara menjadi seorang perawat.
Mata Jean membulat begitu melihat gambar yang tertera disana.
"Hah! Ini beneran" membuka mulutnya lebar-lebar dengan kedua tangan menangkup pipinya.
Jean membaca bahwa menjadi perawat harus selalu sigap, bahkan ada yang membantu proses melahirnya bayi. Jean takut akan darah. Jean langsung mengubur dalam-dalam impiannya itu.
Takut darah kok pacarnya Mafia, gimana si Jean 😑
Axel ganteng Min, jadi bisa dibicarakan baik-baik hehe 😛
Skip.
Jean berguling-guling ke kanan dan ke kiri di atas kasurnya, rencana masa depannya sudah hancur. Dia bingung harus melakukan apa untuk kedepannya, tidak mungkin kan jika dia hanya menempel terus kepada Axel, bisa-bisa Axel bosan dan memutuskannya nanti. Jadi jomblo lagi deh si Jean.
"Je, Jeje sini bantu mama" teriakan mamanya dari arah dapur.
"Pasti disuruh bantuin ngupas pisang" pikirnya karena tadi melihat banyak pisang di depan rumah.
"Sini bantuin mama kupas pisang" benar saja tebakannya, dengan malas-malasan Jean mulai membantu mengupas pisang.
Tuk.
"Aww, kok Jean dipukul sih Ma" keluhnya kepada sang Mama.
"Ngupas yang bener, ini mama udah dapat lima kamu satu aja belum kelar" omelnya kepada Jean.
"Ehehe, buat apa si Ma. Mau bikin kolak?" tanya Jean.
"Enggak, buat pisang goreng Jean" jawab Mama yang mulai geram.
Acara masak-memasak antara ibu dan anak ini terus berlanjut dengan ocehan-ocehan Jean yang konyol.
"Ma udah mateng nih" Jean mulai meniriskan pisang-pisang itu ke piring.
"Jeje coba satu ya, Ma" mengambil satu pisang goreng untuk di makan.
Jean tidak menyangka, pisang goreng buatannya tadi sangat enak. Apa dia jualan pisang aja ya.
Masa jualan pisang si Min, yang lebih elit dong!
Oke, siap 😉
Eh bukan, maksudnya Jean jualan makanan seperti kue, Jean juga pandai membuat kue.
Jarang sekali Jean aktif bercengkrama dengan Mamanya, sekalinya berkumpul langsung masak bersama sampai larut malam. jean membersikan dirinya yang cemong terkena tepung lalu merebahkan tubuhnhya lagi keatas ranjang yang empuk.
Perlahan matanya mulai terpejam, berharap Axel datang kedalam mimpinya.
Zzzzzz.
Cahaya mentari yang begitu terik hari ini, sangat cerah seperti suasa hati Jean yang tidak sabar untuk mengunjungi Axel untuk kedua kalinya.
Dengan liptin merah muda yang menghiasi bibir mungilnya, dress pendek berwarna orange. Jean terlihat seperti jeruk segar yang sedang berjalan. tak lupa tas selempangnya dan satu dus berisi kue yang dibuatnya semalam saat membuat pisang goreng.
Kali ini Jean menaiki grab, dia memilih menaiki mobil untuk menjaga kuenya agar tetap aman.
"Axel, aku datang" sapanya riang sambil membuka bungkus kotak kuenya agar Axel bisa mencicipinya.
"Enak ga" Jean sudah menanti jawaban apa yang akan diberikan Axel. Ekspetasinya sudah tinggi karena dia sudah mencobanya sebelumnya, kue buatannya pasti enak.
"Enak" jawab Axel singkat.
Jean menjerit dalam hatinya "Kyaaaa kue buatnya enak, tidak sia-sia dulu dia belajar masak" tuturnya bangga.
Eumm,tapi ini Axel tidak ada niat untuk memuji Jean gitu? 🙄
Sabar Min, Axel masih makan takut keselek 😌
Mata jean berbinar, menanti pujian dari kekasihnya itu, tapi tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulutnya.
Eumm, sabar Jean. Mungkin sebentar lagi. jean masih terus menunggu tapi suasana menjadi semakin hening, Axel yang sibuk dengan gatgetnya dan Jean yang masih menanti pujian dari Axel.
Brak.
Jean memukul meja disamping tempat tidur Axel, tubuh Axel terjingkit kaget. Jean mulai mengutarakan unek-uneknya.
"Ih, kamu ga muji aku"
"Aku udah capek-capek bikin juga"
"Ak.."
Cup.
Kecupin singkat yang sangat mendadak itu langsung membuat Jean terdiam, Axel kembali mencuri ciuman darinya. Kenapa Axel selalu bisa membuatnya luluh hanya dengan skinship seperti ini. Jean ingin marah saja tidak bisa, sangat tidak adil.
┎┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┒
Kk saya sudah membawa
like👍“30”
jgan lupa back📖 ya💪
like nya👍
Komentar💬
Dan jgan lupa tingalkan jejak👣
Di-Novel “Wanita Raja Hantu😍👌
Saya tunggu✨ kehadiran nya🖤
Skian trimakasih👋
̲┖┈┈┈┈┈┈┈୨ ♡ ୧┈┈┈┈┈┈┈┚.